Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos eveywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped on a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

.

=Chapter Empat=

.

.

.

.

.

Siwon langsung berdiri dan membungkuk hormat menyapa Mr Kim begitu ia meliahat pria berumur itu menuruni tangga.

"selamat malam Presdir"

"malam, silahkan duduk kembali Siwon ah, jangan terlalu formal, kita tidak sedang dalam jam kantor" kekeh Mr Kim pelan dan kembali menyuruh Siwon duduk, ia sendiri mengambil posisi duduk di hadapan Siwon, di ruangan tamu, mention megah miliknya.

"maaf membuatmu sedikit menunggu Siwon ah, Yesung baru mandi, dia baru saja bangun, mungkin terlalu kelelahan"

"tidak apa presdir, ini juga baru jam enam, mungkin aku yang datang terlalu cepat"

"kau datang tepat waktu, aku memintamu untuk datang jam enam, putraku saja yang begitu susah dibangunkan dari tadi"

Siwon tersenyum sambil memegangi tengkuknya yang tidak gatal, entah kenapa ia merasa canggung sekali, mungkin karena ini pertama kalinya ia datang ke mention pribadi keluarga Kim?

"kau tidak lupa dengan pesanku tadi siang kan Siwon ah?"

"tidak presdir, hanya saja... apa aku memang harus melakukannya? Apa tidak apa apa?"

"tidak apa apa, lakukan saja, aku yang memintamu untuk melakukannya, aku percaya kau bisa mengatasinya"

"baiklah"

"tuan besar, meja makan sudah siap" ujar seorang maid menghampiri mereka.

"sudah siap? Siwon ayo kita tunggu di meja makan saja"

Siwon hanya mengangguk dan ikut berdiri mengikuti Mr Kim.

"tolong kembali panggilkan Yesung ya bik, beritahu kami sudah menunggunya di meja makan"

"baik tuan" sang maid segera bergegas menaiki tangga, menuju kamar tuan mudanya.

.

.

Yesung turun sekitar tujuh menit kemudian, ia langsung menuju meja makan dan mengambil posisi duduk di samping Appanya, tepat di hadapan Siwon.

Malu? canggung? salah tingkah? Semua itu tidak ada dalam kamus Yesung, dia the great Kim Yesung, pujaan semua orang, ingat?

Yesung bahkan sudah lebih dulu menyapa Siwon sebelum sang Appa sempat mengenalkan mereka.

"hai, kau pasti Choi Siwon bukan? Aku Kim Yesung, kau pasti sudah mengenalku juga"

percaya diri sekali.

"aku tidak tahu kesepakatan apa yang telah kau buat dengan Appaku, tapi aku tidak ingin berbasa basi, jujur saja aku menentang rencana ini, Siwon ssi" lugas dan frontal.

"Yesung!" Mr Kim mencoba menegur putranya, reaksi Yesung? Dingin dan datar. sepertinya ia benar benar ingin memperlihatkan kepada Siwon dan juga Appanya, bahwa ia menentang keras rencana perjodohan ini.

Sementara Siwon sang tamu hanya diam, jujur saja ia sedikit kaget dengan ke-frontalan Yesung, namun ia sudah siap untuk itu, sang calon mertua sudah memberinya banyak "bekal" tadi siang.

Setelah menatap Mr Kim sekilas dan mendapatkan anggukan kecil dari atasannya itu, Siwon kembali menatap Yesung dengan senyuman menawan di bibirnya.

"wah kau sangat jujur sekali Yesung ssi, aku suka orang yang jujur, senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu"

Yesung sedikit merengut, kenapa ekspresi dingin dan datarnya tidak bereaksi sama sekali terhadap Siwon? Kenapa ia justru tersenyum senang? Yesung kesal melihat senyuman itu.

"kebanyakan orang mungkin memang sudah mengenalmu dan tahu banyak tentangmu tapi tidak denganku, aku tidak punya waktu untuk itu, jadi aku rasa aku masih perlu mengenalmu lebih banyak Yesung ssi, mohon kerja samanya"

"aku tidak tertarik dan tidak setuju dengan kerja sama ini"

"Yesung ah" Mr Kim menengahi.

"ayo kita makan dulu, Appa sudah lapar dan kalian juga pasti sudah lapar kan? nanti kalian bisa melanjutkan perkenalan dan obrolan kalian seusai makan"

"tawaran yang menarik presdir" ujar Siwon masih dengan senyum menawannya, membuat Yesung makin kesal.

Tak banyak yang mereka bicarakan selama mereka makan, hanya Mr Kim dan Siwon yang sesekali berbicara mengenai pekerjaan, sedangkan Yesung hanya diam, diabaikan.

Yesung kesal sampai ke ubun ubun, ia memang tidak tertarik tapi bukan berarti juga ia suka diabaikan, Kim Yesung tidak pernah diabaikan.

