Title : Married Without Dating
Author : lilily
Pairing : YeWon
Genre : Family Romance
Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere
Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?
.
.
.
.
.
=Chapter Enam=
.
.
.
.
"apa tadi Yesung menemuimu?" tanya Presdir Kim saat mereka kembali ke kantor seusai bertemu client di cafe tadi.
"iya presdir, tadi dia mengamuk di ruangan saya"
"aku sudah menduga itu, Yesung menghubungiku dari tadi, tapi aku tidak bisa menjawab panggilan darinya, lalu dimana dia sekarang?"
"tadi masih berada di ruangan saya presdir"
"bawa dia menemuiku"
"baiklah persdir, saya akan segera membawanya kesana" ujar Siwon sebelum berbelok menuju ruangannya.
.
.
"Yesung ssi?" panggil Siwon begitu ia tidak mendapati siapa siapa di ruangannya.
"Yesung ssi? Apa kau ada di dalam?" panggil Siwon di depan pintu toilet.
Merasa tak mendapat jawaban, Siwon kemudian membuka pintu toilet dengan pelan, yang ternyata juga tidak ada siapa siapa disana.
"kemana dia? Bukankah tadi aku memintanya untuk menungguku disini?" tanya Siwon sendirian.
Ia segera keluar untuk menemui Yuri, sekretarisnya.
"Yuri ssi, apa tadi kau melihat Yesung keluar dari ruanganku?"
"iya sajangnim, ia keluar tidak lama setelah anda meninggalkan ruangan"
"oh baiklah, terima kasih"
"ne sajangnim"
Siwon akhirnya menuju ruangan presdir Kim sendirian.
"Yesung ternyata sudah tidak berada di ruangan saya presdir, mungkin dia sudah pulang" lapor Siwon begitu atasannya tersebut mempersilahkannya duduk di ruangannya.
"baiklah, tidak apa apa, mungkin dia sudah pulang dan mengamuk di rumah, semoga saja para maid bisa mengatasinya" ujar Mr Kim dengan wajah prihatin membayangkan rumahnya yang akan di porak porandakan putranya, well Mr Kim terdengar berlebihan, tapi Yesung memang suka menghancurkan semuanya saat lagi kesal.
"tapi presdir..."
"ada apa?"
"tadi Yesung menangis saat di ruangan saya"
"menangis?! wow dia tidak biasanya menangis di hadapan orang baru"
"apa mungkin dia terlalu kaget? Tadi saya belum sempat menjelaskan apa apa padanya"
"nanti biar aku yang bicara dengannya, kau tenang saja"
"baiklah"
"terima kasih sudah mau bekerja sama Siwon ah, aku melakukan ini untuk kebaikan Yesung dan juga perusahaan, maaf kalau ini memberatkanmu"
"tidak apa apa presdir, ini juga bentuk kepedulianku terhadap perusahaan" selalu begini, walau sebenarnya Siwon merasa terbebani dengan semua ini, tapi di hapan Mr Kim yang sangat ia segani, Siwon tidak akan lagi membantah dan menunjukkan keberatannya.
.
.
.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.40 malam, Mr Kim masih terlihat mondar mandir tak jelas di ruang keluarga rumahnya. Kim Yesung masih belum pulang, ia bahkan tidak pulang sejak tadi pagi meninggalkan rumah sekitar pukul setengah sembilan.
"kau kemana Yesung ah?" tanya Mr Kim gelisah, nomornya tidak aktif, tidak mungkin Yesung menginap di hotel kan? Ia masih belum mengaktifkan kartu kreditnya, Mr Kim juga sudah menghubungi teman teman Yesung di Seoul yang ia kenal, namun tak satupun yang tau dimana keberadaan Yesung.
"anak itu pasti sengaja bersembunyi untuk membuatku membatalkan rencana ini, jangan harap Yesung ah, Appa tidak akan membatalkan rencana sempurna yang sangat baik untukmu ini" gumam Mr Kim sendirian sambil terus mondar mandir, berharap putranya akan segera pulang.
.
.
Mr Kim terbangun pukul 5 kesokan paginya, ia segera bergegas menuju kamar Yesung yang ternyata masih kosong.
"apa Yesung masih belum pulang bik?" Tanya Mr Kim menghampiri salah satu maid yang sedang sibuk membersihkan rumah megah itu.
