Title : Married Without Dating
Author : lilily
Pairing : YeWon
Genre : Family Romance
Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere
Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?
.
.
.
.
=Chapter Lalu=
.
.
.
"mau kemana tuan muda?" tanya Siwon kembali dengan senyuman menawannya, yang kembali membuat Yesung kesal.
"jangan panggil aku tuan muda, dan cepat saja jalankan mobilnya"
"oh maaf, tapi aku harus tahu dulu kemana tujuannya sebelum menjalankan mobil, tuan putri"
"Choi Siwon!"
"haha iya iya maaf" Siwon tertawa renyah dan kemudian mulai menjalankan mobilnya, meninggalkan pekarangan mansion keluarga Kim.
Yesung membuang muka keluar jendela, tak ingin Siwon melihatnya kalau ia juga tengah tersenyum, ia kesal jujur saja, Choi Siwon yang baru dikenal dan ditemuinya hari ini sudah berani membuatnya marah, tapi entahlah, kenapa bibirnya jutsru tersenyum disaat ia kesal seperti ini.
Yesung baru tersadar kembali dari lamunan singkatnya saat Siwon tiba tiba saja menghentikan mobil, ia menatap Siwon bingung.
"kenapa kau mendadak berhenti?"
"aku yang justru harusnya bertanya? Kau sebenarnya mau kemana? Aku sudah menyetir mobil ini 15 menit tanpa tujuan yang jelas, apa kau ingin ikut pulang ke apartementku?"
Yesung langsung memasang tampang tak suka mendengar tawaran Siwon, ikut namja yang baru dikenalnya sekitar satu jam yang lalu ini ke apartementnya? Hell NO. terima kasih.
Yesung celingukan keluar untuk melihat dimana ia berada saat ini, setelah merasa ia mengenal kawasan ini, ia segera keluar dari mobil.
"Yesung ssi! Kau mau kemana?" teriak Siwon begitu melihat Yesung menyeberangi jalan, namun Yesung tidak mempedulikan pertanyaan Siwon, ia terus berlari kecil menuju restoran mewah di seberang jalan yang dulu sering menjadi tempat tongkrongannya bersama teman temannya saat masih di Seoul.
"aiiish anak itu! Suka seenaknya saja! Kalau saja kau bukan putra atasanku pasti sudah kutinggal saja!" omel Siwon kesal sambil memarkirkan mobilnya dengan benar, dan ikut berlari menyeberangi jalan menyusul Yesung.
.
.
.
.
.
=Chapter Lima=
.
.
.
.
.
"sebenarnya apa yang sedang kau lakukan huh? Kau membuatku bingung dari tadi" Omel Siwon begitu ia berhasil menyusul Yesung yang kini sudah berdiri di depan salah satu restoran terelit di kota Seoul.
"kau tau ini tempat apa kan?"
"restoran?" jawab Siwon dengan nada ragu, meskipun ia 100% tahu kalau mereka saat ini berdiri di depan sebuah restoran.
"nah tepat sekali, ini restoran, kau tentu tahu apa yang akan dilakukan seseorang saat datang ke restoran bukan? Karena mereka ingin makan, jadi sekarang jangan banyak tanya lagi, karena aku kesini untuk makan, aku lapar"
Yesung langsung melangkah memasuki restoran, yang langsung disambut dengan ramah oleh waitress disana.
"regular service atau vip service tuan?" Tanya sang waitress dengan ramah.
"vip" Yesung menjawab pendek.
"mari ikut saya tuan" sang waitress menuntun mereka menuju ke sebuah ruangan terpisah dengan ruangan makan pengunjung umum, Yesung memang selalu memesan ruang vip tiap kali datang ke restoran ini bersama teman-temannya, ia Kim Yesung yang banyak diperhatikan dan digemari oleh orang orang, jadi ia tidak mau acara makan dan ngumpul ngumpul dengan teman temannya sampai terganggu.
"silahkan tuan" sang waitress mempersilahkan mereka duduk, sambil menyodorkan menu menu special yang ada di restoran tersebut.
