Malam ini malam bulan purnama terang. Netranya menyusuri setiap deretan gedung-gedung tinggi yang sanggup terlihat mata. Jam masih menunjukan pukul 11 malam. Jalanan kota seul yang remai dan juga jalinan gedung gedung tinggi perkantoran menjadi pemandangan malam yang menemaninya malam ini. Indah, dengan hiasan lampu yang gemerlap bagai bintang dalam daratan dengan bulan yang menemani. Namun pemandangan indah ini tak mampu mengalihkan binar sepi dan tatapan mendalamnya. Seakan ia berpikir keras, terlihat lipatan dahinya yang mulai mengerut di balik cahaya bulan. Wajahnya yang dingin dan sorotnya yang tajam menyuguhkan pemandangan surga.
Dilihatnya bulan di balik jendela. Dirasakanya dalam dalam aura yang mulai berfluktasi disekitarnya. Mengelilinginya dengan hangat, membawakan aura aristocrat dan keangkuhan yang tajam. Membawa tekanan yang tak dapat dilihat secara kasat mata. Terlihat sinar kemerahan yang mulai menguar dan masuk kedalam tubuhnya. Tatapanya yang dalam mulai tergantikan dengan pandangan posesif dan misteri. Bibirnya yang sebelumnya membentuk garis lurus kini mulai memunculkan lengkungan sekilas. Senyum yang dingin dan sinis membentuk senyumnya yang sarkastik. Namun tak dapat dipungkiri netranya yang semerah darah itu memancarkan kesenangan dibalik matanya yang menyorot jauh. Membayangkan sesosok berharga yang kini jauh, yang mungkin kini sedang merenung sama sepertinya. Membayangkan sosoknya yang rupawan saja mampu membuatnya tergila-gila tak karuan.
"Oh Sehun, apa yang kau…"
Oh itu sang leader dari EXO, Kim joonmyeon. Leader EXO itu tercengang, sudah ia duga ini karena maknae nya. Auranya sudah menyebar kemana-mana. Dorm EXO layaknya ruang eksekusi. Aura yang dipancarkan sehun membuat para omega dan juga beta mereka tercekik. Sedangkan para alpha hanya bisa merasakan urgensi dan rasa ketundukan yang aneh. Auranya kuno, primordial, dan dominasi. Bahkan para omega harus dikeluarkan dari dorm agar mereka tidak tersiksa dengan aura maknae itu.
"Hyung…. milikku sudah di present, aku bisa merasakanya. Perintahkan keluarga lee dan kang untuk bertindak cepat untuk menjaga tempat mateku berada. Ah…, dan juga beritahu Joseph untuk menangani para tetua, aku tidak mau milikku diusik." Dapat dilihat joonmyeon netra sehun yang berkilat kilat tajam. Ia menyadari yang didepanya bukan lagi sosok maknae nya, melainkan the Alpha sang kasta tertinggi monarki ini.
"dan juga perintahkan keluarga Yuan untuk mempersiapkan pemindahan kediamanku dengan cepat. Kau dan ray akan ikut denganku."
"siapa ini?..."
"hm?"
"mate mu?"
Banyak tugas, itu yang dirasakan Suho. Ia tau keadaanya kini sudah berubah. Denagan sehun yang telah menemukan matenya ia tau bahwa alpha tertinggi itu kini mulai bergerak. Melihat keluarga yuan yang mulai digerakkan, ia tau bahwa sang alpha benar benar akan menunjukan taringnya jika sampai milikknya diusik. Mate ini…., sehun belum menceritakan apapun tentang matenya. Sehun punya pemikiran sendiri yang terkadang tak bisa ditebak oleh suho. Bahkan ray pun tak tau. Ray sendiri adalah orang kedua kepercayaan sehun setelah dirinya. Pria Alpha berkebangsaan amerika. Suho sendiri merupakan seorang alpha pula. Ia masih menunggu sehun menjawap pertanyaanya. Siapa identitas mate sehun yang harus mereka jaga ini, dia membatin bingung.
