Sage Arts
Chapter 10
[Part Dua]
.
.
.
*Kablarrr*
Pilar putih kebiruan menembus langit, kilatan-kilatan petir menjilat-jilat disekitarnya, Dia menyeringai seolah menikmati Atmosfer yang telah bercampur dengan energi milik Vali.
*Goarrr*
Raungan dahsyat yang memekakkan telinga terdengar didalam kubah putih tempat Vali berada, yang di ikuti dengan gelombang kejut yang menerpa bebatuan disekitarnya. Kubah perlahan-lahan mulai mereda yang dikuti oleh berhentinya kilatan-kilatan petir.
Madara menyipitkan mata saat melihat tampilan baru yang Vali miliki, dengan bentuk persis dengan Naga surgawi, namun memiliki postur yang lebih kecil. Dia tertawa kecil dengan tatapan tajam kearahnya, " Energi yang luar biasa". Benda hitam lunak ditangannya mulai berhenti dan mengambil bentuk baru semacam tongkat hitam panjang, dia memegang tongkat hitam itu ditangan kirinya. Chakra berbasis Senjutsu, mulai menguar dari tubuhnya, dan diikuti dengan berubahnya kedua mata.
*Grrr...Goarrr*
.
.
.
*Dasshh*
Dalam sekejap, Juggernaut telah berada didepannya dan mengayunkan cakar, Dia membulatkan mata saat cakar Juggernaut menghantam wajahnya dengan keras. Dia terlontar kesamping, tubuhnya beberapa kali memantul dan menghancurkan bebatuan, dan baru bisa berhenti ketika menghantam sebuah gunung dengan punggungnya.
*Duarrr*
Madara menatap tak percaya apa yang terjadi,"Kekuatannya berkali-kali lipat dari sebelumnya" . Bahkan hanya sebuah cakaran membut Madara terpental ratusan meter jauhnya dan betapa menyakitnya itu. Dia bangkit dan menyiapkan kuda-kuda, dalam sekejap, Madara telah menghilang dari tempat itu dan membuat retakan tempat dia berada.
*Wushh*
Juggernaut mendongak keatas ketika melihat Madara meluncur kearahnya dengan sangat cepat, dia membuka mulutnya, lalu sebuah energi putih mulai terkompresi dimulutnya, energi itu mulai menyusut dan kemudian ledakan Cahaya yang disusul dengan meluncurnya energi naga melesat kearah Madara.
*Sworsss*
*Sring...Duarrrrr*
Ledakan dahsyat meledak di udara, gelombang kejut menyapu apapun, namun Juggernaut menyipitkan matanya saat dia tidak melihat apapun selain udara kosong dan beberapa serpihan kayu, saat dia melihat kesamping dia merasakan rasa sakit dirahangnya, ketika sebuah hantaman yang sangat keras mengenainya yang membuat Juggernaut bergeser kesamping.
*Dasshh*
*Goarrr*
Madara menatap dari bebatuan tepat di belakang Juggernaut ." Ternyata...Senjutsu cukup efektif". Batin Madara sambil melihat efek dari hantaman chakra Senjutsu yang menghantam rahang Juggernaut, yang mengakibatkan terkelupasnya sisik keras di rahangnya. Raungan terdengar memekakkan telinga dan disusul dengan ledakan energi dari tubuh Juggernaut, dan secara perlahan luka yang berada dirahangnya mulai menutup seperti sediakala.
Juggernaut melebarkan sayap dan mulai mengepakkan sayapnya, sedangkan Madara menatap dari bawah. Juggernaut mulai membuka mulut dan kemudian sebuah energi putih mulai terkumpul dan mulai menyusut.
Madara dapat merasakan tekanan yang begitu kuat dari energi tersebut. "Itu akan menjadi serangan beruntun" tepat saat Madara mengatakan itu, serangan laser putih secara beruntun melesat kearahnya. Madara mulai berlari dengan sangat cepat, menghindari setiap lesatan laser yang mengincar tubuhnya. Mulai dari kanan, kiri, Bahkan dari atas. Ledakan-ledakan bersekala besar menghancurkan apapun yang dilaluinya.
*Duar* *Duar* *Duar* *kaboom*
Madara melompat keatas saat laser hampir mengenai dirinya, namun dari raut wajahnya dia malah tersenyum seolah menikmati hal ini. Dia mendarat dengan terguling-guling dan kemudian tengkurap. Tanpa disangka-sangka sebuah serangan laser sekali lagi melesat dengan cepat mengincar kepalanya.
"Shinra Tensei"
Ledakan demi ledakan terjadi saat serangan Juggernaut Vali menghantam jutsunya. "Cih...cuma itu kemampuanmu?" Ucapnya sambil tersenyum mengejek.
*Cuing~Kabooommm*
Tanpa disangka-sangka, serangan laser sekali lagi menghantamnya yang membuat Madara terpental dan menghantam sebuah batu tepat dibelakangnya.
"Lumayan".
