Panas…. Tubuhnya seperti terbakar. Gerakannya yang tak bisa diam nyaris menyingkap tubuhnya yang hanya berbalutkan sebuah kemeja yang nampak sangat kebesaran di tubuhnya. Namjoon bahkan tidak berniat menggunakan celana.

Namjoon terlalu polos untuk mengertikan keadaan tubuhnya yang sekarang. Jiwanya seakan meronta ronta untuk keluar dari tubuhnya. Ia merasa aneh. Tubuhnya, jiwa, dan pikiranya sudah tidak berada di jalan yang sama. Tak ia perdulikan gedoran pintu kamarnya yang kini digedor nyaris didobrak keras oleh para membernya. Yang ia rasakan sekarang hanyalah pening dikepalanya dan juga remasan menyakitkan yang mulai menyerang bagian bawah perutnya. Ia merasa basah dan sangat membutuhkan sesuatu yang tak ia mengerti sama sekali. Satu, dua, tiga gedoran serasa tuli di indra pendengaranya. Ia merasa sesak saat hidungnya mencuim bau dari feromon alpha yang menyengat. Tubuhnya serasa ingin meraih pintu, dan membiarkan bau alpha entah siapa itu masuk namun sayangnya tenaga nya tak mengijinkan. Ia merasa lemah, tubuhnya serasa seperti jelly yang bergetar tanpa ada tenaga.

"emh…hiks…..pa….nas…"

Awalnya tubuhnya terasa baik baik saja. Abaikan perutnya yang keram dan pening dikepalanya. Sesudah menghadiri acara MAMA yang diselenggarakan di Hongkong, ia dan membernya memang langsung diterbangkan kembali ke korea. Mereka merubah ulang jadwal BTS seketika, lantaran keadaan sang leader yang tidak bisa dikatakan cukup baik. Saat namjoon yang datang dengan baunya yang berbeda dan sangat menyengat sarat akan ancaman bagi para alpha dan penekanan untuk menakhlukan bagi para beta dan omega yang berada di sekitar sang leader, namjoon di introgasi habis-habisan oleh para membernya terutama meneger hyung dan SUGA hyungnya. Tapi yang namanya kim namjoon, yang terkenal selain memiliki kecerdasan di atas rata-rata ia juga dikenal sebagai pribadi yang keras kepala, ia tetap bungkam atas semua pertanyaan yang daijukan oleh yoongi. Hingga akhirnya sang leader harus tumbang dan mengagetkan para member sekaligus kru BigHit yang saat itu ikut mendampingi BTS.

Awalnya yoongi bersikeras untuk membawanya ke Rumah Sakit terdekat, namun sebelum itu namjoon tersadar saat berada di tengah perjalanan menuju rumah sakit, ia bersikeras bahwa ia baik dan ingin langsung pulang ke Korea. Hampir terjadi perdebatan alot antara Yoongi dan namjoon, namun yoongi masih kalah jika harus menghadapi namjoon yang merengek dengan wajah pucatnya. Boleh di garis bawahi kata merengek, karena kim namjoon tidak pernah merengek kepada orang lain bahkan kepada membernya sendiri.

Namjoon beralasan bahwa dengan membawanya terang-terangan ke rumah sakit akan menciptakan skandal bagi BTS. Dan kim namjoon sebagai seorang leader masih memikirkan wajah BTS disaat keadaan tubuhnya yang bisa dibilang dalam keadaan yang tidak baik. Hal ini disetujui manager hyung, dia berkata akan memanggil dokter saat di hotel. Namun hal ini masih membuat namjoon menolak. Sekali lagi ia beralasan bahwa BTS, Hotel, Dan membawa seorang dokter secara diam-diam akan membangkitkan kecurigaan public. Apa lagi dengan BTS yang disorot besar-besaran, tak ayal hal ini bisa mengakibatkan kebocoran informasi dan akan membangkitkan spekulasi rakyat dunia maya. Dan namjoon tak ingin BTS menghadapi hal itu. BTS baru saja melangkahkan kakinya untuk menembus kancah internasional, ia tak inggin skandal tercipta di saat saat yang sangat krusial ini.

