Masterchef

.

.


Baekhyun duduk termenung memandangi telapak tangannya sesekali gadis itu tersenyum dan memekik senang kala memori Chanyeol menjabat tangannya berputar di otak cantiknya bagaikan kaset kusut.

Sedangkan Kyungsoo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu. Dia bahkan berpikir apakah Baekhyun baik baik saja atau saat ini gadis itu sedang kerasukan setan. Setan lagi ! Nah si Setannya gak terima dibawa-bawa. Tentu makhluk tak kasat mata itu marah sebab itu bukan ulah mereka eoh! Itu ulah Chanyeol. Si tampan, kaya, dan mapan.

"Baekh mau sampai kapan kau terus bertingkah seperti itu? Lihat ulahmu?" Kyungsoo menatap wallpaper dinding apartemennya yang tercabik mengenaskan.

Baekhyun tidak menyahut masih asyik dengan dunianya sendiri. Anak itu memang benar-benar.

"Wallpaperku! Kau harus menggantinya! Ah-ha sofaku yang malang…," eluh Kyungsoo. Tidak sofanya lebih mengenaskan dibandingkan wallpaper apartemen nya.

Baekhyun melirik perabot Kyungsoo dengan ekor matanya. Entahlah berapa puluh uang yang akan dikeluarkan Baekhyun demi mengganti Wallpaper apartemen dan sofa Kyungsoo. Omong-omong sofa Kyungsoo itu salah satu barang limited loh dan si mungil baru menyadarinya ketika sekelebat ucapan Kyungsoo berdengung di telinganya.

Baekh lihat sofa baruku ~

Baekh sofaku ini limited loh….

Mati kau Byun Baekhyun!

"Baekh kau harus mengganti sofaku yang sama persis. Kau tidak lupakan kalau sofaku ini limited edition ?" Aura hitam menyeramkan menguar dari balik punggung Kyungsoo. Baekhyun meneguk ludahnya ragu. Mungkinkah dia akan selamat dari Kyungsoo? Sepertinya tidak! Poor Kyoong…

"I-iya ak-aku akan menggantinya. Kau tenang saja," jawabnya ragu.

"Ya harus. Kau harus menggantinya kalau tidak aku akan melaporkan keberadaanmu kepada paman Byun." Makanya Baekhyun sebelum bertindak harus memikirkan resikonya terlebih dulu. Jangan seperti ini sudah jadi pengangguran, menumpang tapi tak tahu diri.

"Tolong ancamanmu Kyung," wajah Baekhyun memelas sambil mengerjapkan matanya layaknya seekor puppy.

Wajah garang Kyungsoo melunak melihat tatapan puppy Baekhyun. "Baiklah! Tapi aku mau kau mengganti sofa dan wallpaperku dalam waktu satu minggu. Kalau tidak habis sudah riwayatmu."

"Y-ya,"

O ~o~ O

3 hari kemudian…

Baekhyun menatap ponselnya. Satu-satunya jalan keluar dia harus menjual mobilnya. Tapi uang dari penjualan mobil Baekhyun tidak akan cukup membeli sofa Kyungsoo yang harganya selangit itu. Tahu sendiri saat ini Baekhyun sedang dalam masa masa sulit. Dia kabur dari rumah yang artinya semua card-nya ia tinggalkan dirumah. Hanya membawa mobil kesayangan nya. Harapan Baekhyun cuma satu yaitu Chanyeol. Sedangkan laki-laki itu sampai saat ini belum menghubunginya. Padahal ini sudah hari ketiga setelah pertemuan mereka. Hanya tersisa 4 hari lagi maka tamat riwayat Baekhyun jika sampai ia tidak bisa menggantikan wallpaper dan sofa Kyungsoo.

Kyungsoo akan mengadukan kelakuan Baekhyun pada ayahnya. Kemudian Ayahnya -Tuan Byun- akan datang lalu menyeret anaknya pulang. Setelah itu Baekhyun akan dinikahkan oleh lelaki pilihan Tuan Byun. Kyungsoo jahat sekali. Gerutu Baekhyun dalam hati.

*Apa yang aku harus lakukan?" Baekhyun mondar-mandir di dalam kamarnya.

