Keesokan paginya, Baekhyun terbangun dari tidur cantiknya, ah… lebih tepatnya terbangun karena kaget mendengar suara Alarmnya yang terus berbunyi.
Mata Baekhyun melirik ke arah jam di atas nakas. Waktu menunjukan pukul 7.30, dengan wajah bantal dia mencoba mengecek ponselnya.
15 misscall, 30 chat from Chanyeol.
"Mati aku," pikir Baekhyun melayang, jauh entah kemana.
Tolong ingatkan Baekhyun, hari ini adalah hari pertamanya kerja bersama sang idola.
Tolong diingatkan lagi, hari pertamanya bekerja ia malah memberikan kesan buruk bagi sang idola.
Baekhyun bangun kesiangan, di hari pertama kerja.
•••
"Bisa diam tidak! Dari tadi kau terus mondar-mandir di depanku memangnya tidak pusing apa?" Hardik Sehun pada Chanyeol.
Bagaimana tidak pusing, Baekhyun asisten barunya belum menunjukan batang hidungnya, padahal jam sudah menunjukan pukul 7.30 tapi anak itu masih belum muncul.
Yang Chanyeol pikirkan takutnya Baekhyun nyasar, atau diculik oleh preman, mengingat betapa menggemaskannya wajah gadis itu.
"Diamlah Sehun. Kau tak tau betapa aku mengkhawatirkan dirinya," Chanyeol berkata jujur, ia kembali menghubungi Baekhyun,
"Yeoboseyo…" sapa Baekhyun.
"Baek- kau dimana? Kenapa belum datang? Apa kau nyasar ? Atau ada orang yang berbuat jahat padamu?" Sabar pak, tanya-nya satu-satu.
"Eum,... Maafkan aku Chanyeol-ssi, eum, itu aku baru bangun." Jawab Baekhyun jujur, ia malu sekali sebenarnya.
"Syukurlah… aku pikir kau kenapa-kenapa," ucap Chanyeol, akhirnya dia bisa bernafas lega setelah mengetahui bahwa si mungil ternyata masih ada dirumah. Eh…
"Kau masih dirumah?" Tanya Chanyeol tiba-tiba.
"Iya, maafkan aku." Fakta baru yang Chanyeol tahu, jika Baekhyun merasa bersalah maka gadis itu tak segan mengucapkan kata maaf berulang kali.
"Tidak. Tidak apa-apa Baekhyun-ah, lagi pula sekarang jadwal ku kantor. Mungkin besok kau harus bersiap datang pagi-pagi karena besok jadwalku untuk syuting,"
Sehun selaku managernya mengernyit bingung, bukankah Chanyeol ada jadwal syuting siang ini ?
"Maafkan aku mengecewakanmu di hari pertamaku bekerja" sesal Baekhyun.
"Tidak apa-apa, sejujurnya aku menghubungimu untuk memberitahu kabar itu. Syukurlah kau belum pergi ke apartemenku," ucap Chanyeol dengan cengiran khas miliknya.
"Eum, iya."
Hening…
Baik Chanyeol maupun Baekhyun keduanya terdiam beberapa saat.
"Baekhyun-ah apa kau masih berada disana?" Tanya Chanyeol dengan nada dibuat seimut mungkin yang mana membuat Sehun ingin menyemburkan kopi hitam nya ketika mendengarnya.
"Iya, aku masih mendengarmu."
"Bagaimana kalau kau datang ke apartemenku sore ini pukul 6, ingat ya pukul 6 harus sudah sampai di apartemenku."
"Nde~ "
•••
"Dimana Baekhyun?" Cibir Kyungsoo. Mata bulatnya mencari-cari sosok mungil yang biasa ditemukan di apartemen nya.
Chanyeol menghela nafas, "Benar katamu Kyung, Baekhyun pagi ini bangun kesiangan."
Mendengar ucapan Chanyeol, Kyungsoo hanya terkekeh pelan. "Sudah kubilang apa, dia itu tidak cocok menjadi asisten mu."
