Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos eveywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped on a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

.

=Chapter Satu=

.

.

.

.

.

"tok tok tok"

"Siwon, mau ikut makan siang bersama?"

"tidak Hae, kau duluan saja, Presdir Kim mengajakku untuk makan siang bersama kali ini"

"eh? Ada apa? Presdir makin sering mengajakmu makan siang bersama belakangan ini, ada proyek baru lagi?"

"aku juga tidak tahu, kita lihat saja nanti"

"oke, kalau begitu aku duluan ya"

"yap"

Siwon menghembuskan nafas berat, ia melirik jam dipergelangan tangannya, waktu makan siang sudah masuk dari 5 menit yang lalu, ia segera meraih jasnya, dan meninggalkan ruangannya, ia tidak boleh telat dan membuat Presdir Kim, atasannya itu jadi menunggu.

"Yuri ssi, aku ada meeting diluar dengan Presdir Kim siang ini, mungkin aku akan agak telat kembali ke kantor, kalau ada berkas yang harus aku tanda tangani, letakkan saja dimejaku"

"baik sajangnim"

.

Siwon menjalankan mobilnya pelan menuju restoran tempatnya janjian akan makan siang bersama dengan Presdir Kim. Bakal ada proyek baru? Siwon kembali menghembuskan nafas berat mengingat pertanyaan Donghae, rekan kerja sekaligus sahabatnya tadi, mungkin memang benar akan ada proyek, tapi kali ini konteksnya beda, Presdir Kim sudah pernah menyinggung hal ini beberapa kali sebelumnya, tapi Siwon tidak terlalu menanggapi dan membawa serius, karena Siwon juga tidak pernah berpikir bahwa Presir Kim serius soal hal ini, tapi belakangan ini Presdir Kim makin sering membicarakan topik tersebut dengannya.

Terlalu sibuk dengan pikirannya tak terasa Siwon sudah sampai di restoran yang ditujunya, ia segera memarkirkan mobil, dan segera masuk, sepertinya Presdir Kim sudah menunggunya.

"maaf saya terlambat presdir, ada beberapa berkas yang harus saya tanda tangani dulu tadi" ujar Siwon sambil membungkuk hormat begitu sampai di hadapan Presdir Kim.

"tidak apa Siwon, saya juga baru sampai, duduklah"

Siwon menghembuskan nafas lega, lalu mengambil posisi duduk dihadapan Presdir Kim.

"kenapa kau tampak begitu tegang Siwon ah? Santai saja, aku sudah lapar, kita makan dulu"

Presdir Kim terkekeh pelan melihat ekspresi tegang di wajah Siwon.

Siwon tersenyum tipis dan mencoba duduk serileks mungkin dihadapan atasannya tersebut.

"apa kau sudah memikirkan soal tawaranku minggu lalu, Siwon?" tanya Presdir Kim beberapa saat setelah keduanya selesai menikmati hidangan makan siang mereka.

Siwon terdiam sejenak, tidak tahu harus merespon apa, ia sudah tahu bahwa atasannya tersebut akan menanyakan hal ini, namun ia benar benar masih bingung, ia tidak tahu harus menjawab apa.

"kau tidak bersedia?" Presdir Kim kembali bertanya setelah beberapa menit tak kunjung mendapat respon dari Siwon.

"maaf sebelumnya presdir, tapi saya masih bingung, maksud saya- kenapa harus saya, bukankah presdir seharusnya punya banyak kandidat lain yang jauh lebih baik dari saya dan juga jauh lebih pantas-"

"Siwon" Presdir Kim memotong ucapan Siwon, yang kembali berkilah dengan alasan yang sama yang sudah pernah diajukannya sebelumnya.

"kenapa aku memilihmu aku sudah mempertimbangkannya dengan matang sebelumnya, pernikahan bukan suatu hal yang main main, aku sudah mengenalmu sejak cukup lama, kau sangat bertanggung jawab dalam pekerjaanmu, dan aku yakin kau pun akan bertanggung jawab dalam keluargamu kelak, itulah alasan kenapa aku memilihmu, karena aku percaya padamu, bagiku kau adalah kandidat yang paling baik dan paling tepat"

Siwon terdiam, ia tak tau harus merespon apa atas permintaan atasannya tersebut.