"aku sudah selesai" Yesung langsung berdiri dan hendak meninggalkan meja makan.

"mau kemana Yesung ah?"

"aku masih lelah Appa, aku mau kembali beristirahat"

"kau menyelesaikan makanmu"

"aku sudah kenyang"

Mr Kim melirik piring Yesung yang bahkan belum tersentuh separoh, dan ia bilang ia sudah kenyang?

"kau bahkan belum menyentuh separuh dari porsi makanmu"

"nanti malam kalau aku lapar aku akan makan lagi Appa, sekarang aku mau istirahat" tanpa menunggu izin dari Appanya, Yesung langsung meninggalkan meja makan.

"Yesung ah!"

"biarkan saja presdir, mungkin Yesung ssi benar benar lelah, dia belum beristirahat yang cukup sejak kedatangannya tadi siang"

Yesung mendengus kesal saat samar ia masih mendengar Siwon mencoba membelanya.

"huh! Pandai sekali ia mencari muka" Sungut Yesung sebelum benar benar menaiki tangga, menuju kamarnya.

.

.

Lelah? Sebenarnya Yesung tidak lagi terlalu lelah, ia sudah beristirahat dan tidur yang cukup lama tadi siang, ia hanya kesal saja, merasa dibaikan oleh Appanya dan juga Siwon.

Yesung kini hanya gegulingan tidak jelas diatas kasur king size miliknya, ia sama sekali tidak mengantuk, dan kalau boleh jujur ia masih lapar, tadi ia meninggalkan makanannya begitu saja , padahal maid memasak makanan kesukaannya, poor Yesung.

"tok tok tok"

Yesung menoleh saat mendengar ketukan pelan di pintu kamarnya.

"Yesung ah"

Suara Appanya, Yesung memilih untuk tidak menjawab, lagipula tadi ia sudah mengunci pintu, Appanya tidak akan bisa masuk.

"Yesung, Appa tahu kau belum tidur, ayo kembali turun, kau meninggalkan Siwon begitu saja, tidak sopan"

Yesung masih tak menjawab.

"Yesung ah... jangan permalukan Appa seperti ini, dia datang untuk bertemu denganmu, cepat temui dia"

Masih sama, Yesung memilih untuk mengabaikan Appanya.

"Yesung jangan membuat Appa marah, cepat temui Siwon ke bawah atau Appa akan menyuruhnya ke sini?"

"..."

"kau tau kalau Appa memiliki kunci cadangan kamarmu kan? dan kau juga tau Appa serius"

Yesung berdecak kesal, ia tahu Appanya tidak pernah main main dengan ucapannya, kalau sampai ia masih mengabaikan Appanya, ia pasti benar benar akan membuka pintu kamarnya dengan kunci cadangan, dan menyuruh Siwon kesini.

"Appa hitung sampai tiga, kalau kau masih belum membuka pintu juga, Appa akan kembali turun dan memanggil Siwon-"

"iya iya tunggu sebentar! Aku akan segera turun!" potong Yesung cepat.

Mr Kim tersenyum diluar mendengar jawaban panik putranya, ia tahu Yesung tak pernah suka kamarnya di masuki oleh orang lain, bahkan untuk membersihkan kamarnya saja hanya satu maid kepercayaannya saja yang ia bolehkan masuk ke kamarnya.

"jangan lama lama, kasian Siwon sudah menunggu dari tadi, segera temui dia, Appa mau istirahat sekarang"

"iya aku akan menemuinya, Appa istirahat saja"

Yesung melirik jam di pergelangan tangannya, baru lewat sedikit dari pukul 7. walau terlihat sangat enggan, Yesung meraih sweater merah kesangannya dan memakainya, terlihat sangat cocok dipadukan dengan kaos putih polos yang sudah dipakainya tadi. Yesung merapikan sedikit tatanan rambut dan memperhatikan penampilannya sebentar di depan cermin sebelum membuka pintu kamar, Appanya ternyata sudah tidak berdiri disana.

Dengan langkah gontai Yesung menuruni tangga, ia mendapati Siwon tengah duduk sendirian di ruangan tamu sibuk dengan handphonenya, Appanya sepertinya benar benar sengaja meninggalkan mereka berdua.

Merasakan kehadiran seseorang, Siwon mengalihkan sejenak perhatiannya dari layar handphonenya dan menoleh kesamping, mendapati Yesung yang tengah berdiri dengan gorgeousnya disana.

Entahlah berapa lama keduanya saling terdiam tak ada yang mengeluarkan suara, the great Kim Yesung hanya berdiri mematung di tempatnya berdiri, dan Choi Siwon pun sama, dia tak bergeming dari tempat duduknya dan juga tak mengeluarkan sepatah katapun.

"ehm... dimana Appaku?" sepertinya Yesung yang terlebih dulu tersadar dan kembali menguasai diri.

