Bittersweet Romance Chap.5 : Chaos In Japan
Genre : Drabble, Fluff, Idol Life, Yaoi, BL
Rating : M(?)
Warnings : Typo, Alur tidak jelas / kecepetan.
tidak suka dipersilahkan untuk tidak membaca
HAPPY READING YEOROBUN
.
.
.
Jihoon tidak tau mengapa waktu itu ia menerima cinta Soonyoung. Yang Jihoon tau, Soonyoung terlihat tulus dan Jihoon memutuskan untuk memberinya kesempatan.
Jihoon itu lugu. Terlalu lugu sampai diusianya yang beranjak 23 tahun ia masih belum bisa membedakan antara perasaan marah dan peduli. Kelabilannya itu merugikan orang lain tentu saja. Kwon Soonyoung sang pria notabene kekasihnya sudah jadi buronan tunggal akan kelabilan Lee Jihoon selama hampir tiga tahun. Jihoon yang memaki soonyoung itu sudah jadi asupan makanan biasa. Jihoon yang peduli dengan soonyoung, itu pun juga sudah biasa—meskipun kadang mereka berdua tidak menyadarinya.
Seperti contohnya hari ini. Soonyoung dan Jihoon merencanakan perjalanan ke jepang beberapa minggu lalu dan hari ini mereka langsung terbang kesana. Perjalanan ini dibuat bukan tanpa sebab. Perayaan hari jadi ketiga tahun sebentar lagi dan mereka ingin mencoba merayakan dengan sesuatu yang baru. Awalnya soonyoung menyarankan untuk membuat perjalanan ke Busan tapi Jihoon menolak mentah-mentah.
"aku menghabiskan separuh waktu hidupku disana jadi aku sudah cukup muak."Jihoon berseru dihadapan Soonyoung yang sedang mengunyah kue sagu
Sooyoung bergeming, "Oh baik aku mengerti, maaf."
"bagaimana dengan Jepang?"
"Jepang?"
"Ya Jepang, kudengar sebentar lagi bunga sakura akan mekar jadi kurasa bisa kita coba."
"kita pergi minggu depan."
Sekarang masih pukul dua siang namun Soonyoung Jihoon sudah terbaring saja di kamar hotel yang mereka pesan. Jihoon menguasai seluruh ruang ranjang sehingga Soonyoung terpaksa tidur dilantai. Tidak perlu khawatir Soonyoung mengigil sebab Jihoon tidak lalai menyalakan penghangat ruangan.
Peristiwa tidur siang ini sebenarnya tidak ada dalam jadwal kegiatan. Ini semua terjadi secara spontan sebab beberapa jam yang lalu mereka menghabiskan terlalu banyak tenaga untuk bekerja. Delapan jam yang lalu Soonyoung baru bisa menyelesaikan koreografi sementara Jihoon baru selesai dengan lagunya. Perjalanan mereka ke bandara Incheon diwarnai kebisingan sebab kemacetan terjadi tiba-tiba. Ditambah lagi selama dipesawat Jihoon dan Soonyoung tidak bisa tidur sebab turis dibelakang mereka terus berbuat ulah. Jadilah mereka terkapar diatas jadwal pergi spa.
"Soonyoung bangun!" Jihoon berteriak dengan mata hilang
"Ayo bangun, jadwal kita jadi berantakan."
Jihoon berusaha sekuat tenaga untuk tidak terlena lagi dengan setan kasur. Tubuh kurus pendek itu ia bawa berdiri memandangi pemandangan pantai Osaka yang bersih seperti belum pernah disentuh manusia. Kalau dipikir-pikir, jepang tidak terlalu berbeda dengan korea secara geografis. Karena sedikitnya perbedaan yang ada, beberapa detik lalu Jihoon sampai lupa kalau ia sedang berada di negeri sakura.
"Soonyoung, apa kau tuli?"
Jihoon tersinggung karena respon yang ia harapkan tidak kunjung datang. Si malas Kwon Soonyoung masih setia menempel di lantai beralaskan selimut dengan mulut terbuka bak tanaman venus mencari mangsa. Entah karena faktor nyaman atau kelelahan, yang jelas tidur Soonyoung kali ini terlihat sangat pulas.
Si kecil Jihoon mendekat. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan si bodoh itu. Jihoon perlahan menghampiri soonyoung dan duduk disampingnya. Kedua tanganya mencoba menyentuh kening Soonyoung dan seperti dugaanya, Soonyoung sedang tidak enak badan.
"Hey, Soonyoung.. kau sakit eh?" Wajah panik khas itu mulai muncul
"Kwon hey, bangunlah.. kau sakit."
Soonyoung akhirnya bangun dengan wajah yang memang terlihat tidak sehat. Kedua bibirnya terlihat pucat kering, begitu pula dengan tetesan keringat dingin yang ada didahi. Jihoon yang sedang dalam mode panik segera menuntun si bodoh untuk tidur di Kasur. Diam-diam Jihoon merasa bersalah karena tadi sudah memaksa soonyoung untuk tidur dibawah sana.
"Ji, kenapa kepala ku berat sekali?"
"itu karena kau sedang demam, kwon."
Mengangkat satu alis, "Aku demam?"
Sebelum menjawab Jihoon menyusun terlebih dahulu bantal agar Soonyoung bisa leluasa bersandar.
"Bagaimana bisa kau tidak sadar dengan penyakitmu sendiri huh?"
Soonyoung penasaran juga. Tangannya menyentuh kening lebar itu dan ia dapat merasakan rasa panas yang tidak wajar. Seperkian detik juga ia merasakan rasa ngilu menjalar disekitar kaki. Kalau sudah seperti ini, Soonyoung yakin kalau pertahanan tubuhnya memang sedang tidak baik.
"Tadi malam kau tidak tidur lagi?"
Soonyoung mendesis ragu, "Terpaksa sayang."
"kau ini keras kepala sekali ya Kwon Soonyoung."
Soonyoung bisa mendengar sinyal bahaya. Jihoon sepertinya marah dan ini pertanda bencana. Apalagi kemarahan Jihoon itu disebabkan oleh keteledorannya sendiri. Jika Jihoon sudah murka maka Soonyoung tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa semoga tuhan melindunginya. Ameen.
"Ji, dengarkan dulu ak—"
"Mau sampai kapan kau menyiksa dirimu sendiri?"
Jihoon turun dari kasur dan kembali dengan sebuah bubur instan-yang untungnya sempat ia selipkan dikoper. Bubur itu panas karena uap putih yang terus keluar meskipun Jihoon sudah meniupnya. Dengan melihatnya saja Soonyoung sudah bisa merasakan sesuatu yang tidak enak akan menimpanya.
Jihoon merengsek duduk di ranjang bersama dengan semangkuk bubur panas yang tadi sudah kita bicarakan. Soonyoung disana sudah merasa terancam. Semakin terancam ketika si pendek Jihoon memerintah kedua tangannya untuk dilipat diatas perut beralas bantal.
Ini jelas bukan pertanda baik dan Soonyoung harus cepat-cepat kabur.
"Jihoon, kau masih sayang padaku kan?"
.
.
To be continued ASAP
Welcomeback to myself lol gila ya udah setahun aku ga update cerita. sebenarnya aku gak sepenuhnya hiatus karena aku masih semi akftif baca cerita disini cuma emang gapernah ada kesempatan buat nulis aja lol. aku balik lagi dengan cerita tidak jelas. bakal aku update secepatnya. Review akan sangat diapresiasi. Thank you and Happy debut for BooSeokSoon!
