HAPPY READING
Ditaman kota terlihar keluarga yg harmonis mereka adalah keluarga terpandang di Konoha,pemilik perusahaan IY Grup dan Uchiha Company .2 perusahaan terkenal dunia, dimana IY grup dijalankan oleh putra sulung Uchiha yakni Uchiha Itachi,
sedangkan Uchiha Company dijalankan oleh kepala keluarga Uchiha dan sang bungsu Uchiha Sasuke.
Kembali ke keluarga Uchiha.
"Otouto kenapa baru datang?"Tanya seorang laki laki berambut hitam panjang diikat rendah dengan dua garis seperti keriput dibawah matanya tapi tetap tampan dan penuh pesona siapa lagi kalau bukan Uchiha Itachi kepada laki laki berambut seperti
pantat ayam a.k.a Uchiha Sasuke yg baru datang.
"Gomen Aniki tadi ada masalah dijalan"ujar Sasuke
"Ada apa Sas,kamu tidak apa apa kan?"
Tanya Nyonya Uchiha yang begitu panik pendengar perkataan sang putra
"Koi tenanglah"Fugaku mencoba menenangkan sang istri.
"Aku tak apa Kaa-san"Sasuke tersenyum pada ibunya.
"Ada masalah apa dijalan Sas?"Itachi tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya
"Apa masalah mobil?"
"Tidak aniki"
"Terus masalah apa Sas?"
"Nanti di rumah aku beritahu Tou-san,yg terpenting sekarang dimana keponaan kesayanganku"
"Itu Yura"Jawab Mikoto
ketika melihat cucu perempuannya berlarian menuju arah dimana mereka berada
"Papa"teriak cucu kesayangan keluarga Uchiha aka Uchiha Yura yg berlari kepelukan sang papa
"Ada apa sayang?"jawab Itachi sambil mengedong Yura
"Aku ingin pulang Pa"rengek Yura
"Kenapa hmm Ra-chan sudah lelah ya" Tanya Mikoto "Humm"jawab Yura sambil
menguap dan mengucek matanya
"Ya sudah kalau Yura lelah ayo pulang"ajak Itachi pada Yura yg dijawab anggukan Yura yg kemudian menyembunyikan kepalanya didada sang Ayah.
"Padahal aku ingin bermain dengannya"sungut Sasuke
"Salahmu sendiri telat datang otouto"Itachi hanya bisa tertawa.
"Aku juga tidak berniat telat Baka Aniki"
"Sudah kalian ini jangan bertengkar"Kepala keluarga Uchiha aka Uchiha Fugaku menengahi pertengkaran mereka.
"Benar yg dikatakan tou-san kalian,mending kita pulang sekarang kasian Yura"aja Mikoto
"Iya kaa-san"jawab mereka kompak.
Mereka pun pulang
ke kediaman utama Uchiha.
"Apa yg ingin kau bicarakan Sas?"tanya Fugaku
"Begini Tou-san,Kaa-san dan Aniki aku tadi melihat seseorang"Semua saling berpandangan,tanda tanya besar ada di kepala mereka.
"Siapa Sas jangan berbelit belit?"potong Itachi
"Jangan potong pembicaraan adikmu Chi"
"Ia Kaa-san gomen"
"Dasar baka aniki tidak sabaran sekali"kata Sasuke ketus.
"Ckk,Cepatlah Sas jangan membuat kami penasaran"
"Aku melihat Yuuki-nee dan Naruto"jawab Sasuke santai
"Dimana Sas?Kenapa kau tidak bilang pada kami?"
Itachi sungguh shock tidak percaya dengan perkataan sang adik.
"Slow Baka,bagaimana aku bisa jawab dengan pertanyaan bertubi tubimu itu"
Mikoto mendekati putra sulungnya dan mengusap punggungnya memberi kekuatan untuk lebih tenang,dia tau putranya sungguh merindukan sang istri.
"Tenang Chi,kita tunggu kelanjutan cerita adikmu"
"Bagaimana aku bisa tenang Kaa-san ini menyangkut istriku"
"Kaa-san dan Tou-san mengerti Chi,jadi tenang lah"kata Mikoto lembut
"Kaa-sanmu benar, tenanglah"kata Fugaku membenarkan ucapan sang istri.
"Lanjutkan otouto"pinta Itachi pada sang adik.
Sasuke yang sedari tadi diam tak tega melanjutkan ceritanya.Jujur,dia takut dengan apa yang akan dia katakan.
"Hahhh"Sasuke menghela nafas kasar sebelum melanjutkan kata katanya.
"Begini ceritanya...
Flashback.
(Sasuke POV)
"Jam berapa sekarang Neji?"tanyaku pada laki laki berambut panjang bak iklan sampo,dia Neji sekertarisku yg baru datang memberiku dokumen yg harus aku tanda tangani.
"Jam setengah 2 siang bos"
"Benarkah kenapa kau tak bilang dari tadi."
"Gomen bos aku lupa"
"Shit aku terlambat"upatku kenapa aku bisa lupa hari ini aku ada janji dengan keluargaku.
"Setelah ini apa ada jadwal penting"
"Tidak ada,semua sudah beres bos"
Aku menghela nafas lega,kusabar jas dan kunci mobil.
"Neji aku pergi dulu"pamitku pada Neji.
"Kau mau kemana Sas?"