"Atau kau sudah punya kekasih?"

"bukan begitu presdir, aku tidak mempunyai kekasih, hanya saja..."

"kau belum bersedia menikah?"

Siwon kembali terdiam, ini benar benar permintaan tersulit yang pernah diajukan atasannya itu terhadapnya selama bekerja di perusahaannya selama hampir dua tahun ini.

"aku tahu pernikahan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan Siwon ah, tapi aku benar benar meminta tolong padamu, bersedialah untuk menikah, lagipula usiamu juga sudah hampir memasuki usia 30, bukankah sudah seharusnya juga kau memikirkan untuk segera menikah?"

"aku, aku memang sudah pernah berencana untuk segera menikah presdir, hanya saja waktu itu aku terlalu sibuk bekerja agar aku mempunyai dana yang cukup untuk membiayai pernikahanku, tapi ternyata kekasihku tidak sabar menungguku hingga akhirnya memutuskan untuk menikah dengan pria lain"

Siwon tertawa miris menceritaka pengalaman pahit kehidupan percintaan terdahulunya dihadapan atasannya tersebut, Siwon juga tidak mengerti kenapa ia jadi curhat begini.

"nah maka dari itu Siwon, aku mohon terima saja penawaranku, kau tidak perlu memikirkan soal biaya pernikahan, karena aku yang akan mengurus dan menanggung semuanya"

Untuk yang kesekian kalinya Siwon kembali terdiam, ia benar benar dalam situasi yang sulit sekarang, ia ingin menolak tapi ia sangat segan dan menghormati atasannya tersebut, Presdir Kim sudah begitu baik padanya selama ini, ia bahkan sudah dipercaya untuk memimpin perusahaan, meskipun ia masih tergolong baru bekerja di Kim group.

"aku tahu kau pasti masih butuh waktu untuk memutuskannya, aku juga tidak akan memintamu untuk menjawabnya sekarang Siwon ah, pikirkanlah dulu selama seminggu ini, aku akan kembali meminta jawabanmu minggu depan, tapi aku benar benar berharap untuk mendengar jawaban iya darimu"

Siwon mendongak dan menatap kedua mata Presdir Kim, sepertinya ia benar benar berharap banyak padanya.

"Baiklah Presdir, akan kupikirkan lagi dan akan memberikan jawabannya minggu depan"

"Terima kasih Siwon, aku kembali ke kantor dulu, kau pulang lah tidak perlu kembali ke kantor"

"ini masih jam kantor presdir, masih ada beberapa berkas yang harus aku periksa dan tanda tangani tadi"

"tak apa, kau bisa melanjutkan membaca dan menandatanganinya besok, sekarang kau pulang saja, permintaanku pasti membuatmu stress, istirahatlah lebih awal hari ini, dan pikirkan lagi soal yang tadi"

"baiklah presdir, terima kasih"

Siwon membungkuk hormat pada presdir Kim sebelum atasannya tersebut bejalan keluar restoran, meninggalkan Siwon yang kembali tercenung, ia harus membuat sebuah keputusan yang besar dalam hidupnya, sesuai permintaan atasannya, menikah.

.

.

.

.

.

Hentakan musik yang keras disertai bau alkohol yang menyengat langsung menyambut Donghae begitu ia memasuki bar yang belum pernah didatanginya ini sebelumnya. Siwon mengiriminya alamat bar ini beberapa menit yang lalu dan memintanya untuk segera datang kesini.

Donghae sempat kesulitan mencarari dimana keberadaan Siwon, ada terlalu banyak manusia disini, dan hampir setengahnya sudah setengah mabuk, sementara yang lain sibuk meleokkan tubuh mereka mengikuti alunan music yang menghentak. Ada yang aneh, tak biasanya Siwon mendatangi bar seperti ini, tapi Donghae memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal ini dulu, ia harus segera menemukan Siwon dan menanyakannya langsung padanya nanti, ada apa dengan anak itu.