"belum tuan, tuan muda masih belum pulang sama sekali"
"baiklah"
Mr Kim segera kembali ke kamarnya, ia harus segera memulai tindakan untuk mencari putranya, ia tidak akan membiarkan Yesung berbuat macam macam dan mengacaukan semuanya.
Ia menghubungi orang orang kepercayaannya untuk mengawasi tempat tempat yang berkemungkinan akan di datangi Yesung, tidak masalah kalau ia memang ingin bersembunyi dan menolak untuk pulang, tapi jangan sampai wartawan sampai mendapatinya lagi tengah berpesta dengan teman temannya yang nantinya akan melemahkan berita pernikahannya dengan Siwon yang telah ia rancang dengan sempurna.
Mr Kim sangat yakin Yesung pasti berada di salah satu rumah temannya, mungkin Yesung memaksa mereka untuk berbohong sehingga mereka tidak melaporkan keberadaan Yesung padanya.
.
.
.
Siwon merasa bersalah sendiri begitu Mr Kim memberitahunya kalau Yesung tidak pulang sejak kemaren, apalagi saat mengingat bahwa kemaren Yesung menangis di ruanggannya dan ia belum sempat menjelaskan apa apa.
"kau kenapa Siwon ah? Kenapa terlihat sangat tidak bersemangat begini?" Tanya Donghae saat keduanya tengah makan siang.
Siwon melirik kesekitar kafe untuk memastikan tidak ada yang memperhatikan obrolan mereka.
"Yesung menghilang" jawab Siwon setelah yakin aman untuk membahas topic ini disini.
"menghilang bagaimana?!" kaget Donghae.
"presdir bilang ia tidak pulang sejak kemaren siang"
"apa mungkin dia kembali ke New York?"
"kata presdir itu tidak mungkin, ia sudah menyita passport Yesung sebelumnya, dan juga kartu kreditnya masih belum diaktifkan kembali"
"lalu kemana dia? Apa mungkin dia memilih untuk tinggal di hotel dulu beberapa waktu untuk menghindari media dan juga Appanya? Walaupun ia sedang tidak memiliki uang di tangannya tapi bukan tidak mungkin ia bisa menggunkan namanya untuk tetap bisa check in"
"dia mungkin memang tetap bisa menggunakan namanya untuk check ini, tapi Presdir sudah menyuruh orang orangnya untuk melaporkan nama nama pengunjung hotel yang berkemungkinan di datangi Yesung, tapi sampai tadi presdir bilang Yesung tidak check in di hotel manapun"
"mungkin dia menginap di rumah salah satu temannya?"
"aku juga berharap begitu, tapi teman temannya yang di kenal presdir tidak ada satupun yang mengaku Yesung berada di tempat mereka"
Donghae tak menjawab lagi, ia lebih memilih untuk memperhatikan ekspresi wajah Siwon.
"aku belum sempat menjelaskan apa apa kemaren karena presdir sudah menghubungiku untuk segera menemuinya, Yesung mungkin sangat shock dan sangat tidak terima dengan semua ini" sambung Siwon kemudian saat Donghae tak lagi menyahut.
"kau menghawatirkannya?" pancing Donghae setelah cukup lama keduanya tak lagi bersuara.
Siwon menatap Donghae sebentar sebelum akhirnya membuang pandangannya keluar café, ia memilih untuk tidak menjawab.
Donghae tersenyum tipis, tidak perlu untuk dibahas lebih lanjut.
.
.
.
.
"Yesung ah, aku rasa sudah seharusnya kau kembali ke rumahmu, Appamu kembali menghubungiku tadi pagi, aku merasa tidak enak terus terusan berbohong padanya"
"kau sudah keberatan aku menginap di apartementmu?"
