Many Kinds of Moment: Ackerman Family
© Phee Anee
.
Rivaille Ackerman, Petra Ral.
OC!Clara Ackerman (Little daughter)
.
Rivetra
.
Warn: OOC!
.
Modern!AU
.
Family, Romance(?)
.
Collection; Oneshoot (...or Drabble?)
.
Disclaimer: Shingeki no Kyojin belong to Hajime Isayama
.
Typo(s), error PUEBI.
Happy Reading~
Petra ft. Clara: Rivaille short-cut hair
.
.
.
Suara televisi bervolume rendah terdengar sayup-sayup di ruang keluarga kediaman Ackerman itu. Seorang gadis kecil duduk dengan nyaman di pangkuan ayahnya sembari matanya fokus kepada visualisasi yang keluar dari televisi.
"Clara."
"Hm?" Clara menggumam lucu, ia menatap wajah sang ayah.
"Duduk di sofa saja ya. Ada yang harus Papa kerjakan." Setelah sosok lelaki yang diketahui bernama Rivaille itu berujar, Clara merenggut dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah layar televisi, pura-pura tidak mendengar sepertinya. Terdengar helaan nafas dari kepala keluarga Ackerman itu.
Keduanya terdiam. Sampai indra pendengaran Rivaille menangkap suara langkah dari dapur mendekat ke arah mereka.
Terbesit sebuah ide di kepalanya. "Clara. Di pangku, Mama saja ya."
Gadis kecil itu berbinar melihat sosok yang disebutnya mama membawa sesuatu di nampan jangan lupakan secangkir teh hangat diletakkan perlahan terlebih dahulu dan menurunkan cemilan kemudian. Gadis kecil yang bersurai nyaris serupa dengan ibunya itu turun dari pangkuan ayahnya dan mengambil makanan manis di depannya.
Rivaille pada akhirnya menghela nafas.
Eh?
Baru saja Rivaille akan beranjak, pada saat itu juga Clara dengan cepat berusaha duduk kembali di pangkuan ayahnya. Melihat itu Petra hanya tertawa kecil.
"Kenapa tertawa? Aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku." Rivaille melirik cangkir berisi cairan pekat di atas meja. "...dan juga tolong simpan tehnya di meja kerja saja."
"Ei, apa salahnya? Clara sedang rindu papanya 'kan?" Petra mendudukkan dirinya di sebelah suaminya. Tangannya bergerak pelan mengelus sebagian rambut Rivaille yang pendek.
Ah.. mulai lagi kebiasaan Petra. Sedangkan Rivaille hanya berekspresi datar.
"Petra." Rivaille berbisik dan dibalas gumaman dari sosok istrinya itu. Tatapannya setengah memohon.
"Clara cantik, ayo sini sama Mama saja." Petra mencoba membujuk putri kecilnya. Clara menggeleng bersamaan dengan melahap potongan kue terakhir di tangannya. Selanjutnya ia berbalik dan menggelayut manja pada leher lelaki bermarga Ackerman itu.
"Nah kan." Petra melanjutkan kegiatannya bermain dengan rambut pendek suaminya. Biasanya sih Petra berjuang sampai suaminya itu merasa risih, yah itu cukup menyenangkan baginya.
Clara melihat apa yang sedang dilakukan ibunya. Menyadari putrinya sedang menatapnya, tangannya bergerak mengusak gemas surai anaknya dan mencubit pipinya pelan.
"Ada yang sedang merindukan Papanya nih. Clara tidak lupa Mama kan?" Petra bergumam kecil. Rivaille mengelus kepala putrinya pelan dengan tangan kirinya
"Mama jangan cemburu sama Clara, ya. Papanya buat Clara."
"Cemburu? Clara dari mana kau mendapat kata itu, hm?"
"Dari paman Eren, Pa." Perempatan siku muncul di dahi lelaki pendek itu. Petra abai. Yah, dia kan sedang menikmati potongan rambut pendek Rivaille. Huh? Menikmati? Maksudnya dia sedang mengelus berulang surai pendek Rivaille. Dia beralibi seperti mendapat kenikmatan tersendiri saat ujung jarinya bersentuhan dengan rambut tiga milimeter suaminya.
Rivaille mulai merasa agak risih, Petra sih bawaannya bahagia kalau melihat suaminya itu risih gara-gara kebiasaannya bermain dengan rambut pendeknya.
"Ya ampun." Rivaille menyingkirkan pelan lengan Petra kemudian mencubit pipi istrinya itu gemas.
"Aw!" Petra mengelus pipinya.
"A!" Setelah itu terdengar Rivaille mengaduh kecil.
"Papa barusan mencubit pipi Mama, Clara juga ikutan dong." Detik itu pula Rivaille menghujani putri kecilnya dengan kecupan. Sosok yang berperangai dingin itu bisa juga merasa gemas, ya?
Clara tertawa dengan rona bahagia yang tidak bisa disembunyikan. Melihat itu, Petra tersenyum kecil dan...
...dan tangannya kembali mengelus belakang kepala Rivaille.
Yah, terserah Petra saja.
Clara melihat ibunya yang sedari tadi dengan setia mengelus belakang kepala papanya. Ia penasaran.
"Mama, sedang apa?"
"Oh! Ini? Rambut pendek Papamu ini bikin Mama gemas sih. Clara mau coba?"
"Jangan Petra, nanti kebiasa—"
"Mau!"
Rivaille merasa ingin mengadu keningnya dengan dinding. Tidak, sepertinya itu pilihan buruk, dan pada akhirnya ia hanya menghela nafas. Selanjutnya yang ia rasakan dua tangan telah mengelus dua sisi bawah kepalanya. Apa yang menarik dari rambut pendeknya itu sebenarnya?
Clara terkekeh membenarkan perkataan ibunya barusan. Hal itu, membuat Rivaille juga ikut tersenyum tipis. Kecupan kecil ia berikan pada pelipis putrinya, dan juga pada kening istrinya.
Yah, Rivaille hanya bisa pasrah, kan?
.
.
.
END
/Lirik kanan-kiri/
Akhirnya selesai, satu lagii hehe.
Maaf atas segala kekurangannya di chapter ini.
Saya merasa pikiran, terbagi gara-gara ada penugasan pra-UAS dengan kedok liburan..
Kalau begitu terima kasihhh,
Ditunggu kritik, saran, komentarnya di kolom Review. ^.^
