Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos eveywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped on a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

=Chapter Tiga=

.

.

.

.

Yesung menyilangkan kedua tangannya di dada sambil memasang tampang kesal karena sang Appa masih belum mengabulkan permintaannya. Ia kini tengah duduk di sofa di ruangan kerjanya sambil menatap sang Appa yang tengah serius berbicara dengan seseorang di gagang telepon, mungkin relasi bisnisnya, Yesung tak mau ambil pusing, yang ia mau sekarang Appanya segera mengaktifkan kartu kreditnya biar ia bisa kembali bernafas seperti biasa.

"Yesung ah, jangan pasang tampang cemberut begitu, sudah lebih dari setahun kita tidak bertemu, apa kau tak rindu pada Appamu hmm?" Ujar Mr Kim menghampiri putranya begitu ia menyudahi obrolannya dengan relasi bisnisnya diseberang sana.

Yesung tak menjawab, ia memalingkan wajahnya dari sang Appa, dengan posisi kedua tangan masih disilangkan di depan dada dan bibir yang mengerucut kesal.

"Aigoooh, putra kecil Appa jangan ngambek" Mr Kim membawa Yesung ke dalam pelukannya, ia sangat merindukan putranya tersebut.

"Appa sangat merindukanmu" ujarnya pelan.

"Aku juga sangat merindukanmu Appa" Akhirnya Yesung membalas pelukan sang Appa, keduanya masih berpelukan dan terdiam cukup lama, melepas kerinduan masing masing, sampai Mr Kim kembali mengeluarkan suara.

"Kenapa tadi kau langsung berteriak pas memasuki ruangan Appa hmm? Poinmu pasti berkurang lagi di mata Siwon"

"poin? poin apa? dan siapa Siwon?" tanya Yesung Bingung dan melepaskan pelukannya dengan sang Appa.

"yang tadi sedang berbincang dengan Appa di ruangan ini"

"aku tadi tidak memperhatikannya, memangnya siapa dia? Dan poin apa tadi maksud Appa?"

"Appa yakin sudah banyak poin negatif mengenaimu selama ini dimatanya, dan tadi di depannnya kau menambahkannya lagi, ini pertemuan pertama kalian, dan kau sudah memberikan kesan buruk padanya"

"apa yang sebenarnya sedang Appa bicarakan? Aku tidak peduli dengan penilaian Siwon atau siapapun itu, ini hidupku apa haknya memberiku poin poin?"

"nanti malam Appa jelaskan di rumah"

"sebenarnya ada apa sih Appa? Kenapa kau jadi aneh begini belakangan ini? Memaksaku untuk pulang dan sekarang membicarakan sesuatu yang aku tidak mengerti, Appa membuatku pusing"

"makanya kau istirahat saja dulu di rumah, kau pasti lelah, nanti malam Appa jelaskan"

"tidak bisa, Appa harus menjelaskan semuanya sekarang, aku sudah merasa ada yang tidak beres sejak kemaren, dan gelagat Appa sekarang makin aneh saja, ada apa sebenarnya?"

"pulanglah dulu, nanti mal-"

"tidak Appa, aku tidak akan pergi dari sini sampai Appa menjelaskan semuanya"

"baiklah, mana pasport mu?"

Yesung menautkan kedua alisnya mendengar permintan aneh Appanya, apa hubungannya penjelasannya dengan pasport?

"apa hubungannya dengan pasportku Appa?"

"berikan saja pasportmu pada Appa kalau kau memang ingin mendengar penjelasan dariku"

Dengan ragu ragu akhirnya Yesung membuka tas ransel kecil yang masih bertengger di punggungnya, dan mengeluarkan pasportnya dari sana, dan dengan berat hati menyerahkannya pada sang Appa, firasatnya mengatakan akan ada hal yang tidak menyenangkan yang akan menimpanya begitu pasport itu berpindah tangan, tiba tiba saja ia menyesali keputusannya menyerahkan pasportnya pada sang Appa, tapi semua sudah terlambat karena Mr Kim sudah mengantongi pasport tersebut, dengan senyuman lebar kini terlukis di wajahnya. Yesung hanya bisa berharap semoga firasatnya tidak benar.