"bukan begitu Yesung ah, setidaknya hubungi Appamu dan katakan kalau kau baik baik saja, dia pasti sangat menghawatirkanmu saat ini"
"kalau aku mengaktifkan hp ku Appa akan bisa melacak keberadaanku Wookie ah"
"besok sore jadwal presscon pernikahanmu, bukahkah kau harus menghadirinya? Setidaknya kau harus menemui Appamu malam ini"
"aku bersembunyi disini karena tidak ingin menghadiri presscon itu Wookie, gila saja aku harus hadir disana dan mengiyakan semua scenario karangan Appa"
"tapi aku rasa Choi Siwon bukan calon suami yang buruk, Appamu sudah memilihkan yang sempurna untukmu, kau tidak seharusnya menolak"
"heol! Aku belum ingin menikah Wookie ah, apalagi dengan seorang namja, walaupun aku sering berkencan dengan namja sebelumnya, tapi aku tetap ingin menikahi yeoja"
"justru akan lebih menyenangkan kalau menikah dengan sesama namja Yesung ah, mereka akan memanjakan kita"
"kau berbicara seoalah kau sudah pernah menikah saja" jawab Yesung kesal, sementara Wookie hanya terkekeh pelan melihat wajah kesal sahabatnya itu.
"aku memang belum pernah menikah, tapi kalau aku yang ada diposisimu, aku tidak akan berpikir dua kali untuk menikahi Choi Siwon"
"memangnya kau mengenal Choi Siwon?"
"tentu saja aku mengenalnya, dia suami idaman para yeoja dan namja uke di Korea untuk saat ini"
"heol!"
"kau tidak percaya? Kau terlalu sibuk dengan duniamu diluar sana makanya kau tidak mengetahui hal hal yang menjadi topik hangat di Korea saat ini, kau memang mempunyai popularitas sendiri, tapi Choi Siwon juga tidak kalah terkenalnya denganmu, bedanya kau terkenal dengan image negatifmu, sedangkan Siwon terkenal dengan image positifnya"
"apa kau menyindirku?!" sungut Yesung tak terima.
"aku tidak menyindir, aku bicara kenyataan, kalian bagai dua sisi yang berbeda namun akan sangat menarik jika disatukan, wajar saja semua media langsung heboh dengan foto foto kencan kalian, apalagi kalian ternyata sudah pacaran selama tiga tahun"
"aku sudah bilang kalau semua itu hanya karangan Appaku!"
"terserah saja karangan atau tidak, tapi public sekarang anggapannya begitu, kalian telah berpacaran selama tiga tahun, pasangan paling serasi yang berhasil membuat banya orang iri"
"aku tidak mau membahas masalah ini lagi, cepat keluar dari kamar ini, aku sedang ingin sendiri"
"hei! ini apartementku! kenapa jadi kau yang mengaturku!"
"terserah yang jelas sekarang aku ingin sendiri" ujar Yesung acuh sambil mendorong Ryeowook keluar kamar.
"dasar tuan muda menyebalkan!"
"kau tau aku paling benci dengan nama itu Kim Ryeowook! Cepat menjauh dariku!"
Ryeowook hanya tertawa puas di luar kamar, ia tahu Yesung paling benci di panggil tuan muda, tapi ia suka sekali menggoda Yesung dengan memanggil nama itu.
"mungkin aku harus melakukan sesuatu" gumam Ryeowook sebelum melangkah ke kamarnya sendiri.
.
.
.
.
Siwon mengecek alamat yang dituliskannya di hp sekali lagi untuk memastikan ia tidak berada di apartement yang salah, setelah merasa alamatnya cocok, Siwon kemudian memencet bel apartement mewah tersebut.
"Siwon ssi"
"ah.. kau Kim Ryeowook?"
"iya, aku yang tadi siang menghubungimu, silahkan masuk dulu"
"terima kasih Ryewook ssi" ujar Siwon sebelum melangkah memasuki apartement namja mungil tersebut.
"silahkan duduk dulu Siwon ssi, aku akan memanggil Yesung dulu"
"aku rasa dia akan menolak bertemu denganku"
"kau tenang saja, serahkan saja semuanya padaku Siwon ssi"
"baiklah, terima kasih banyak Ryeowook ssi"
"tidak masalah, aku melakukan ini untuk sahabatku, Yesung" Ujar Ryeowook sambil berlalu menuju kamar yang di tempati Yesung.
Siwon mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan, jadi disini Yesung bersembunyi selama tiga hari ini?
