Kalau ditanya apa hubungan Midorima dan Kuroko pastinya semua orang menjawab "teman". Ya tidak salah sih, di depan semua orang Midorima dan Kuroko berlaku seperti sepasang teman- teman yang saling tidak mengobrol. Mereka lebih mirip seperti kenalan daripada sepasang teman, mereka mentolerir keberadaan masing-masing ketika berada di tempat yang sama. Pokoknya mereka teman lah walaupun tidak akrab.
Ya, semua orang berpikir begitu.
Menurut Midorima, Kuroko dan dirinya adalah sepasang teman yang sangat sangat sangat dekat. Midorima tidak akan mengakui itu kecuali kalau keadaanya memaksa. Midorima juga tidak akan mengakui kalau Kuroko dan dirinya sangat akrab.
Lagipula memang mereka ini bisa dibilang teman?
Teman macam apa yang selalu menggandeng tangan temannya ketika tidak ada orang lain yang melihat?
Teman macam apa yang selalu memeluk temannya ketika mengadakan acara menginap (berdua)?
Teman macam apa yang setidaknya seminggu sekali mengahabiskan waktu berdua tanpa teman-teman lainnya ketahui?
Midorima tidak akan mengakui kalau sebenarnya Kuroko dan dirinya sedang berkencan.
Iya. Midorima dan Kuroko. Pacaran.
Tidak tahu bagaimana awalnya mereka bisa saling suka bahkan sampai berpacaran, yang pasti saat awal tahun ketiga di SMP mereka mulai bergandengan tangan ketika latihan basket selesai dan waktunya pulang ke rumah (mereka berdua yang satu-satunya searah). Siapa yang pertama kali mengatakan kata "suka"? Tidak ada yang tahu. Mereka hanya yakin terhadap perasaan masing-masing dan mengikuti arus hubungan mereka saat ini.
Jadi, intinya Midorima dan Kuroko adalah sepasang kekasih. Berpacaran. Berkencan. Bahagia.
Walaupun tidak ada yang tahu sih. Itu semacam kesepakatan non-verbal dan juga non-lisan. Kalau hubungan mereka terkuak mungkin... tidak perlu disebutkan juga pasti sudah terbayang.
Hubungan mereka sangat manis tapi tidak membosankan, kalau sedang berdua saja Midorima dan Kuroko tidak menahan perasaan mereka. Mereka berdua sangat terbuka kepada satu sama lain, sering bertukar cerita tentang hari-hari mereka.
Pernah suatu hari saat itu latihan basket terasa seperti simulasi neraka, Kuroko yang memang dasarnya memiliki fisik yang lebih lemah daripada keseluruhan tim basket Teiko tumbang di tengah-tengah latihan. Midorima cukup perhatian dan menggendong Kuroko pulang ketika latihan selesai. Untungnya tidak ada yang mempertanyakan kenapa Midorima mau sukarela membawa- menggendong Kuroko pulang sampai kerumahnya
Tetapi, semenjak mendekati akhir tahun ketiga di SMP mereka mulai menjauh. Puncaknya sehabis pertandingan itu. Kuroko tiba-tiba menghilang tanpa kabar, satu-satunya jejak yang ia tinggalkan hanya surat pengunduran diri dari tim basket Teiko. Midorima mencari Kuroko ke segala tempat. Di sekolah, tempat-tempat favorit mereka ketika tidak ingin diganggu para anggota Generasi Keajaiban lainnya. Di kediaman keluarga Kuroko yang selalu dijawab "Tetsuya sedang keluar" tapi tidak tahu pasti kemana kekasihnya itu pergi. Kuroko tidak menjawab setiap panggilannya, tidak juga membalas pesannya.
Midorima panik. Midorima takut.
Sampai kelulusan pun Midorima tidak melihat Kuroko barang sedetik pun, ia seperti hilang ditelan bumi. Hati dan pikirannya tidak tenang memikirkan Kuroko. Lalu tiba-tiba, di hari sebelum upacara penerimaan murid baru di SMA, Kuroko dengan santainya berdiri di depan rumahnya sambil memasang senyum polos yang sangat manis di mata Midorima, "Halo Midorima-kun." Begitu kata pertama yang Kuroko lontarkan setelah hampir 4 bulan menghilang.
Reaksi pertama Midorima saat itu adalah memeluk Kuroko erat sampai kekasihnya sesak seraya mengulang-ulang kata rindu. Kuroko yang diperlakukan begitu tidak protes, ia justru membalas pelukan Midorima tak kalah kencang. Kuroko juga sama rindunya dengan Midorima.
Hari itu mereka berbaikan (kurang lebih begitu), Kuroko menjelaskan bahwa ia kecewa dengan mereka para Generasi Keajaiban dan membutuhkan waktu sendiri untuk menata perasaannya. Kuroko juga memberi tahu kalau ia diterima di SMA Seirin. Midorima marah ketika mendengar itu, buat apa kekasihnya masuk ke sekolah tanpa nama seperti Seirin? harusnya ia masuk ke Shutoku bersamanya. Tidak ada unsur ke-tsundere-an dalam kalimat itu.
Begitulah. Hubungan mereka membaik setelah itu... atau tidak?
·
·
·
·
·
·
Bersambung
Halo? Saya penulis baru dan amatiran di fandom ini. Saya suka midokuro tapi jarang sekali ada di ffn, jadi saya beranikan diri untuk menulis. Menebarkan bibit untuk kapal Midokuro.