Yesung menoleh kearah Siwon yang dari tadi hanya diam sejak ia memasuki restoran ini.
"kau kenapa Siwon ssi?"
"tidak ada, aku hanya bingung denganmu"
"kenapa memangnya?"
"kau kesini karena kau ingin makan? Karena masih lapar?"
"tentu saja"
"lalu kenapa tadi kau meninggalkan meja makan begitu saja dengan alasan sudah kenyang saat tadi makan dengan Appamu?"
"bukan urusanmu!" sungut Yesung tak suka Siwon mengungkit masalah yang tadi.
"kau ini aneh sekali, padahal tadi Appamu bilang kalau maid dirumahmu tadi memasak makanan kesukaanmu"
"sudah kubilang bukan urusanmu Choi Siwon! Cepat saja keluarkan kartumu jangan banyak tanya!" Yesung makin kesal.
"loh? Kenapa kartuku? Kan kau yang mau makan, aku hanya menemanimu kesini" bantah Siwon tak terima, putra atasannya ini benar benar aneh.
"sudah keluarkan saja, kasian mbak ini sudah terlalu lama menunggu!"
"tidak mau"
"Siwon ssi!"
"kenapa harus aku?"
"karena ini semua salahmu! Kau harus bertanggung jawab!"
"salahku? Memangnya aku melakukan apa?"
"gara gara kau Appa memblokir semua kartuku!"
"oh aku baru ingat semua kartumu diblokir! Hahahaha kasian sekali! Hahaha"
Yesung berdecak kesal, ia sudah tahu Siwon pasti akan menertawakannya.
"jangan hanya tertawa! Cepat mana kartumu!"
"bukan begitu caranya minta tolong Yesung ssi, mintalah dengan baik baik"
"fine! Kalau kau tidak mau!" Yesung langsung berdiri dan melangkah meninggalkan ruangan itu, ia sudah sangat kesal, ia tidak biasa diperlakukan seperti ini, namun dengan sigap Siwon ikut berdiri dan memegang pergelangan tangan Yesung, mencegah namja manis itu meninggalkan ruangan.
"oke oke maaf aku hanya becanda, silahkan duduk kembali Yesung ssi, aku yang akan membayarkan semuanya"
Yesung langsung menyentakkan tangannya melepaskan diri dari genggaman tangan Siwon, ia tak suka dipegang pegang orang asing.
"aku minta maaf oke? Aku janji tidak akan becanda lagi, ayo duduk kembali, tadi kau mau memesan apa hmm?"
oh wow lihatlah aksi ngambek Kim Yesung yang masih belum mau beranjak dari tempatnya berdiri dengan wajah super dinginnya berhasil membuat Choi Siwon cukup kelabakan dalam membujuknya, Siwon tak boleh mengacaukan kencan pertamanya dengan Yesung, well mari kita sebut saja ini kencan pertama mereka. Mr Kim akan sangat kecewa pada Siwon kalau ia justru membuat Yesung marah dan makin menolak rencana perjodohan mereka.
"Yesung ssi..."
Akhirnya dengan wajah dingin dan datar, Yesung kembali duduk, membuat Siwon mengehembuskan nafas lega. Yesung memesan menu favoritnya di restoran itu, sementara Siwon hanya memesan minuman biasa, ia sudah kenyang.
Pesanan mereka datang sekitar 5 menit kemudian, Yesung makan dalam diam, Siwonpun tak berani mengusiknya, aura dingin yang diberikan Yesung membuat Siwon enggan mengeluarkan suara yang nantinya justru akan kembali memperburuk keadaan diantara mereka.
"kenapa kau menerima penawaran Appaku Siwon ssi?" Siwon cukup tersentak mendengar pertanyaan Yesung, ia tidak sadar kalau ternyata tadi ia tengah melamun.
"apa?" tanya Siwon untuk memastikan apa tadi Yesung benar benar bertanya padanya atau tidak.