Kesenangannya tidak bertahan lama, dalam sekejap mata, Juggernaut melesat dengan kecepatan gila menuju kearahnya.
Madara menyipitkan mata saat serangan itu datang "Dia Cepat...". *Dasshh* . suara hantaman sangat keras terdengar, disusul dengan rasa sakit diperutnya, Madara mengeraskan tatapannya saat dia terpental sangat jauh.
.
.
.
Sementara di Kuil, tempat Rias Dkk, serta kelompok Madara, mereka menatap tak percaya apa yang mereka lihat, mereka melihat Madara menjadi bulan-bulanan Juggernaut Vali, sementara kelompok Madara menatap khawatir apa yang terjadi dengan pemimpin mereka.
"Madara-sama...!" Teriak Raynare dengan tatapan Khawatir.
Akeno melakukan hal yang sama , dia mungkin yang paling khawatir dengan Madara, ingatan-ingatan tentang dirinya saat masih kecil muncul, setetes air mata keluar dari sudut matanya. Dia berjanji pada ibunya bahwa dia akan menemani Madara apapun yang terjadi, Akeno menganggap Madara sebagai sesuatu yang begitu rumit, sebagian dia menganggap Madara sebagai saudara dan sebagian lagi menganggap Madara sebagai sesuatu yang lain.
Namun mereka harus terkejut saat mereka melihat sesuatu dengan cepat menuju kearah mereka.
"Merunduk"
*Wussh-kablarrr*
Ledakan terjadi saat benda tersebut menghantam kuil dibelakang mereka. "A-apa itu?" Tanya Issei yang pertama kali sadar dari keterkejutan, mereka menatap benda itu dengan ingin tau, namun mereka seketika melebarkan mata saat itu adalah seonggok tubuh.
"Madara!?" teriak mereka secara bersamaan. Akeno berlari kearahnya dengan teriakan. "Madara...apa yang terjadi?".
Madara membuka matanya dan menatap Akeno, "Vali mengamuk, sepertinya dia kehilangan kendali" ucap Madara dengan meringis kesakitan.
"T-tidak mungkin"
Mereka memiliki tatapan tak percaya, jika Vali kehilangan kendali dia akan menyerang siapapun yang dilihatnya. "Aku akan mengakhiri ini," ucap Madara sambil mencoba berdiri yang mendapatkan tatapan Khawatir dari mereka semua.
"Tapi Madara?"
"Tidak ada tapi-tapian, Kuroka aku butuh Senjutsumu" kata Madara sambil menatapnya, "tapi...Madara-kun, Senjutsu-ku tidak terlalu bagus".
"Bukan masalah, itu cukup untukku"
"Baiklah akan aku lakukan".
Madara mengangguk menanggapinya, Senjutsu miliknya telah melebur, dia harus bisa mengontrol Senjutsu miliknya setidaknya lebih lama, walaupun dia pernah menggunakan Senjutsu saat perang, tapi karena kekuatannya mungkin belum sepenuhnya kembali, apalagi Indra sengaja menyegel kekuatannya.
Dan dia harus menggunakan Senjutsu kembali untuk menguatkan daya tahan tubuhnya, Madara sengaja hanya bertahan untuk mengamati celah-celah Juggernaut milik Vali.
"Aku sudah selesai Madara-kun" ucap Kuroka sambil tersenyum kearahnya, "Bagus...tidak terlalu buruk...Kuroka". puji Madara yang membuat Kuroka memerah dan membuat para wanita menyipitkan mata kearahnya.
Kuroka yang merasa diperhatikan membuat pandangan bertanya. "Apa..Nyaa?"
Madara mengabaikan mereka, lalu mendekat kearahnya dan menyentuh pundak Kuroka dengan tangan kanannya, "Senjutsunya tidak terlalu buruk" batin Madara. "Setidaknya dia bisa memisahkan sifat jahat dari energi alam".
.
.
.
"Sekarang salurkan Senjutsumu kepadaku"
"Tapi...apa tidak apa-apa?"
"Lakukan saja apa yang kau lakukan!,"
Kuroka mengangguk dan kemudian menyalurkan energi miliknya kepadanya. Dia bisa merasakan energi Kuroka mengalir melalui tubuhnya, dia tersenyum ketika luka-luka yang berada ditubuhnya kemudian menguap dan sembuh seperti sediakala.
Mereka menatap kagum, Senjutsu adalah kemampuan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, dan lagi Madara adalah seorang manusia yang kebetulan memiliki kemampuan yang melewati batas kewajaran. Tapi bagi Kuroka, menguasai Senjutsu adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan, apalagi jika sampai membuat penggunanya kehilangan kendali.
"Kalian, buatlah kekkai..." Kata Madara sambil menatap Raynare, Kalawarner dan Mittlet. mereka mengangguk mengerti apa yang diperintahkan pemimpin mereka.
"Tunggu Madara...!" Teriak Akeno.
Madara berhenti dan melirik kebelakang kearahnya.
