3rd POV*
Di Malam Yokohama yang terbilang sangat dingin dan sangat sunyi di hari itu, serta Hanya sedikit orang yang berlalu lalang.
Terlihat 2 orang yang sedang berlari di gang kecil lalu di susul oleh 3 orang yang merupakan preman di daerah situ.
Anak yg paling kecil bersurai merah maroon dan terlihat berumur 5 tahun. Serta anak yang satunya lagi memiliki Surai yang sama dan terlihat beumur 8 tahun sedang memegang tangan anak yang satunya lagi sambil berlari menghindari preman preman tersebut.
"Nee Saku-Nii...aku capek. Apa kita tidak bisa berhenti?" tanya anak yang paling kecil sambil berlari terengah engah.
"Tidak bisa Kaede, kita sedang dikejar kita harus mencari tempat yang aman!" Jawab, orang itu yang sedang terengah engah juga.
"Tapi aku capek..." Jawab anak yang namanya disebut Kaede tadi.
Sesaat kemudian Para Preman pun berusaha mengejar mereka. Tetapi Usahanya Nihil karena mereka bisa dibilang larinya sangat cepat.
"HEI KALIAN TIDAK BISA LARI DARI KAMI SETELAH APA YANG KALIAN PERBUAT SINI KALIAN!" Teriak salah satu preman tersebut.
Setelah berhasil menghindari Preman-Preman itu, mereka pun Istirahat di sudut Gang yang gelap dan juga dingin.
"Akhirnya kita bisa istirahat Kaede. Ayo duduk disini." ajak anak itu sambil melihat daerah sekitar.
"Emmmm Arigatou... Saku-Nii. Etoo...apa aku bisa tidur didekat Saku-Nii?" Tanya Kaede.
"Baiklah sini sini...biar kupeluk." Jawab Sakunosuke.
*Sakunosuke's POV*
Aku membelai Rambut Kaede Sambil memikirkan apa yang harus kami lakukan besok. Kami sudah tidak mempunyai tempat tinggal sejak kedua orang tua kami meninggal. Kami pergi dari rumah karena setelah 3 hari kematian orang tua kami dikarenakan rumah kami yang terbakar.
"Nee...Saku-Nii...Coba saja Ayah dan Ibu masih hidup, pasti mereka akan menceritakan dongeng kepada kita sebelum tidur." Tiba tiba Kaede bicara kepadaku.
"Iya aku juga berharap begitu." Jawabku
Aku ingin sekali bersama Kaede selamanya setelah pergi dari rumah, kami selalu dikejar oleh penjahat itu. Aku takut kalau suatu hari akan berpisah dengannya. Aku ingin sekali bisa menjaganya karena dia sangat beharga untukku.
"Nee...Saku-Nii aku... kedinginan" Kata Kaede.
Yah wajar saja kalau dia merasa kedinginan, soalnya kami sudah 4 hari tidak ganti baju, dan baju yang kami pakai sangat tipis.
"Ya sudah, Sini aku peluk biar hangat." Kataku sambil memeluknya.
"Oyasumi...Saku-Nii." Tak lama kemudian pun Kaede terlelap di dekapanku. Tidak lama kemudian, aku pun terlelap.
*Back to 3rd POV*
Pagi pun tiba, Sakunosuke dan Kaede dibangunkan oleh seorang Polisi yang sedang berpatroli di daerah tersebut.
"Hmmmmm...anoo...bangun...bangun...ini bukan tempat untuk tidur... " Kata Polisi tersebut sambil membangunkan mereka.
Kedua mata Kakak-beradik itu akhirnya terbuka secara lahan-perlahan. Setelah itu mereka melihat polisi yang sedang berdiri di depan mereka.
"Kalian ngapain disini? Harusnya kalian dirumah!" Tanya polisi itu.
"Kami sudah tidak mempunyai rumah lagi." Jawab Sakunosuke.
"Emmm...nama kalian siapa? Siapa tahu ada yang bisa kami bantu... "
"Namaku O... " Sebelum Kaede Menyebutkan namanya, Sakunosuke telah menyela duluan.
"Namaku Okumura Saku, dan ini adikku Okumura Kanna. " kata Sakunosuke yang jelas jelas sedang membohongi Polisi tersebut dengan memberikan nama yang salah, Kaede pun bingung apa yang telah di katakan oleh kakaknya.
"Oh...apa kalian membutuhkan sesuatu?" Tawar polisi itu.
"Hmm tidak ada apa-apa pak! Kami berdua baik baik saja." Jawab Sakunosuke.
