"AKAMARU!"
Di lorong apartemen, Kiba mengejar Akamaru yang menggigit sempaknya. Handuk yang melilit pinggang ke bawah hampir saja melorot, dengan cepat ia pegang erat-erat handuknya. Ino yang sedari tadi asik membersihkan karpet akhirnya tergoda untuk melihat. Perempuan itu menaruh vacum cleaner sembarangan lalu melongok dari bibir pintu. Ia terkikik melihat Kiba yang bergelut dengan Akamaru dan menarik-narik sempak sampai suara robekan terdengar dan sempaknya robek parah.
Ino melotot kaget.
Akamaru mendadak melepaskan sempak yang digigitnya.
Kiba terdiam lama, loading, lalu berteriak bagai penyanyi seriosa.
Sempaque
Prompt: sempak
For #SON2020
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Story by Chesee-ssu
Rate T
Tak ada keuntungan apapun dalam pembuatan fanfiksi ini kecuali kepuasan batin.
Happy reading ...
Kiba duduk di sofa, masih dengan handuk yang melilit bagian pinggang ke bawah. Di sisi lain, Ino sedang asyik menjahit sempak Kiba yang sempat jadi rebutan oleh Akamaru dan suaminya. Sang pembuat onar kini asik di pojokan, tidur melingkar dan ekor bergoyang-goyang santai.
"Padahal tadi aku menawarkan diri untuk beli sempak di minimarket," ujar Ino, "tapi kau ngotot tetap minta dijahitkan saja."
"Ya habis ... itu sempak kesayanganku."
Ino terdiam cukup lama, setelahnya tawa meluncur bebas. Kiba mendelik pada istrinya yang masih asyik tertawa.
"Sudah tertawanya?"
"Maaf," Ino memukul dadanya pelan agar tawanya terhenti, "habisnya ... aku baru dengar ada orang yang punya sempak kesayangan."
"Memang nggak boleh?"
"Boleh, sih. Cuma ini kasusnya langka."
Kiba masih melirik Akamaru dengan kesal. Ia kembali melirik istrinya yang masih menjahit sempaknya. "Masih lama?"
Ino mengangguk. "Makanya pakai yang lain dulu saja sana. Robeknya separah ini tentu bakal lama."
"Ih, sempaknya kan dicuci semua."
"Ya salah sendiri kenapa sempaknya ditumpuk bukannya langsung dicuci. Jorok memang."
"Salahkan Akamaru, lah. Main gigit-gigit sempak orang."
"Kok malah menyalahkan Akamaru? Sempakmu motif muka anjing terus kautaruh sembarangan. Ya, wajar, lah Akamaru mengambil sempakmu. Menaruhnya saja sembarangan."
Kiba terdiam. Ugh, berdebat dengan istrinya benar-benar tak ada habisnya. Ino selalu saja pintar bicara. Memang mulut perempuan yang dulu juara kelas dan tukang gosip itu perpaduan yang mengerikan.
"Pakai baju dulu, sana. Nanti masuk angin," ujar Ino enteng, "pagi-pagi sudah bertelanjang dada. Mengejar-ngejar Akamaru pula, pasti keringatnya banyak. Mending pakai baju dulu atau mandi lagi."
"Cerewet sekali, seperti ibu-ibu saja."
"Ya memang?"
"Uh, kaumemang pintar bicara. Kalah terus kalau aku bicara denganmu."
"Hehe." Ino membentangkan sempak yang berada di tangannya. Ia tersenyum puas melihat jahitan rapi dan menutup robekannya dengan sempurna. Ternyata ia cukup pintar dalam menjahit.
Ino melempar sempak Kiba dan ditangkap oleh suaminya dengan sempurna. Wajahnya jadi cerah ketika melihat sempak kesayangannya seperti sedia kala.
"Makasih, Sayang." Kiba memberi kecupan singkat di pipi Ino. Si pirang hanya tertawa melihat kelakuan suaminya. Hanya karena sempak saja bisa membuat mood suaminya naik-turun bagai air laut.
"Sudah sana pakai. Nanti kautelat kerja."
Kiba terdiam, sebelum seringai terbit di wajahnya. "Hari ini aku bolos saja," Kiba kini melingkarkan tangannya di perut sang istri. Ia membenamkan wajahnya di dada Ino. "Aku mau manja-manjaan sama istriku."
"Heh, mana bisa begiāKiba! Jangan pegang di sana!"
Akamaru mendadak terbangun lalu meninggalkan ruang tengah. Kedua majikannya benar-benar berisik pagi ini.
a.n: ini jatohnya t atau m? owo wkwk, ya ini fanfic full kata sempak karena promptnya sempak. Oke bai, hepi #son2020 gaess
