Midorima tidak ingat jelas bagaimana dirinya, sekarang ini, bisa berdiri di depan SMA Kaijo. SMA pilihan mantan team matenya zaman SMP. Kise Ryota (memikirkan namanya saja sudah membuat Midorima migrain).
Yang pasti saat Midorima mendapat pesan dari si Plagiat-Tukang-Nempel bahwa kekasihnya dan dia akan latih tanding di sekolahnya, di SMA Kaijo, Midorima kalap. Walau tidak dia tunjukkan sih. Di otaknya hanya terbayang Kuroko dan Kuroko (dan juga Kise).
Jadi tanpa pikir dua kali, Midorima (untuk pertama kalinya) membolos pelajaran terakhir. Sambil menyeret Takao, Midorima naik ke gerobak dan temannya itu yang tancap pedal menuju Kanagawa. Sepanjang perjalanan Midorima entah mengapa merasa tidak enak sampai-sampai saat macet, Midorima turun dari gerobak dan langsung berjalan-berlari menuju Kaijo.
Pemandangan yang pertama kali Midorima lihat saat masuk ke gimnasium Kaijo adalah kekasihnya berdiri dengan sangat oleng plus kepala yang berdarah-darah dan Kise yang kelihatan seperti kehilangan setengah jiwanya sambil menatap kosong Kuroko. Midorima menyimpulkan bahwa yang membuat Kuroko seperti itu adalah Kise.
Dirinya sangat ingin berlari ke lapangan dan meninju Kise tapi lebih dari itu, dia ingin sekali menghampiri kekasihnya untuk mengecek keadaannya. Tapi Midorima juga adalah orang yang penyabar, dia tidak mungkin membuat kekacauan dengan seenaknya, jadi dia menunggu sampai latih tanding berakhir.
Midorima meninju Kise tepat di wajah.
1 hit.
Payback. Mereka sedang sendirian, tidak ada yang melihat kejadian itu. Kise tentu saja kebingungan, tiba-tiba mendapat bogem entah darimana.
"MIDORIMACCHI APA-APAAN?!" Teriak Kise setelah menyadari si pelaku peninjuan.
"Hmph. Permainanmu sama sekali gak indah." Setelah berbicara seperti itu Midorima mengambil mainan kodoknya yang tadi dia taruh di tanah.
2 hit.
"Aku gak ngerti kenapa kamu tiba-tiba ninju wajahku. Aku juga gak ngerti kenapa kamu tiba-tiba ngomong jahat." Kise menyentuh hasil karya Midorima pelan dan ekspresinya berubah meringis.
"Gemini harusnya masuk di peringkat zodiak paling rendah hari ini bukan sebaliknya." Mungkin hanya kali ini saja Midorima meragukan Oha-Asa.
"Huh?"
"Permainanmu sangat jelek Kise."
3 hit.
"Eh?"
"Posturmu gak karuan. Ketahuan sekali sering membolos."
"Ah."
4 hit.
"Fokusmu berantakan di lapangan."
"Itu..."
5 hit.
"Kise..."
"Y-ya?"
"Lemah."
K.O
"JAHAT SEKALI SIH!" Kise langsung banjir air mata buaya. Midorima heran bagaimana bisa manusia mengeluarkan air terjun dari matanya.
"Hmph." Tanpa basa-basi Midorima membalikkan badannya, pergi meninggalkan Kise.
"HEI MIDORIMACCHI!"
Teriakan Kise sama sekali tidak di dengar Midorima.
Langit sudah gelap, Midorima tadinya ingin pulang saja, niat ingin mengecek keadaan Kuroko di kediamannya tetapi kaptennya menelpon dan mengancam Midorima untuk segera datang latihan basket. Mau tidak mau Midorima kembali ke Shutoku, kalau tidak dia akan dipanggang dan tidak akan pernah menemui kekasihnya lagi.
Midorima membuka kontak di ponselnya, nama paling atas adalah kontak favorit yang tentu saja kedua orangtuanya lalu diikuti nama Kuroko Tetsuya. Jari-jarinya bergerak mengetik pesan.
[Kamu dimana?]
send
Midorima baru saja mengirim pesan kepada kekasihnya. Sembari berjalan, dia tidak melepaskan ponselnya dari genggamannya sesekali mengecek apakah ada pesan baru. Gerbang masuk SMA Shutoku sudah di depan mata dan ponselnya tiba-tiba bergetar. Midorima mengangkat ponselnya, langkahnya tidak berhenti. Sebuah pop-up muncul di layarnya lengkap dengan nama Kuroko Tetsuya.
[Aku di stasiun Kanagawa. Kenapa Midorima-kun?]
Midorima masih terus berjalan menuju gimnasium. Matanya masih terus terpaku pada ponselnya.
[Kamu ngapain di Kanagawa?]
send
Midorima sengaja pura-pura tidak tahu kalau Kuroko di Kanagawa, tidak ingin dicap sebagai pacar overprotektif ataupun posesif. Hmph. Tsundere. Ponselnya bergetar lagi.
[Aku ada latih tanding dengan SMA Kaijo sekolahnya Kise-kun. Aku sudah mau pulang, kamu ada latihan kan?]
[Iya. Kalau sudah sampai rumah kabari aku.]
Midorima sudah di depan pintu gimnasium sebelum ponselnya bergetar lagi.
[Oke. Semangat latihannya pacarku!]
Ponselnya mendadak jatuh. Midorima membeku.
"OI MIDORIMA!"
"Oh Shin-chan! Datang juga kamu! Jahat sekali tadi ninggalin aku di tengah jalan, malu-maluin tau!" Para pemain reguler Shutoku menghampiri Midorima yang kelihatan tidak baik-baik saja. Mereka gaduh sekali tapi Midorima tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar.
"Kapten, dia ngapain bengong di depan pintu?"
"Jangan tanya aku."
"Wow Midorima jadi patung. Ponselnya sampai jatuh."
"Oi Takao! ambil ponselnya."
"Oke!"
Takao mengambil ponsel Midorima yang jatuh ke lantai gimnasium, layarnya masih menyala menampilkan pesan terakhir dari Kuroko. Midorima sadar dan cepat-cepat mengambil ponselnya dan memasukkannya ke saku celana.
"Wah, santai saja Shin-chan!"
"Oh sudah sadar kamu? Cepat ganti baju dan latihan!"
"Baik kapten."
Jantung Midorima sedikit berpacu lebih kencang karena pesan Kuroko hampir dibaca Takao. Midorima dengan buru-buru pergi ke ruang loker untuk mengganti baju.
Tidak biasanya Kuroko memanggilnya seperti itu, dirinya sedikit kaget tapi juga senang. Sendirian di ruang loker, Midorima tidak menyembunyikan cengirannya. Kekasihnya itu sedang dalam mood yang bagus. Terlalu bagus malahan. Setelah mengganti seragamnya, Midorima mengirim pesan singkat kepada Kuroko.
[Aku akan kerumahmu nanti.]
send
[Aku tunggu.]
Midorima tersenyum membacanya.
·
·
·
·
·
Bersambung
Mau lihat Shintarou tidak tsundere? Semoga tidak terlalu OOT.