"disini kau rupanya, aku sudah mencarimu dari tadi" akhirnya Donghae berhasil menemukan Siwon, sepertinya ia sudah mulai mabuk, ada dua gadis yang bergelayut manja disisinya, Donghae mengerutkan dahi melihat pemandangan itu, ini benar benar bukan Siwon yang dikenalnya.

"oh kau sudah datang? Duduklah, temani aku minum"

"bisa tolong tinggalkan kami berdua? Aku ingin bicara dengannya" Donghae mengusir kedua gadis penghibur yang menempeli Siwon dengan sopan.

Dengan wajah merengut akhirnya kedua gadis itu berlalu dan mencari target lain.

"ya! Ada apa denganmu? Kenapa kau jadi mabuk begini? Dan juga tidak biasanya kau mengunjungi bar seperti ini"

"kau terlalu banyak tanya, ini minum dulu"

Donghae segera menepis botol bir yang disodorkan Siwon padanya.

"kau tahu aku tidak suka minum Siwon ah, ada apa sebenarnya huh? Kau tidak kembali ke kantor tadi siang seusai makan bersama dengan Presdir Kim, nomormu juga tidak bisa kuhubungi dari tadi, dan tiba tiba saja malam ini kau mengirimiku alamat bar yang tidak biasanya kita kunjungi sebelumnya, ada apa? Apa ada masalah dengan perusahaan? Apa yang tadi dibicarakan presdir denganmu?"

Bukannya menjawab pertanyaan Donghae, Siwon malah kembali meraih botol bir yang barusan ditolak Donghae, untung dengan sigap Donghae merebut botol itu kembali dari tangan Siwon.

"cukup Siwon ah, kau sudah cukup mabuk, sekarang ceritakan padaku ada apa?"

"presdir memintaku untuk segera menikah Donghae ah"

"ne?! menikah? kenapa?"

"aku juga tidak tahu kenapa, dia tidak menjelaskan alasan detailnya, tapi dia sudah pernah beberapa kali memintaku untuk segera menikah"

"heol! Ada apa dengan Presdir Kim?"

"aku juga tidak mengerti"

"tunggu! presdir memintamu untuk menikah dengan siapa? setahuku kau tidak mempunyai kekasih?"

"..."

"Siwon ah..."

"presdir memintaku untuk menikahi anaknya"

"...anaknya? maksudmu Yesung? the great Kim Yesung?!"

"memang setahumu presdir Kim mempunyai barapa anak?"

"daebak! ini benar benar daebak siwon ah!"

"apanya yang daebak, aku hampir gila gara gara permintaan presdir Kim dan kau bilang ini daebak?"

"Yesung Siwon ah! kau akan menikahi Yesung! oh my god! the pretiest man alive! the most wanted guy in the universe, siapa yang tidak kenal yesung saat ini, girls and boys fall for him! dan kau, out of all people, kau yang akan menjadi suaminya! oh my god ini benar benar daebak!"

Siwon mengacak rambutnya frustasi melihat reaksi Donghae, ini bukannya respon yang ia harapkan dari sahabatnya itu.

"hey ayolah... kau tidak seharusnya stress begini, kau justru harusnya senang dan berpesta saat ini"

"aku harus berpesta karna aku harus menikahi orang yang tidak aku kenal? great" balas Siwon sarkastik.

"kau bohong kalau kau bilang tidak mengenal Kim Yesung, the only heirs of Kim Group, satu dari 3 perusahaan elektronik terkemuka di dunia, dan jangan lupakan wajahnya yang cantik diatas rata rata tersebut, membuat seisi dunia mengenal dan menginginkannya, dan juga..."

"stop stop stop! kau terlalu berlebihan, aku mual mendengarnya, kalau yang kau maksud mengenalnya dari pemberitaan nonstop media mengenai kerjaannya berkeliling dunia, bermain gila dengan siapa saja, menghambur hamburkan uang ayahnya, ya aku mengenalnya, mengenalnya sebagai orang yang hanya punya catatan negatif disetiap langkahnya"

"siwon..."

