AAARRRRGHHHHHHHHHH
Kalian pasti tau itu suara pekikan siapa ?
Kyungsoo yang kebetulan sedang minum pun tersedak karena mendengar pekikan merdu teman atau sahabat nya yang super antik itu.
AAAAAAAAA—
KYUNGSOOO YAAAAAAA—
TAP
TAP
TAP
BRUK—
"Aduh—" Baekhyun meringis.
Tubuh mungil itu terhempas ke lantai.
"Astaga—BAEKHYUN" Kyungsoo membuang gelas yang tadi ia pengang. Untung saja gelas yang dibuang Kyungsoo adalah gelas plastik. Coba saja gelas kaca….
Bisa bahaya.
Tubuhnya reflek berlari mendekati Baekhyun ketika melihat sahabatnya jatuh karena tersandung kakinya sendiri.
"Sakit… kyungie…." Rintih Baekhyun.
"Yak! Baekhyun gwenchana?" Tanya Kyungsoo sambil berjongkok di hadapan Baekhyun.
"Apanya yang gwenchana—kakiku sepertinya terkilir." Eluh Baekhyun menatap pergelangan kaki kirinya.
"Astaga" Kyungsoo mendesah.
"Makanya kalau pulang ke rumah itu jangan teriak-teriak seperti orang kerasukan setan" sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah jatuh dapat sakit kena omelan Kyungsoo pula.
"Aku bahagia sekali." Sahut Baekhyun cepat diiringi dengan senyuman manis milik gadis itu.
"Kau—" Kyungsoo menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan jalan pikiran temannya itu.
Sudah jatuh masih sempat-sempatnya tersenyum.
"Aku bahagia sekali—Kyungsoo ya~ sepertinya aku akan terbang ke surga," ucap Baekhyun sambil bertepuk tangan. Oh jangan lupa senyuman idiot itu masih menghiasi wajah baekhyun.
Tangan lentik Baekhyun menarik tubuh yang lebih berisi itu ke dalam dekapannya.
"Chanyeol mengecup pipiku—" katanya kegirangan.
"APAH—?" tapi yang di peluk malah mendorong tubuh mungil Baekhyun sehingga hampir saja tubuh itu terjungkal ke belakang.
Kyungsoo membulatkan matanya, "Kau bilang APA?"
"Chanyeol mengecup pipiku," jawab Baekhyun mencicit seperti tikus.
"Astaga bagaimana bisa?" Tanya Kyungsoo penuh selidik.
Baekhyun mengedikkan bahu, "aku tidak tahu. Aku sedang tidur dan… Chup!" Sorak Baekhyun sambil tertawa dan bertepuk tangan.
Kyungsoo cuma bisa menggeleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Jadi kau mau ku bantu berdiri atau ingin tetap seperti itu sampai pagi menjelang?"
"Ah aku tidak tau… aku hanya hanya bahagia sekali."
"Yashh… baiklah jika itu maumu namun jangan panggil-panggil namaku saat kau mendengar sesuatu.." kyungsoo menyunggingkan senyuman jahilnya.
Menakut-nakuti Baekhyun itu paling menyenangkan untuknya. Wajah ketakutan Baekhyun itu seperti moodboster bagi Kyungsoo.
"ANI… bantu aku kalau begitu."
See…
"Baiklah…"
Kyungsoo—gadis itu membantu Baekhyun berdiri, kemudian memapahnya sampai ke dalam kamarnya. Beruntung apartemen yang ia miliki tidak bertingkat, kyungoo tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika ia benar-benar memiliki dua lantai dalam apartemennya.
Sedangkan Baekhyun tak henti-hentinya menampilkan ekspresi bahagia bak orang bodoh itu. Sesekali ia akan tersenyum sendiri ketika ia teringat saat Chanyeol mengecup pipinya. Tapi sesekali juga ia akan meringis ketika pergelangan kakinya menopang berat tubuhnya.
"Kau tunggu disini biar aku panggilkan dokter." Setelah berucap Kyungsoo segera berlari keluar kamar Baekhyun menuju ruang tamu untuk menghubungi dokter.
Tapi tiba-tiba saja ide konyol terlintas dalam pikirannya. Kyungsoo menyeringai menatap ponsel yang terletak di dekat tv. Ia meraihnya lalu menghubungi seseorang dengan senyuman lebar hingga kedua sudut bibirnya terangkat.
Kyungsoo—ya?
kira² siapa hayo yg di telepon sama kyungsoo...?