Sekali lagi sehun meliat bulan purnama di langit. Terlihat pancaran sang bulan mulai meredup sebagian. Bulan yang tadinya purnama penuh kini terlihat hitam di sebagian tempatnya. Gerhan Bulan. Sungguh keajaiban dari tangan takdir. Sehun tidak pernah salah mengklaim, bahkan pasanganya pun dipresent saat gerhana terjadi. Sama seperti nya. Ujung bibirnya kian terangkat, menunjukan lengkungan samar. Bahkan joonmyeon dapat memastikan bahwa itu senyum kepuasan yang tercetak di wajah bak es prasejarah milik junjungannya.
"kau tau hyung….., Dia Kim Namjoon." Sahut sehun ceria.
WHAT THE FUCK
.
.
.
.
.
.
.
Gedung tempat dorm BTS terasa mencekam. Di luar dorm terlihat Suga dan Hoseok yang menenagkan jungkook. Jungkook terlihat bersandar lemas di lorong depan dorm, menahan gejolak dan juga perasaannya. Suga ingin membawa jungkook keluar untuk menenangkan dirinya, tapi diurungkan niatnya karena jika dia pergi tidak aka nada yang menjaga dorm mereka. Bau scent namjoon diakuinya luar biasa memabukkan. Apa karena ia baru present sehingga auranya terkumpul dan meledak saat heatnya tiba. Suga tak bisa berpikir jernih, pun dengan hosoek yang menahan tubuh jungkook di sampingnya. Menjaga jungkook dan pikiranya agar tetap waras, ia bisiskkan kata kata nasihat yang menenangkan. Ia tak bias beranjak dari tempatnya. Demi member yang sudah dianggapnya bagai keluarga dan juga demi namjoon, omega baru dalam kelompok mereka.
Sedangkan di luar gedung itu puluhan mobil terlihat menepi dan juga mengelilingi mobil. Sedangkan dalam mobil yang terlihat paling mencolok keluar 2 orang dewasa yang terlihat berumur 35 tahunan. Terlihat dari aura mereka jika mereka adalah alpha.
"eoh… bahkan aura luna melingkupi tempat ini kang. Aku tidak akan percaya kalau Alpha benar-benar dapat menemukanya." Terliat salah satu pria itu terperangah sambil menatap gedung apartemen elit didepanya. Terlihat pula banyak kerumunan pria-pria alpha yang berkerumun di depan pintu dan juga terlihat pula hamper memenuhi lobi. Satu kata yang dapat pria itu katakana. Kacau.
"kalau kau lupa lee, kita searusnya mulai bergerak sebelum Alpha sampai ketempat ini. Jika dia meliat kita masih termangu seperti orang dungu disini, sudah dipastikan besok giliran kepala kita yang melayang."
"cih….. aku tau sialan." Pria itu melirik ke arah anak buahnya. "Kita keluarga lee akan mengelilingi gedung ini. Perketat penjagaan dan juga usir orang-orang dungu yang berkerumun di depan kalian. Ingat…..bereskan dengan rapi dan jangan sampai ada keributan sampah yang terjadi." Berbeda dengan tadi, kini auranya menjad tajam dan menusuk. memang pasukan kelas atas. Pengalaman menunjukan keberhasilan. Tanpa perlu komando berlebih, pasukan anggota keluarga lee yang berjumlah 50 orang itu mulai menyisir gedung dan juga memulai pengusiran kepada alpha –alpha yang tertarik dengan roma memikat sang omega yang ditakdirkan. "ingat Kang Yeon-shi, urus CCTV dan juga media yang mulai berdatangan mengintai tempat ini."
"Lee JungYi, kau pikir aku dungu seperti mu. Heh… otakku lebih bisa diandalkan daripada ototmu itu." Tolong memahami. Dua orang ini memang akan selalu baku hantam dan juga saling mengolok jika disatukan. Namun jika dalam kasus kasus genting semacam ini, mereka adalah partner yang cocok secara alami.