"aku sudah menyerahkan pasportku, sekarang jelaskan semuanya dan kenapa juga harus mengambil pasportku, apa Appa takut aku akan kembali ke New York?"

"buat jaga jaga, kau bisa saja langsung kabur begitu Appa kembali mengaktifkan kartu kreditmu"

Yesung hanya bisa menghela nafas berat, well kembali kabur ke New York begitu kartu kreditnya aktif memang menjadi salah satu rencana Yesung, tapi ternyata Appanya sudah membaca semuanya, pasportnya bahkan sudah disita sebelum kartu kreditnya di aktifkan kembali. Yesung hanya akan pasrah dan mengikuti kemauan Appanya untuk menetap dulu di Seoul untuk beberapa waktu sampai nanti ia bisa kembali membujuk Appanya untuk membiarkannya kembali ke New York, well itu hanya rencana Yesung, ia tidak tahu kalau Appanya sudah menyusun rencana yang lebih besar untuknya.

"jadi Appa sekarang jelaskan semuanya, sebenarnya ada Appa?"

"Appa ingin kau segera menikah"

"mwo?! Menikah?! Astaga Appa! Ada apa denganmu? Kenapa mendadak memintaku untuk menikah?!"

"bukan mendadak Yesung ah, Appa sudah memikirkan ini sejak lama, Appa rasa diusiamu yang sekarang adalah usia yang paling tepat untukmu menikah"

"tidak tidak, aku sama sekali belum pernah kepikiran untuk menikah Appa, lagipula aku tidak mempunyai kekasih untuk saat ini"

"soal itu Appa sudah punya calonnya untukmu"

"mwo?! Appa menjodohkanku?! Andwae! Aku tidak mau dijodohkan! Aku akan mencari pacar sendiri lalu menikahinya, aku ingin menikah dengan pilihanku, dengan orang yang aku suka, dan tidak sekarang, aku belum siap untuk menikah" Yesung sampai sesak nafas sendiri saking shocknya dengan pernyataan sang Appa yang tiba tiba memintanya untuk segera menikah dan bahkan sudah memiliki calon untuknya?! Ternyata firasat buruknya tidak meleset.

"Appa yakin kau akan menyukai calon suamimu"

"suami?! heol! Appa! Kau menjodohkanku dengan seorang namja?! Kau ingin aku menikah dengan seorang namja? Are you fucking kidding me?!"

Lihatlah.. the great Kim Yesung sedang panik, ia bahkan lupa untuk menjaga cara berbicaranya dengan sang Appa.

"jaga cara bicaramu Yesung ah, kau sudah berada di Korea, tinggalkan gaya berbicara ala baratmu"

"mianne, tapi ini semua salah Appa, apa apaan itu mendadak menyuruhku untuk menikahm dan dengan seorang namja? Aku tidak percaya Appa serius melakukan semua ini padaku, aku tidak percaya Appa memaksaku pulang untuk hal ini, memaksaku menikah dengan seorang namja, arrrrrggh!" Yesung menjambak rambutnya frustasi.

"kenapa memangnya kalau kau menikah dengan seorang namja? Jangan berkilah kalau kau tak menyukai namja"

"aku tidak akan mengatakan kalau aku tidak menyukai namja, aku menyukai keduanya, tapi kalau untuk menikah aku ingin menikahi yeoja, aku akan memimpin perusahaan ini nanti, aku butuk sosok seorang istri yang bisa mengurusiku kelak, bukan menjadi sosok istri yang justru akan mengurus suamiku kelak, shireo!"

"oh... jadi kau masih memiliki pemikiran mengenai perusahaan?"