"kenapa kau setuju dengan penawaran Appaku" ulang Yesung.
Siwon tak langsung menjawab, ia terdiam sebentar memikirkan kata kata yang harus dikeluarkannya untuk menjawab pertanyaan Yesung.
"karena aku tidak mempunyai alasan untuk menolak" jawab Siwon akhirnya, Yesung terlihat sangat tidak puas mendengar jawaban Siwon.
"tidak punya alasan untuk menolak? Kita sama sekali tidak saling kenal dan Appa berniat menjodohkan kita, dan kau bilang kau tidak punya alasan untuk menolak?!"
"apa kau pikir aku langsung mengiyakan saja saat Appamu memintaku untuk menikah denganmu? Tentu saja tidak Yesung ssi, aku menolaknya, karena seperti yang kau bilang kita tidak saling kenal, tapi aku yakin kau pasti lebih mengenal Appamu, kau saja sebagai anaknya tidak bisa membantah, apalagi aku yang hanya bawahannya"
Yesung terdiam sebentar mendengar jawaban Siwon, jawaban Siwon cukup masuk akal, Appanya tidak pernah bisa dibantah saat ia sudah memerintahkan sesuatu, namun Yesung masih belum bisa menerima, ia tidak terima dipaksa menikah saat ia belum siap seperti ini.
"tapi tetap saja, kau tidak seharusnya setuju! Kau tahu gara gara rencana gila ini Appa memblokir semua kartu kreditku dan menyeretku pulang dengan paksa, aku bahkan belum menyelesaikan kuliahku"
"aku dengar dari Appamu kau bahkan tidak serius menekuni kuliahmu"
Yesung langsung menatap Siwon tajam, apa Siwon sedang menyindirnya?
"oh.. maaf" Siwon menyadari kesalahannya.
"apa kau benar benar tidak punya alasan lagi untuk menolak?"
"aku bilang aku sudah pernah menolak dengan semua alasan yang aku punya Yesung ssi, aku sudah tidak punya alasan lain lagi, lagipula aku sudah setuju, jadi aku tidak akan mencari alasan lain lagi untuk menolak sekarang"
"Siwon ssi!"
"apa?"
"jangan membuatku marah! Ayolah bekerjasama denganku"
"bukankah tadi di rumahmu kau sendiri yang bilang kalau kau tidak tertarik untuk belerja sama?"
"maksudku bekerjasama untuk menolak rencana gila Appaku ini"
"aku sudah bilang kalau aku sudah setuju dengan rencana Appamu Yesung ssi, jadi jangan membujukku lagi untuk menolak, kalau kau memang ingin menolak kau usahakan saja sendiri, nanti kalau kau berhasil aku akan berterima kasih"
"menyebalkan! Aku sengaja mengajakmu untuk berbicara di luar agar Appa tidak mendengar pembicaraan kita, dan kau bilang kau tidak akan melakukan apapun untuk menggagalkan rencana gila ini?! Tidak bisa dipercaya"
Siwon hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Yesung yang membuat si manis benar benar kesal.
"sebenarnya apa yang sudah dijanjikan Appa padamu sebagai imbalan agar kau bersedia menikah denganmu huh? apa Appa menjanjikanmu sejumlah saham yang besar?"
"aku sama sekali tidak tertarik dengan saham Appamu Yesung ssi!" Siwon sedikit tersinggung dengan pertanyaan Yesung.
"lalu kenapa kau bersedia? Kau tidak mungkin setuju begitu saja untuk menikahi orang sepertiku"
"memangnya kau orang yang seperti apa?" tantang Siwon.
"aku yakin kau sudah sering melihat atau medengar pemberitaan miring mengenai diriku, aku adalah orang yang seperti itu"
"aku sudah bilang kalau aku cukup sibuk untuk sekedar menyimak berita tidak penting mengenai dirimu Yesung ssi"
"kau sok sibuk sekali! Memangnya apa posisimu di kantor hah? Presdir? Dan tadi kau bilang apa? tidak penting? Kau mengatakan aku tidak penting?! Lancang sekali kau Choi Siwon, biar bagaimanapun aku juga atasanmu!"