Ryeowook menghubungi Siwon melalui nomor kantornya tadi siang dan langsung to the point mengatakan mengenai keberadaan Yesung di apartementnya, ia tahu Siwon orang yang sudah dipercayai Mr Kim untuk menikahi Yesung, jadi iapun sudah percaya pada Siwon, pasti tidak akan ada salahnya memberitahu Siwon mengenai keberadaan Yesung padanya, toh mereka harus segera bertemu dan menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka, karena dari cerita yang Ryeowook dengar dari Yesung, namja mungil itu sudah langsung menebak bahwa Yesung hanya perlu lebih diyakinkan lagi agar dia bersedia untuk menikah, hal itu tidak akan terlalu sulit asalkan Siwon bisa mengajak Yesung berbicara baik baik.
"apa yang kau lakukan disini?" Siwon tersentak dari lamunan singkatnya saat sebuat suara yag sangat dingin menyapa gendang telinganya, Siwon segera menoleh dan mendapati Yesung berdiri di sampingnya dengan wajah datarnya seperti biasa.
"jangan bersikap dingin dan jutek seperti itu Yesung ah, kalian bicaralah baik baik" tegur Ryeowook yang juga muncul dari belakang Yesung.
"aku tidak percaya kau menusukku dari belakang dengan cara begini wookie ah, aku datang kesini karena kau adalah orang yang paling aku percaya, tapi ternyata kau membawa namja pembohong dan licik ini kesini"
Siwon sedikit mengeras mendengar ucapan Yesung, ia dicap sebagai namja pembohong dan licik?! Kalau saja statusnya bukan sebagai tamu disana, dia pasti sudah memarahi Yesung yang tidak bisa menjaga ucapannya, namun karena ia masih menghormati Ryeowook sang tuan rumah, Siwon memilih untuk bertahan diam dan belum memberikan komentar apapun.
"Yesung ah, jangan begini, kau duduklah dulu" ujar Ryeowook dengan sabar sambil menarik tangan Yesung untuk duduk. Setelah itu ia bergegas ke dapur untuk menyajikan mereka minuman, meninggalkan Yesung dan Siwon dengan aura dinginnya masing masing.
Mereka bahkan masih belum bersuara saat Ryeowook kembali dengan dua gelas minuman hangat sekitar 5 menit kemudian.
"kalian bicaralah dan selesaikan masalah kalian, aku akan keluar dulu" ujar Ryeowook sebelum keluar dari apartementnya, memberikan waktu dan privasi bagi calon penganten itu untuk berbicara.
"apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Yesung sekali lagi masih dengan nada dinginnya setelah memastikan Ryeowook benar benar telah meninggalkan mereka berdua.
"temanmu menghubungiku tadi siang dan mengatakan kalau kau berada disini"
"lalu? Kau langsung datang kesini dan akan menyeretku pulang? Kau ingin menambah poinmu di hadapan Appa dengan menjadi pahlawan karena telah berhasil menemukanku dan membawaku pulang?" Tanya Yesung tajam dan sinis.
"jaga bicaramu Yesung ssi! Aku sama sekali bukan orang yang seperti itu!"
"oh apa menurutmu aku masih akan percaya pada ucapanmu setelah semua kebohongan yang kau lakukan? Aku baru mengenalmu kemaren dan kau sudah langsung membohongiku, menunjukkan orang seperti apa kau yang sangat dibanggakan Appa tersebut"
"apa maksudmu? Memangnya aku melakukan kebohongan apa? Bukankah sudah ku bilang kalau Appamu yang mengatur semua pemberitaan itu?"
"kau orang yang munafik Choi Siwon!"
"aku benar benar tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan!" Siwonpun ikut terbawa emosi menanggapi ucapan Yesung.
"kau ternyata CEO perusahaan huh? Pantas saja kau sangat sok sibuk sekali, dan kau bilang kau sama sekali tidak tertarik dengan saham perusahaan, tapi ternyata Appa sudah memberikan perusahaan padamu, wow hebat sekali" sindir Yesung sarkastik.
Siwon yang akhirnya mulai mengerti kemana arah pembicaraan Yesung akhirnya mendapatkan ide bagaimana menaklukkan nama manja dan keras kepala itu.
"oh jadi kau keberatan soal hal itu huh? Kau merasa keberatan karena Appamu memberikan perusahaan pada orang lain, bukan kepadamu putranya sendiri?" balas Siwon dengan seringaian kecil, kalau memang Yesung tidak bisa diajak bicara baik baik dia akan menggunakan cara licik juga untuk menghadapinya. Yesung makin marah mendengar jawaban Siwon.