"tentu saja, aku penerus Appa satu satunya"

"lalu kenapa kau tidak pernah serius menekuni kuliahmu? Ini sudah tahun ke enam kau kuliah sejak transfer dari Seoul, dan masih sangat banyak mata kuliah yang belum kau ambil, kau seharusnya sudah tamat dan sudah mengambil alih perusahaan dari setahun yang lalu"

"i- itu karena aku..."

"karena kamu terlalu sibuk berfoya foya dan bermain gila dengan teman temanmu di luar sana?"

"Appa..."

"sudahlah, tidak perlu menggunakan perusahaan sebagai alasan untuk mengelak, Appa tahu kau tidak pernah tertarik dan peduli dengan perusahaan"

"siapa bilang aku tidak peduli Appa? Aku peduli, kalau bukan aku siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan?"

"oh Appa sangat terharu mendengar kepedulianmu" sindir Mr Kim

"Appaaaaaa!"

"sebaiknya sekarang kau pulang, Appa ada meting dengan client di luar sebentar lagi, nanti kita bicarakan lagi di rumah" Ujar Mr Kim tenang sambil beranjak menuju meja kerjanya dan membereskan beberapa file penting yang perlu di bawa untuk bertemu dengan clientnya.

"menyebalkan! Aku menentang keras rencana Appa! Jangan harap aku mau melakukannya!" teriak Yesung frustasi sambil berjalan meninggalkan ruangan Appanya, rencana gila Appanya benar benar tak bisa dibiarkan.

"eh tunggu! Aku melupakan sesuatu!" Yesung berbicara sendiri dan mendadak berbalik kebali menuju ruangan Appanya, beruntung Mr Kim masih berada disana, sepertinya ia kembali habis menghubungi seseorang.

"ada apa? kenapa kau kesini lagi? Appa akan pergi sekarang" ujar Mr Kim berjalan menuju pintu ruangan.

"tunggu sebentar Appa, apa Appa menjodohkanku dengan won... won siapa tadi namanya, yang tadi apa bilang poin poin?"

Mr Kim terkekeh pelan mendengar pertanyaan putranya, apa mungkin Yesung sudah mulai tertarik?

"namanya Siwon Yesung ah, jangan sampai salah menyebut namanya dan mengurangi poinmu lagi"

"tsk aku tidak peduli dengan poin atau penilaian Siwon terhadapku, aku ingin bertemu dengannya, dia dari perusahaan mana? Biar ku temui sekarang"

"wah kau sudah langsung tidak sabar untuk bertemu dengannya? Sepertinya kalian memang akan sangat cocok, Siwon juga mengatakan sangat ingin bertemu denganmu saat Appa membicarakan masalah ini dengannya" goda Mr Kim.

"bukan begitu, aiiish Appa!"

"nanti malam Appa akan menyuruhnya ke rumah, sabarlah menjelang nanti malam" ujar Mr Kim sambil terkekeh pelan dan berjalan meninggalkan ruangannya, meninggalkan Yesung yang menggerutu kesal, ia tidak tertarik dengan Siwon atau siapapun itu yang dijodohkan dengannya, sama sekali tidak. Ia hanya ingin menemuinya dan memintanya untuk membatalkan rencana gila ini.

"Siwon ada di perusahaan ini Tuan Muda, tanyakan pada bagian informasi kalau kau ingin bertemu dengannya" ujar Kangin, asisten sekaligus sekretaris pribadi Appanya yang ternyata sudah berdiri di pintu, Kangin memang mendengar pembicaraan Yesung dan Appanya barusan, karena Yesung tidak menutup pintu saat ia masuk, dan Kangin juga sudah mengetahui perihal rencana pernikahan Yesung dan Siwon, ia satu satunya orang yang diberitahu oleh Presdir Kim soal hal ini, dari awal sebenarnya Kanginlah yang mempromosikan Siwon pada Presdir Kim, karena secara pribadi Kangin sudah tertarik dengan kepribadian dan kerja keras Siwon sejak awal.

"ada disini ahjussi? Siwon bagian dari perusahaan ini?"

