Bittersweet Romance Chap. 7 : The 'Dramatic' Night

Genre : Drabble, Fluff, Yaoi, BL

Pairing : Soonyoung X Jihoon

Rating : T

tidak suka dipersilahkan untuk tidak membaca


HAPPY READING GUYS


.

.

.

.

.

Dua hari sebelum grup papan atas seventeen debut jepang—semua pihak yang terlibat sibuk dengan kewajiban mereka masing-masing. Mereka yang menjadi marketing sibuk dengan strategi pemasaran, mereka yang menjadi stylist sibuk dengan gaya, lee jihoon notabene composer sibuk mengarang lagu—benar lee jihoon, pemuda busan kelahiran 96 yang menjadi 'tulang punggung' keluarga seventeen.

Soonyoung sudah tidak berurusan lagi dengan koreografi sebab persiapannya sendiri sudah rampung 99,9%. Dua minggu sebelumnya Soonyoung harus mati-matian memutar otak demi segelintir ide untuk koreografi debut negeri sakura—tentu saja soonyoung harus memberikan yang terbaik. Butuh waktu hampir tiga tahun bagi seventeen untuk bisa debut jepang jadi ya- tentu saja Soonyoung tau kesempatan ini mungkin hanya muncul sekali. Persetan dengan keringat membanjiri badan—soonyoung ingin debut jepang ini berjalan lancar.

Sehabis pertemuan dengan sesama anggota performance team, Soonyoung keluar ruangan dengan dua gelas berisi teh matcha. Sekarang sudah pukul setengah sebelas malam namun Soonyoung masih betah berkeliaran di kantor pledis dengan kaus putih polos serta celana training keunguan.

"Hyung, aku pulang ke dorm ya." Itu ucap maknae Chan sebelum menghilang di ambang pintu

"Kami Juga hyung, selamat malam." Susul chinaline bersamaan.

Soonyoung menuruni anak tangga menuju lantai dua bersama dengan dua gelas teh yang tadi sudah kita bicarakan. Langkah kakinya beringsut menuju ruangan kecil dengan pintu bewarna coklat yakni bukan lain adalah studio pribadi milik composer handal muda, Lee Jihoon.

Soonyoung membuka pintunya, Gelap. Penerangan tidak dinyalakan oleh tersangka yang sedang sibuk dengan komputernya di sudut ruangan.

"Jihoon?"

Tidak ada balasan

"Lee Jihoon?"

Soonyoung berhenti memanggil ketika tau bahwa si tersangka sedang menyumpal telinga dengan sepasang headset besar. Soonyoung sedikit tertawa sebab jika dilihat dari belakang, Jihoon terlihat seperti jamur hitam yang ditanam dikampung halamanya.

Lee jihoon masih belum menyadari kehadiran Soonyoung sebab dia adalah composer professional. Di banyak stasiun tv Jihoon memang terkenal akan 'kemalasan'nya dalam bersosialita—namun orang diluaran sana tidak ada yang tahu sosok Jihoon jika sudah berkutat dengan tugasnya sebagai penulis lagu.

Dua gelas teh matcha yang tadi dibawa kini diletakan di meja. Soonyoung duduk disofa memandangi dari belakang kekasihnya yang sedang asyik sendiri. Hampir lima menit Soonyoung memandangi si jamur berjalan sebelum tanganya iseng membuka ponsel dan menggunakan layanan rekam. Soonyoung merekamnya seperkian detik kemudian tanpa ancang-ancang ia mengirimkannya ke akun sns resmi untuk dijadikan tontonan baru para penggemar.

Teman lamaku, Lee Jihoon3 #Teman_Yang_Sedang_Bekerja

Soonyoung tentu saja penasaran akan respon penggemar sehingga dengan sengaja ia membuka kolam komentar yang ada dibawah. Respon yang diberikan sangat beragam sehingga tentu saja Soonyoung merasa senang. Ia tertawa beberapa kali ketika melihat respon salah satu penggemar yang mengatakan bahwa Jihoon terlihat seperti kurcaci nokturnal.

"Astaga!"

Kegiatan asyik soonyoung dengan ponsel disudahi akibat teriakan si tersangka. Lee Jihoon terkejut bukan main sebab si dongkol Soonyoung masuk secara tiba-tiba.

"Halo sayang?"

"Sudah berapa lama kau duduk disitu?"

"Hm? Mungkin sekitar sepuluh menit?"

Jihoon memutar mata malas.

"kenapa kau tidak pulang saja?"

Jihoon memang sebal tapi ia tidak bisa mengusir Soonyoung begitu saja. Si kecil itu malah duduk disamping soonyoung—menyenderkan kepala di bahu lebarnya.

"Pulang sementara kau disini masih sibuk kerja? –aku bukan pacar yang tega." Ucap soonyoung setelah itu menyeruput teh matcha dimeja. Tak lupa ia memberikan gelas yang satunya pada si panda yang sedang bermanja di bahunya.

Jihoon menghela nafas, "Kau terlalu dramatis, Soon."

"Maksudmu?"

