Di kegelapan malam, satu-satunya bangunan yang berdiri di daerah kawasan elit Seoul itu masih terang-benderang. Daerah ini merupakan satu-satunya kawasan elit yang setiap bangunan rumahnya merupakan hunian yang memiliki luas tanah berhektar-hektar yang membuat jarak antara satu rumah dengan rumah lainya terpaut jauh dan terpisahkan oleh pagar-pagar raksasa yang menjulang tinggi dan megah. The Heaven's Crust. Kawasan elit di tanah seoul, ibukota Korea Selatan yang hanya bisa di miliki oleh segelintir orang yang bahkan dapat dihitung dengan sepuluh jari-jari tanganmu.
Di rumah itu pula terlihat ratusan lilin yang ditata menyerupai bintang yang terbalik , dimana di setiap ujungnya berdiri seorang dengan jubah hitam dan juga tudung yang menyembunyikan wajah serta identitas mereka. Lima orang yang kini berdiri di ujung bintang menurunkan tudung jubbah mereka satu persatu. Menampakkan setiap wajah wajah penuh antisipasi dan afeksi yang ditujukan kepada satu orang. Satu- satunya eksistensi yang berdiri di tengah lingkaran ritual.
The soul bound atau ritual pengikatan jiwa. Ritual yang digolongkan sebagai ritual dasar pengikatan mate, namun juga dikatakan sebagai ritual yang lebih kompleks dan juga lebih berbahaya tergantung pada cara ritual dan partisipan. Ritual pengikatan jiwa sendiri sejak zaman kuno memiliki banyak versi dan juga banyak perbedaan maupun kesamaan. Umumnya ritual pengikatan jiwa digunakan sebagai perantara dan juga penyeimbangan di antara pasangan.
Ritual paling dasar adalah bonding, ritual yang dilakukan setiap kaum werewolf untuk mengklaim pasangan mereka. Namun di balik itu ada pula sejumlah ritual pengikatan jiwa lainya yang lebih kompleks yang biasanya digunakan oleh keluarga tertentu. Namun semakin kompleks ritual ini semakin sulit aksesnya dan juga semakin berbahya efeknya. Namun hal itu memang sebanding dengan manfaat yang diperoleh setelah ritual berakhir. Ritual-ritual ini pun biasanya hanya digunakan oleh keluarga-keluarga tua tertentu karena memang akses untuk syarat dan juga cara-cara ritual diturunkan secara turun temurun dan sangat sedikit catatan maupun cara aksesnya sehingga hanya diketahui oleh segelintir orang.
" hampir tengah malam, dan gerhana sebentar lagi akan datang. Apakah anda yakin Luna dapat melewati ritual ini Alpha ?." Tanya salah satu orang di ujung bintang.
" dia akan dan dia mampu. Aku memujanya dan wilis mengasihinya, kami akan memilikinya bagaimanapun caranya." Alpha itu menarik ujung bibirnya, di matanya menampilkan kehangatan dan gelora menggebu sarat ingin memiliki. "bagaimanapun aku memilinya sebagai Luna ku dan wilis memilihnya sebagai pasanganyannya. Lunaku akan sempurna, dia akan menjadi sumber kekuatan ku dan kebahagiaan ku."
" kami…. Mengerti Alpha. Kalau begitu kita bisa memulai ritual ini. Kami akan mendukung keyakinan Anda."
Lampu mulai dimatikan dan hanya cahaya lilin yang menerangi rumah besar itu. Cahaya bulan menyinari sosok-sosok itu. Atmosfer di udara mulai memberat dibarengi dengan tertutupnya bulan perlahan-lahan. Menandakan gerhana bulan penuh perlahan akan datang. Rapalan-rapalan mantra mulai terdengar membentuk selubung tipis yang melingkupi rumah itu. Menciptakan bangsal pelindung yang memblokir dunia luar. Menciptakan penghalang yang akan mencegah orang masuk ataupun orang yang berniat mencari tau.
Suara rapalan tak pernah terputus. Kini menciptakan selubung khusus yang melingkari tempat dimana ritual kini mulai dilakukan. Setelah penghalang selesai didirikan sosok sang Alpha yang berdiri di tengah bintang muali merapalkan bait- bait kata yang terdengar seperti bahasa yunani kuno. Merapalkan untaian untain kata yang menggema di udara. Kobaran api mulai terbentuk dari ketiadaan, menjalar melingkari tempat dimana ritual itu dilangsungkan.