"iya, silahkan tanyakan pada bagian informasi"

"gomawo ahjussi"

"sama sama tuan muda, saya permisi dulu"

Kangin segera menyusul Presdir Kim yang sudah terlebih dulu memasuki lift, kembali meninggalkan Yesung yang terpaku sendiri.

"Siwon bagian dari perusahaan ini? Apa itu artinya dia salah satu dari karyawan Appa?"

"Appa menjodohkanku kengan karyawannya? Aku pikir Appa akan menjodohkanku dengan salah satu putra relasi bisnisnya, hmm..."

Yesung masih sibuk bermonolog sendiri di ruangan Appanya.

"eh! Tapi bagus kalo dia memang salah satu dari karyawan Appa, akan lebih mudah bagiku untuk mengatasinya ketimbang dia relasi bisnis Appa"

Kini Yesung tersenyum sumringah dan segera menuju bagian informasi, sepertinya ia mendapatkan ide cemerlang, berniat menggunakan kartunya sebagai anak tunggal pemilik perusahaan mungkin? Selamat mencoba Kim Yesung.

.

.

.

.

"apa Siwon ada di dalam Yuri ssi?"

"dia baru saja keluar manajer Lee, sepertinya dia ada meeting lagi diluar bersama Presdir Kim"

"Aissssh anak itu selalu saja meninggalkanku" gerutu Donghae kesal, padahal tadi pagi Siwon yang mengajaknya untuk makan siang bersama di luar.

"Manager Lee, aku dengar tadi pagi di rapat umum Presdir menyatakan bahwa ia akan menyerahkan perusahaan pada Choi sajangnim? Apa itu benar?"

"aku dengar juga begitu, tapi aku belum sempat bertemu dan menanyakannya langsung pada Siwon"

"wah sepertinya Presdir benar benar menyukai Siwon sajangnim ya, dia mempercayakan perusahaan pada orang lain, bukan putranya sendiri"

Donghae hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Yuri, sekretaris Siwon tersebut. Sebentar lagi semua juga akan tahu apa alasan Presdir Kim melakukan semua ini, Presdir Kim bukannya menyerahkan perusahaan kepada orang lain, ia menyerahkan perusahaan kepada calon menantunya.

"permisi, apa disini ruangannya Choi Siwon?"

Donghae dan Yuri sontak menoleh ke asal suara, dan untuk sepersekian menit waktu seolah berhenti berjalan, the great Kim Yesung ada di depan mereka, bukankah Yesung sedang berada di Amerika? Kenapa mendadak berada disini?

Yesung berdecak kesal, selalu saja seperti ini. Inilah salah satu alasan mengapa ia tak pernah mau datang ke perusahaan sejak dulu, karyawan Appanya terlalu berlebihan, menganggapnya seolah dewa. Yesung tahu ia di karuniai wajah yang sangat indah, cantik dan tampan di saat yang bersamaan, Yesung sangat tahu itu, sudah begitu banyak majalah fashion dan kecantikan yang membicarakannya, tapi ayolah jangan berlebihan seperti ini, ia juga hanya manusia biasa sama seperti mereka.

"hellooooo apa benar disini ruangan Choi Siwon? dan apa dia ada di dalam? Kwon Yuri ssi? Lee Donghae ssi?" tanya Yesung sekali lagi dengan nada kesal, setelah melihat nametag keduanya.

"a- oh b- benar ini ruangan Choi Siwon, tapi sajangnim baru saja keluar, ia ada meeting dengan Presdir, tuan muda" Jawab Yuri gelagaban mencoba kembali menguasai diri, sementara Donghae hanya memegang pundaknya sambil tersenyum salah tingkah, ia masih dalam fanboy mode-nya.

Mulai dari semua maid di rumah sampai semua karyawan Appanya di kantor memang selalu memanggilnya tuan muda, ia juga tidak tahu kenapa, dulu Yesung sudah pernah mengajukan protes soal hal ini, tapi tidak ada yang mengindahkan, semua terus memanggilnya tuan muda, jadi Yesung membiarkannya sejak saat itu, ia memilih untuk menjauh dari perusahaan sebisa mungkin.