"tentu saja aku marah! Appa memberikan perusahaannya kepada orang asing sepertimu!"
"aku bukan orang asing, aku calon suamimu"
"calon suami huh? Kau pasti hanya ingin memanfaatkanku untuk mengambil alih perusahaan dan menghancurkan Appaku!"
"aku sama sekali tidak memanfaatkanmu untuk mendapatkan perusahaan, jadi atau tidaknya kita menikah, perusahaan Appamu sudah diserahkan padaku, jadi kalau kau memang tidak ingin kehilangan perusahaan Appamu, kau harus menikah denganku"
"kau brengsek Choi Siwon! Kau telah menipu Appaku!" teriak Yesung marah, ucapan Siwon barusan benar benar membuatnya marah.
"terserah kau menilaiku bagaimana, yang jelas sekarang semua keputusan ada di tanganmu, kalau kau memang mengaku peduli dengan perusahaan, ikuti saja apa yang sudah direncanakan Appamu"
"tidak akan! aku akan menemui Appa dan menceritakan semua kelicikanmu! Appa pasti juga akan segera membatalkan rencana ini!" Yesung langsung berdiri bersiap menemui Appanya.
"menurutmu begitu? silahkan saja, memang itu yang harusnya kau lakukan, pulang ke rumahmu bukannya bersembunyi disini, membuat semua orang panik mencarimu" Yesung langsung menghentikan langkahnya mendengar ucapan Siwon.
"apa maksudmu?!"
Siwon hanya tersenyum tipis sambil menyesap minuman yang tadi disajikan Ryeowook.
"Choi Siwon! Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan?!" Yesung kembali duduk dihadapan Siwon, ia sepertinya baru ingat kalau ia tengah bersembunyi dari Appanya, kalau ia menemui Appanya sekarang sama saja artinya dengan menyerahkan diri, Appanya pasti akan menyeretnya untuk menghadiri presscon besok.
"Yesung ah, bisakah kita berdamai saja? Kita bicara baik baik tanpa perlu marah marahan"
Yesung hanya menatap Siwon tajam sambil melipat kedua tangannya di dada, ia tidak suka cara Siwon yang memanggilnya sok akrab tanpa formalitas seperti biasa.
"aku belum jadi memberikan penjelasan apa apa padamu kemaren karena Appamu tiba tiba meneleponku, kau juga sudah tidak di ruanganku saat aku kembali, dan ternyata kau langsung kabur setelah itu, tanpa sempat mendengar penjelasan apa apa dariku ataupun dari Appamu mengenai alasan di balik semua ini"
Siwon berbicara dengan tampang serius dan menatap langsung kedalam mata Yesung, membuat si manis terpaksa harus mengalihkan pandangannya.
"kau mau mendengarkan penjelasanku? Setelah kau mendengarnya dan kau masih juga tidak percaya padaku , kau boleh menanyakannya langsung pada Appamu nanti, tidak ada yang aku tipu disini, seperti yang aku bilang kemaren malam, semua ini rencana dan permintaan Appamu, aku sebagai bawahannya hanya menjalankan perintah"
Yesung masih belum merespon, namun tatapannya kini sudah sedikit melunak, membuat Siwon kembali melanjutkan penjelasannya.
"aku akan menceritakan semuanya awal, kau tidak perlu berkomentar apa apa, kau hanya cukup mendengarkan, dan tolong pertimbangkan nanti dengan bijak, aku akan memulainya dengan memperkenalkan diriku dulu, kau hanya tahu namaku Choi Siwon, selebihnya kau hanya tau dari media kemaren kalau aku CEO di perusahaanmu yang juga akan mengambil alih perusahaanmu, kau salah paham soal itu"
Siwon berhenti untuk menarik nafas sejenak.
"aku bukan berasal dari keluarga yang punya latar belakang bagus dan kaya raya sepertimu, aku bahkan tidak tahu siapa kedua orang tuaku, dari kecil aku dibesarkan di panti asuhan"
Yesung terlihat sedikit kaget mendengar pengakuan Siwon, namun ia masih belum berkomentar apa apa.
