Kim namjoon merasa harinya sangat buruk. Sudah lima hari ia merasakan kondisi keseatanya kian hari kian menurun. Pasalnya sudah tiga hari ini ia merasa kesemutan di sekujur tubuhnya. Perutnya yang akan keram secara tiba-tiba juga tak banyak membantu. Semakin hari ia merasa pusing dibuatnya, apalagi beberapa jam lagi ia akan menghadiri acara MAMA yang di adakan di Hongkong.
Sudah pukul 6 sore hari, sedikitnya ia merasa lega pasalnya sakitnya tidak datang beberapa jam yang lalu. Ia sendiri belum memeriksakan kesehatannya akhir minggu ini. Ia selalu disibukan dengan jadwal bangtan yang padat. Tugasnya hamper menumpuk segunung jika dihitung dari awal minggu saja. Project musicnya, latihan, dan beberapa acara yang harus dihadiri bangtan secara kelompok maupun individu.
Akhir-akhir ini pun penciumanya semakin menajam saja. Ia jadi gampang untuk mencium scent milik orang lain. Dan terkadang itu sangat membuatnya tak nyaman. Membuatnya mual dengan perasaan tak aman. Ia jadi sering menempel pada hyung tertuanya untuk meredakan ketidak nyamananya. Ia belum tau gender keduanya, kata dokternya kedewasaan namjoon sangat terlambat. Bahkan diumurnya yang menginjak 24 tahun pun Kim Namjoon belum juga mendapatkan kejelasan pasal gender keduanya.
Dalam grupnya hanya dirinya yang belum mencapai kedewasaan sebagai werewolf. Yah werewolf, dunia yang disusun oleh second gender yang terdiri dari tiga sub utama yakni Alpha, Beta, dan Omega. Dimana alpha menempati 30 % populasi dunia, sedangkan jumlah Beta memiliki persentase sebanyak 50% dimana sebagian gender di dunia ini adalah Beta. Sedangkan Omega hanya tersisa sebanyak 20%, jumlah kecil omega dipicu karena dulu omega dipandang sebagai kasta paling rendah dan hanya digunakan sebagai alat pemuas nafsu dan pengasil keturunan semata. banyaknya kasus-kasus penculikan dan jual beli omega menempatkan mereka sebagai golongan paling langka. Hal ini dikarenakan banyak omega merasa tak sanggup menjalani hidup penuh ancaman dan kecaman banyak orang. Omega dipandang sebagai sosok penggoda dan berharga diri rendah, ini disebabkan karena Heat mereka membuat mereka lupa situasi dan keadaan. Mereka seakan dituntut untuk memenuhi nafsu hewani mereka menjelang heat tiba.
Inilah alasan seorang kim namjoon tidak berfikir akan menjadi seorang omega. Jika ia omega, ia pasti akan mendapatkan heat nya diusia 18 tahun dan sampai saat ini tidak ada tanda tanda jika ia akan menjadi omega. Tubuhnya tidak ramping layaknya omega. Scentnya berbau seperti buah persik, segar dan belum ternoda. Termasuk aroma yang langka. Kesegaran buah yang belum masak menandakan bawa leader dari BTS ini memang belum mendapatkan kedewasaan. Tidak tercium pula bau manis layaknya omega pada umumnya. Ia seorang leader, bukanya itu sudah membuktikan bahwa iacukup karismatik dan dominan bukan. Jadi setidaknya sampai saat ini ia tidak pernah berfikir jika ia omega.
Jika bukan alpha ia yakin 80% bahwa ia beta. Ia tidak ingin mendominasi, ia ingin menjadi penengah dan sebagai pilar bangtan berkeluh kesah, juga ia akui dengan IQ nya yang 148 itu ia adalah seorang pemikir yang taktis. Dengan kepribadianya namjoon yakin jika ia adalah beta. Menurutnya beta adalah sosok yang keren. Ayahnya sendiri seorang alpha sedangkan ibunya seorang omega. Pasangan clise menurutnya. Adiknya sendiri seorang omega bulan lalu. Yah masa bodohlah dengan second gendernya. Jika saatnya tiba bukanya takdir hanya harus memberitahunya secara Cuma-Cuma.
