Bittersweet Romance Chap. 4 : Bubble Gum
Genre : Drabble, Fluff, Idol Life, Yaoi
Pairing : Soonyoung X Jihoon
Rating : T
Wanings : typo(s), feel enggak dapet
sehabis baca dimohon untuk baca notice ya aku mau voting!
HAPPY READING:)
.
.
.
Hari kedua konser di yokohama. Tujuh belas ribu penonton akan berjubel disana untuk sekedar menonton mereka—tiga belas pria bodoh asal korea. Hari pertama sukses sudah, choi seungcheol dkk berharap jua yang sama untuk hari kedua. Meski harus bertempur dengan rasa lelah, tetap saja mereka tidak boleh mengecewakan semua penonton nya .
Jauh dibelakang panggung ada pria berambut cepak yang sedang asyik mengunyah permen karet. Kalau dilihat dari bungkus kemasan, sepertinya permen karet rasa melon?
"Hyung, kau sudah siap?" Suara khas seokmin memecah keheningan
Membetulkan posisi kancing kemeja, "seperti biasa nya."
"Yokshi performance team lide*.."
Kalau dilihat – lihat, seperti nya Soonyoung terlalu rajin hari ini. Bisa kalian bayangkan? Konser baru dimulai dua jam lagi tapi Soonyoung sudah bersiap diri dengan kostum khas pangeran berwarna navy. Pantofel hitam itu menghiasi kaki berharga nya. ah jangan lupakan pula rambut cepak hitam nya yang juga sudah selesai ditata.
Rasa permen karet itu tenggak setengah, manis khas melon nya sudah tidak terlalu terasa. Tapi masih saja Soonyoung mengunyah nya. kaki kanan nya naik keatas meja, lantunan lagu who menemani kesendirian nya di sebuah ruangan petak warna cerah. Kenapa sendiri? karena Seokmin baru saja pergi setelah mengangkat satu ibu jari kepada soonyoung yang sedang bersantai tanpa beban pikiran.
Permen karet itu sudah tiga puluh menit dimulut, rasa nya pasti hilang sudah. Tapi soonyoung masih tetap mengunyah seakan – akan rasa manis dari sang melon akan bertahan selama nya. sudah tidak ada lagi iringan lagu yang bersumber dari speaker besar diujung ruangan. sekarang benar – benar hanya ada Soonyoung, ponsel mati, dan decakan kunyah yang keluar dari mulut nya.
Oh tidak—seseorang baru saja masuk—Lee Jihoon rupa nya.
Itu dia Lee Jihoon. Pria mungil rambut pink itu baru saja masuk ruangan untuk ekhem menemui kekasih bodoh nya. Ya benar sekali, dambaan hati pria notabene galak itu adalah Kwon Soonyoung. lelaki dengan otak sebesar udang itu benar kekasih nya sejak tiga tahun yang lalu. Tidak bisa dipercaya tapi seperti itulah kebenaran nya.
"Jihoon-ie?" Soonyoung bersuara segera setelah Jihoon muncul dari daun pintu. Permen karet tanpa rasa itu akhirnya Soonyoung buang bersama dengan bungkus kecil warna biru. membiarkan si kecil Jihoon duduk disamping nya.
"kau sudah bersiap diri?" Sekarang Jihoon yang berkicau
"sudah sayang"
Mengangkat jari, "kuberi apresiasi."
"apa maksudmu?"
melipat kedua tangan, "Kwon Soonyoung yang biasa nya malas, hari ini jadi rajin sekali. Harus diberi apresiasi."
"heol- apakah benar aku semalas itu dimata mu?"
"Ya soonyoung"
Soonyoung hanya merespon dengan bergedik malas. Tidak ada guna nya membantah pernyataan Lee Jihoon. Kekasih nya itu memang bermulut ringan. Berbagai macam hinaan sudah sering Jihoon lontarkan—tapi percaya lah Jihoon itu tidak jahat. Kalau kalian mau tau, Jihoon adalah salah satu mahluk tuhan paling mulia yang pernah Soonyoung temui. Tiga tahun menjalin hubungan dengan si galak Jihoon benar – benar tidak pernah mati gaya. Selalu saja ada suka dan duka, dan hal ini yang membuat Soonyoung merasa beruntung karena memiliki Lee Jihoon.
Soonyoung merogoh saku celana, menemukan sebungkus permen karet rasa matcha –kesukaan Lee Jihoon.
Soonyoung menawari sang kekasih, "Jihoon-ah, kau mau ini?"
Jihoon menoleh, "kau membawa nya dari korea?" merebut bungkusan permen karet itu dari sang kekasih.
Mengangguk lucu, "ya aku membawa nya, tapi tidak banyak."
"hm? apa ini permen karet matcha yang terakhir?"
Mendesis ragu, "seperti nya begitu."
Jihoon sedikit kecewa mendengar pernyataan Soonyoung. ia ingin sekali memakan permen karet ini tapi sepertinya tidak bisa. Tersisa satu, Jihoon tidak boleh menyia – nyiakan nya begitu saja. dari pada Jihoon lahap sekarang, lebih baik ia simpan untuk nanti malam atau esok hari. Berakhir dengan Jihoon yang menyimpan permen karet itu didalam saku celana nya.
