Kaede's POV*
"Bangun kau dasar lamban!" Terdengar suara teriakan yang sepertinya memcoba untuk meneriakiku.
Aku pun membuka mataku lahan-perlahan. Saat terbangun, Aku merasakan sakit yang luar biasa. Ternyata aku diikat di kursi dengan tangan ku yang sudah terikat kebelakang dengan tali yang bisa dibilang dengan sangat kuat. Aku pun melihat sekeliling ku terlihat sekumpulan orang yang tadi mengejarku dan Saku-Nii.
Oh ya! Aku baru sadar tadi aku di culik oleh mereka dan meninggalkan Saku-Nii yang sedang di pukul tadi. Tapi, mana Saku-Nii sekarang?
"Kau sedang mencari kakakmu itu? HA! KAKAKMU SEKARANG SUDAH DINERAKA BODOH! KAU SEKARANG TIDAK BISA BERTEMU DENGANNYA LAGI!" Bentak salah satu dari mereka
"A...apa...apa yang...yang kau...lakukan...ke...Saku-Nii?" Tanyaku yang sedang terbata-bata.
"Kami hanya memberinya sedikit pelajaran karena sudah mempermainkan kami, dan sekarang giliranmu" kata orang itu dengan santainya.
Aku pun terdiam setelah mendengar apa yang dibicarakannya, "aku tidak percaya! Pasti Saku-Nii masih hidup!" Batinku.
"Oi Toka! Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kita!" Teriak salah satu dari mereka.
"Iya sebentar! Aku ada urusan sama anak ini!" Jawab Orang yang tadi namanya disebut Toka.
"Apakah mereka akan pergi? Aku akan gunakan kesempatan ini untuk kabur dari sini dan mencari Saku-Nii!" Batinku.
"Oh ya...heh anak kecil! Kau mau tau sesuatu?hari ini adalah hari terakhirmu di Yokohama, karena kau akan ku jual keluar kota! Hahahahahahahahahaha!" Kata Toka.
Aku pun kaget mendengar perkataanya "jika aku di jual aku tidak bisa ketemu Saku-Nii lagi! Aku akan berusaha untuk kabur dari sini!" Pikirku.
"Awas saja kalau kau berusaha kabur! Akan ku cari kau sampai ketemu!" Tiba-tiba Toka membentakku. Aku pun gemetaran mendengar ancamannya.
Lalu Toka dan temannya pun pergi meninggalkanku dan mengunci ruangan itu. Aku merasa putus asa sekarang, apa yang harus kulakukan untuk pergi dari sini?
Tak lama kemudian, pintu itu terbuka dan masuklah seorang anak kecil yang kira-kira lebih muda dariku. Aku pun takut gemetaran melihat anak itu membawa pisau.
"Hei...apa onee-chan tidak apa-apa?" Tiba-tiba dia bertanya kepadaku.
Aku pun terdiam mendengarnya karena takut dia akan melukai ku dengan pisau itu. Tiba-tiba dia mengacungkan pisau itu ke Aku. Aku pun segera menutup mataku karena tidak berani untuk melihatnya. Lalu aku tidak merasakan apa-apa yang menyakitkan, malahan aku merasa tali yang diikat ke tanganku sudah lepas.
"Hehehe~ Gomen ya Onee-chan...aku hanya ingin menolong Onee-chan dari ayahku. Oh ya, perkenalkan namaku Takahashi Kouhei. Aku anak dari Takahashi Toka, yang tadi menyiksa Onee-chan" tiba tiba anak itu memperkenalkan diri kepadaku.
Aku ingin menyebutkan namaku, tapi amu baru ingat kalau Saku-Nii pernah bilang kalau aku tidak boleh memberitahu namaku. Tapi aku rasa anak ini baik sekali, tapi tetap saja aku merasa takut, apalagi dia anak orang yang telah menculikku
"Tenang saja Onee-chan! Aku disini ingin menolong Onee-chan. Soalnya aku juga mau kabur dari sini!" Seru anak itu.
"kenapa dia ingin kabur? Apa aku bisa percaya dengannya?" Batinku.
Aku pun memutuskan untuk memberikan nama palsu yang diberikan oleh Saku-Nii untuk ku.
"Namaku Okumura Kanna yoroshiku ne Takahashi-san~ apa kau benar benar akan menolongku?" Tanyaku dengan lirih.
"Hmm! Lagipula aku sudah gak mau disini! Ayah selalu menyiksa ku jadi aku akan kabur dari sini bersama Kanna Onee-chan." Jawabnya.
Tiba-Tiba pintu ruangan itu pun terbuka dan muncul lah Toka bersama temannya. Aku dan Kouhei pun kaget dan gemetaran melihatnya.
"KOUHEI! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI PERGI KAU DARI SINI JANGAN GANGGU USAHAKU!" Bentak Toka.
"Aku ingin kabur dari sini ayah...bersama Kanna Onee-chan..." jawab Kouhei.
"KALIAN TIDAK BISA KABUR DARI SINI! AYO KOUHEI PERGI DARI SINI!" Kata Toka sambil mendorong Kouhei dengan Kasar.
"Tidak...ayah...aku tidak mau..." kata Kouhei dengan lirih.
Aku ingin menolong Kouhei. Tapi Aku ditahan oleh temannya Toka dan aku diikat lagi di kursi. Aku berusaha untuk melepaskan diri tetapi, kakiku mulai lemas. Tiba-Tiba aku mendengar teriakan dari Toka, lalu disusul oleh teriakan dari temannya. Aku pun berhasil melepaskan diri dari gengaman orang itu.
Lalu aku pun melihat tangan ku penuh dengan darah. Setelah kulihat sekelilingku, ternyata Kouhei telah membunuh Toka dan temannya dengan pisau yang dia pegang tadi...
