Baekhyun side,
Ting tong,
Aku memencet bel, berdiri menunggu dibukakan pintu oleh Chanyeol. Sejujurnya, ingin sekali aku memekik, meloncat, kalau perlu aku ingin sekali mencakar tembok jika tidak mengingat malu, mungkin sudah kulakukan beberapa saat yang lalu.
Satu,
Dua,
Tiga,
Pintu itu terbuka, kepala Chanyeol menyembul dari balik pintu. Namja itu tersenyum padaku, menampilkan deretan gigi putihnya.
"Selamat datang Baekhyun~ah," Chanyeol membuka pintu apartemennya, lebar-lebar. Mempersilahkan aku masuk kedalam.
Chanyeol menutup pintu kembali, setelah aku berada di ruang tamu.
"Silahkan duduk, anggap saja rumah sendiri." Aku mengerutkan kening, bingung dengan penuturannya.
Disini aku bekerja, bukan sebagai tamu. Harusnya, Chanyeol menyuruh aku melakukan sesuatu, mungkin membantunya merapikan barang, perlengkapan yang akan dibawa besok untuk proses syuting. Tapi, Chanyeol malah menyuruhku duduk manis diatas sofa empuk di ruang tamu apartemennya.
Tatapan mataku terus mengikuti setiap apa yang Chanyeol lakukan, pria itu sibuk sendiri mondar-mandir di depan ku, bahkan mengabaikan kehadiran diriku.
"Euhm, maaf Baekhyun-ah! Kau mau minum apa? Apa kau sudah makan malam?" Tanya Chanyeol dari arah dapur.
Aku beranjak dari tempat duduk, berjalan menghampiri Chanyeol di dapur.
Ketika sampai di dapur, mataku disambut dengan pemandangan super seksi. Chanyeol sedang memasak sesuatu, terlalu fokus dengan masakannya sampai tak menyadari kedatanganku.
Ugh, tapi tak apa yang terpenting aku bisa melihat Chanyeol memasak makanan secara langsung. Menatap punggung kekar nan seksi itu tanpa halangan kaca tv, merupakan sebuah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.
"Euhm, apakah aku bisa membantu?" Tanyaku, ragu.
"Tidak perlu. Kau bisa duduk manis di sana saja," Chanyeol menunjuk sofa empuk yang tadi kududuki.
Ada sedikit rasa kecewa di hatiku, entahlah. Itu seperti Chanyeol menolakku, padahal kedatanganku kesini untuk bekerja.
Karena bosan menunggu, aku menyalakan tv berukuran 60 inch.
Author side,
"Penyanyi C, mengumumkan bahwa dia memiliki seorang kekasih, dia juga berkata ingin hidup bersama orang yang dicintainya sampai maut memisahkan." Seorang wanita itu tampak asik membahas gosip terbaru dari pelantun shall we.
Di layar televisi itu tampak menampilkan foto penyanyi C bersama seorang wanita. Penyanyi C terlihat bahagia dalam foto itu, begitu pula sang wanita yang tersenyum bahagia menatap penyanyi C.
"Nah, ada berita terbaru dari penyanyi C. Ternyata wanita itu bukan berasal dari kalangan selebriti, dan satu lagi yang perlu para penggemar penyanyi C ketahui bahwasanya mereka sudah bertunangan, saat ini tunangan penyanyi C ini dikabarkan tengah berbadan dua, daebak!" Sambung presenter pria yang tampak kagum dengan si penyanyi C.
"Lalu kemana Dispatch biasanya mereka yang paling pintar membuntuti para artis ?" Sindir si presenter wanita.
"Apakah pasangan satu januari telah ditiadakan dari agenda dispatch?" Presenter pria menambahi.
"Betul, bla bla bla…"
Tut,
Baekhyun mematikan tv besar itu, menaruh remot kembali di tempatnya.
"Apa-apaan itu seharusnya kabar itu menjadi kabar baik, bukan kabar buruk! Semua idol pasti memiliki kehidupan masing-masing, huh!" Pikir Baekhyun.
"Kenapa dimatikan? Padahal aku ingin tahu reaksi para penggemar Chen," seru Chanyeol dari dapur.
"Andwae~ " sahut Baekhyun tak kalah cepat.
Yeoja bertubuh mungil itu kembali ke arena dapur, berdiri sambil berkacak pinggang dengan wajah merengut. Alih-alih takut, Chanyeol malah terkekeh ketika memandang wajah merengut Baekhyun, menggemaskan katanya.
