MASTERCHEF

.

.

Sepeninggalan Chanyeol, gadis itu—baekhyun—segera pergi dari restoran tersebut. Ia masih harus mengurus masalah wallpaper dinding apartemen Kyungsoo.

"Ah—jongdae!"

Other side…

"Kau—APA CHANYEOL ?"

"Aku bilang—aku mempekerjakan Baekhyun sebagai asisten pribadiku" Kyungsoo melotot tak percaya.

"Tidak—kau tidak boleh! Gadis itu—dia tidak bisa berbuat apa-apa Chanyeol! Bahkan mengurus dirinya sendiri saja dia tak bisa. Apalagi kau mempekerjakan Baekhyun sebagai asisten pribadi yang ada kau bisa darah tinggi," Kyungsoo membuka suara tidak setuju dengan keputusan Chanyeol mempekerjakan Baekhyun.

"Aku sudah terlanjur…" Chanyeol menghela nafas! "Lagipula itu juga salahmu! Kenapa kau tidak pernah bilang punya sahabat secantik Baekhyun."

"APA—KAU BILANG BAEKHYUN CANTIK?" Seketika Chanyeol ingin menyumpal kedua telinganya. Reaksi Kyungsoo benar-benar berlebihan.

"Astaga—" gadis itu menggeleng-gelengkan kepala.

"Sudah… yang terpenting aku bisa berdekatan dengan dia," asal kau tau saja dia itu penggemar beratmu bodoh—gerutu Kyungsoo dalam hati.

"Oh ya kau beli sofa dimana sih?" Speak Chanyeol.

"Sofaku itu limited edition. Kau harus memesannya dulu—tunggu kenapa kau bertanya tentang sofaku?" Kyungsoo menatap bingung rekan kerjanya itu.

Jangan bilang Baekhyun menerima tawaran Chanyeol menjadi asisten demi mengganti sofa miliknya.

Chanyeol menggaruk tengkuk yang sebenarnya tidak gatal. "Baekhyun bilang dia merusak sofamu? Apa itu benar?"

"Iya itu benar," jawab Kyungsoo. Karena saking senangnya dia bisa bertemu denganmu dan melampiaskan rasa gemasnya pada sofa dan wallpaper ku. Sambung Kyungsoo dalam hati.

Kyungsoo memicingkan mata, menatap Chanyeol penuh dengan rasa curiga.

"Kau—"

Chanyeol meringis, "Aku mengiyakan ketika dia meminta tolong kepadaku untuk membantunya mengganti sofa mu."

"Astaga! Aku bisa gila." Sahut Kyungsoo, gemas sendiri.

~oOo~

Baekhyun memarkirkan mobilnya di depan gedung perusahaan wallpaper ternama, Kim's Wallpaper.

"Permisi," ucap Baekhyun ketika sampai di depan meja resepsionis.

"Ye, apakah ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya nya ramah.

"Apakah Kim Jongdae nya ada?" Tanya Baekhyun dengan wajah berharap. Dalam hati ia memanjatkan doa semoga sahabatnya itu ada di tempat. Kalau ada kan lumayan bisa minta diskon sama Jongdae.

"Mohon maaf sajangnim sedang tidak ada di tempat saat ini. Apakah nona sudah membuat janji sebelumnya?" Baekhyun menggeleng.

"A—ah saya belum membuat janji." Jawab Baekhyun sedikit kecewa.

"Apakah nona ingin menyampaikan pesan?"

Baekhyun menggelengkan kepalanya lagi. "Tidak. Tidak perlu. Saya hanya ingin memesan jenis wallpaper ini" Baekhyun menunjukan gambar pada ponselnya.

"Kebetulan sekali nona wallpaper jenis ini stocknya tinggal sedikit." Ucapnya memberitahu.

"Syukurlah… aku ingin dipasang besok bisa ?" Tanya Baekhyun.

"Bisa." Jawabnya. "Sebelumnya nona bisa mengisi formulir ini," wanita itu memberikan selembar kertas formulir pemesanan kepada Baekhyun.

"Ah ya. Terima kasih," ucap Baekhyun menerima formulir itu.

Baekhyun menuliskan nama dan alamat serta nomor ponsel pada formulir itu. Beruntung stock wallpaper seperti punya Kyungsoo masih ada di tempat Jongdae coba kalau tidak—bisa habis sudah riwayat Baekhyun.

Setidaknya Baekhyun bisa sedikit lebih tenang karena satu persatu masalah sudah tahap penyelesaian.

Wallpaper tinggal di pasang dan sofa tinggal tunggu datang.


a/n: mohon maaf nulis semampunya.

Hm, besok bantuin si Baekhyun bangun pagi ya ~