"Biarlah, aku merugi. Asalkan aku bisa terus berdekatan nya aku rela," ucap Chanyeol berhasil membuat Kyungsoo menggelengkan kepala.
"Dasar bucin!" Kyungsoo berdecak sebal, nyatanya teman seprofesinya itu sama gilanya dengan Baekhyun.
Bahkan mereka saling mengagumi dalam diam.
"Ingat Chan, appa dan eomma mu ingin menjodohkanmu."
"Bisa tidak jangan ungkit-ungkit masalah perjodohan?" Tanya Chanyeol, sewot. Kyungsoo itu macam teman yang gak bisa melihat teman lainnya bahagia, pasti ada aja omongan yang bikin orang itu tersadar.
"Waeeeeyeo?" Goda Kyungsoo.
"Baru memikirkannya saja kepalaku sudah pusing." Papar Chanyeol.
"Ya, kalau begitu jangan dipikirkan. Tapi dilakukan." Ucap Kyungsoo, sengaja menggoda Chanyeol. Mata Chanyeol mendelik, kesal.
Heran, manusia kuntet, Kyungsoo hobi sekali menggoda dirinya. "Heeh, memangnya mudah apa?" Tanya Chanyeol.
"Mudah. Tinggal temui, duduk, kemudian selesai," jawab Kyungsoo.
Kalau sudah begini biasanya Chanyeol pergi meninggalkan Kyungsoo, tapi berhubung manusia kuntet itu tinggal serumah dengan Baekhyun, Chanyeol harus berbaik hati kepada nya, biarlah Kyungsoo puas dulu menggodanya, baru setelah itu dia mulai memancing Kyungsoo untuk memberitahu semua kesukaan Baekhyun-nya.
"Dipikir mudah kali ya," gerutu Chanyeol.
"Mudah! Sudah ku bilang hanya tinggal datang saja, semua masalah selesai Chan. Kalau kau sudah bertemu dengannya, kau bisa memutuskan perjodohan itu dengan beribu alasan, eoh! Bilang saja kalian tidak cocok, atau dia jelek mungkin," saran Kyungsoo.
Sejujurnya apa yang diucapkan Kyungsoo ada benarnya juga. Mungkin dilain waktu ia bisa bertemu dan menjelek-jelekan calon tunangannya di depan orang tua nya.
"Bukan ide yang buruk," celetuk Chanyeol.
"Oh ya, Baekhyun juga akan di jodohkan! Jadi kalau kau benar-benar menyukai temanku yang super menggemaskan itu," ketika mengucapkan kata menggemaskan kedua bola mata Kyungsoo memutar, malas. "Kusarankan untuk mengejarnya," kata-kata Kyungsoo membuat hati menghangat. Senyuman merekah di wajah namja berparas dingin itu.
"Terima kasih atas saran dan perhatianmu, kyung." Seru Chanyeol.
"Sama-sama itulah gunanya teman." Sahut Sehun yang sedari tadi hanya diam mengamati interaksi sang aktris.
"Teman pantatmu," umpat Chanyeol sebal.
"Yak! Kenapa kau mengumpatiku eoh! Salahku dimana?" Ucap Sehun sewot.
"Semua yang kau lakukan dimataku salah!"
"Apa kau bilang?" Tanya Sehun tak terima.
"Hei... Kenapa jadi pada ribut eoh?" Sela Kyungsoo, sebelum Chanyeol kembali menjawab.
"Aku tidak tahu noona, dia itu sudah aneh sejak pagi tadi." Gerutuan Sehun membuat Kyungsoo terkekeh.
"Sudah, lebih baik kita selesaikan syuting agar bisa pulang sore," tiba-tiba saja Chanyeol teringat dengan janjinya pada si mungil.
"Benar juga," kata Chanyeol berubah menjadi semangat.
"Tuhkan sudah kubilang dia aneh noona," bisik Sehun ketika melihat kepergian Chanyeol.
ekhem, ciyee, hm,
Iya makasih aku lanjutin ceritanya.
Wp aku ada, Baekb96, cari aja tapi aku belum publis cerita.