"oh atasan.. oke baiklah, maafkan saya atasan" Siwon makin senang memancing kemarahan Yesung.
"menyebalkan! Kenapa Appa bisa menyukai dan memilih orang semenyebalkan dirimu untuk dijodohkan denganku! Kalau saja kau tidak semenyebalkan ini mungkin aku akan memepertimbangkan rencana Appa, tapi sekarang tidak lagi, aku akan melakukan apapun untuk menggagalkan rencana bodoh dan gila ini! Aku bisa mati muda kalau sampai harus menikah denganmu!" sembur Yesung berapi api, sementara Siwon hanya mengulum senyuman melihat Yesung meluapkan emosinya, ia baru bertemu dan mengenal Yesung hari ini, tapi Siwon sudah bisa mengetahui kalau si pemarah ini tidaklah berbahaya, kemarahannya bagi Siwon tidaklah menakutkan, pantas saja Mr Kim suka sekali menggoda putranya tersebut.
"sudahlah tidak ada gunanya berbicara denganmu! Antarkan aku pulang! Aku akan usahakan sendiri!"
"oke, good luck untuk usahamu"
Yesung hanya mendelik tajam, namun ia sepertinya sudah lelah untuk kembali berteriak marah, tanpa mengucapakn sepatah katapun lagi, yesung segera meninggalkan restoran tersebut yang juga disusul oleh Siwon.
.
15 menit kemudian mereka sudah sampai kembali di mension keluarga Kim, tanpa menunggu lebih lama lagi Yesung segera turun dari mobil Siwon, ia sudah tidak tahan berlama lama berdekatan dengan namja menyebalkan itu.
"kenapa kau juga ikut turun?" tanya Yesung tak suka begitu ia menyadari Siwon juga mengekorinya dibelakang begitu ia akan membuka pagar rumahnya.
"aku tadi membawamu pergi atas izin Appamu, aku juga harus memberitahunya kembali kalau aku sudah mengantarkanmu kembali dengan selamat"
"tidak perlu tidak perlu! Appa sudah beristirahat, kau pulang saja!"
"tapi Yesung ssi!" Siwon segera memegang pergelangan tangan Yesung sebelum si manis sempat menutup pintu pagar.
"apa lagi?"
"terima kasih untuk kencan pertama kita, ini menyenangkan"
"mwo?! Kencan?! heol!"
"masuklah, selamat beristirahat, sampai jumpa lagi besok" ujar Siwon lembut sambil tersenyum menawan dan melepasakn pergelangan tangan Yesung, ia sengaja mengabaikan wajah terkejut dan juga tak suka Yesung saat ia menyinggung soal kencan.
Ia dengan santai melangkah kembali memasuki mobilnya dan dengan pelan melaju meninggalkan mension keluarga Kim, meninggalkan Yesung yang masih berdiri di depan pagar rumahnya dengan wajah kesal saat Siwon seenaknya menyebut acara singkat mereka tadi sebagai kencan.
.
.
.
Esoknya Siwon datang ke kantor seperti biasa, sebenarnya ia cukup malas untuk datang ke kantor hari ini, Donghae sahabatnya pasti akan memborbardirnya dengan sejuta pertanyaan, ia sudah mengabaikan panggilan dan juga teks dari Donghae sejak kemaren siang, ia tidak menyangka kalau kemaren sahabatnya itu sudah bertemu dengan Yesung, terlebih lagi dengan berita yang dirilis oleh hampir semua site berita dunia hiburan maupun ekonomi tadi pagi, pasti Donghae tidak akan membiarkannya bernafas dengan tenang tanpa menjawab pertanyaan pertanyaan si namja penggosip tersebut.
"Siwon ah!"
Benar saja, Donghae ternyata sudah menunggu di ruangannya, jam berapa sebenarnya anak itu tadi datang? Apa ia sudah disini sejak pukul enam?