Dan manager hyung yang bimbang pun akhirnya menghubungi Bang PD-nim untuk meminta pendapat. BTS yang baru pertama kali menghadapi keadaan leader mereka yang terlihat bagai orang pesakitan pertama kalinya itu merasa syok dan tak tau harus berbuat apa. Jimin sangat ingin mendekat dan memberikan kenyamanan bagi hyung yang sangat dihormatinya itu, tapi lagi-lagi sebelum ia mendekat serasa ada hawa mencekam dan mengancam saat ia menghirup aroma hyungnya yang berbeda. Jimin yang seorang omega memang memiliki penciuman yang lebih peka dibandingkan dengan member lainya, pengecualin bagi sang alpha min yoongi yang memang tak perlu diragukan penciumanya. Apakah hyungnya akan dipresent sebagai alpha, namun ia menepis jauh pikiranya. Ia sangat sadar dengan bau harum manis namjoon beberapa hari ini, bau buah matang. Manis dan sangat segar, bagai buah yang ranum. Ciri seorang omega, meskipun aroma itu kadang terhalang dengan bau alaminya sebagai anjing basah. Pup. Dan entah apa itu namanya.

Kim seokjin sebagai member sekaligus kakak tertua pun juga kalang kabut dibuatnya, dari awal kondisi namjoon bisa ia tebak bahwa namjoon akan di present sebagai omega. Keadaan dorm yang sekarang pun tak ubahnya bagai red room, sangat mencekam. Aura intimidasi alpha yang tertarik dengan feromon namjoon pun semakin menjadi jadi menyerang dirinya secara tidak langsung. Lehernya terasa tercekik oleh sesuatu yang tak kasat mata. Bahkan ia yang seorang omega pun dapat mencium feromon namjoon yang meletus bagaikan bom. Berterima kasihlah dengan Min Yoongi yang sebelumnya telah melapisi pintu kamar namjoon dengan mantra pelindung, yoongi pun juga tak kuasa mendekat dan hanya bisa membiarkan para omega menjaga pintu namjoon. Ia bahkan nyaris hilang akal walau disana ada matenya park jimin sekalipun.

Yoongi pun masih berusaha menarik jungkook yang merupakan seorang alpha yang belum menemukan matenya. Memang dari ke tujuh member hanya namjoon dan jungkook yang belum memiliki mate. Tapi ada sesuatu yang dicurigai Yoongi. Bahwa sosok Kim Namjoon leader BTS itu baru saja bertemu dengan Matenya saat acara penghargaan yang diselenggarakan di Hongkong tempo hari. Bisa ia cium dari baunya, dan dapat Yoongi pastikan bahwa Alpha namjoon bukanlah alpha sembarangan dari jejak bau yang menempel di tubuh sang dongsaeng.
Teriakan jin memecahkan kesuraman yang terjadi antara member. Disaat ini lah yoongi membenci fakta bahwa meneger hyung sedang mengadakan rapat dengan agensi perihal keadaan namjoon dan tidak bisa dihubungi. Jungkook yang mulai kehilangan kesadarannya hanya mulai menggeram marah. Yoongi dan hoseok sendiri harus menahan hasratnya sekaligus menahan kekuatan alpha jungkook yang sedang sangat agresif karena mencium bau feromon omega yang sedang heat.

"menyingkir dari sini jeon jungkook. Atau kau akan menerima akibatnya." Jin juga berusaha menghadang. Geraman protektif ia berikan pada keberadaan alpha di ruangan itu. Jimin dan taehyung hanya pun ikut menggeram protektif di depan pintu. Melindungi satu satunya benteng antara namjoon dan para alpha dalam ruangan itu.

"menyingkir jin-hyung, omega itu membutuhkanku. Ia membutuhkan alpha."

"sialan, sadar jeon omega yang kau maksut itu adalah hyungmu. Dimana otakmu. Menyingkirlah dan redam nafsu bodohmu itu sebelum itu menyakiti namjoon, menyakiti kita semua."

Jungkook hanya menggeram tertahan. Yoongi dan Hoseok semakin mengetatkan cengkraman mereka kepada jungkook saat namja kelinci itu mulai berontak.

"sialan….. sialan…. Aku… mau… tapi aku tak bisa."