"oh uhmm.. presdir barusan sudah kembali ke kamarnya untuk beristirahat"

"istirahat huh? Appa pasti masih mengawasiku, ayok!" ujar Yesung sambil berjalan melewati Siwon.

"mau kemana Yesung ssi?"

Yesung tak menjawab, ia terus saja berjalan menuju pintu utama, membuat Siwon sedikit menautkan kedua alisnya bingung. Siwon melirik ke arah tangga dan mendapati Mr Kim tengah berdiri disana dan mengangguk sambil tersenyum tipis kearahnya, setelah membungkuk sekilas pada atasannya tersebut, Siwon segera berlari keluar menyusul Yesung.

"mana mobilmu?" tanya Yesung begitu Siwon menyusulnya keluar.

"kenapa memangnya? Kau ingin segera mengusirku?"

Yesung tak menjawab, ia masih sibuk celingukan mencari mobil Siwon.

"oh apa mobilmu yang putih itu?"

"iya"

"ayo buruan"

Yesung segera menghampiri mobil Siwon, ia membuka pintunya dan ternyata tidak di kunci, Yesung segera masuk dan duduk disamping kemudi.

Siwon yang masih berdiri tidak jauh dari mobilnya makin menatap Yesung bingung, apa yang tengah dilakukan Yesung? Apa ia ingin ikut Siwon ke apartementnya? Hey kau terlalu berharap banyak, Choi Siwon.

Tidak mau menebak dan bingung sendiri, akhirnya Siwon memilih untuk mengikuti arah permainan Yesung, ia menghampiri mobilnya, dan duduk di belakang kemudi.

"mau kemana tuan muda?" tanya Siwon kembali dengan senyuman menawannya, yang kembali membuat Yesung kesal.

"jangan panggil aku tuan muda, dan cepat saja jalankan mobilnya"

"oh maaf, tapi aku harus tahu dulu kemana tujuannya sebelum menjalankan mobil, tuan putri"

"Choi Siwon!"

"haha iya iya maaf" Siwon tertawa renyah dan kemudian mulai menjalankan mobilnya, meninggalkan pekarangan mansion keluarga Kim.

Yesung membuang muka keluar jendela, tak ingin Siwon melihatnya kalau ia juga tengah tersenyum, ia kesal jujur saja, Choi Siwon yang baru dikenal dan ditemuinya hari ini sudah berani membuatnya marah, tapi entahlah, kenapa bibirnya jutsru tersenyum disaat ia kesal seperti ini.

Yesung baru tersadar kembali dari lamunan singkatnya saat Siwon tiba tiba saja menghentikan mobil, ia menatap Siwon bingung.

"kenapa kau mendadak berhenti?"

"aku yang justru harusnya bertanya? Kau sebenarnya mau kemana? Aku sudah menyetir mobil ini 15 menit tanpa tujuan yang jelas, apa kau ingin ikut pulang ke apartementku?"

Yesung langsung memasang tampang tak suka mendengar tawaran Siwon, ikut namja yang baru dikenalnya sekitar satu jam yang lalu ini ke apartementnya? Hell NO. terima kasih.

Yesung celingukan keluar untuk melihat dimana ia berada saat ini, setelah merasa ia mengenal kawasan ini, ia segera keluar dari mobil.

"Yesung ssi! Kau mau kemana?" teriak Siwon begitu melihat Yesung menyeberangi jalan, namun Yesung tidak mempedulikan pertanyaan Siwon, ia terus berlari kecil menuju restoran mewah di seberang jalan yang dulu sering menjadi tempat tongkrongannya bersama teman temannya saat masih di Seoul.

"aiiish anak itu! Suka seenaknya saja! Kalau saja kau bukan putra atasanku pasti sudah kutinggal saja!" omel Siwon kesal sambil memarkirkan mobilnya dengan benar, dan ikut berlari menyeberangi jalan menyusul Yesung.

.

.

.

.

.

=to be continued=

.

Update kilat XD tapi pendek sih... ;p

Maaf lily Cuma bisa update segini dulu untuk saat ini, moga tetap pada puas yaaaa, ini udah full of YeWon seperti requestan teman teman semua, tapi ya baru jadi segini.

Nah kenapa lily maksa buat update sekarang badahal masih pendek banget? Masalahnya untuk dua atau tiga minggu ke depan lily kayaknya bakal sibuk banget dan nggak bakal sempat update, makanya dari pada ngegantung lama, jadi mending lily update dulu seadanya, nanti di sela sela kesibukan lily bakal tetap curi curi waktu buat nulis, dan kalau sempat bakal di update lagi, tapi nggak janji bakal bisa dalam dua minggu seperti yang lily janjiin kemaren, jadi untuk sementara nikmati aja sarapan ini dulu ya~~~ ;D

Love you readerdeul :* makasih untuk semua review di chapter kemaren, lily tunggu lagi kritikan, saran, dan masukannya ^^

.