"sebentar, jangan bicara apapun dulu, jangan tanyakan apapun, biarkan aku membuka jasku dulu, biarkan aku meletakan bawaanku dulu, biarkan aku bernafas sejenak!"
Donghae bahkan belum bertanya apapun tapi Siwon sudah sesak nafas sendiri mengingat berapa banyak pertanyaan yang harus ia jawab untuk memenuhi rasa ingin tahu sahabatnya tersebut.
"sudah?" tanya Donghae kembali setelah memastikan sahabatnya tersebut duduk di kursinya.
"apa yang ingin kau tanyakan"
"banyak, sangat sangat banyak, kau berhutang sejuta penjelasan padaku Choi Siwon"
Siwon menarik nafas berat, dari mana ia harus memulai menjelaskan semuanya? Dan kenapa juga ia seolah menjadi tersangka yang di periksa detektif kepolisian dan harus menjelaskan semuanya.
"dari mana aku harus mulai?" Akhirnya Siwon membuka suara.
"Yesung, kau harus memulainya dari Yesung"
"bukankah yang ingin kau tanyakan memang soal Yesung? Tidak mungkin kau pagi pagi sudah disini kalau hanya untuk menanyakan soal pekerjaan" jawab Siwon kesal, sementara Donghae hanya nyengir dengan tampang polos lima tahunnya.
"kemaren aku bertemu dengan Yesung disini, dia mencarimu, kenapa kau tidak bilang kalau Yesung akan pulang kemaren? Tiba tiba saja ia sudah ada di kantor dan langsung menanyakanmu, wow dia pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengan calon suaminya kemaren, dan juga! Semalam kalian pergi kencan? daebak! Kau bisa menaklukkan the great Kim Yesung dalam waktu hanya satu hari! Dia yang selama lima tahun ini tidak pernah kembali ke Seoul akhirnya bersedia untuk pulang untuk menikmati kencan denganmu? Apa kau sudah lihat berita tadi pagi? Hampir 80% berita hari ini menegenai foto foto kencan kalian semalam, kalian menggemparkan semuanya, apalagi dengan headline yang mengatakan kalian akan segera menikah dalam waktu dekat! Wah kau sangat-"
"Donghae, Donghae! tarik nafas! Aku tidak mau kau pingsan disini" ujar Siwon memotong ucapan Donghae yang tampak belum akan berhenti mengoceh hingga dua menit kedepan.
Donghae menghirup udara sebanyak banyaknya, sujur saja ia memang hampir kehabisan nafas, Siwon hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya tersebut.
"jadi, tolong jelaskan semuanya, kau berhutang penjelasan padaku" ujar Donghae akhirnya setelah berhasil menstabilkan nafasnya kembali.
"kau seperti para yeoja yang ketinggalan gosip saja" cibir Siwon.
"terserah kau mengatakanku seperti apa, kau berhutang penjelasan padaku"
"baiklah, soal kepulangan Yesung kemaren, aku juga tidak tahu sama sekali, presdir juga tidak memberi tahuku soal kapan Yesung akan pulang, ia hanya mengatakan kalau Yesung akan pulang secepatnya"
"kalian sudah pernah berbicara lewat telepon atau semacamnya sebelumnya?"
"sama sekali tidak pernah, kenapa?"
"kenapa ia langsung mencarimu begitu ia datang?"
"aku juga tidak tahu soal itu, mungkin kemaren presdir mengatakan soal rencana perjodohan dan menyebut namaku mungkin? Aku bertemu dengannya saat aku berada di ruang presdir kemaren, dia tiba tiba datang sambil mengamuk karena ternyata presdir memaksanya pulang dengan memblokir semua kartu kreditnya"
"apa?! semua kartu kreditnya diblokir?! Hahahahahaha pantas saja dia langsung pulang hahahaha"
"jadi, apa kau sudah bisa kembali ke ruanganmu sekarang? Ada banyak pekerjaan yang harus ku lakukan, kau membuang waktuku"
"tunggu dulu, kau belum menjelaskan soal kencan kalian semalam, dan juga soal pemberitaan pagi ini, kau harus menjelaskan semuanya baru aku akan membiarkanmu bekerja dengan tenang"
Siwon kembali menarik nafas berat, ia benar benar tidak bisa menghindar.