"meeting di luar dengan Appa?"

"benar tuan muda"

"aiiiish Appa kau mengerjaiku, kenapa tidak bilang dari tadi?" gerutu Yesung kesal, dalam hati tentunya. Ia memejamkan matanya sejenak, ia benar benar kesal, Appanya mempermainkannya.

"ada pesan untuk Choi sajangnim, tuan muda?"

"tidak ada, terima kasih permisi" Yesung langsung berbalik dan melangkah pergi, mungkin ia benar benar harus pulang dulu ke rumah, ia sangat lelah dan kesal, ia di permainkan oleh Appanya sendiri.

"itu tadi benaran the great Kim Yesung kan? Yeoksi! Dia sangat sempurna, ini pertama kalinya aku bertemu dengannya, dan sedekat ini" Donghae ternyata masih belum pulih.

"benar, ini juga pertama kalinya aku bertemu dengannya, aku bergabung dengan perusahaan ini tepat disaat dia pindah ke New York, dan dia tidak pernah pulang sejak saat itu, wahh Kim Yesung benar benar tampan, dan juga... manis" Yuri ternyata juga dalam fangirl mode-nya.

"eh tapi kapan dia pulang? Bukankah dia seharusnya masih berada di Amerika?"

"aku rasa dia baru sampai di Seoul hari ini, dan dia sudah langsung mencari Siwon? Aissh Siwon kau berhutang penjelasan padaku" gumam Donghae pelan.

"kau bicara apa Manajer Lee?"

"ah tidak, tidak ada apa apa, aku kembali ke ruanganku dulu Yuri ssi, permisi"

Donghae kembali ke ruangannya dengan perasaan sedikit kesal, ia yakin Siwon tahu soal kedatangan Yesung hari ini, tapi kenapa Siwon tidak memberi tahukan hal itu padanya? sebagai fanboy-tak resmi Yesung, Donghae merasa sedikit terhianati.

.

.

.

.

.

"apa Yesung sudah pulang ke rumah bik?" tanya Mr Kim pada maid yang menyambutnya, ia sengaja pulang lebih cepat hari ini.

"sudah tuan besar, tuan muda sudah pulang sejak tadi siang, dia ada di kamarnya"

"baiklah, siapkan menu makan malam yang spesial ya, kami ada tamu malam ini"

"baik tuan"

Mr Kim kemudian berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, malam ini adalah malam yang spesial, makan malam bersama putranya setelah sekian lama, dan juga makan malam bersama calon menantunya, ia sudah tidak sabar untuk itu.

Setengah jam kemudian Mr Kim keluar dari kamarnya dan menghampiri kamar Yesung.

"tok tok tok"

"..."

"Yesung ah"

Masih tak ada jawaban.

Mr Kim memutar knop pintu, dan ternyata tidak di kunci, ia membuka pintu dengan pelan, dan memasuki kamar Yesung. Terlihat Yesung yang tengah tertidur pulas diatas ranjang, Mr Kim tersenyum melihat pemandangan itu.

Dengan hati hati Mr Kim duduk di sisi ranjang Yesung, ia membelai kepala Yesung dengan lembut, tak ingin mengganggu tidur putranya. Ia tahu Yesung pasti sangat lelah setelah menempuh penerbangan jauh dari Amerika, tapi egonya memaksanya untuk mendatangi sang Appa langsung ke kantor, menagih kembali kartu kreditnya, tapi sepertinya setelah mendengar berita mengenai pernikahan dan perjodohan, Yesung langsung lupa dengan kartu kreditnya.

"kau pasti sangat kaget kan? Tapi Appa melakukan semua ini untukmu nak, Appa sudah lelah dengan pemberitaan mengenai dirimu diluar sana, Appa yakin pernikahan ini bisa meredam pemberitaan tersebut, dan juga Appa percaya Siwon orang yang paling baik dan paling tepat untukmu" ujar Mr Kim lembut, ia masih membelai kepala Yesung dengan lembut dan pelan.

