*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
Jurnalrukia
By : Kuroko Neophilina Phantomhive
Disclaimer : Tite Kubo
WARNING : AU,Typo, OC, EYD
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
Angin malam berhembus ditengah kerumunan orang yang sedang mempersiapkan sebuah film. Hawa mencengkam menjadi ciri khas tempat, yang mereka tempati saat ini. Berharap mereka akan mendapatkan gambar yang diinginkan.'Trek'
Pencahayaan mulai dinyalakan, menyoroti seorang perempuan berambut hitam pendek, dengan wajah manis yang sudah siap meliput suasana ditempat ini, dan..
'Action!'
"Selamat malam, para pecinta dunia lain. Kembali lagi bersama saya, Kuchiki Rukia. Kali ini seperti janji divideo saya kemarin. Saya, akan membuat sebuah project jurnalrukia, yang dimana saya akan mencari hantu dan mungkin mengungkap misteri tempat-tempat yang angker,'' ucap seorang perempuan yang bernama Kuchiki Rukia. Ia merupakan seorang blogger terkenal, dengan ciri khas 'dunia lainnya'.
"Saat ini saya sangat beruntung sekali, karena baru pertama kali syuting dan sudah mendapatkan izin ditempat ini. Tentu saja saya tidak akan memberitahukan apa nama tempatnya, yang jelas mulai dari saya menginjakan kaki disini. Saya sudah disambut dengan para wanita-wanita jelek dari atas yah...'' Rukia tersenyum menjelaskan situasi yang terjadi disekitar. "dan tentu saja, saya tidak sendiri. Disini saya ditemani, sepupu saya Kurosaki Ichigo,''
Seorang laki-laki tinggi dengan rambut oren, dan berparas tampan berjalan kesamping Rukia.
"Jadi, kalau yang belum tau. Ichigo ini sepupu jauuuuhhhhhh-awww''
"Biasa aja dek,'' ucap Ichigo yang menyentil dahi Rukia.
"Iya, jadi gitu. Ichigo ini sepupu jauh saya, yang sama seperti saya punya indra ke 6. Jadi saya, ajaklah dia,''
"Bohong, pas perjanjian dia bilangnya takut kalau sendirian,'' bongkar Ichigo, dengar nada bisik-bisik, kearah kamera samping.
'Duakk'
Rukia memukul Ichigo, hingga tertunduk. "Sstt...jangan bilang-bilang'' bisiknya.
"Jadi sekarang kita dimana Ichigo?''
"Ya, jadi sekarang ini kita berada di sebuah gedung seni yang berdiri sejak 1934 dan telah berhenti dioperasikan sejak 2005,''
"Wow...udah lama yah, 15 tahun loh. Kenapa tidak dioperasikan kembali? Atau diubah fungsinya?''
"Nah, ini sebenarnya yang menarik. Gedung ini pernah dioperasikan kembali sebenarnya tahun 2008, namun saat itu terjadi sebuah kecelakaan kerja, saat perbaikan gedung, dan kecelakaannya itu tidak sekali duakali, hingga 6 kali. Bahkan, gedung ini sempat akan dirubuhkan pun, para pekerja malah kesurupan masal,'' jelas Ichigo, membuat suasana semakin seram. Para kru jurnalrukia sudah harus siap mental dengan semua yang akan terjadi.
"Oke, gimana? Kita langsung aja kedalam?''
"Boleh,''
Rukia dan Ichigo beserta para kru pun, masuk kedalam gedung. Lembap, gelap, kotor menghiasi susasan dalam gedung seni. Kini mereka berada di aula utama, 3 kamer dihidupkan merekam semua sudut aula utama, penuh dengan sarang laba-laba.
"Baik, kita sudah di aula utama. Bisa dijelaskan mungkin suasana dulu itu seperti apa?'' tanya Rukia pada Ichigo yang melihat-lihat sekitar.
Ichigo melihat bagian tempat penerimaan tamu, dan mendekatinya seperti sedang mengobrol dengan seseorang. "Katanya dulu disini ramai, banyak orang terkenal datang kesini. Gimana? Mau meditasi aja? Biar enak ngobrolnya,'' tawarnya.
"Boleh, kamu yang nanya ya,'' Rukia memulai meditasinya, gesturnya berubah menjadi seorang khas penerima tamu.
"Selamat malam,''
"Malam,'' ucap sosok dalam diri Rukia, dengan suara pelan. "mau apa kalian disini?'' tanyanya.