Lamunanya ambyar saat ia mendengr suara pintu yang tertutup. Ia tengokan kepalanya, melihat siapa gerangan yang masuk kedalam kamarnya. Ia dan Bangtan tinggal Di salah satu hotel berbintang lima di Hongkong. Dan itu jeon Jungkook, si Golden maknae BTS. Namjoon balas tersenyum pada sosok maknae yang sedikit melotot padanya. Ia hanya nyengir manis menampakan dimple favorit para ARMY ini. Meliat senyum sang leader kesayanganya pandangan Alpha muda itu jadi melembut.
"hyung, lihat aku bahkan menggedor pintumu dari tadi. Dan kau hanya berdiri di sini melamunkan. Apa yang kau pikirkan hyung?." Namjoon hanya terkekeh membalas gerutuan kelinci bongsor itu.
"sorry kook. Hyung akan segera keluar oke. Ini masih jam 6 dan acara baru dimulai jam 8 malam." Jungkook yang mendengar balasan leadernya ini hanya menghela nafas pasrah. Ah terserah deh.
"baiklah terserah kau hyung, Aku dan yang lain menunggu di luar. Kita berangkat 5 menit lagi. Meneger hyung akan menjemput sebentar lagi. Dia bilang kau tidak mengangkat telfonya hyung !?." jungkook mengangkat sebelah alisnya. Namjoon menepuk dahinya pelan, dan benar ada 10 notifikasi telfon yang tak ia angkat. Ah apa ia akan kena semprot meneger hyung batin namjoon merana.
"kau benar. Kecerobohanku makin tak ketulungan saja kook…"
Jungkook hanya terkeke pelan dan meninggalkan namjoon dikamarnya, menangisi nasipnya yang sebentar lagi akan kena damprat meneger BTS itu. Hahaha poor Nammie
Lima menit kemudian meneger BTS datang dengan muka tertekuk memandang kim Namjoon dengan pandangan siletnya. Namjoon yang ditatap seperti itu hanya cengar cengir tidak jelas yang makin menambah kekesalan meneger mereka. Member lain yang melihat namjoon terkena damprat meneger mereka hanya menertawakan dalam diam. Takut kena damprat juga.
.
.
.
.
.
Jam 12 malam, acara MAMA yang BTS hadiri sudah berakhir beberapa menit yang lalu. Kini para member bangtang sedang bercengkrama dengan group band lain yang juga berasal dari korea. Mereka saat ini masih berada di backstage. Namjoon yang beberapa kali merasakan kesemutan di bagian perutnya memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Tidak mengetahui jika beberapa orang nampak melihatnya dengan merenung. Melewatkan juga sebuah mata merah yang menatapnya dengan mata tajam penuh hasrat.
Namjoon berjalan hampir sempoyongan menuju kamar mandi. Sebelah tanganya terkadang memegangi perutnya yang terkadang terasa sakit dan sebelahnya lagi digunakan untuk bertumpu pada tembok. Ia merasa bahwa kamar mandi berubah menjadi jauh bermil mil. Hiperbola. Tapi sungguh, bahkan kini keringat dingin nampak menetes dari keningnya. Namjoon gigit bibir bagian bawahnya hingga memerah Manahan nyeri yang kadang menyerang. Tak jarang desisan juga kadang terdengan dari bibir yang mulai berwarna merah akibat digigit terlalu keras itu.
Sesampainya di kamar mandi. Namjoon segera bertumpu pada pinggiran wastafle. Memandangi wajahnya yang sedikit kemerahan. Aneh batinya, bukanya seharusnya rona wajahnya pucat dan bukanya kemerahan seperti ini. Tak terlalu ambil pusing, namjoon membasuh wajahnya dengan air dingin berarap dapat menyegarkan tubuh dan pikiranya yang muali lelah.
Greb
Ia berjengit kaget mendapati tubuhnya dipeluk dari belakang oleh seorang lelaki. Tangan itu memeluk pinggangnya erat nan posesif. Namjoon tak dapat melihat wajahnya dari cermin karena wajah pelaku pemelukan itu menelusup dalam lipatan lehernya. Namjoon agak bergidik kaku. Merasa tengkuknya meremang saat merasakan nafas hangat menerpa lehernya. Ditengah rasa syoknya ia tak menyadari reaksi tubuhnya yang bergetar penuh ekstasi karena rengkuhan orang tak dikenal itu.