.

.

Setengah jam kemudian Yesung membuka matanya, dan mendapati sang Appa tengah duduk di sisi ranjangnya.

"Appa? Apa yang kau lakukan disini?"

"kau sudah bangun? Appa menunggumu dari tadi, ayo segera mandi"

"aku masih ngantuk Appa, nanti saja mandinya"

"hey... sebentar lagi waktunya makan malam, kau harus segera mandi, kita ada tamu malam ini"

"tamu? Siapa?"

"Siwon"

Yesung langsung duduk begitu mendengar Appanya menyebut nama Siwon, bukan karena semangat, tapi karena hal lain.

"Appa... kau tidak benar benar serius kan? Kau hanya ingin mengerjaiku saja kan?"

Mr Kim hanya tersenyum lembut, menanggapi pertanyaan Yesung.

"Appa, aku benar benar belum siap untuk menikah, apalagi dengan orang yang tidak aku kenal, dengan orang yang ku kenal saja rasanya aku belum siap, apalagi orang asing"

"kau bisa berkenalan dulu dengannya, makanya buruan mandi, dia akan datang sebentar lagi"

"tidak masalah aku akan berkenalan dulu dengannya atau apa, masalahnya disini aku belum siap untuk menikah, apalagi dia seorang namja dan aku akan menjalani peran sebagai seorang istri? Appa demi apapun aku belum siap, setidaknya Appa harus membri tahuku dua tahun sebelumnya kalau Appa memang berniat ingin menikahkan aku dengan sesama namja, buka dadakan seperti ini"

"kau bilang kau peduli dengan perusahaan kan?"

"iya, tentu saja aku peduli Appa"

"bersedialah untuk menikah dengan Siwon kalau kau memang peduli"

"apa hubungannya? Apa Siwon mengancammu Appa?! Kangin ahjussi bilang dia salah satu dari karyawan Appa, apa dia mengetahui suatu rahasia besar perusahaan dan mengancam akan membocorkannya ke rival perusahaan kalau Appa tidak mau menikahkanku dengannya?!" Yesung mendadak jadi parno sendiri, mungkinkah Appanya tengan diancam? Karena baginya tak masuk akal ia diminta untuk menikahi salah satu karyawan Appanya kalau tanpa alasan apa apa, mungkin kalau Appanya menjodohkannya dengan salah satu relasi bisnisnya Yesung masih sedikit bisa mengerti, demi kemajuan bisnis atau penggabungan dua perusahaan, tapi ini dengan karyawan sendiri? Apa untungnya buat Appanya memaksanya menikah dengan karyawannya sendiri? Bukan, Yesung bukannya merendahkan Siwon karna hanya karyawan Appanya, hanya saja ia masih belum bisa menerima Appanya mendesaknya untuk segera menikah, Appanya tidak pernah memaksa dan memohon seperti ini kepadanya sebelumnya, memangnya siapa Siwon? Bukankah hanya akan masuk akal kalau Siwon memang menggunakan ancaman untuk mendapatkannya? Siwon salah satu dari sekian banyak orang yang terobsesi dengannya mungkin? Yesung mulai panik.

"kau berlebihan Yesung ah, tidak ada yang mengancam Appa, Siwon adalah karyawan yang paling Appa percaya, itulah kenapa Appa juga akan mempercayakan putra tunggal kesayangan Appa ini padanya, Appa yakin dia orang yang paling baik dan tepat untukmu"

"atau Appa mungkin berhutang budi padanya? Dia pernah menyelamatkan nyawa Appa atau semacamnya?" Yesung masih belum menyerah, yang membuat sang Appa kembali terkekeh pelan.