"Kami disini hanya ingin berkunjung saja, ingin tahu tentang kejadian yang banyak memakan korban itu,''
"Ya,ya saya tahu. Tapi, lebih baik anda bercerita pada dia saja,'' jawab sosok itu sambil menunjuk arah lorong sebelah kiri.
"Anda sudah lama, berada disini?''
"Ya, saya sudah lama disini,''
"Oke, terima kasih infomarsinya. Selamat malam,''
"Ya,'' balas sosok itu, dan kemudiam keluar dari dalam tubuh Rukia.
"Gimana, kamu liat apa?''
"Tadi tuh, pas sosok itu masuk ke saya. Ya, rame. Saya liat banyak orang, bahkan mungkin saya liat orang, yang mirip dengan foto dialbum kakek,'' jelas Rukia, sambil memijat pelan pangkal hidungnya.
"Jelas, disini banyak orang-orang terkenal. Kita lanjut aja kelorong yang dia tunjukin,''
"Oke, disini tidak menarik, ya. Hanya ada wanita jelek, jadi yuk kita lanjut!''
Kini mereka berada diujung lorong sebelah kiri, namun sebelum mereka sampai kesana, salah satu kru mereka yaitu Hanatarou yang bertugas memegang mikrofon, merasa tidak bisa menggerakan kakinya. Ichigo dan Rukia pun langsung menolong Hanatarou.
"Tidak usah dilawan, tenang...tenang...tenang. Biarkan saja,'' Rukia mengintruksikan Hanatarou, dan tak lama kemudian sosok yang mengganggu Hanatarou pun berhasil memasuki tubuhnya. Tubuh Hanatarou hendak jatuh, namun Ichigo berhasil memegangnya. Mikrofon diambil alih oleh Chad.
"Selamat malam,''
"Tolong...''
"Tolong apa?''
"Tolong carikan kaki saya,''
"Saya tidak bisa,''
"Tolong, sakit...'' rintih sosok itu dalam tubuh Hanatarou, kemudian menangis.
"Ya, jadi yang berada dalam sosok ini adalah salah satu korban kecelakaan pekerja pada saat itu, dan ia kehilangan kakinya. Bagian wajah sebelah kanannya sedikit retak ya,'' jelas Ichigo, masih sambil menahan tubuh Hanatarou.
"Tolong carikan kaki saya,''
"Maaf, saya tidak bisa. Sudah ya, anda tunggu disini saja. Ada waktunya anda akan pergi dari tempat ini, tanpa keadaan anda yang seperti ini,'' Rukia mencoba mengeluarkan sosok itu dari dalam tubuh Hanatarou, namun Hanatarou masih saja diam. Bukannya tidak berhasil, hanya saja ada sosok lain yang memasuki tubuhnya.
"Mau apa kalian kesini!?'' tanya sosok dalam Hanatarou marah, gesturnya pun seperti orang yang berkuasa.
"Kami hanya ingin berkunjung saja, tidak ada niat apa-apa,'' jawab Ichigo santai.
Sosok itu pun tertawa, ''Ini rumah kami, kalian tidak boleh mengusir kami. Kecuali kalian, memberi kami tempat yang lebih bagus dari ini!'' jelasnya.
"Oh gitu? Berarti anda ada hubungannya dengan kecelakaan itu?''
"Ya,ya! Saya dan teman-teman saya yang lain marah, karena kalian!''
"Apa yang harus kami lakukan, agar kalian tidak marah?''
"Beri kami tumbal,''
Rukia pun penasaran, dengan sosok yang berada dalam tubuh Hanatarou ini. Sosok ini biasanya berada dihutan dan menghuni pohon besar dan tua. "Apa disini banyak orang yang seprti itu?'' tanyanya.
"Ya, mereka membawa saya tumbal, dan meminta kekayaan,''
"Apa yang mereka tumbalkan?''
"Anak mereka,''
TBC
Yaa...saya tahu, saya masih punya fanfic 'Dunia Paralel' yang harus diselesaikan, tapi sebenarnya sebelum 'Dunia Paralel' dibuat. Saya ingin bikin fanfic 'Jurnalrukia' ini, tapi saya takut wkwkwkwk, tapi pingik buattt ( ب_ب )
Oke, semuanya RnR dan mungkin kalian req hantu apa saja boleh. Oh, dan tentu saja, akan ada character lain yang akan ikut menemani Rukia selain Ichigo.