"Ya kau terlalu dramatis? . Kita ini bukan pasangan anak sma. Kau tidak harus menungguku sebab di dorm kita 'kan akan bertemu lagi."

"… Tapi tidak apa-apa, terimakasih atas kekhawatirannya."

Jihoon menyeruput teh matcha kemudian mengecup pipi sang lawan bicara.

"aku selesai sebentar lagi, masih mau menunggu?"

Soonyoung mengangguk bak robot

Soonyoung mulai bosan sebab definisi 'sebentar' dari lee Jihoon dinilai melanggar ekspektasi. Sudah satu jam ia menunggu namun karangan lagu pacarnya belum rampung juga. Si kecil masih sibuk berkutat didepan computer dengan earphone besar ditelinga. Soonyoung yang bernotabene tidak bisa diam tentu saja ingin mencairkan suasana agar rasa bosannya hilang. Sehingga tanpa pikir panjang ia segera memeluk Jihoon dari belakang kemudian menciumi lehernya.

"berhenti atau aku akan mendiami mu sampai tiga tahun."

"Sebelum kau bicara silahkan periksa akun sns kita, aku mengupload sesuatu disana."

Jihoon penasaran juga. Ia mengambil ponsel diujung meja kemudian memeriksanya.

"teman lama hah?" Ucap Jihoon yang terdengar lebih seperti protes

Soonyoung tertawa, "apa ada yang salah?"

Jihoon mendegus sebal kemudian menyingkirkan kepala soonyoung dari bahunya. Mungkin ini terdengar lucu namun Lee Jihoon memang benar sebal akibat perkataan Soonyoung di sns yang hanya menganggapnya sebagai 'teman lama'. Terlihat seperti pemikiran anak tk namun Jihoon merasa hubungan selama empat tahun mereka tidak berarti apa-apa bagi Soonyoungnya.

Sangat kekanak-kanakan namun Kwon Soonyoung tetap cinta

"Kau keberatan dengan istilah 'teman lama'? begitu?" Soonyoung mencoba menggoda Jihoon namun malah dihadiahi pukulan telak di pangkal kepala

"Pulang sana sialan! aku masih sibuk"

Tawa Soonyoung semakin jadi setelah mendengar Jihoon mengumpat. Sebuah pecapaian yang cukup besar bagi Soonyoung karena sudah membuat kekasihnya 'kesal' akan hal yang sepele. Namun bagaimanapun juga Soonyoung harus tetap waspada. 'kekesalan' lee jihoon padanya tidak boleh berangsur lama sebab itu bisa saja jadi tanda bahaya bagi masa depannya.

"Lee Jihoon aku tau kau sudah selesai dengan lagu mu hm?"

Jihoon berlaga bak tuna netra

"Jihoon apa kau lupa? Aku ini juga seorang composer. Kau sudah mengunci nada terakhir berarti lagunya memang sudah mencapai ending."

Sial! Jihoon lupa kalau si bodoh dibelakangnya juga bisa menciptakan lagu meskipun masih amatiran.

"Aku mau pulang saj—"

Belum selesai dengan satu kalimat, Lee Jihoon sudah dipotong lebih dulu dengan bibir basah milik Kwon Soonyoung. Awalnya Jihoon menolak karena tingkat gengsinya tinggi—namun pada akhirnya ia luluh juga akan ciuman Soonyoung yang semanis kue putri salju.

Lee Jihoon membuka mulutnya, mempersilahkan Soonyoung mengeksplorasi lebih dalam. Kedua tangan menganggur itu Jihoon kunci di leher Soonyoung sehingga 'ciuman'nya jadi lebih sempurna. Ciuman itu berlangsung lama sebelum akhirnya diakhiri soonyoung lebih dulu.

"apa wacana mu mendiami ku sampai tiga tahun itu jadi?"

"Kau pikir saja sendiri."

Soonyoung mengecup basah Jihoon lagi

"jangan begitu aku tidak suka?"

"terserah kau saja."

Kali ini Jihoon duduk dipangkuan Soonyoung kemudian menciumnya lagi.

"Kamu adalah teman lama yang sekarang sudah jadi pacar baru ku."

"Kita berpacaran sudah empat tahun dan kau masih anggap baru? Cih."

"Selama belum ada penggantimu, aku akan tetap menganggapnya baru."

Lee Jihoon merona sehingga pipinya memerah. Ia berusaha menutupi namun Kwon Soonyoung bukanlah seorang idiot yang tidak peka akan perasaan pasangannya. Sehingga dengan rasa penuh cinta ia membelai wajah Jihoon kemudian menciumi setiap bagiannya. Terasa sangat manis sebab Jihoon adalah roti stroberi hak paten miliknya.

"mau hadiah 'itu' dariku?"

"di dua hari sebelum jadwal kita? Aku tidak mau ambil resiko."

"Kau terlalu dramatis, sayang."

.


kuketik ini buru2 setelah melihat updatean instagram yang berisi konten howoo *cries*. review sangat diperlukan, please look foward to seventeen japan debut 'We Make You'!