Namaku Itachi, hari ini adalah hari aku dan teman-temanku pergi ke sekolah seni milik Tsunade. Ya ini adalah lanjutan dari hari kemarin.
Hari kemarin ada apa?
Beberapa menit setelah Kakuzu mengatakan pesan dari Tsunade, orang yang dimaksud datang mendobrak pintu rumah kami mengabaikan Kisame yang terpental karena sebelumnya dia bersandar pada pintu. Tsunade lalu masuk dengan dua orang tua aneh berjalan di belakangnya
Aku dan teman-temanku tidak sempat untuk terkejut, keterkejutan kami di interupsi dengan teriakan lantang dari Tsunade.
"DIAM!"
Seperti itu teriakannya. Meskipun padahal kami belum bersuara sedikitpun dan Tsunade langsung menyuruh kami diam.
Dasar orang aneh.
Setelah itu dia memberikan kami satu kardus berisi seragam, yang kuduga adalah seragam sekolah seni yang Tsunade kelola.
Dan jika kau mau tahu bagaimana desain seragamnya, akan kukatakan kalau ini sangat jelek. Tidak stylish, mirip pakaian LORD GAROX saat goyang pantura.
Aku melihatnya di youtube jika kalian ingin mencari tahu.
Aku ingin bertanya tentang hal-hal aneh itu padanya. Tapi dia kembali menginterupsiku.
"Pakai seragam itu besok dan pergi ke alamat yang tertulis di sini."
Dia melempar sebuah kertas kecil , itu jatuh di depanku. Tanpa banyak bicara Yahiko langsung mengambil kertas itu dan membacanya. Sepertinya dia sangat antusias dengan semua hal aneh ini.
Setelah membacanya Yahiko nampak akan bertanya pada Tsunade, kupikir tentang kertas yang di berikannya.
Tapi lagi-lagi Tsunade menginterupsi.
"Aku pamit."
Sialan.
Dan itulah yang terjadi kemarin.
"Itachi, apa aku terlihat aneh memakai ini?"
Seseorang yang berbicara padaku ini adalah Konan. Gadis paling manis yang ada di kelompok kami karena dia adalah satu-satunya.
Konan sedang memakai seragam yang di berikan oleh Tsunade kemarin. Dia meminta pendapatku sepertinya.
Hm.. Coba kulihat.
Atasannya berwarna putih dan itu tampak cocok sekali dengan rambut biru cerahnya. Lalu, rok pendek selutut berwarna pink kelam entah kenapa menambah kesan feminim padanya, dan itu membuatku gugup saat melihat rok pendek itu. Tsunade sialan.
"Cukup bagus."
Ekspresi Konan setelah mendengarnya adalah tersenyum. Sialan, seragam itu menambah kesan manis padanya saat tersenyum.
"Tidak Itachi, menurutku itu bagus sekali. Kau sangat cantik Konan."
Dengan tiba-tiba Yahiko berdiri di sampingku lalu mengatakan itu. Tiba-tiba di sini karena aku tidak merasakan hawa keberadaannya. Kenapa semua orang suka mengagetkanku sih?
"Terima kasih Yahiko. Hm? Kau tidak pakai dasi?"
"Ya aku akan memakainya nanti. Hehe."
Yahiko tersenyum pada Konan sambil menggaruk kepalanya.
Orang yang jatuh cinta memang berbeda. Berbeda di sini adalah selalu memasang senyum bodoh pada orang yang di sukainya. Kau pikir itu akan membuatmu terlihat tampan Yahiko?
"Aku tidak ingin tahu mengapa kalian berisik sekali dari tadi di sini."
Hidan, seorang aneh berambut klimis muncul dari arah kamar mandi. Berpose layaknya Takiya Genji, dia menyisir rambutnya kebelakang menggunakan tangannya. Siapa kau? Cosplayer?
Hah.. satu orang berisik bertambah lagi.
"-yang ingin ku tahu adalah. Mengapa Kakuzu membangunkan kita jam setengah lima pagi lalu menyuruh kita siap berangkat pada jam lima tepat? Kalian tahu, aku baru saja hampir menyelesaikan ritualku tadi."
Hidan berjalan menuju sofa lalu mendudukinya. Mengambil sebatang rokok dari meja lalu menyalakannya.
Orang ini sok keren sekali.
"Tunggu! itu satu-satunya rokok yang kupunya!"
Terlambat. Sabar saja Yahiko.
"Sst.. Lihat Tobi di sini."
Aku tidak perlu penasaran lagi suara ceria siapa yang memuakan ini.
Tobi dengan pakaian baru nya datang dari arah yang sama dengan Hidan datang tadi.
"Bagaimana dengan ini senpai?"
Dia sekarang terlihat memamerkan pakaiannya seperti anak kecil.
Diamlah bocil. Kau merusak semangatku di pagi hari.
"Bagus. Jika kau tetap memakai topeng seperti biasannya."
Yahiko memberikan tanggapan biasa.
Dan aku sebenarnya penasaran dengan topeng yang selalu tobi pakai itu. Memangnya ada apa jika dia melepas topengnya seperti yang Yahiko khawatirkan?
"Memangnya kenapa kalau topeng itu tidak di pakai?"
Aku berbisik pada Yahiko.
Aku dari dulu penasaran tapi aku malas menyelidikinya. Karena Tobi dalam situasi apapun tidak pernah melepas topengnya.
Makan, tidur, berak. Tidak pernah lepas topeng itub darinya.
Pernah dulu aku memperhatikannya saat makan. Awalnya kupikir dia akan melepas topengnya, tapi apa yang kulihat benar-benar aneh.
Dia menempelkan sendok yang penuh dengan nasi itu ke topengnya. Karena aku orangnya memilik rasa peduli yang rendah, apalagi pada dia. Aku menghiraukannya lalu melanjutkan makan. Setelah aku selesai makan, heran.
Topengnya penuh dengan makanan.
Aku pun memarahinya tentunya. Sayangnya tidak ada hal berbau supranatural dibalik itu seperti yang kalian harapkan.
Setelah lama sekali itu akhirnya sekarang aku akan mengetahui rahasia apa di balik topengnya itu. Apakah itu sesuatu yang mengejutkan?
Yahiko di depanku menarik napasnya lalu berkata;
"Dia akan menjadi tampan dan bertingkah keren Itachi."
"... "
Oke, aku bersumpah tidak akan membiarkan topeng itu terlepas.
Meskipun kami sudah lama bersama, ternyata aku masih belum tahu lebih dalam tentang teman-temanku. Meskipun aku memang sama sekali tidak tertarik mengetahuinya.
"Yosh.. Semuanya sudah siap?"
"Kau dari tadi di sana Kakuzu?"
Kakuzu berdiri di depan pintu rumah. Pintu kami belum di perbaiki jadi dia mudah terlihat dari dalam oleh kami.
Hah.. Aku harus minta uang perbaikan pintu pada Tsunade sialan itu.
Kakuzu bertindak tidak biasa hari ini, biasanya dia paling susah untuk bangun sepagi ini. Aku curiga, semua hal ini berhubungan dengan uang.
"Ya. Karena menghindari krisis uang saat tiba di sekolah, maka kita harus melakukan pencegahan untuk itu, pencegahannya adalah dengan kita berangkat jalan kaki sampai sekolah."
Ah sudah kuduga.