Kang Yeon memerintahkan anak buahnya untuk masuk dan menyusur di dalam gedung di depanya. Tak lupa ia memerintahkan salah satu anak buanya untuk meretas seluruh cctv yang berada di dalam maupun yang berada di luar gedung. Tak lupa ia juga menurunkan anak buanya untuk meretas cctv yang berada di area sekitar gedung dan juga benda elektronik yang dapat merekam aktivitas gedung itu. Ingat ini misi berbasis rahasia. Tak akan dibiarkan walaupun itu seekor lalat yang lewat. Semua harus aman jika mereka ingin pulang dalam keadaan utuh tanpa ada salah satu anak buahmu atau salah satu anggota badanmu hilang. Ei bung, jangan anggap ini berlebihan jika kau tau Oh Sehun sang Alpha yang tak perna turun secara langsung akan bertindak. Dia adalah eksistensi yang paling mereka hormati sekaligus orang yang paling mereka takuti.
"oi….. lagipula mengapa Alpha turun tangan secara langsung ?. Tidak biasanya, aku lebih suka jika Alpha tidak mengambil bagian. Ugh, mentalku tak akan kuat." Kang Yeon menatap partner misinya bagai meliat idiot. Bukan setahun atau dua taun mereka menampingi sang Alpha, namun otak temanya ini terkadang mulai tak bisa di toleransi.
"kau tau gunanya Alpha menjadikan kita bayanganya Lee bodoh JungYi. Itu agar dia tidak perlu turun tangan untuk mengurusi dunia yang bobrok ini. Dia punya kita sebagai mata dan telinganya, lagipula dia juga memiliki banyak tangan selain kita." Kang Yeon memutar matanya malas.
"lagipula eh….. dia hanya turun saat itu menyangkut taktha, pewaris, dan juga pendamping hidupnya. Selebihnya yang lain itu…..hanya debu di matanya."
…
.
.
.
.
.
.
TBC
Halo. Reader nim para pembacaku sekalian. Gimana kabar kalian selama kutinggal. Fufufu…kuharap nggak terlalu kangen aku ya.
Oke part ini kusushon buat oh sehun kita tercinta. Disini aku juga udah nunjukin intro siapa aja anak buah nya bang sehun. Si namjoon baby nya kita ini baru present guys. Jadi gitu deh. Siap siap aja, next part bakal aku sajikan adegan moment si bang sehun nemenin uri namjoon kita waktu heat. Aku nggak bakal ngasih tau apakah itu adegan rate M or not. But….,jeng jeng jeng intinya tuh dia bakal di klaim di part depan.
Aku senantiasa mendoakan kesehatan kalian. Apalagi di tengah pandemi ini, aku hanya bisa buat cerita ini setidaknya buat ngehibur kegabutan kalian dirumah. Ingat ya guys #dirumahaja. Jangan kemana-mana kalo nggak penting-penting amat. Biar ni virus kelar dan dia insaf mau balik kampung ke negaranya sana. Akutu atu kalian pasti capek ngerjain tugas online terus yang deadlinenya per minggu, and akhirnya kita mati bosen dirumah aja. Mana akutu baru tau kalo ternyata situs langganan aku buat nyari video bajakan di heck guys. Udah kagak bisa. Ukh sedih.
Dan sekali lagi makasih buat kalian yang udah support, review, dan juga menyukai cerita aku. Makasih banget. Dan maaf kalo aku nggak pernah balas chat ataupun review kalian. Tapi aku tetep liat ko. Sumpah. Suer deh…
Oh numpang promosi sekalian. Alangkah tersanjungnya aku kalo kalian mau sekedar mampir dan memfollow akunku. Poko intinya tuh semoga kalian sehat terus dan jangan lupa follow and review guys.