.
.
Sementara itu...
Kim Yesung dibangunkan dengan deringan hp nya yang tiada henti dari tadi, Yesung sudah coba mengabaikannya, namun hp nya tetap berdering nonstop, belum lagi nada notifikasi dari line dan berbagai jenis aplikasi messanger lainnya.
Dengan kesal akhirnya Yesung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dan dengan mata setengah terbuka ia meraih HP nya di atas meja nakas.
"siapa sih yang berani menggangguku pagi pagi buta begini, tidak tau apa kalau mengganggu jam tidur orang itu tidak sopan!" gerutu Yesung sambil mulai mengecek HP nya.
Matanya sontak membulat sempurna begitu ia melihat isi HP nya yang rata rata ternyata message dari teman temannya menanyakan soal kebenaran berita yang menjadi headline news hampir di seluruh media pagi ini, berita mengenai kencannya semalam dengan Choi Siwon "The great Kim Yesung, the only heir of Kim Coorporation reported to get married next month with the CEO of his own company Choi Siwon, they revealed to have been secretly dating for about three years, so all the scandals that Yesung caused all this years during his study abroad only as camouflage to hide his true relationship with his real fiancé? No wonder Mr Kim Sanggun has made a shocking annoucement to the stake holders of his company that he will not hand over the company to his only son Kim Yesung, but gave it to Choi Siwon instead, his soon to be son in law! Kim Yesung who just comeback from New York yesterday, spotted to have a romantic dinner with Choi Siwon last night on a fancy restaurant in Seoul, South Korea. Check out our pictures of their lovely date last night! The Kim Family would make a press conference next week regarding to this news, looking forward for any update from us!"
Terlihat beberapa foto saat ia makan di restoran semalam dengan Siwon, saat Siwon memegang tangannya untuk mencegahnya pergi saat semalam ia marah karena Siwon tidak mau menggunakan kartu kreditnya, saat ia tengan sibuk menyantap makanannya dan Siwon menatapnya dengan pandangan seolah penuh cinta, saat ia turun dari mobil dan Siwon kembali memegang tangannya, dari angle foto terlihat mereka memang sangat mesra dan seolah memang habis berkencan, pasti Siwon dan Appanya telah bekerja sama untuk melakukan itu semua.
"WHAT THE F**K!" pekik Yesung histeris begitu membaca salah satu capturan berita terheboh pagi ini yang dikirimkan oleh teman teman tongkrongannya di New York. Rasa kantuk yang tadinya masih menghinggapi Yesung langsung lenyap seketika digantikan dengan rasa kesal dan emosi yang meluap luap, Appanya dan Choi Siwon ternyata telah bekerjasama untuk menjebaknya.
.
.
Kembali ke kantor…
"oh… jadi Presdir yang merancang dan mengatur semua ini untuk membersihkan image Yesung selama ini, agar para pemegang saham tidak lagi khawatir?" komentar Donghae setelah Siwon menyelesaikan penjelasan panjangnya.
"begitulah, Presdir sengaja merilis berita kami sudah berpacaran secara diam diam selama tiga tahun bahkan sudah bertunangan, agar image putranya yang terkenal suka bermain gila diluar sana dengan siapapun, hanya merupakan kamuflase Yesung untuk menutupi hubungan kami yang sebenarnya selama ini"
"wow taktik yang pintar, Presdir kita memang jenius! Dengan begini orang orang tidak akan jadi menilai Yesung dengan pandangan negative dengan semua pergaulannya selama ini, toh presdir membuatnya seolah olah Yesung hanya berpura pura melakukan itu semua"
"hmmm.." Siwon hanya menanggapi tak semangat.