Dalam hanyutan rapalanya, matanya mulai bersinar kemerahan. Terang, mulai terang, dan semakin terang bersinar. Cahaya bulan yang menimpanya hanya membuat sosoknya semakin tak manusiawi di pandangan mata. Dibarengi dengan melambatnya rapalan mantra, sosok yang dijunjung sebagai Alpha itu mulai melepaskan jubbah yang menutupi seluruh tubuhnya. Kini menampakkan tubuhnya yang hanya berbalut celana nya yang berwarna hitam, tanpa atasan hingga menampilkan pundak dan juga punggung tegapnya. Mereka bisa melihat tanda yang berupa sebuah naga yang hamper melingkupi seluruh punggungnya, bahkan dalam kobaran api tanda itu seakan bersinar penuh kehidupan. Artistic dan penuh dominasi. Rambutnya yang sewarna tinta mengalir berayun tertiup angina malam. Wajahnya yang bak dewa mitologi mampu menyihir pandangan mata. Sebuah ketampanan yang biadab dan menghanyutkan. Sebuah dosa.
Mengangkat tangan kananya dan melanjutkan rapalan mantranya sebuah belati mulai terbentuk dari ketiadaan. Belati yang bilahnya berwarna hitam pekat seakan diselimuti kabut hitam tipis. Buan mulai tertutup oleh matahari, menghalangi sinarnya. Saat gerhana bulan mencapai puncaknya, dibarengi dengan dentingan jam tengah malam, ia mulai mengiris telapak tanganya.
Meneteskan darah yang mulai membasahi rumput dibawahnya. Rapalanya sama sekali tak berhenti. Dalam jiwa dan raganya ia mulai bersenandung. Jiwanya akan kekal bersama, karena malai saat ini jiwa omeganya akan mengingatnya sebagai belahan jiwanya. Separuh kehidupanya dan pemegang kebahagiaanya.
Di jarak sejauh apapun. Terhalangi oleh tembok apapun. Ritual ini akan menyatukan mereka bersama. Mau tidak mau omeganya harus menerima. Ya karena ritual ini mutlak hanya dilakukan secara sepihak. Bahkan tidak memberikan kesempatan bagi sang omega untuk tau dan mengerti keadaan yang menimpanya saat ini. Sang alpha merubah dirinya menjadi bentuknya yang lain. Seekor serigala yang bahkan memiliki ukuran yang tidak normal , jauh lebi besar dari serigala alpha umumnya. Warnanya selaras dengan gelapnya malam, dan netranya menusuk bagaikan bilah tajam. Mengintimidasi orang-orang yang berada di sampingnya. Auranya menguar tajam hamper mencekik seluruh orang yang ada di sana.
Inner alpha mereka tak kuasa untuk tetap berdiri tegak, hamper memaksa untuk berlutut. Bangsal pelindung bahkan mulai tak bisa lagi menanggung auranya, terlihat retakan retakan yang semula kecil mulai menjalar memenuhi seluruh permukaan bangsal. Seakan jika ditekan sedikit saja dapat runtuh sewaktu-waktu. Yah runtuhnya dapat dibaca, saat sang alpha mulai melangkah bangsal sudah pecah bagaikan kaca rapuh.
Kini instingnya mulai mencari keberadaan sang omega. Ikatan jiwanya yang baru terbentuk akan menuntunya. Sang serigala mulai berlari dan menghilang di keheningan malam. Meninggalkan tempat ritual dan menyususl omeganya yang jelas menderita karena efek ritual yang ia lakukan secara sepihak. Sedangkan di tempat ritual, salah satu orang berjubah itu mengambil ponselnya dari tangan bawahanya. Mulai menghubungi alpha lain yang bertugas mengamankan ritual malam ini.
" Ray, ini aku Suho. Alpha akan menuju tempat omeganya. Sebaiknya kau siapkan regu keamanan untuk membersihkan jalannya." Yah itu adalah Kim Joonmyeon. Pandanganya mengikuti jejak aroma sang Alpha. Aromanya yang tertinggal dan mulai menghilang di sapu angina malam. Senyum tipis terbit di ujung bibirnya. Didengarnya gumaman persetujuan dari ujung panggilanya. Dibarengi dengan dering bahwa panggilanya ditutup secara sepihak. Dasar tidak sopan batinnya. Ia menarik pandanganya, dan mulai melangkah ke dalam kediaman pribadi sang alpha. Meninggalkan jejak aroma sang alpha yang sudah memudar.
Oh Sehun sang alpha, the Almighty yang mengejar bau sang Omega Kim Namjoon.
.
.
.
.
.
Sedangkan di sisi lain. Di sebuah bangunan apartemen yang tergolong elit dan dihuni oleh beberapa artis papan atas. Salah satu dorm nya yang dihuni oleh salah satu boy grup papan atas Kore Selatan, yakni BTS yang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kim Seokjin sang omega sekaligus hyung tertua di kelompok itu berjalan mondar mandir di depan sebuah pintu sambil meremat ponselya gugup. Terlihat matanya yang berwarna violet menyisir melihat seluruh ruang dengan waspada sambil menguarkan bau feromonya. Melirik pintu Dorm yang di kunci dari dalam, menghalangi siapapun untuk masuk tanpa persetujuannya.