Donghae jadi speechless sendiri mendengar semua penilaian negatif Siwon terhadap putra atasan mereka tersebut, walau semua yang diucapkan Siwon itu benar, tapi tidak seharusnya Siwon mengucapkan hal tersebut ditempat umum apalagi bar seperti ini, bagaimana kalau ada yang mendengarnya dan mengadukan apa yang barusan diucapkan Siwon pada presdir Kim? beliau pasti tidak akan senang mendengar kalimat negatif itu muncul dari bawahannya kan? terutama Siwon, orang yang ia percayai untuk menikahi putranya tersebut.

"Siwon! jaga ucapanmu! jangan mengatakan hal yang buruk mengenai putra presdir, apalagi ditempat umum seperti ini"

"kenapa memangnya? lagipula semua yang aku katakan benar kan?"

"kau tidak seharusnya menilai Yesung dari sisi negatifnya saja Siwon ah, lihat sisi positifnya juga, lagipula semua itu hanya pemberitaan media, belum tentu semuanya benar"

"..."

"terlepas dari semua pemberitaan buruk mengenai kehidupan bebasnya diluar sana apa membuat orang orang jadi membencinya? Tidak. semua orang tetap menyukainya, tetap menggilainya, tidak ada yang mampu menolak pesona seorang Kim Yesung, dia terlalu manis untuk ukuran seoarang namja, tapi bukan berarti dia lemah seperti yeoja, dia sempurna, sangat sangat sempurna, kau benar benar beruntung bisa menjadi orang yang akan menikahinya"

"wah... sepertinya kau tahu banyak tentang Yesung dan juga sepertinya kau menyukainya, kenapa tidak kau saja yang menikahinya?"

"heol! Kau bicara apa? Presdir Kim jelas jelas menginginkanmu untuk jadi menantunya, aku mengatakan semua itu agar kau tidak perlu stress begini Siwon ah, Yesung tidak seburuk yang kau pikirkan, aku mungkin tidak secara pribadi mengenalnya, tapi pemberitaan tentangnya selalu ada dimana mana, dan sebagai karyawan dari perusahaan yang kelak akan jatuh ketangannya aku rasa tidak ada salahnya aku tahu dan mengikuti pemberitaan tentang dirinya"

"terserahlah apapun itu namanya, yang jelas kau ada ketertarikan, sementara aku tidak sama sekali, jadi kau lebih baik dan lebih cocok untuk penawaran ini, aku akan membicarakannya dengan presdir Kim besok"

"ya! Apa kau sudah gila?!"

"tidak?"

"lalu bagaimana bisa kau berpikiran seperti ini?"

"memangnya apa yang salah? Presdir ingin menikahkan anaknya, dan kau adalah kandidat yang lebih cocok untuk itu"

"tentu saja salah Siwon ah, dia memilihmu karena dia memang ingin menjadikanmu sebagai menantunya, bukan aku bukan yang lainnya"

"maksudmu?"

"dengar, aku akan menjelaskan semuanya, tapi kau juga jangan salah paham nantinya, aku hanya menyampaikan apa yang aku dengar, selama ini aku tidak pernah memberitahumu mengenai hal ini karena aku rasa kau memang tidak perlu tahu"

Siwon menatap Donghae dengan bingung, Donghae mendadak jadi sangat serius begini"