"kau kenapa?"
"ini baru awal dari keterlibatanku dalam kebohongan dan pemberitaan sebesar ini, dan aku sudah merasa lelah"
"hei kau tidak boleh begitu Siwon ah, walaupun ini merupakan semua kebohongan, tapi tidak ada yang dirugikan disini, kau justru membantu Yesung dalam membersihkan imagenya dan juga membantu menaikkan kembali image perusahaan"
"iya, tapi aku yang dirugikan disini"
"kau rugi kenapa? Kau justru mendapatkan jackpotnya Siwon ah, kau yang akan mengambil alih perusahaan, dan kau juga akan menikahi the great Kim Yesung"
Siwon hanya tertawa meremehkan mendengar penuturan Donghae.
"kenapa kau justru tertawa?"
"apa menurutmu aku menginginkan semua ini? Aku ingin mengambil alih perusahaan ini? Aku ingin menikahi pujaanmu yang selalu kau sebut sebut sebagai the great Kim Yesung yang justru harus mengorbankan namaku dulu untuk membersihkan imagenya itu? Heol NO! aku tidak menginginkan semua itu!
"Siwon ah…"
"kau mengenalku sudah sangat lama Donghae, kau tau sendiri kalau dari dulu aku ingin menikah kelak hanya dengan orang yang kucintai dan juga dengan latar belakang yang biasa biasa saja"
"aku tahu Siwon ah, aku sangat tahu, hanya saja kau sudah terlanjur menyetujui hal ini, kau tidak bisa menolak atau merasa dirugikan sekarang, presdir melibatkan namamu dalam hal ini atas persetujuan darimu, kalau kau memang akan begini seharusnya kau tidak usah setuju dari awal!" Donghae jadi kesal sendiri melihat sahabatnya tersebut yang mulai ragu dengan keputusannya, padahal menurutnya Siwon sudah melakukan hal yang paling benar, untuk perusahaan, untuk Presdir Kim, untuk Yesung, dan juga untuk dirinya sendiri.
"aku tahu aku tidak seharusnya setuju, tapi aku merasa berhutang budi padanya, dia begitu baik padaku selama ini"
"kalau kau memang merasa berhutang setidaknya jalani semua ini dengan sukarela, jangan merasa terbebani begini, pemberitaan ini nanti juga akan mereda dengan sendirinya"
"bukan pemberitaan ini yang membuatku lelah Hae ya, tapi Yesung"
"anak itu sangat susah sekali dihadapi, dia sama sekali tidak setuju dengan rencana ini, dan presdir menyerahkan semuanya padaku untuk bisa menaklukkan Yesung, aku harus menaklukkan orang yang tidak aku sukai? Huffft ini sangat melelahkan, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya nanti saat mengetahui pemberitaan ini, dia pasti akan meng-"
BRAK!
Kim Yesung membuka pintu ruangan Siwon dengan kasar, membuat Siwon dan Donghae yang tengah mengobrol terlonjak kaget.
"apa aku bilang, aku bahkan belum menyelesaikan ucapanku" ujar Siwon pelan yang hanya bisa di dengar oleh Donghae.
"CHOI SIWON! KITA PERLU BICARA! SEKARANG!"
Donghae bergidik ngeri dengan aura panas yang tiba tiba saja menyelimuti ruangan Siwon.
"Hae kau keluarlah dulu, nanti kita bicara lagi" tanpa banyak bertanya Donghae segera meninggalkan ruangan Siwon setelah terlebih dulu membungkuk hormat pada Yesung yang terlihat sudah siap meledak kapan saja.
"ada apa?" Tanya Siwon tenang begitu Donghae keluar, ia berjalan menghampiri Yesung dan membawanya duduk.
Anehnya walau dikelilingi aura kemarahan yang mencekam, ternyata Yesung tak menolak saat Siwon menuntunya untuk duduk di kursi tamu rungannnya.
"ada apa pagi pagi kau sudak kesini hm? Sudah kangen denganku?" goda Siwon.