Menandai tempat itu dengan baunya yang manis nan tajam, mencoba melindungi dan menyampaikan bahwa tempat itu harus dijauhi. Menyatakan tempat itu sebagai sarang dan milik induk serigala protektif, di dalam ruangan itu pun memang hanya ada para omega. Jimin dan taehyung meringkuk menjadi satu di sofa ruangan itu. Mereka gugup. Saling menggenggam dan meyakinkan satu sama lain semua akan baik-baik saja. Suasana mencekam itu sangat kontras dengan salah satu ruangan sang omega baru yang dipenuhi aura erotis dan hawa hawa panas dari suhu alami yang dikeluarkan sang omega baru.
Namjoon meringkuk di lantai. Beralaskan karpet bulu warna abu mengadap cermin yang memperlihatkan keadaan tubuhnya yang separuh naked dari pinggang ke bawah. Mempertontonkan paha sekal putih nya yang tidak ditutupi oleh sehelai kain pun. Kemeja yang dikenakan nya pun hanya mampu menutupi bagian intimnya saja, wajahnya terlihat sembab dan merona kemerahan. Tubuhnya bergetar dan tangan-tanganya mencoba melingkari tubuhnya sendiri, memeluk dirinya dan mencoba mengurangi rasa ngilu dan ketidaknyamanan yang dirasakan tubuhnya. Sesekali isakan dan erengan pelan terdengar dari bibirnya yang digigit pelan. Ruangan itu dilingkupi aroma buah persik bercampurkan buah anggur yang matang. Manis dan sensual, menggugah nafsu dan memancing birahi siapapun yang dapat menciumnya.
Perutnya mulas dan juga tengkuknya terasa gatal, tepat di kelenjar feromonya. Namjoon merasakan tengkuknya semakin lama semakin gatal dan juga berdenyut menyakitkan. Ingin ia mengusapnya dan melakukan apapun untuk mengurangi rasa sakit di tubuhnya. Rasionalitasnya seakan terkurung dalam kotak kecil, terkunci dan dalam pikiranya saat ini hanyalah bagaimana caranya mengurangi rasa sakit yang menimpa tubuhnya. Otaknya seakan kosong dan mencoba mencari sesuatu yang tidak ia pahami. Mungkin jika namjoon berada di kesadaran puncaknya ia akan bisa menangkap dan menguraikan satu persatu keadaan yang terjadi pada tubuhnya saat ini.
Namun inilah kelemahan terbesar omega. Mereka harus tunduk pada insting hewani mereka, pemikiran yang paling primitive. Tubuh mereka menyesuaikan mereka agar siap untuk kawin. Mengesampingkan rasionalitas dan juga perasaan omega yang sebenarnya. Mereka di paksa dalam keadaan itu tanpa bisa dilawan maupun dihindari. Sedangkan supresant sendiri hanyalah obat buatan yang mampu menahan tapi tidak bisa menghentikan siklus entah itu Heat pada omega ataupun Rut bagi para Alpha. Kenyataanya penggunaan berlebihan supresant bagi alpha maupun omega akan menciptakan ketergantungan yang bisa berujung pada kelebihan konsumsi obat obatan ataupun overdosis dan juga menghancurkan juga menciptakan ketidakteraturan siklus, yang intinya berefek negative bagi pengkonsumsi. Itulah mengapa supresant sangat tidak dianjurkan dan juga membutuhkan resep dokter untuk penyesuaian pada tubuh pengkonsumsi.
Tepat tengah malam, kamar namjoon yang hanya diterangi oleh cahaya bulan dari jendela mulai redup. Ia tak menyadari bahwa malam ini adalah bulan purnama maupun gerhana bulan sedang terjadi dan menuju puncaknya. Cahaya bulan mulai meredup dan tubuh namjoon tersentak pelan. Rasa ngilu dan nafsu yang dirasakanya berangsur angsur menjadi menyakitkan. Jantungnya mulai berdegup dengan kencang, rasa sakit didadanya tak tertahankan, seakan ada yang meremas jantungmu dari dalam menghimpit paru-parumu agar ia tak bisa bernafas dengan benar,. Namjoon terengah engah kesakitan, bahka di antara ketidak sadaranya ia tak menyadari bahwa ia berteriak dengan kencang. Terdengar pilu dan menyakitkan. Teriakanya menggema di seluruh ruangan menembus batas mencapai ruang disebelahnya. Menyentak para omega dalam keterkejutan dan kekhawatiran.