"aku tahu kau sudah sangat bekerja keras selama ini, sebagai sahabat dekatmu aku sangat tahu hal itu, kau sudah melewati banyak hal sulit selama ini hingga akhirnya kau bisa masuk ke Kim Group dan hanya berselang dua tahun kau sudah berada diatas puncak, kau memegang posisi paling penting di perusahaan saat ini, secara teoritis memang presdir Kim yang memiliki kekuasaan tertinggi di perusahaan, tapi secara faktual, kau adalah pemegang kekuasaan tertinggi itu Siwon ah, presdir Kim hampir sudah menyerahakan semua kekuasaannya padamu, hanya beberapa hal saja yang benar benar harus melalui persetujuannya, selebihnya asal kau sudah setuju, presdir Kim juga akan langsung menyetujuinya, Aku tahu kau sangat bekerja keras untuk perusahaan selama ini, tapi tidakkah kau merasa perjalanan karirmu sangat mudah? kau mencapai posisi ini hanya dalam waktu yang sangat singkat, hanya dua tahun. Banyak yang membicarakanmu karena hal ini, aku tidak pernah memberitahumu mengenai hal ini karena aku tahu kau akan marah dan merasa mereka tidak melihat bagaimana kerja kerasmu selama ini. Aku secara pribadipun melihat presdir Kim memperlakukanmu sangat istimewa, dulu aku tidak pernah tahu alasannya, aku pikir mungkin karna dia memang sangat menyukai kerja kerasmu, namun hari ini, setelah aku mendengar pengakuan darimu bahwa presdir memintamu untuk menikahi putra semata wayangnya aku jadi mengerti, presdir Kim pasti sudah merencanakan ini sejak lama, atau mungkin sejak kau baru memasuki perusahaan, dia sudah langsung menyukaimu dan berniat menjadikanmu menantunya, makanya dia dengan sangat mudah mempercayakan perusahaan padamu, karna kelak memang kau juga yang akan memegangnya, mungkin-"

"cukup, cukup sampai disana saja, aku pusing aku tidak bisa mencerna semua ucapanmu, tolong antarkan aku pulang Hae ah, aku tidak bisa menyetir saat ini"

"aku harap kau tidak salah paham, aku hanya-"

"aku mengerti, antarkan saja aku pulang Hae ah, kepalaku sangat pusing sekaramg"

"oke oke aku akan mengantarmu, tapi soal rencanamu tadi untuk menemui presdir Kim dan menyarankan aku untuk menikahi Yesung, jangan pernah kau lakukan Siwon ah, kau akan sangat melukai perasaannya"

.

.

Siwon menghempaskan badannya ke kasur, kepalanya berdenyut dengan sangat hebat, semua ucapan Donghae di bar tadi masih terngiang jelas di telinganya.

Ia memang tidak pernah sadar selama ini kalau ternyata banyak yang membicarakannya karena jenjang karirnya yang menanjak bak roket hingga menempati direktur utama perusahaan dalam waktu singkat, karena ia memang sangat bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk perusahaan selama ini, tapi kalau dipikir pikir lagi, perjalannya memang terlalu mudah, apa benar presdir Kim mempermudah perjalannya selama ini karena dari awal dia memang sudah berharap lebih padanya?

"aaaaarrgh!" Siwon mengacak rambutnya frustasi dan memukul kepalanya sendiri dengan cukup keras untuk menghilangkan rasa sakit yang mendera. Ia tidak ingin memikirkan masalah ini untuk saat ini, ia ingi segera bisa tertidur, besok ia akan menemui presdir Kim dan bertanya langsung padanya mengenai hal tersebut.

.

.

.

.

.

"tok tok tok"

"masuk!"

"presdir..."

"oh kau Siwon ah duduklah, ada apa?"

"presdir, apa aku sedang sibuk?"

"tidak juga, Ada apa?"

"soal pembicaraan kita kemaren, aku sudah memikirkannya"

"oh? Secepat itu? Aku memberimu waktu seminggu untuk memikirkannya Siwon ah, tidak perlu terburu buru"

"ada yang ingin aku tanyakan padamu"

"soal apa? Tanyakan saja"

"kenapa presdir memilih saya untuk menikahi Yesung ssi? dia putra anda satu satunya, pewaris tunggal Kim group, maksud saya bukankah seharusnya presdir mencarikan calon pendamping yang juga selevel dengannya? yang juga mempunyai latar belakang keluarga yang jelas dan terpandang? Saya hanya seorang anak panti yang bahkan saya sendiri tidak tahu siapa orang tua saya, beruntung Kim group selalu menjadi donatur tetap panti hingga saya tetap bisa melanjutkan sekolah, bahkan membiayai penuh kuliah saya, hingga akhirnya saya diterima bekerja disini, dan berkat bantuan presdir juga saya bisa mencapai posisi saya sekarang secepat ini, tapi tetap saja, untuk menjadi suami dari Kim Yesung, saya bukanlah siapa siapa presdir, bukankah hal ini nantinya akan menjadi pembicaraan miring banyak orang? Kenapa pewaris tunggal Kim Group menikah dengan orang yang tidak jelas latar belakangnya? Lagipula aku yakin Yesung ssi pasti mempunyai pilihannya sendiri"

"..."