"hati-hati!"
Madara tersenyum kecil mendengarnya, Madara bisa merasakan jika Akeno terlihat sangat khawatir terhadapnya, bagi Madara, Akeno adalah sosok yang bisa dibilang sebagai saudara seperti halnya Izuna. Madara tersenyum yang membuat Akeno memerah.
"Tidak perlu khawatir...Akeno"
.
.
.
"Aku sepertinya harus menggunakanya" .
Chakra yang luar biasa meledak, yang diikuti dengan hembusan angin disekitar. Mereka bisa merasakan chakra meledak-ledak yang membuat mereka terpesona sekaligus takut, Kuroka membelalakkan matanya saat Senjutsu yang ia berikan kepada Madara tiba-tiba berubah menjadi Senjutsu dengan tingkatan yang luar biasa.
Sedangkan Akeno belum pernah merasakan energi milik Madara yang seperti ini. "S-sugoi".
*Dash*
Madara melompat keatas yang diikuti dengan gelombang kejut dibelakang, sementara itu Jugernaut Vali terbang seolah ingin menghantam Madara di udara. Namun Sharingan memiliki kemampuan memprediksi gerakan, dan di tambah Senjutsu yang diperolehnya.
Dalam sekejap, Jugernaut tiba-tiba merasakan rasa sakit dipunggungnya saat entah bagaimana Madara telah berada diatasnya, hantaman demi hantaman harus dia rasakan saat Madara menggunakan lengan Susanoo untuk menambah daya hantamnya.
*Dashh*
Jugernaut meluncur kebawah dengan kecepatan tinggi dan kemudian menghantam batu dengan keras, yang disusul puluhan batang chakra menghantam dan menusuk sisik keras miliknya, ada beberapa yang patah karna saking kerasnya sisik tersebut. Madara melayang diudara dan menatap Vali dengan pandangan merendahkan.
Juggernaut menggelempar mencoba bergerak namun usahanya seperti sia-sai, dan disusul dengan raungan dahsyat yang memekakkan telinga dari Juggernaut milik Vali.
*Goarrr*
.
.
.
*Tap*
Madara merampal segel, Rinnegan berkobar dan disusul dengan sebuah bola kecil hitam di telapak tangannya. Sementara dikejahuan, kelompok Rias dan Kelompok Madara membelalakan matanya saat bola hitam itu terbang dan bersinar dengan terang dikegelapan malam.
"Chibaku Tensei"
Gempa bumi terjadi disekitar area dan disusul dengan retakan disekitarnya. Akeno dan rias terbang membawa teman-teman mereka, bebatuan raksasa mengangangkat dirinya keudara menuju bola hitam tepat diatas Madara. Mereka menatap dengan tak percaya apa yang ada didepan mereka, termasuk kelompok Madara yang sibuk mempertahankan Kekkai.
"A-apa ini?"
"I-ini sudah tidak normal"
"Madara... sebenarnya mahkluk apa kau ini?"
"Kekuatan ini..."
.
.
.
Sementara itu Juggernaut mulai terlihat tidak berkutik, ketika dirinya mulai terangkat keudara menuju benda yang mirip bulan mini itu, dia hanya bisa meraung menerima nasibnya.
*Dash* *Dash* *Dash*
Juggernaut mulai tenggelam kedalam Chibaku tensei tanpa perlawanan, sementara itu Madara mulai sedikit kelelahan. Chakra miliknya mulai menipis, dia sadar jika dia terlalu memaksakan diri, dan ini akan segera berakhir.
"Sudah selesai"
*Deg* *Deg*
"Argghh"
Madara melebarkan matanya saat rasa sakit yang sangat menyeruang didadanya, jantungnya berdegup kencang dan ia mulai kehilangan kesadaran, tubuhnya sudah tidak mau merespon perintah otaknya, dan sayangnya ia mulai jatuh dari ketinggian dan bisa menghantam tanah kapan saja.
*wushh*
Beberapa detik telah berlalu namun Madara tidak merasakan apapun, namun disudut matanya dia bisa melihat seseorang yang sedang menangkap tubuhnya, dia tidak yakin siapa itu dia berfikir itu mungkin Akeno atau kelompoknya tapi dia tidak terlalu yakin, tubuhnya terlalu sakit untuk digerakkan.
"Sudah selesai, kau menang"
.
.
.
Bersambung
Maaf menunggu lama dan ini pendek, ini part ke-2 dari baku hantamnya Vali dan Madara, Mereka berdua belum menggunakan kekuatan penuh mereka, karna apa? Kekuatan Madara sebagian besar masih tersegel dan tubuhnya masih belum matang, Vali terlalu emosi untuk mengendalikan kekuatanya dan masih pengalaman pertama menggunakan kekuatan Albion.
Author nonton Adventure Time dan terkejutlah author ketika melihan PB dan Marceline ternyata lesby.
Sedangkan Finn telah bersatu dengan flame princess.
Dah lah itu saja.