"Hei kau tidak mau memakan nya?" Soonyoung memicing mata
Mengecap saliva, "untuk besok saja, Kwon."
Jihoon berpaling sebentar, menatap jam dinding yang sudah menunjuk pukul tiga sore.
"aku mau bersiap diri." Jihoon melebur keheningan lagi
Ia mengakhiri kegiatan nya duduk di sofa dengan Soonyoung. langkah kaki nya ingin pergi meninggalkan sofa –tapi si otak udang menahan nya. tangan menganggur itu Soonyoung tarik kembali, memaksa pria kecil itu untuk duduk diatas paha besar nya. Jihoon kelabakan tentu saja.
"Soon— apa yang kau lakukan"
Jihoon terlihat melawan, tapi apalah daya tenaga nya kalah telak dengan sang kekasih. Kelinci melawan singa, ya tentu saja kalah.
Menangkup pipi Jihoon, "aku merindukan Lee Jihoon ku." Kemudian mencubit gundukan kenyal itu.
"lepaskan atau aku akan berteriak."
"berteriak saja, toh semua orang sudah tau hubungan kita."
Jihoon skakmat
"merindukan apa nya? kita ini bertemu setiap hari."
Jihoon berhenti berontak, seperti nya ia mengalah sebelum perang pecah.
"kita bertemu setiap hari, tapi berduaan seperti ini? Seperti nya sudah lama sekali."
Hening sebentar
"sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua, Ji. Aku merindukan nya, sungguh."
Jihoon menyimak, "kita—maksudku seventeen sibuk dengan konser. Pagi hari kita sibuk dengan rehearsal, malam hari kita sudah tepar karena kelelahan. Kau sibuk dengan lagu baru mu, aku sibuk dengan koreografi ku. Sudah lama kita tidak berduaan seperti ini, Ji. Apa aku salah jika meminta mu untuk tetap bersama ku sebentar saja?"
Jihoon mengerucut bibir. Benar apa yang dikatakan Soonyoung. sudah lama sekali mereka tidak begini—mungkin terakhir kali empat minggu yang lalu? Entahlah Jihoon bahkan tidak bisa mengingat nya.
"ah.. maafkan aku Soonyoung, maaf aku tidak bisa mengerti perasaan mu."
Jihoon memilin kemeja Soonyoung. ia enggan menatap mata sang kekasih karena merasa terlalu bersalah. Bodoh sekali ia tidak bisa mengerti perasaan Soonyoung selama ini.
Soonyoung sumringah, "Tapi sekarang, kau sudah mengerti kan?"
Jihoon mengangguk lucu
"ey- Lee Jihoon, kau manis sekali."
Soonyoung menangkup wajah si kecil, mengikis jarak dengan nya. menciumi bibir sang kekasih yang sudah lama ia rindukan. Lumatan tanpa nafsu itu terlihat sangat manis karena Jihoon dengan senang hati membalas nya. sentuhan hangat menyambar dada Soonyoung, siapa lagi pelaku nya kalau bukan Lee Jihoon. Kedua tangan itu sibuk meraba tubuh Soonyoung yang 'sayang nya' terhalang kemeja.
Sudah lama juga Jihoon tidak menggoda Soonyoung
"Ji—hentikan.." itu Soonyoung yang baru saja menghentikan kegiatan manis mereka.
Jihoon cemberut, "kenapa? Kau tidak suka menciumku?"
Soonyoung menarik nafas
"bukan seperti itu sayang- aku hanya tidak mau hormon sialan ini bangkit karena mu."
Seringaian setan, "euh Kwon Soonyoung, kau ini mudah sekali terangsang ya?"
Soonyoung speechless
Menarik bibir, "dasar bodoh, aku cuma bercanda."
Jihoon pergi setelah itu—mengingat waktu sudah semakin memaksa nya untuk bersiap diri. konser akan dimulai satu jam lagi jadi ia harus bergerak cepat. Bisa gawat jika Jihoon masih belum siap padahal fans sudah berkumpul diluar sana sambil terus memanggil nama nya.
Sebelum benar – benar pergi, Jihoon menoleh pada sang kekasih-
"nanti malam tidurlah denganku, akan kuminta mingyu bertukar kamar untuk mu."
-Hingga akhirnya mahluk itu hilang ditelan pintu.
"you know me so well, Kwon Jihoon.."
Notice ::
huhu maaf aku datang dengan cerita soonhoon lagi. kalo boleh jujur, aku buat drabble meanie jeongcheol itu butuh waktu seminggu sementara kalau drabble soonhoon? bisa kuselesaikan kurang dari tiga jam. huhu seperti nya bisa disimpulkan kalau imajinasi ku cuma bisa ngalir untuk soonhoon;; jadi aku mau buat vote, kira - kira ff series ini kulanjut tetap dengan beda - beda pairing atau kulanjut dengan pairing soonhoon aja? plis kumohon bantuan nya ya;; bisa divote barengan dengan review. review dan vote sangat kubutuhkan teman - teman. based cerita konser di yokohama, the biggest concert for seventeen from debut until now!