"Urusan keluarga,aku titip kantor"
"Baiklah kawan,titip salam untuk Yura"
"Hn"
Jawabku singkat setelah menghilang dibalik pintu.Neji bukan hanya sekertarisku tapi dia juga sahabatku dari kecil.
Hari ini keluargaku
mengadakan piknik di taman kota,tapi karena kesibukanku dikantor jadi aku harus ke kantor dulu.
Hah rasanya aku merindukan ponakan tersayangku itu.
Setelah tiba ditaman kota dan memarkirkan mobil aku melihat suatu hal yang membuat hatiku berdebar dan tidak percaya.
Yuuki-nee dan Naruto tidak mungkin.
Kuamati mereka dari balik pohon tak jauh dari mobil yang mereka kendarai.
"Yuu-nee Naruto,tidak mungkin"
Sungguh aku terkejut melihat mereka.
Sebentar,ada yang aneh.Kenapa mereka memakai baju tentara.
Mobil mereka menjauh,sepertinya mereka menyadari kehadiranku.
Ya sudahlah lebih baik aku beritahu baka aniki dan yang lain
Sasuke pov off.
Flasback off.
..begitu ceritanya"jelas Sasuke panjang kali lebar.Tumben biasanya cuman hn,itulah Sasuke akan bicara panjang jika menyangkut orang yang disayangi terlebih tentang keluarga.
Semua yang ada dalam ruangan itu terdiam,
Itachi terlihat frustasi,bingung memikirkan sikap sang istri.
"Kau mau kemana Chi"tanya Mikoto ketika Itachi berdiri
"Aku ingin ke kamar kaa-san"jawab Itachi dan berlalu menaiki tangga menuju lantai dua.
Kini ruangan itu hanya ada 3 orang yang sedang terdiam
"Kau tak berbohong kan Sas"Mikoto membuka suara
"Mana mungkin aku berbohong pada kalian,aku ke kamar dulu"kata Sasuke berjalan menuju kamarnya
Sedangkan sepasang suami istri Uchiha itu pun melanjutkan pembicaraan mereka.
Itachi POV.
Haruskah aku percaya dengan perkataan Sasuke,Yuuki.
Haruskah,haruskah Yuuki.
Kenapa kau tak menemuiku sayang,apa kau tak merindukan aku dan Yura.
Setelah pembicaraan tadi aku bergegas untuk ke kamar tidur,kamarku dan Yuuki.Saksi bisu keluarga kecilku.
Pov off.
Itachi terduduk lemas didekat ranjang.
Diambilnya figura seorang wanita berambut merah sedang tersenyum bahagia dengan perut buncitnya.
Itu adalah figura foto Yuuki yang diambil Itachi ketika ia berlibur bersama Yuuki yang sedang hamil 8 bulan.
"Aku merindukanmu,sayang"gumam Itachi dengan airmatanya yang menetes.
Sedangkan dibalkon sebuah rumah mewah seorang wanita berambut merah yang tak lain adalah Yuuki melamun dengan menyandarkan badannya pada pembatas balkon,pandangannya kosong pipinya bercucuran air mata.
Srak
Terdengar pintu digeser,tapi Yuuki jga tak merasa terganggu.
Naruto yang baru datang merasa aneh dengan sikap Yuuki.
"Yuu-nee"namun tak direspon oleh Yuuki.
Bahkan ketika dia melambaikan tangannya didepan wajah Yuuki tak juga direspon,sama
"YUUUUKI NEESAAN"
"Ish jangan teriak teriak Nar,kau kira aku tuli apa"ujar Yuuki kesal ketika Naruto berteriak
"Salah sendiri dipanggil dari tadi gk nyaut nyaut"ujar Naruto
"Maaf Nar aku tak mendengar"ujar Yuuki
Naruto menatap curiga ketika Yuuki memalingkan wajahnya.
"Ada apa Yuu-nee?"tanya Naruto yang mencoba menatap wajah Yuuki.
"Nee-san"Naruto kaget dengan yang dilihatnya
Mata Yuuki memerah dan sembab.
"Kau habis menangis Nee-san"
"Tidak,aku tidak menangis Nar"elak Yuuki namun Naruto tak langsung percaya begitu saja.
"Kau berbohong Nee-san"
"Aku rindu putriku Nar"ujar Yuuki sendu
"Hah"Naruto menghela nafas kasar
"Aku mengerti Nee-san,sangat mengerti.Bahkan sampai sekarang aku merindukan kasih sayang orang tuaku,tapi semua harapan itu sirna sekarang"
"Nar dirimu lebih beruntung dari pada aku"ujar Yuuki
"Maksud Nee-san"Tanya Naruto
"Sudahlah jangan pikirkan itu,ini sudah malam lebih baik kita tidur.Ayo"Ajak Yuuki pada Naruto yg kemudian merangkul Naruto masuk ke rumah.
"Kau harus jelaskan Nee-san"tuntut Naruto
"Sudahlah jangan bahas lagi"
"Pokoknya harus jelaskan"pinta Naruto
"Tidak ada yang perlu dijelaskan Nar"kata Yuuki.Suara mereka lama kelamaat tidak terdengar.
Hanya desiran angin yang terdengar.
Rasa Rindu ini terkalahkan dengan ketakutan akan kehilangan,lebih baik aku rindu tapi bisa melihat kalian dari jauh daripada bertemu tapi harus kehilangan untuk selamanya.
YUUKI
TBC.
Vote dan coment ya guys.Arigatou
