Masterchef
.
.
Acara berbelanja menurut Baekhyun tidaklah begitu menarik. Tau sendiri dia paling anti belanja ke supermarket sendirian, tanpa ditemani Kyungsoo. Tapi kali ini dia harus pergi berbelanja ke supermarket demi Park Chanyeol-nya agar pria tampan itu tidak diajak pergi kencan. Walau bisa saja Kyungsoo berbuat jahat pada Baekhyun dengan melakukan hubungan backstreet ya berhubung mereka juga publik figur. Namun yang pasti Kyungsoo tidaklah sejahat itu menghunuskan samurai ke badan sahabatnya sendiri terlebih kondisi Baekhyun saat ini. Oke lupakan masalah itu dan kembali pada si mungil Bunny Baekhyun yang sedang mendorong troli menyusuri rak-rak tempat bahan pembuat kue.
"Tadi merek tepung apa ya yang kubuang,"
Baekhyun tampak berpikir. Ia pemikir yang sangat lama sebelum mengambil keputusan omong-omong. Contohnya saja Baekhyun sudah berdiri hampir 30 menit hanya untuk mengamati merek tepung mana yang dia buang tadi.
"Aduh! Mengapa aku mendadak pikun sih ? Padahal sebelum-sebelumnya aku juga pikun. Hehe," eh…
Gadis berusia dua puluh empat tahun itu memukul pelan kepalanya sendiri. Kemudian mendekatkan diri pada rak dan menjinjitkan kaki berusaha mengambil tepung yang berada di rak paling atas.
"Ugh… susah sekali," eluhnya.
Tangan Baekhyun menggapai-gapai namun tak sampai. Diliriknya lorong rak juga sepi tak ada pegawai yang bisa dimintai tolong. Tapi yang namanya Byun Baekhyun itu tidak mudah menyerah nyatanya gadis itu saat ini sedang meloncat dan mencoba meraih tepung itu.
Tiba-tiba saja gerakan loncat-meloncat Baekhyun terhenti ketika mendapati tubuhnya terhimpit ke depan rak. Aroma kelaki-lakian menyeruak masuk ke indra penciuman Baekhyun.
"Pilihan yang bagus nona," suara berat khas seorang Park Chanyeol menyapa indra pendengarannya.
Deg,
Kretek!
Bunyi suara tulang leher Baekhyun yang mendadak kaku sulit untuk digerakkan dan si pemilik memaksakan tulang lehernya menoleh ke belakang lalu menengadahkan wajahnya ke atas melihat siapa orang pemilik suara baritone seperti Park Chanyeol-nya.
"Park… park… Chan-yeol,"? Mendadak lidah Baekhyun menjadi kelu dan tergagap.
Tangan Chanyeol terulur ke atas mengambil dua bungkus tepung yang sama persis seperti tepung yang mau Baekhyun ambil. Pergerakan Chanyeol semakin membuat Baekhyun terhimpit antara rak dan tubuh Chanyeol. Sejujurnya Baekhyun sih senang-senang saja terhimpit di antara rak dan tubuh Chanyeol, atau di antara jurang pun ia rela asalkan bersama sang idola.
"Benar," Pria itu tersenyum menampilkan deretan gigi putih nan rapi. "Ini" tangannya memberikan satu bungkus tepung dengan merek bala-bala cepat saji pada Baekhyun tapi si wanita hanya mengerjap polos sambil terus memandangi wajah Chanyeol tanpa berkedip.
"Nona?" Panggil Chanyeol halus. Ia melambaikan tangan di depan wajah Baekhyun bermaksud menyadarkan wanita itu dari kekaguman akan ketampanan yang Chanyeol miliki.
"A-ah ya! Maafkan saya," badan Baekhyun membungkuk sebanyak dua kali hingga rambut ekor kudanya mengibas wajah Chanyeol.
Kepala Chanyeol menggeleng-geleng maklum setelah matanya terkena ujung rambut dan acara kedip mengkedip karena perih yang dirasakan tak kunjung menghilang sampai air mata Chanyeol menggenang di pelupuk matanya. Sudah kumaafkan kau dua kali. Gerutu Chanyeol dalam hati. Untung saja wanita di hadapannya ini termasuk dalam kategori cantik coba kalau tidak mungkin sudah Chanyeol teriakin. Maling… maling hatinya Chanyeol.
"Tidak apa-apa. Apa anda akan membuat cookies?" Tanya Chanyeol setelah Baekhyun menaruh tepung tersebut ke dalam troli.
"A-ah itu saya tidak pandai membuat cookies apalagi memasak," cicit Baekhyun seperti tikus terjepit.
Sementara Chanyeol hanya ber'O' ria kepalanya manggut-manggut. "Lalu Anda akan bereksperimen?"
Ia menggeleng membuat ekor kudanya bergoyang ke kiri dan ke kanan. "Tidak juga. Uhm... aku tadi kesal dengan temanku lalu membuang semua tepung yang ada di kulkas. Um… lebih tepatnya aku menggantinya… "
"Begitu."
Keheningan menyelimuti mereka. Hingga Baekhyun memutuskan untuk mencari barang apalagi yang tadi dibuang.
"Aku Chanyeol dan kau?" Chanyeol tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuk yang tak gatal sama sekali.
Oh my lord! Chanyeol memperkenalkan dirinya! Oh Kyung kau harus lihat ini… dewi batin Baekhyun berjingkat kesenangan di dalam sana. "Ugh… a-aku Baek-hyun," karena grogi menguasai Baekhyun pun tergagap.
"Chanyeol. Park Chanyeol. Senang bertemu denganmu nona Baekhyun.." Chanyeol menatap Baekhyun seolah menunggu wanita itu menyebutkan marganya.
"Byun. Baekhyun Byun," sahut Baekhyun mengulurkan tangan.
Sesungguhnya Baekhyun sedang modus sih. Ingin membalas Kyungsoo yang tadi sempat memanas-manasinya di acara Masterchef. Chanyeol menjabat tangannya.
Bayangkan nih bayangkan tangan idola kalian saat ini sedang menjabat tangan kalian. Nah seperti itu juga yang Baekhyun rasakan. Antara mau meloncat sambil memekik tapi tertahan karena harus menjaga image lalu setelahnya tangan itu tak akan pernah dicuci walaupun saat mandi atau setelah makan.
"Saya juga senang bisa bertemu anda Chanyeol-ssi," tetap jaga image Baekhyun! Jangan memekik meski idolamu berada di depan matamu… apalagi wangi tubuhnya astaga! Kyungsoo sialan kenapa dia mengganggu milikku~ ugh sudah punya si setan hitam juga masih tidak bersyukur.
"Jangan terlalu formal ketika sedang berbicara denganku, Baekhyun-ah!" Wanita itu menggigit bibir bawahnya, menahan pekikan kegirangan okay!
Dia memanggilku Baekhyun-ah! Tolong aku! Sebelum aku jatuh pingsan disini….
"Ah- ya!," Jawabnya kikuk.
Mereka jalan berdua menyusuri rak-rak di supermarket. Chanyeol dengan keranjang dan Baekhyun dengan troli belanjaan nya.
Mungkin setelah kejadian ini bisa membuat Baekhyun hobi pergi berkunjung ke supermarket walau tak membeli apapun di sana. Hanya sekedar berkunjung… siapa tahu Tuhan akan mempertemukan dirinya dengan Chanyeol lagi.
double update selagi aktif dan ide lancar.
Thanks to BaekHill ~
