Bittersweet Romance Chap. 3 : Pink Hair
Genre : Drabble, Idol Life, Fluff, Yaoi
Pairing : Soonyoung X Jihoon
Rating : T
Warnings : typo(s), feel enggak dapet.
selesai baca, tolong baca notice nya ya:)
HAPPY READING :)
.
.
.
Soonyoung rasa nya ingin mati. Kedua kaki nya bergerak risih akibat telanjang kaki dilantai yang dingin. Suhu tubuh yang tidak stabil memaksa nya untuk menggulung badan ditengah antrian kamar mandi. Didepan nya ada Hansol yang sibuk berkicau sementara yang mengekori nya adalah Seungkwan.
Antrian pendek menunggu giliran mandi memang bukan hal baru untuk seventeen.
Soonyoung menepuk bahu, "Hansol-ah, jangan biarkan hyung menunggu lama." Mendorong tubuh si tampan kemudian. Memaksa pria keturunan amerika itu untuk segera bebersih diri di kamar mandi.
"sudah pukul sebelas malam, jangan membuang waktu hanya untuk membersihkan gigimu." Itu si pria diva menambahkan. Disetujui dengan cakap oleh Soonyoung.
Sudah selesai. Kurang dari lima menit pria keturunan amerika yang tadi kita bicarakan sudah keluar dengan handuk yang menggulung di pinggang. Tanpa sapa dan isyarat ia langsung keluar dari kamar mandi, mempersilahkan si tukang tari untuk masuk dan membersihkan diri.
Soonyoung juga sadar diri. Ia tidak boleh membuang –buang waktu di ruangan berventilasi kecil ini. Kasian si pria jeju yang masih harus menunggu giliran. Tidak membilas rambut untuk mandi kali ini nampak nya harus ia lakukan.
"astaga lee Jihoon.." Soonyoung memecah dua suara air yang mengalir
Soonyoung mendapati rupa sikat gigi nya yang sudah tidak sama seperti tadi pagi. Warna sikat gigi yang sebelum nya merah berbulu keras sekarang berubah wujud menjadi sikat gigi warna putih berbulu halus. Oh lihatlah Tertera nama "milik Soonyoung" di gagang nya.
fyi, Sikat gigi soonyoung yang lama memang sudah tidak layak pakai karena sudah terlalu lama Soonyoung gunakan.
"ey- manis sekali kekasih ku.." senyuman manis terselip diwajah lelah Soonyoung.
.
Soonyoung sudah selesai. Lelaki bersurai hitam ini menepati janji untuk tidak membiarkan Seungkwan menunggu lama. Sebelum jam menunjuk keangka dua belas ia sudah wangi dengan pakaian tidur berwarna leci. Jangan tanya lagi siapa yang memberikan Soonyoung pakaian tidur ini.
Langkah kaki Soonyoung bergerak menjauhi sofa. Pintu kamar diujung ruangan yang jadi sasaran nya. kenop dengan baut yang sedikit longgar ia buka paksa. Catatan waktu nya yakni tiga detik untuk bisa membuka pintu sialan ini. Salahkan Mingyu yang saat itu ceroboh merusak pintu.
"Lee Jihoon, kau tidak tidur?"
Soonyoung menutup pintu. Beralih mendekati sosok pria di ranjang yang terlihat sibuk dengan ponsel. Terlalu sibuk sampai pertanyaan Soonyoung cuma dianggap angan.
Soonyoung mendarat di ranjang. Tubuh berbalut baju tidur itu mendarat disamping pria yang sedang sibuk dengan ponsel milik-sunyong. salah satu tangan ditekuk guna menyanggah kepala. melirik sesekali aktivitas yang dilakukan oleh pria pencuri ponsel nya.
Soonyoung menghela nafas, "Lee Jihoon kau tidak mau menjawab ku?"
Tidak ada respon dari Jihoon
"Jihoonie .."
Sepertinya Jihoon mendadak tuli
"Sayang?"
Benar Jihoon tuli?—Soonyoung harus cari tau.
"kau ini benar – benar minta dicium ya?"
Oh lihatlah sekarang Jihoon menoleh. garis mata nya menatap Soonyoung tidak suka. Tetapi Soonyoung malah membalas nya dengan senyuman manis kemudian Cup! Pertemuan singkat bibir mereka terjadi begitu saja. ternyata Kwon Soonyoung pelaku nya.
Jihoon protes, "hei apa yang kau lakukan bodoh?" sedetik kemudian samar - samar merah muncul di pipi ranum nya.
Soonyoung membetulkan posisi tidur mereka yang rancu. Ia menarik sedikit tubuh Jihoon agar terkikis jarak yang menghalangi. Yang ditarik diam saja –ia justru membenamkan kepala nya di bidang dada sang kekasih. Suhu tubuh yang hangat terasa sekali dari jarak sedekat ini.
"Soonyoung aku lelah." Gerutu Jihoon menatap sang kekasih
Digenggam nya tangan si kecil, "aku tau, Ji. Sekarang ayo kita tidur supaya kau cepat siuman."
Kepala itu Jihoon geleng lucu, "Tidak mau."
"kenapa tidak mau?"
Hening sebentar, "aku masih mau menganggumi rambut baru kekasih ku ini." Kekehan kecil terdengar kemudian.
Soonyoung dibuat senyum karena nya. ucapan terimakasih terlontar dari mulut nya dengan telapak tangan yang berasang di pipi sebagai hadiah. Pipi Jihoon terasa kenyal dan Soonyoung sangat menyukai nya.