Dengan sisa tenaga mereka, yoongi dan hoseok mencoba menarik jungkook untuk segera menyingkir, sebelum bocah itu mulai lepas kendali dan kehilangan akalnya. Yoongi yang mulai frustasi menggeram kearah jungkook dan memelototi bocah kelinci itu. "diam jungkook atau kau mau aku mematahkan tulangmu. Kau tinggal memilih tangan, kakimu, atau lehermu."

Jungkook yang ditatap sedemikian rupa oleh hyung nya mulai merinding, jangan lupakan tatapan tajam yang diarahkan padanya dan juga senyum ganjil yang bertengger manis di bibir hyung pucatnya cukup membuat mental jungkook ambyar.

Sementara itu didalam kamarnya, namjoon terus menggeliat resah. Tubuhnya panas, dan gairahnya memuncak. Ia juga mulai merasakan bagian belakangnya yang berkedut keras. Basah dan mulai mengeluarkan cairan licin yang hanya diproduksi oleh seorang omega yang siap melakukan mating. Dan baru ia sadari, mulai dari kecurigaanya selama ini, ia berharap ini hanya mimpi, bahwa semua ini hanyalah ilusi yang ia ciptakan karena tubuhnya yang lelah. Bahwa keyakinan yang ia tanam selama ini hancur, lenyap bagai debu yang hanya menyisakan serpih serpih penyesalan. Bahwa ia adalah seorang omega.

Ingin rasanya namjoon menjerit dengan keras. Merobek tubuhnya hingga tak tersisa. Tak menerima takdir yang ia miliki. Dadanya terasa sesak. Dan air yang mulai tumpah meleleh di sepanjang pipi berdekiknya. Ia menangis. Selama ketidak sadaranya, ia kim namjoon menangis meraung meratapi nasipnya yang akan berbeda muali esok hari.

Namjoon mulai merasakan kebas dan panas menjalari punggungnya. Di antara serpihan kesadarannya ia tau bahwa tanda matenya akan muncul di punggungnya. Mengklaimnya secara tidak langsung, menandainya sebagai milik dari orang yang belum ia ketahui orangnya. Panas, perih, sangat menyakitkan batinya. Apakah ini yang dirasakan omega lain saat heat pertama mereka. Sangat menyakitkan batin namjoon. Ia mulai terisak menahan tangisnya. Ia tak ingin membuat membernya khawatir dan mencemaskanya.

Namjoon mulai bangkit dari tidur tengkurapnya. Ia paksakan tubuhnya walau ia tau, tubuhnya menjerit sakit dan lelah. Ia hampiri kaca yang terdapat di dalam kamarnya.

Apakah namjoon harus mulai khawatir sekarang. Tanda itu tercetak jelas dipunggungnya. Seekor burung phoenix terbang dengan seekor naga yang sangat mendominasi yang melingkarinya. Melingkupinya seakan saling melindungi. Menjeritkan kata kepemilikan dan ambisuis. Tandanya memenuhi punggung kananya hingga mencapai pinggulnya. Entah ia harus senang atau bahagia karena namjoon sudah tau harus berurusan dengan siapa mulai sekarang. Sadar atau tidak, namjoon menyebutkan nama alpha yang terlintas dibenaknya. Oh Sehun. Sanga Alpha Dominan.

"Oh Sehun-Shi, aku harus bagai mana ?."

.

.

.

.
Tbc
Maaf baru bisa update, sebenarnya aku sendiri awing banget. Maaf beribu maaf ya. Waktu itu masih sibuk sama ptn yang bikin kepala puyeng dan nggak nafsu makan. Sampe bingung sendiri aku mau lanjutinya. Rasanya tuh alur yang aku konsep itu selalu ngeblank saat aku mulai ngetik. Dan aku bener bener nggak puas dengan hasil imajinasiku yang nggak dapet feelnya. Gua frustasi. Dan otak gua isinya Cuma hal hal sampah. Mau nangis rasanya…
Duh namjoon mulai rindu Abang sehun...
Makasih banget yang udah support, yang udah baca sama yang udah komen. Maaf banget karena aku nggak pernah bales komentar kalian. Sorry banget. Dan ini persembahanku buat kalian yang masih setia nunggu ceritaku. Tolong jangan bosen buat baca dan komen. Thanks….