"m- maaf kalau saya sudah lancang presdir"

Siwon jadi sedikit takut melihat perubahan air muka presdir Kim, apa mungkin ia marah? Presdir kim meraih gagang telfon di atas meja kerjanya dan menelfon seseorang.

"Kangin, kalau ada yang mencari saya ataupun Siwon katakan kami ada rapat dan tidak bisa diganggu untuk hari ini, tolong beritahu Yuri juga soal ini"

Setelah menelepon sekretarisnya tersebut presdir Kim kembali terdiam, Siwon juga tidak berani buka suara, sepertinya ia benar benar sudah lancang berbicara seperti itu pada atasannya tersebut tadi.

"saya minta maaf atas perkataan saya tadi presdir"

"kau tidak perlu minta maaf, aku sudah menduga kau akan mempertanyakan soal keputusanku ingin menikahkanmu dengan putraku, dan aku rasa kau memang berhak untuk tahu"

"Yesung, putraku satu satunya, aku tidak mempunyai siapa siapa lagi di dunia ini yang bisa aku panggil keluarga kecuali dia, dan Yesungpun begitu, satu satunya keluarga yang ia miliki di dunia ini hanya aku, ayahnya. Aku sangat menyayanginya hingga aku menuruti semua keinginannya, termasuk keinginannya untuk kuliah di Amerika, jauh dariku. Aku yakin kau pasti sudah sangat sering mendengar pemberitaan buruk media mengenai dirinya, mengenai kehidupan glamour dan juga kehidupan bebasnya disana, mungkin hal itu juga yang membuatmu ragu untuk menyanggupi permintaanku, diluar statusnya yang tadi kau singgung, sebagai pewaris tunggal Kim Group"

Presdir Kim kembali terdiam sejenak, sepertinya sangat banyak yang ingin ia sampaikan, Siwonpun tidak berani menyela, ia hanya diam menunggu kelanjutan ucapan presdir Kim.

"jujur aku sedikit kecewa saat kau juga hanya melihat putraku sebagai Kim Yesung, sebagai pewaris tunggal Kim Group, tapi aku juga tidak bisa menyalahkanmu, karena memang itu faktanya, dia memang pewaris tunggal perusahaan ini, semua orang mengelu elukannya karena statusnya tersebut, semua teman temannya diluar sana tidak ada yang tulus padanya, mereka hanya menempel padanya karena dia Kim Yesungnya Kim Group, hanya saja aku berharap orang tidak hanya memandangnya karena statusnya, aku juga ingin orang memandang putraku sebagai dirinya sendiri, hanya Kim Yesung.

"presdir..."

"putraku... dia juga tidak seburuk yang diberitakan media selama ini, dia dulu anak yang sangat manis dan penurut, dan juga tidak banyak tingkah, aku sangat menyayanginya, haya saja sejak ibunya meninggal di depan matanya sendiri dalam sebuah kecelakaan tragis yang dialaminya saat dia masih di bangku smp, ia jadi berubah jadi sedikit membangkang, ia tidak lagi sepenurut dulu, tapi aku percaya, didalam hatinya, dia masih Yesung kecilku yang manis, yang selalu menuruti apapun yang dikatakan orang tuanya, dan juga Yesungku yang tahu cara untuk melindungi diri dan menjaga nama baik keluarga"

"presdir, saya harap anda tidak salah paham, saya tidak pernah menyimak pemberitaan media tentang Yesung ssi selama ini, jadi saya tidak memberikan penilaian apa apa terhadapnya, saya hanya merasa tidak cukup pantas untuknya saja, dan saya yakin dia pun akan menolak rencana ini" Siwon berbohong soal ini.