Take your time~

Papa is Calling…

Iphone pro 11 Baekhyun berdering. Matanya terbelalak melihat nama si penelpon. Tuan Byun menghubunginya. Terima atau tidak? Kedua setan di sisi kanan kiri Baekhyun menyuarakan pendapatnya.

Tapi berhubung Baekhyun merindukan suara ayahnya ia memutuskan untuk menerima panggilan pada sambungan ke 6.

"Baekh… sayang," sebelum menerima panggilan Tuan Byun gadis itu sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.

Takut ayahnya berteriak. Namun nyatanya tidak.

"P-apa," ia mencicit.

"Baekkie sayang pulang ya… papa rindu," terdengar helaan nafas di seberang sana.

"Jangan menyusahkan Kyungsoo. Pulang ya…," bujuk Tuan Byun.

"Tidak mau." Dua kata yang Baekhyun ucapkan mampu membuat Tuan Byun lagi-lagi memasang wajah murungnya.

"Okay! Papa tidak akan menjodohkanmu lagi." Akhirnya kata yang ditunggu-tunggu Baekhyun selama ini keluar juga. "Padahal papa akan menjodohkanmu dengan anak Paman Park Yunho." Lanjut Tuan Byun.

"Tapi pa Baekhyun tidak mau dijodohkan,"

"Benar tidak mau dengan laki-laki pilihan papa? Kau yakin tidak akan menyesal setelah papa memutuskan perjodohanmu itu?" Kening Baekhyun berkerut mendengar ucapan papa-nya.

"Cobalah sekali saja kau bertemu dan makan siang bersama. Setelah bertemu dan jika kalian memang merasa tidak cocok kau boleh mengakhiri perjodohan ini," pinta Tuan Byun.

"Tapi pa-,"

"Baekhyun please…," potong Tuan Byun cepat

"Akan Baekhyun pikirkan ulang," jawabnya dengan wajah masam.

Ia segera memutuskan panggilan secara sepihak. Air matanya menggenang di pelupuk matanya. Anak itu akan menangis jika dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.

Tapi benda tipis yang harganya selangit walau bukan tandingan sofa Kyungsoo itu kembali bergetar. Walau bukan tandingan sofa Kyungsoo sih.

Tanpa melihat siapa si penelpon yang ia yakini adalah ayahnya Baekhyun menerima panggilan itu cepat bersamaan dengan isakan kecil yang lolos dari bibir merahnya.

"Hiks… Baekhyun tidak mau papa… jangan paksa Baekhyun melakukan hal yang tidak aku inginkan. 😭"

"H-hei Baek-hyun… jangan menangis," suara baritone itu mengagetkan Baekhyun. Ia segera menjauhkan ponselnya melihat ke layar yang menampilkan nomor tak dikenal.

"Nu-nugu?" Tanyanya. Masih dengan isakan kecil.

"Chanyeol. Park Chanyeol. Kau mengingatku kan?"

"Hu um," gumam Baekhyun sambil mengangguk dua kali.

"Sepertinya aku menelpon disaat yang tidak tepat," kekehan Chanyeol terdengar. Ugh… rasanya Baekhyun mau menenggelamkan dirinya ke kutub utara. Malu sekali.

"Maafkan aku Chanyeol. Aku tidak melihat siapa yang menelpon. Aku kira papa-ku,"

"Tidak apa-apa," sahut Chanyeol cepat. Ia tidak ingin membuat Baekhyun merasa bersalah dan malu.

Yang Chanyeol tahu Baekhyun itu pemalu. Padahal mah malu-maluin.

"Euh, Baekh… bisa bertemu tidak? Aku ingin menanyakan tentang tawaranku itu. Apakah kau sudah memiliki jawabannya? "

"Hiks i-iya."

"Iya apa Baekhyun?" Tanya Chanyeol. Tak mengerti.

"I-iya aku mau bekerja menjadi asistenmu." Jawab Baekhyun.

Selamat Baekhyun penderitaanmu baru akan dimulai.


nah~ sampai sini sadar gak sih siapa orang yang akan di jodohkan sama si baby baek ? O~O

Thank ya! Don't forget to follow, fav, and review if u like this FF gaje.