Pelukan lelaki itu semakin mengerat saat merasakan tubuh dalam pelukanya bergetar pelan. Semakin mengeratkan pelukanya di pinggang ramping namjoon, menyesap dalam harum aroma namjoon. Ini yang dicarinya selama ini. Tak pernah ia rasakan wolfnya sangat antusias hanya karna aroma bayi basah. Tapi bayi basah itu kini mulai dewasa. Buah surgawinya kini hampir sudah bisa dipetik. Mulai mematangkan diri dan siap untuk dicicipi keranumanya. Tapi sementara namjoonbelum siap ia harus melindungi mate nya ini. Ya mate, bahkan sebelum matenya ini matang ia tau bahwa pup ini kelak akan menjadi matenya. Hanya tinggal menunggu tanda nya muncul di tubuh dalam rengkuhanya ini dan ia akan siap untuk ditandai.
Ia alpha yang cukup posesif ngomong-ngomong. Selama ini ia hanya menampilkan citra yang public inginkan. Tapi karena matenya telah datang ia harus memutar balik kemudi setirnya untuk melindungi si calon matenya kelak. Hanya memikirkan kehidupanya kelak dengan pria dalam pelukanya ini membuat pemikiranya jadi gila. Ia akan lakukan segalanya untuk melindunginya. Hanya dengan memikirkanya membuat ia menyeringai dalam senyumnya.
Ia angkat kepalanya dari lipatan leher namjoon menampakkan wajahnya yang tampan rupawan. Ia memandang wajah calon matenya dalam pantulan cermin. Semakin melihatnya semakin lebar pula seringai yang tercetak seksi dari bibirnya. Tubuh namjoon semakin bergetar saat melihat siapa orang yang memeluknya. Bukan karena seringainya yang menakutkan bagai ingin memakanya bulat bulat. Yeah, namjoon akui ia takut dengan senyum miring namja itu. Tapi bukan itu yang menjadi focus utamanya. Melainkan sepasang mata merah, mata yang sewarna darah berkilau bagai sinar bulan. Tapi bukan pantulan kekaguman yang namjoon rasakan melainkan panas dingin yang mulai menyerang tubuhnya. Mata itu, mata yang ia tau persis seharusnya sudah tiada di dunia ini karena keberadaanya yang memang jarang bahkan hamper tak pernah muncul dalam peradapban dunia. Sukar untuk menjelaskan.
Mata merah, yang menjanjikan rasa sakit. Yang saat ini memandangnya posesif sarat akan rasa kepemilikan. Mata yang berkilau bagaikan batu ruby yang juga manjanjikan rasa aman dan dominasi. Bukan mata alpha kebanyakan. Hanya dimiliki oleh mereka yang terpilih.
The Alpha
Mata namjoon melebar panic. Nafasnya semakin memburu. Tak pernah ia rasakan tubuhnya menjadi selemah dan tak berdaya macam ini. Ia panik dan tubuhnya semakin bergetar. Pandangan matanya tak focus. Melihat ke samping kanan dan kirinya dengan pandagan panik. Kenapa?, apa ini?, ia tak faham dengan tubuhnya sendiri. Saat dirasakan pinggangya yang semakin dipeluk erat. Namjoon fokuskan pandanganya ke depan. Melihat wajah alpha dominan yang kini menrengkuhnya. Matanya melebar saat fikiranya mulai focus dengan wajah alpha yang terpantul dalam cermin didepanya. Tubuhnya yang semula tenang kini mulai bergetar. Matanya yang melotot kian melotot melihat siapa alpha yang kini merengkuhnya dengan erat. Bukan. Bukan karena wajah alpha ini asing, melainkan wajahnya yang familiarlah yang membuat fikiran namjoon seakan terjun ke jalan buntu.
"O..Oh Sehun-shi….."
.
.
.
.
.
Hwaya apa ini….. maaf teman teman sekalian. Sebenarnya ini adalah cerita perdana saya. Dan saya agak gak yakin buat publish ini. Soalnya ya itu… pair ini sangaaaaaaaat jarang ada. So tolong kritik dan saranya ya.
Karena ini cerita pertama tolong maafkan bila ada typo dan kata kata yang kurang berkenan di hati pembaca sekalian. Matur thankyou semua. Suwun. Love you. Dadaaaaah…. So sambangi wattpad aku juga ya. Akunnya Sura Shaga karena aku sering update disana. Numpang promote juga. Kalian jangan lupa follow akun wattpad aku ya. Btw sorry karena ngebacot. See you. Dan moga kalian suka tehee.