"kau tahu Siwon ah, sejak ibunya meninggal dan melihat sikapnya yang jadi berubah sejak saat itu, aku selalu khawatir mengenai masa depannya kelak, saat nanti aku sudah tidak ada lagi, karena dia tidak memiliki siapa siapa lagi selain aku, semua orang hanya memandangnya sebagai pewaris Kim group, aku khawatir tidak akan ada orang yang bisa tulus menyayanginya, aku mulai khawatir baaimana ia akan menemukan pendamping hidupnya kelak, pendamping hidup yang benar benar bisa menerimanya apa adanya, sebagai Yesung, bukan sebagai pewaris Kim group, setiap hari aku khawatir akan hal itu dan tidak pernah bisa berhenti memikirkannya, namun sejak kau masuk ke perusahaan ini dua tahun yang lalu, dan melihat bagaimana giat dan tekunnya kau bekerja sebagai karyawan baru saat itu, aku langsung menyukaimu, dan merasa kaulah orang yang cocok untuk mendampingi putraku kelak, aku mempelajari dan mencari tahu tentang latar belakangmu, aku baru tahu ternyata kau tidak pernah tahu siapa orang tuamu, kau dibesarkan di panti yang kami biayai selama ini, dan melanjutkan pendidikan dari biaya perusahaan, kau lulus dengan nilai terbaik dan perusahaan yang memintamu untuk bergabung disini, aku tidak pernah tahu soal itu sebelumnya, karena orang orangku yang mengurus semuanya, aku baru tahu semua itu setelah aku melihat langsung bagaimana kerja mu dan kau memang sangat bisa diandalakan, itulah kenapa aku membantumu untuk bisa meraih posisimu sekarang dengan cepat, karena aku percaya padamu, aku percaya kau tidak punya tujuan lain selain untuk memajukan perusahaan, aku selalu memperhatikanmu selama ini, aku berfikir apakah boleh aku sedikit egois dan menggunakan kekuasaanku untuk mengikatmu, aku masih tidak terlalu yakin untuk melakukan ini sebelumnya, tapi setelah sekian lama aku perhatikan, sepertinya kau juga tidak memeiliki seorang kekasih, jadi aku rasa tidak ada salahnya aku menjodohkanmu dengan putraku, aku tidak perlu orang yang dengan latar belakang keluarga terpandang atau keluarga yang kaya raya, karena Yesung tidak memerlukan semua itu, dia juga sudah memiliki semuanya, dia hanya membutuhkan orang yang bisa menjaganya dan bisa menerimanya apa adanya, dan aku percaya kau bisa menerima putraku apa adanya"

"presdir, kenapa anda bisa mempercayai saya begitu saja? Bisa saja saya juga hanya akan memanfaatkan Yesung ssi nantinya"

"aku tidak mempercayaimu begitu saja Siwon ah, aku mengambil keputusan ini setelah memperhatikanmu selama hampir dua tahun ini, dan aku merasa aku sudah bisa mempercayakan putraku padamu"

"terima kasih presdir sudah sangat mempercayai saya, saya merasa sangat terhormat diberi kepercayaan seperti ini, tapi... kalau saya boleh tahu kenapa presdir ingin segera menikahkan Yesung ssi? Bukankah dia masih kuliah? Apa dia sudah bersedia untuk menikah?"

"soal dia sudah besedia atau belum biar itu menjadi urusanku nanti, aku hanya minta bantuanmu, bersedialah untuk menikahi putraku, soal alasan kenapa aku ingin segera menikahkannya? Karena aku juga sudah lelah dengan pemberitaan media mengenai kehidupannya di Amerika sana selama ini, aku tidak bisa menyalahkan media sepenuhnya, putraku semakin sulit untuk di kontrol belakangan ini, kerjaannya hanya liburan kesana kemari dan mengabaikan kuliahnya, dia selalu menolak tiap kali aku minta untuk pulang ke Korea, jadi aku rasa aku tidak punya pilihan lain kecuali segera menikahkannya, setidaknya media tidak akan lagi terlalu mengekspose kehidupan pribadinya kalau ia sudah menikah, dan aku juga tidak akan sendirian lagi mengontrol kehidupannya, ada suaminya yang juga akan ikut mengawasinya, putra kecilku yang nakal membuat ayahnya yang sudah tua ini makin kewalahan setiap harinya, jadi aku ingin kau juga ikut membantuku Siwon ah, membantuku mengurus putraku"