"jelaskan ini apa!" teriak Yesung sambil menghempaskan beberapa koran yang membahas mengenai berita kencan mereka semalam dan juga isu utama mengenai berita pernikahan mereka.
Siwon hanya melihat koran itu sekilas dan kembali menatap Yesung.
"bukankah lebih tepat kalau kau menanyakannya langsung pada Appamu?"
"aku sudah dari ruangan Appa, tapi dia tidak ada, jadi aku minta penjelasanmu dulu, mengenai Appa biar kuurus nanti, kau sengaja menjebakku huh?"
"menjebakmu bagaimana?"
"foto foto itu! Kau sengaja mengajakku keluar agar orang orang mu dan juga orang orang Appa bisa mengambil foto foto itu dan mengarang berita gila tidak masuk akal ini?!"
"aku tidak mengajakmu keluar semalam Yesung ssi, kau yang naik sendiri ke mobilku dan memintaku untuk segera menjalankan mobilnya"
"a- aku mana tahu akan dijebak seperti ini!" Yesung agak gelagapan sendiri menyadari bahwa semalam memang dialah yang mengajak Siwon pergi karena ia tidak ingin Appanya mendengar pembicaraan mereka, tapi ternyata Appanya lebih licik dari yang ia bayangkan.
"terserah kau tahu atau tidak, yang jelas jangan salahkan aku soal foto foto tadi malam"
"seharusnya kau memberitahuku kalau kita sedang diikuti!"
"maaf tidak memberitahumu semalam" jawab Siwon enteng.
"kalian keterlaluan!" entah karena saking kesalnya atau apa, Yesung mendadak saja tidak bisa membendung air matanya, ia tau tidak seharusnya ia begini, namun tangisnya pecah begitu saja di hadapan Siwon, membuat si tampan cukup kaget dan panik.
"Ye- Yesung ah... kau kenapa?" Siwon menggeser duduknya mendekati Yesung dan mencoba menyentuh bahu namja manis itu.
"jangan menyentuhku!" sentak Yesung, dan disaat yang bersamaan HP nya berdering, Siwon segera menjawab panggilan tersebut.
"barusan Presdir yang menghubungiku, ia memintaku untuk menemuinya di cafe di seberang jalan, ada client yang ingin bertemu denganku disana, Nanti kita bicara lagi saat aku kembali, kau tunggu disini dan jangan kemana mana, oke?" Yesung tak menjawab, ia masih menutupi mukanya dengan kedua tangannya, Siwon sebenarnya merasa tak enak meninggalkan Yesung dalam keadaan seperti itu, tapi Mr Kim barusan memintanya untuk segera menemuinya karena ada meeting dengan client penting.
"tunggu aku disini" ujar Siwon sekali lagi sebelum keluar dan menutup pintu ruangannya.
.
.
.
.
.
=to be continued...=
.
.
Chapter 5 akhirnya rampung ;D
Maaf agak lama, karena seperti yang lily bilang di chpater lalu, aku sibuk banget akhir akhir ini ;D
Ini lily udah bawa chapter yang panjang, walopun isinya mungkin tetep nggak memuaskan, tapi mohon masukan kritikan dan saran jangan pernah bosan ninggalin di kotak review yaaaa, itu penyemangat lily dalam menulis ;D
Makasih untuk semua support di chapter lalu, walaupun nggak pernah lily balesin, tapi lily baca dan sangat menghargai semua itu kok ;)
Oya, di chapter ini lily sedikit pake english lagi, karena ceritanya itu berita yang di rilis oleh site news Amerika, yang dikirimkan oleh temannya dari sana, mohon maaf kalo englishnya ancur, moga teman teman gak kesulitan buat nangkep maksudnya XD
.
Sekian aja cuap cuap kali ini, sekali lagi jangan lupa tinggalin review ;)
Lily nggak bisa janji bakal bisa update cepat tapi bakal diusahain semaksimal mungkin buat cepat ;D
See you on next chapter ;3
.