Kim Nanjoon sang omega baru, meringkukkan dirinya sendiri dan menangis menjerit kesakitan. Namjoon tak pernah merasakan rasa sakit ini seumur hidupnya, seakan ajal ingin menjemputnya. Ia kesulitan bernafas dan tubuhnya terasa remuk, rasa sakit yang tak akan pernah berani ia pikirkan. Darah merembes dari sela pahanya bercampur dengan cairan alami omega. Perutnya seakan diremas dan dihantam kekuatan tak kasat mata. Namjoon bahkan tak menyadari bahwa kukunya mulai mencakar mencabik menggenggam erat karpet yang ia jadikan alas nya sekarang.
Ia bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan keadaan lingkungan di sekitarnya. Mengabaikan gedoran dipintu kamarnya, atau bahkan suara jeritan jin-hyungnya yang mencoba membuka pintunya. Sakit sekali batinya. Lelehan air mata berlomba-lomba menuruni matanya, ia bahkan tak menyadari matanya berkilau berubah sewarna kilauan biru dan juga perak bagai embun beku.
Di tengah ketidak sadaranya, ia meliat bayangan jin hyung dan jimin juga tae dengan siluet orang asing yang tak dikenalnya. Mendorong pintu yang berhasil didobrak dan berlari kearahnya dengan tergesa. Raut wajahnya terlihat khawatir, pandanganya yang blur bahkan masih bisa melihat air mata sosok kakak dan juga para adik omeganya itu. Ia mengerang pelan saat tangan tangan dingin menyentuh wajah dan sekujur tubuhnya. Pikiranya kosong dengan rasa sakit dan juga ngilu yang menerpa tubuhnya. Telinganya bahkan berdengung dan tak fokus dengan seseorang yang berteriak memanggil namanya. Bahkan tak menyadari jika ia semakin terisak dan meringkuk bagai janin di dekapan kakak tertuanya…..
" Nam.. Namjoonie. Tetap sadar, dengarkan aku." Jin terus terisak melihat keadaan namjoonya. Ia bahkan tak pernah melihatnya menagis meraung seperti ini. Ia kalut dan merasa sedih. Jin menatap tajam sosok beta dihadapanya, seseorang yang bahkan tak ia sangka hadir di dorm mereka. Menjelaskan sesuatu tak masuk akal yang sulit dicernanya. Jin terpaksa mengijinkan beta ini untuk menemui adiknya. Mencob amempercayai ucapan nya demi namjoonnya. Ia raih kerah kemeja beta itu, meraung tak menyenangkan yang bahkan jin tak menyadarinya. Feromonya berantakan dengan rasa bersalah dan juga kekhawatiran pada sang omega baru.
" katakan… katakana padaku. Dimana Alpha namjoon yang kau bicarakan itu sialan!..."
.
.
.
.
. tbc.
Hai guys. Aku balik lagi huhuhuuuu. Terhura aku sama kalian yang masih stay nungguin fiks antah erantahku yang lama banget up datenya. Aku sadar dengan kewarasanku kalo aku emang jarang up sampe ditagih tagih sama kalian. Jadi sadar aku gimana rasanya punya utang. Huks kalian kaya depkolektor tauuuuu. Huks bercanda deng tehe.
Tapi nggak papa sih, kalo gini aku sadar kalo ada yang masih nunggu dan kangen sama cerita ini. Seneng aku rasanya kalo ceritaku di baca juga disrespect sama kalian. Thank you soooooooo much guys.
Aku mau cerita juga, kalo aku ada janji buat bikin cap ini sehun nemenin uri joonie. buuuut, aku nggak jadi bikin. Dengan pertimbangan dan juga mikir alur cerita kedepanya karena aku ngerasa itu laurnya kecepeten buat aku. Aku ubah dan rombak ulang cap ini. Akhirnya dan bisa up hari ini…. Yeyyyyyyy.
Aku juga minta saran dan juga pendapat kalian. Gimana sama alur cerita sejauh ini. Apa ngebosenin kah?, gaya bahasa aku kurang enak dibaca kah?, atau pendapat kalian apapun itu sama cerita ini. Atau alurnya yang terlalu lambat. Aku minta saran kalian biar aku paham dan ngerti kurangnya di cerita ini apa menurut kalian. Pendapat kalian yang paling jujur ya!.
Oh jangan lupa. Gimana sama gaya penulisanku, apakah kalian suka yang sedikit deskripsi atau cerita yang banyak dialognya. Pokonya kalian curahkan aja deh uneg uneg kalian sama cerita ini.
Juga maaf beribu maaf aku sampaikan nggak pernah lupa. Maaf kalo nggak pernah balas coment kalian. Aku tetep baca guyssss….. seneng aku kalo kalian komen. Sukur komenya jangan hanya "next" aja ya. Hahaha. Juga makasih buat yang vote sama coment. Nggah bosen bosen juga aku mau sekalian promo sama kalian. Jangan lupa follow akun aku ya…..
Thank you dan sampai bertemu di chap depan. dadahhhhhhhhhh