Siwon jadi tertegun memperhatikan atasannya, setetes cairan bening mengalir dari sudut mata yang sudah mulai keriput namun masih memiliki kharisma dan wibawa yang kuat itu, disaat yang bersamaan bibirnya juga menyunggingkan senyuman yang hangat, Siwon bisa melihat kalau presdir Kim sangat menyayangi Yesung, dan entah kenapa Siwon jadi tidak tega lagi untuk membantah dan mengecewakan atasan yang sudah teramat sangat baik terhadapanya tersebut, atasan yang sangat mempercayainya, bahkan mempercayai menyerahkan kehidupan putra semata wayangnya padanya.

Jujur Siwon tidak mempunyai perasaan apa apa terhadap Yesung, bahkan justru sedikit antipati karena kehidupan bebasnya, tapi melihat bagaimana presdir Kim sangat menyayanginya, Siwon jadi tidak tega untuk menolak,ia sanagt menghormati dan menghargai presdir Kim.

"wah... sepertinya nanti tugasku akan jadi dua kali lipat lebih berat" ujar Siwon akhirnya mencoba sedikit becanda untuk mencairkan suasana yang mendadak berubah mendung, presdir Kim kini tak lagi bersuara, sepertinya ia sangat merindukan putranya, sudah berapa lama sebenarnya anak itu tidak pulang? Sejak ia bekerja di perusahaan ini selama dua tahun, belum pernah sekalipun ia melihat atau mendengar Yesung pulang. Mungkin dia memang harus menerima permintaan presdir Kim, agar ayah dan anak ini tidak lagi terpisah, sepertinya alasan terbesar presdir Kim untuk segera menikahkan Yesung pun agar putranya tersebut menetap di Korea.

"apa itu artinya kau bersedia untuk menikah dengan putraku Siwon ah?"

"perusahaan dan presdir sudah begitu baik padaku selama ini, mungkin ini saatnya aku sedikit membalas kebaikan presdir"

"terima kasih Siwon ah, terima kasih kau sudah bersedia membantuku" presdir Kim langsung bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Siwon.

"p- presdir..."

"terima kasih, maaf aku memberimu tugas yang sangat berat untuk membantuku menjaga putra nakalku, tapi aku hanya bisa percaya padamu saja"

"sama sama presdir, aku juga sangat berterima kasih dan sangat tersanjung mendapat kepercayaan sebanyak ini dari presdir"

Kini presdir Kim tersenyum sumringah, wajahnya tampak berbinar binar kini, Siwon ikut bahagia melihatnya.

"ah aku sudah tidak sabar ingin melihat kalian segera menikah, aku akan menelepon Yesung dan memintanya utuk segera pulang, kali ini aku akan memaksanya dengan segala cara untuk pulang agar kalian bisa secepatnya menikah"

Siwon hanya tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia akan segera menikah, menikahi putra atasannya, yang belum pernah sekalipun bertemu secara langsung dengannya.

"kau boleh kembali ke ruanganmu sekarang Siwon ah, aku akan menelepon putraku dulu"

"baiklah presdir, tapi... uhmm.."

"ada apa? Katakan saja"

"izinkan saya bertemu dan berkenalan dulu dengan Yesung ssi nanti sebelum kami menikah"

"tentu Siwon ah, aku akan mengenalkanmu padanya terlebih dulu sebelum kalian menikah"

"baiklah presdir, saya permisi"

.

.

.

.

.

=to be continued...=

.

.

Terima kasih untuk respon teman teman di teaser kemaren ;)

Lily datang bawa chapter 1, moga pada suka dan mau kasih respon lagi yaaaaa,

Lily tunggu~

See you~~~~~

.