"Ada apa Baekhyun~ah?" Tanya Chanyeol.
"Ish, aku kesini bukan sebagai tamu." Oh lihat betapa menggemaskannya gadis itu, merajuk pada Chanyeol.
"Aku bisa kok merapikan piring-piring itu, boleh ya?" bujuk Baekhyun, bersikeras ingin membantu Chanyeol.
Kepala Chanyeol menggeleng dua kali, "Duduk saja disana," pria itu mengangkat dagunya menunjuk sofa tadi.
"Ish, aku datang kesini untuk bekerja. Bukan malas-malasan." Baekhyun menggerutu dengan nada kecil, namun masih bisa ditangkap oleh pendengaran Chanyeol.
"Tidak baik gadis secantik dirimu menggerutu seperti itu. Duduk manis dan tunggu masakan ku matang, setelah itu kita bisa makan bersama. Jika kau haus ambil saja di kulkas ada beberapa kaleng minuman, pilihlah salah satu." Chanyeol kembali memfokuskan diri pada masakannya, aroma rempah menyebar ke seluruh ruangan. Membuat cacing di perut Baekhyun meronta minta diberi makan.
Kruyuk!
Cacing sialan, batin Baekhyun ketika menyadari perutnya berbunyi cukup keras.
Dia baru tersadar, sejak pagi tadi perutnya belum menerima makanan apapun selain air putih karena Baekhyun sibuk berdandan, memilih baju, luluran, sampoan, pokoknya kayak mau bertemu kekasihnya saja padahal Baekhyun mau bertemu bos nya, kan aneh…
"Eiii… kau sudah kelaparan ya?" Goda Chanyeol. Tangan namja itu sibuk mengiris daging tipis-tipis.
Seketika Baekhyun menundukan wajahnya, malu rupanya. Bisa juga anak itu malu, biasanya jika bersama Kyungsoo dia yang selalu merengek minta dibuatkan makanan, kalau sekarang diam-diam dalam hati menggerutu Chanyeol terlalu lama masaknya.
Gadis itu bungkam, menghampiri kulkas, mengambil salah satu kaleng minuman berperisa strawberry untuk mendinginkan kedua pipinya yang menghangat.
15 menit berlalu,
Chanyeol saat ini sedang sibuk menata makanannya di meja, sedangkan Baekhyun sibuk memperhatikan gerak-gerik idolanya.
Dalam hati, Baekhyun sudah pengen teriak-teriak gak jelas. Gak bisa dibayangkan, mimpi apa sebelumnya sampai dia seberuntung ini.
"Ekhem, aku tau aku tampan," goda Chanyeol ketika sadar diperhatikan.
"Eh, eh," reflek, Baekhyun menunduk. Malu ih di tatap sama idola.
"Sini duduk, kita makan malem bareng," ajak Chanyeol, tangan lelaki itu mengibas-gibas di udara.
Gak usah di pikir pake panjang lagi, Baekhyun langsung aja duduk di depan Chanyeol, kebetulan juga dia udah kelaperan.
"Jadi, aku disuruh datang ke rumah kamu cuma buat nemenin makan malam aja ?" Tanya Baekhyun setelah menaruh sendok di sisi kiri piring, dia natap Chanyeol dengan tatapan hm, bingung.
Chanyeol yang lagi mengunyah makanannya buru-buru nelen, biar dia bisa jawab. Dia natap mata bulat sabit itu, kedua bibirnya melengkung ke atas buat senyuman menawan.
"Kalo iya kenapa ? Lagi juga aku bosan makan malam sendirian mulu," Chanyeol menyeka bibirnya dengan tisu, kemudian tuang air ke gelas miliknya, juga milik Baekhyun.
"Tapi, aku kan datang buat kerja bukan buat makan," tiba-tiba aja perasaan Baekhyun mendadak gak enak, dia nunduk aja gak berani natap Chanyeol.
"Kerja mah gampang, makan dulu biar otaknya jalan." Chanyeol meneguk air mineral di gelasnya sampai tandas.
"Habis ini kita ke supermarket, temenin aku belanja kebutuhan buat seminggu, kamu mau kan?" Baekhyun mah ngangguk aja, ngiyain, lagi juga itu termasuk pekerjaan pikir dia mah gitu, padahal gak tau aja si bapak Chanyeol lagi mau pendekatan.
.
.
.
.
notes: kurang ngefeel ya, aku minta maaf.
Aku pengen publis ff baru, cuma takut terlantar, tapi pingin publis, tapi takut,