"tidak Yesung ah, Appa tidak berhutang apa apa padanya, dia juga tidak pernah mengancam Appa dengan apapun, ini murni keinginan Appa ingin menikahkanmu dengannya, Appa menyayangi dan mempercayainya sama seperti Appa menyayangi dan mempercayaimu, itulah kenapa Appa ingin mengikat kalian bersama, Appa takut nanti dia keburu diambil orang lain"

Yesung hanya bisa bersweatdrop ria mendengar pernyataan Appanya, kenapa ia begitu terobsesi dengan namja yang bernama Siwon ini.

"Appa... tadi kau bilang aku harus segera menikah kalau aku memang peduli dengan perusahaan kan? Memangnya kenapa? Apa hubungannya pernikahanku dengan perusahaan? Toh dia juga hanya karyawan Appa, buka relasi bisnis Appa"

"kau tidak memandang rendah seseorang hanya karena dia hanya berstatus sebagai karyawan di perusahaan kita kan Yesung ah? Appa tidak pernah mengajarkanmu untuk begitu" tegur Mr Kim serius, ia tidak pernah mengajarkan anaknya untuk membedakan seseorang hanya karena hartanya.

"ani, bukan begitu maksudku Appa, kau bilang ini demi perusahaan, aku tidak mengerti dari sisi mana pernikahanku ini demi perusahaan"

"kau mungkin tidak pernah menyadari atau tidak pernah peduli mengenai pemberitaanmu di luar sana, tapi para pemegang saham sangat peduli, sorotan media terhadapmu sebagai pewaris tunggal perusahaan sangat mempengaruhi harga saham perusahaan, dan para pemegang saham sudah semakin resah dengan pemberitaan itu, mereka khawatir imagemu yang tidak pernah baik ini bisa menghancurkan perusahaan"

Yesung jadi tertunduk diam, sedikit merasa bersalah mungkin?

"lalu... Appa menyuruhku untuk segera menikah agar pemberitaan mengenai kehidupan pribadiku bisa berkurang?"

"tepat sekali"

"aku belum siap untuk menikah Appa, aku minta maaf kalau tingkahku selama ini merugikan perusahaan, aku janji akan lebih berhati hati dan menjaga pergaulanku ke depannya, tolong jangan paksa aku untuk menikah, jangan sekarang"

"Appa tidak pernah meminta apa apa padamu selama ini Yesung ah, Appa selalu menuruti semua kemauanmu, hanya kali ini saja Appa meminta tolong padamu"

"tapi Appa-"

"tok tok tok, permisi tuan besar, tuan muda, tamunya sudah datang"

Suara maid di depan pintu kamarnya memotong ucapan Yesung yang kembali ingin membantah Appanya.

Mr Kim menoleh pada putranya dan meremas bahu Yesung pelan.

"Siwon sudah datang, segeralah mandi, Appa tunggu di bawah"

Yesung baru saja akan kembali membantah saat lagi lagi Appanya memotong ucapannya.

"Appa mohon jangan kecewakan dan permalukan Appa di depan Siwon"

Yesung menghembuskan nafas kesal, tanpa berbicara satu patah katapun ia berjalan memasuki kamar mandi, meninggalkan Appanya yang tengah tersenyum senang.

.

.

.

.

.

=to be continued=

.

Chapter 3 udah datang~~~~ makasih buat semua review di chapter 2 kemaren, makasih masih pada nungguin cerita ini ;)

Lily senyum senyum sendiri baca review dari teman teman semua, dan juga... di chapter ini masih belum ada interaksi yewon langsung yaa... tapi secara keseluruhan dari awal sampe akhir, chapter ini membahas mengenai YeWon, jadi lily harap teman teman tidak terlalu kecewa, mohon kritikan, masukan dan sarannya ;)

Lily tunggu reviewnya ya... biar makin semangat buat nulis chapter selanjutnya~

Lastly Happy New Year everyone~~ moga tahun ini moment YeWon makin banyak, walopun daddy tampan lagi wamil ;^) dan juga moga makin banyak author yang kembali aktif nulis YeWon, biar rame lagi otp kita ;^)

Sekian cuap cuapnya, see you ^^