Masterchef
.
.
Baekhyun duduk di depan tv. Tangannya sibuk memasukan beberapa popcorn yang tadi dia buat demi menyaksikan acara favoritnya malam ini. Masterchef sendiri merupakan acara dimana beberapa orang yang pandai memasak akan ditantang memasak ataupun menurut perintah para Chef handal kemudian menyerahkan hasilnya kepada sang Chef. Para Chef akan memberikan komentarnya mengenai cita rasa apa yang dimasak oleh para kontestan, menilai keindahan pada penampilan makanan tersebut sesudah disajikan, dan kemampuan para kontestan dalam hal potong-memotong.
Ia memekik girang ketika layar plasma televisi 60inch menampilkan sosok yang ia tunggu-tunggu. Dia adalah Park Chanyeol salah satu Chef atau juri dalam acara masterchef. Selain tampan dan pintar memasak Park Chanyeol juga seorang presdir atau CEO muda berpengaruh dalam perekonomian dunia. Paket lengkap menurut Baekhyun. Kaya, tampan, mapan dan pintar memasak adalah impian para wanita di seluruh dunia termasuk Byun Baekhyun.
"Oh… Chanyeollie~"
Gadis bertubuh mungil, bermata sipit dengan bibir layaknya seorang bayi itu menggerutu saat tangan Do Kyungsoo (seorang Chef wanita satu-satunya di acara Masterchef) mulai mencari kesempatan melakukan skinship meski wanita itu hanya memegang lengan Chanyeol tapi kelakuan Kyungsoo membuat api di dalam hati Baekhyun berkobar. Ia cemburu karena sahabatnya itu sengaja melakukan hal tersebut agar ia kepanasan di apartemen mereka.
Oh ya! Mereka maksudku Kyungsoo dan Baekhyun itu tinggal bersama.
"Yak! DO KYUNGSOO! LIHAT SAJA AKAN KUBUANG SEMUA TEPUNGMU DARI DALAM KULKAS!"
Teriakan si mungil meramaikan apartemen mereka yang ia huni sendiri. Tangannya membuang semangkuk penuh popcorn asin lalu membiarkan potongan-potongan jagung itu berserakan di lantai apartemen. Ada beberapa bagian popcorn yang tersebar di atas sofa kesayangan Kyungsoo. Setelahnya Baekhyun berlari ke dapur membuka kulkas mereka, dan membawa keluar tepung-tepung milik Kyungsoo yang selalu dipakai ketika si Chef bermata burung hantu itu bereksperimen membuat kue.
"Okay! Byun Baekhyun lebih baik kau segera masuk ke dalam kamarmu. Jangan lupa kunci pintunya sebelum si penguin Kyungsoo menginjakan kaki di rumah dan sebelum mata burung hantunya melihat apa yang sudah kau perbuat pada sofa dan tepung-tepung kesayangannya di dalam kulkas." Baekhyun bermonolog sambil menepuk-tepuk tangannya yang memutih karena memegang kantong tepung tadi.
Ia segera masuk ke dalam kamarnya yang kebetulan berada di lantai dua. Tak lupa juga menguncinya. Baekhyun merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Menjadi seorang pengangguran memang tidaklah enak! Ia sungguh sangat iri pada Kyungsoo yang berhasil meraih cita-citanya setelah lulus dari universitas. Sementara dirinya masih mencari jati dirinya.
"Kyung… kau menyebalkan eoh," gumamnya sambil berguling-guling di tempat tidur. Menggulung tubuhnya menggunakan selimut, persis seperti ikan salmon yang digulung nasi.
Hingga beberapa jam kemudian bunyi pintu seperti seseorang sedang memasukan password berbunyi. Baekhyun bersiap dengan badan tengkurap dan batal menutupi kedua telinganya. Masih sayang telinga, bersiap jika menit, detik berikutnya mendengar lengkingan keras suara mendayu Kyungsoo dari lantai bawah. Dan benar saja…
"BYUN BAEKHYUN SIALAN! CEPAT TURUN DAN RAPIKAN SEMUANYA SEBELUM AKU MENDOBRAK PINTU KAMARMU,"
"DASAR PENGANGGURAN SIALAN!"
"KYAAAAAAA! APA YANG KAU PERBUAT DENGAN SOFA KESAYANGANKU! DAN TEPUNG TEPUNGKU YANG MALANG!"
"SERIUS BYUN BAEKHYUN! CEPAT TURUN ATAU AKU AKAN MELAKUKAN HAL LEBIH PADA PARK CHANYEOL-MU ITU"
"ATAU MUNGKIN AKU AKAN MENGAJAKNYA BERKENCAN JIKA KAU TIDAK MAU TURUN DAN MEMBERESKAN SEMUA KEHANCURAN YANG KAU PERBUAT DALAM HITUNGAN KE 3"
"SATU…" Kyungsoo menghitung dengan nafas terengah-engah.
Sekarang siapa yang tidak akan kesal ketika pulang kerja melihat rumahnya seperti kapal titanic yang karam di tengah samudra antartika. Apalagi pelakunya adalah sahabatnya sendiri yang kini menjadi seorang pengangguran setelah menolak perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya. Malang tapi menyebalkan dan itulah Byun Baekhyun.
Gadis dengan tatapan mata burung hantu melempar tasnya ke lantai. Memunguti beberapa popcorn yang berceceran di sofa putih kesayangannya kemudian menaruhnya ke dalam mangkuk yang berada di meja depan tv.
"DUA…"
Tatapan matanya terarah pada pintu bercat putih di lantai dua. Masih belum terbuka eoh! Ia merogoh ponselnya memilih kontak pada menu dan mencari nama Park Chanyeol disana. Senyum mengejek Kyungsoo berikan pada pintu yang masih belum terbuka. Ia tahu si penghuni sedang menunggu-nunggu di dalam sana. Tanpa keraguan ia segera menekan ikon telepon pada layar ponselnya. Lalu pada sambungan kedua si penerima mengangkat panggilannya.
"Kyungsoo-ya ada apa?" Suara baritone milik Park Chanyeol terdengar memecahkan keheningan yang terjadi di apartemen mewah milik Kyungsoo.
Kalau kalian ingin tahu Kyungsoo sengaja berdiri di depan pintu kamar Baekhyun sebelum menghubungi Chanyeol. Dan menekan tombol speaker agar si Baekhyun memasang telinganya baik-baik bahwa ancaman yang Kyungsoo berikan memanglah serius.
Kleek!
Baekhyun menyerah membuka pintu ketika mendengar suara Chanyeol. Kepalanya menyembul menatap Kyungsoo yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan senyuman mengejek di wajahnya.
"Kyung…" cicitnya.
"Oh! Tidak ada apa-apa. Terima kasih sudah menolongku tadi Chanyeol-ah!" Kata Kyungsoo memanas-manasi.
"Kalau begitu sudah dulu ya! Aku sedang nyetir,"
"Ya! Hati-hati dijalan," ucap Kyungsoo mengakhiri panggilannya dan memberikan death glare nya kepada Baekhyun yang sudah berada di lantai satu membereskan semua kekacauan yang diperbuat.
Nah sudah dulu ya kawan karena Baekhyun saat ini sedang membersihkan ruangan tamu apartemen Kyungsoo belum lagi area dapur dan pergi ke supermarket membeli tepung-tepung baru untuk Kyungsoo. Bukan membeli lebih tepatnya mengganti sih.
tbc atau end?