"aku suka sekali dengan rambut merah muda mu, Jihoonie." Soonyoung berkata kemudian. Dimainkan nya surai bewarna cerah dengan gemas. Terlalu gemas sampai sesekali Soonyoung remas.
"aku benci rambut ini, sungguh. "
"hmm? Benci?"
Menghela nafas, "iya, aku membenci ini."
Soonyoung menyimak, "kupikir penderitaan ku di zaman adore u sudah berakhir dan tidak akan terjadi lagi—tapi ternyata pendapat ku salah."
"aku benci hair coloring, Soonyoung. sungguh aku membenci nya. aku benci bleaching, aku benci pewarna rambut yang wangi nya menyengat itu, aku benci berdiam diri di kursi menunggu rambut sialan ini selesai diwarnai—oh tuhan sungguh aku tak kuasa lagi."
Jihoon semakin memeluk Soonyoung seakan tidak ingin kehilangan. Membenamkan diri disana berharap soonyoung mau mengelus surai sialan nya. dan ia lakukan. Surai merah muda itu kembali dielus Soonyoung, memberikan sedikit kenyamanan untuk lee Jihoon.
Terlihat seperti adegan romantis di film romansa.
Soonyoung mengerti Jihoon dengan sangat rinci. Ia mengerti semua hal yang Jihoon suka maupun tidak. Permasalahan tentang warna rambut ini sebenarnya sudah sering kali ia dengar dari mulut Jihoon. Tapi yang Soonyoung lakukan? Tidak ada. Tidak ada yang bisa Soonyoung lakukan karena semua ini diluar kuasa nya. ia tidak punya hak sama sekali untuk melarang orang – orang yang ingin macam – macam dengan rambut sang kekasih.
Kadang sulit untuk nya, untuk Kwon Soonyoung. sulit sekali menerima kenyataan kalau Jihoon si kekasih kesayangan nya harus terus tersiksa akibat ulah orang –orang penguasa*. Kadang kala Soonyoung merasa terpukul setiap kali mengingat keluhan Jihoon dimalam hari seperti sekarang. Terselip rasa ngilu didalam hati setiap kali air mata Jihoon menetes karena hal – hal serupa.
"Jihoon, aku tau kau benci semua ini. Aku mengerti karena ya- kau tau, aku juga sama. aku juga membenci nya. sungguh aku tidak suka sama seperti dirimu." Suara Soonyoung memecah keheningan
menangkup wajah Jihoon, "tapi lee jihoon, cukup kau ingat kalau kau tidak sendiri. selalu ada aku, dan member lain yang bernasib sama dengan mu. Kita semua memang ditakdirkan untuk menjadi idola, jadi patut saja hal seperti ini bakal terjadi. Kau tidak perlu sedih Jihoon, aku dan member yang lain akan selalu ada disamping mu."
Jihoon mengangguk ringan, Soonyoung balas dengan senyuman. Kemudian saling menatap sebelum akhirnya Soonyoung kembali menyatukan bibir mereka. Ciuman tanpa nafsu itu terlihaat manis karena Jihoon membalas nya dengan senang hati. Lumatan dibibirnya Jihoon balas dengan lenguhan kecil yang terdengar seperti anak kucing meminta asi kepada sang induk.
Ciuman itu berakhir setelah sosok pria bernama Seungcheol merusak segala nya. pria itu tiba – tiba saja masuk kedalam kamar ketika Soonyoung sedang sibuk bertautan dengan mesra.
"berhentilah bercinta dan cepat tidur. Besok hari kedua fanmeeting kita." Itu omelan yang dilontarkan seungcheol sebelum akhirnya hilang ditelan pintu.
Soonyoung menarik bibir, "dasar leader tidak tau diri. Padahal dirinya dengan Jeonghan bisa berbuat lebih dari ini."
Jihoon memutar bola mata. Tidak ada guna nya mempermasalahkan ini sekarang. Toh benar juga apa kata Seungcheol. Besok adalah hari kedua acara fanmeeting mereka, Seventeen in Carat land. Akan banyak sekali carat yang datang esok hari jadi ia juga harus bersiap diri dengan stamina yang cukup. akan memalukan sekali kalau besok Jihoon tampil dengan wajah mengantuk.
Jihoon menarik selimut, "hei bodoh yasudah ayo cepat tidur."
Soonyoung mengadah, "hei kau bilang tadi masih mau menganggumi rambut cepak ku?"
"berhentilah berbicara omong kosong."
"hei Lee Jihoon?"
"…"
"Hah—yasudah. selamat tidur, mimpi yang indah, aku mencintaimu, Lee Jihoon."
"…"
"aku mencintai mu juga, Kwon Soonyoung."
Notice ::
aku cuma mau cerita kalau aku sedih karena dichapter kemarin respon kalian gaada padahal viewers nya nambah banyak banget. kasihlah aku review apa aja, cuma next doang gapapa deh seengaknya jangan dicuekin karena sumpah aku butuh. bukan maksudnya aku ngemis sih sebenarnya, alesan aku butuh sebenernya cuma supaya bisa improve di next story. review nya sangat aku harapkan terimakasih!:)
based story day 1 seveteen in carat land. Jihoon rambut merah muda Soonyoung rambut hitam cepak belakang. duh gakuat ah. maaf kalo gajelas, kuketik kurang dari dua jam ditengah malam. aku tau masih banyak kekurangan jadi mohon bantuan. *penguasa :orang - orang pledis lol