"Baiklah, aku akan melanjutkan patroli ku. Kalian berdua cepat pergi dari sini!" Kata polisi itu sambil berusaha mengusir Sakunosuke dan Kaede.
"Yuk Kaede kita pergi" kata Sakunosuke seraya memegang tangan Adiknya.
Setelah itu pun, mereka keluar dari gang itu dan berjalan ke trotoar yang sudah penuh dengan orang-orang yang memulai hari mereka masing-masing. Tidak lama mereka berjalan, tiba-tiba Sakunosuke pun berhenti dan berbicara kepada Kaede.
"Kaede, kalau ada orang yg tidak kita kenal menanyakan tentang nama kita sebaiknya jangan dijawab yah." Kata Sakunosuke.
"Kenapa? Bukan kah kalau ada orang yang bertanya, Kita harus jawab Saku-Nii?" Tanya Kaede bingung.
"Soalnya, jika kita memberi tahu nama kita maka kita akan dalam bahaya." Jawab Sakunosuke.
"Hmmm...baiklah!" Seru Kaede.
Setelah lama berjalan, mereka pun memutuskan istirahat di ujung gang. Kenapa mereka memilih istirahat di gang? Dikarenakan mereka tidak mau bertemu dengan orang-orang yang dianggap berbahaya bagi mereka.
Tak lama kemudian pun, mereka bertemu dengan Preman yang mengejar mereka kemarin malam, tetapi preman itu tidak sendiri, melainkan dengan teman-temannya yang lain. Kakak-beradik itu pun takut setelah melihat apa yang mereka bawa yaitu senjata tajam seperti pisau lipat, dan lain-lainnya.
"Yo anak kecil! Sepertinya kita bertemu lagi!Takdir emang telah pertemukan kita kembali ya... tapi ini adalah terakhir kali kita bertemu. Karena aku akan membawa kalian ke neraka!" Kata preman itu sambil menyiapkan Pisau lipat nya.
Kaede pun memegang lengan kakaknya erat-erat. Sambil berkata "Saku-Nii...aku takut... "
"Tenang saja Kaede. Aku akan melindungimu! Tetap lah di belakang ku!" Kata Sakunosuke sambil berusaha untuk melindungi adiknya dari preman-preman itu.
"HA! JANGAN OMONG KOSONG! KALIAN TIDAK AKAN KUBIARKAN LARI LAGI HARI INI!" Bentak Preman itu.
Setelah itu Para Preman pun berusaha untuk menangkap Sakunosuke dan Kaede. Tapi usaha mereka sia-sia, Mereka pun berhasil menghindari preman itu, dan berusaha untuk bersembunyi di suatu tempat.
Saat Kakak-beradik itu lari, mereka menemukan ujung jalan yang menurut mereka itu adalah jalan keluar dari gang itu tetapi, yang mereka temukan adalah jalan buntu yang sudah di jumpai oleh para preman terxebut.
Sakunosuke dan Kaede pun terjebak dalam kerumunan preman-preman itu sampai salah satu dari preman itu berusaha untuk membunuh Sakunosuke menggunakan Pisau.
Tetapi, dia berhasil menghindar dari serangan tersebut.
"Hah?!?! Anak itu berhasil menghindar serangan ku?" Batin preman itu sambil keheranan.
Tak lama kemudian Kaede berhasil tertangkap oleh salah satu preman disana. Tak lama setelahnya, Sakunosuke pun berhasil di tahan oleh preman yang lain dan berusaha menyakitinya.
"SAKU-NII! TOLONG AKU!" Kaede berusaha untuk meminta tolong kakaknya tetapi, Sakunosuke sendiri sedang di keroyok oleh 3 preman yang menahanya tadi.
*Kaede's POV*
Aku berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman para preman ini. Tapi kakiku sudah mulai lemas, dan aku melihat bahwa Saku-Nii Babak belur akibat pukulan yang di terimanya tadi. Setelah itu aku dibawa oleh preman itu. Lalu aku diberi sebuah suntikan yang sangat sakit di lenganku.
Dari kejauhan, aku melihat samar-samar Saku-Nii berusaha berdiri dan meneriakan namaku.
Tak lama aku mendengar teriakan kakakku yang sangat histeris, penglihatan ku mulai kabur dan aku mulai tidak sadarkan diri.
Setelah mendengar suara Saku-Nii yang terakhir kalinya, Aku pun mulai tetidur.
Apakah ini terakhir kalinya aku melihat Saku-Nii?