"Kim Group adalah donatur rutin sekaligus donatur terbesar panti tempat aku dibesarkan, Kim Group juga yang membiayai semua pendidikanku sampai aku tamat kuliah, karena itulah aku sangat berterima kasih pada perusahaan dan sejak SMA aku sudah bertekad akan bekerja dan mengabdikan diriku untuk perusahaan saat aku lulus kuliah kelak, dan tuhan mengabulkan keinginanku, aku diterima bekerja disini setahun setelah aku tamat kuliah, aku mulai mengabdikan diri untuk perusahaan sejak dua tahun yang lalu"
Yesung terlihat makin tertarik dengan cerita Siwon.
"aku awalnya tidak sadar kalau Presdir begitu memperlakukanku dengan istimewa sejak aku resmi diterima menjadi karyawan tetap perusahaan setelah sebelumnya menjalani masa trainee dulu selama tiga bulan, perjalanan karirku sangat mulus, hingga hanya dalam waktu dua tahun tersebut sekarang aku sudah dipercaya presdir untuk memimpin perusahaan, awalnya aku pikir ini memang murni karena kerja keras dan bakatku, tapi belakangan aku baru sadar, tidak peduli betapa hebat dan giatnya aku dalam bekerja, aku belum akan mungkin sampai ke posisi ini dalam waktu dua tahun, aku meraih semua itu karena Presdir memang sengaja mempermudah jalanku"
"kenapa Appa melakukan itu semua?" akhirnya Yesung mulai berkomentar.
"aku juga tidak tahu alasannya kenapa, sampai seminggu yang lalu akhirnya Presdir menceritakan semuanya padaku saat aku terus menolak untuk dijodohkan denganmu, karena bagiku tidak masuk akal saja presdir ingin menjodohkan putra satu satunya denganku, orang yang tidak mempunyai latar belakang yang jelas dan juga tidak memiliki apa apa"
"kau memiliki segalanya sekarang"
Siwon hanya tersenyum tipis mendengar komentar Yesung.
"presdir bilang dia sudah menilai dan mengawasiku sejak aku baru jadi trainee di perusahaan, dan presdir juga sudah mencari latar belakangku sejak saat itu, tanpa sepengetahuanku presdir terus membuka dan mempermudah jalan untukku, sampai akhirnya aku sampai di posisi sekarang, semua karena bantuan presdir, kenapa dia melakukan itu semua? dia bilang karena dia memang sudah berniat menjodohkanku denganmu sejak dulu, presdir bilang dia menyukaiku dan sangat mempercayaiku, itulah kenapa ia juga bisa mempercayakan putranya padaku"
Yesung terlihat makin kaget, jadi Appanya sudah merencanakan ini sejak lama? Sejak dua tahun yang lalu?
"presdir sangat menyayangimu, kau pasti sangat tahu hal itu, dia selalu mengkhawatirkanmu, dia menghawatirkan masa depanmu, karena menurutnya dengan statusmu sebagai pewaris tunggal Kim Group, pasti tidak akan sulit bagimu untuk mencari teman ataupun pasangan, tapi Appamu beranggapan pasti mereka tidak ada yang tulus, mereka menempel padamu hanya karena kau Kim Yesung dari Kim Group"
Yesung tercenung sendiri, Yesung memang tahu pasti ia dengan mudah bisa berteman dengan siapa saja memang karena status sosialnya, siapa yang akan menolak untuk berteman dengan pewaris tunggal perusahaan multi nasional terbesar di Asia itu.
"Presdir sempat kecewa padaku saat aku juga hanya memandangmu sebagai Kim Yesung dari Kim Group, karena jujur aku memang tidak mengenalmu lebih dari itu, aku belum pernah bertemu denganmu, aku hanya mendengar tentangmu dari orang orang, dan sepanjang yang aku dengar semua hanya membahas keburukanmu, tentang bagaimana gaya hidupmu diluar sana"
Yesung biasanya akan tersinggung dan marah mendengar ucapan Siwon barusan, namun entah kenapa kali ini ia tidak terlihat marah sama sekali, ia hanya dia menunggu Siwon kembali melanjutkan ucapannya.
"Presdir bilang kalau dia sangat berharap lebih padaku selama ini, ia berharap aku bisa melihatmu lebih dari hanya seorang Kim Yesung dari Kim Group, presdir bilang kau tidak seburuk yang orang orang bicarakan, presdir bilang kau sebenarnya anak yang sangat penurut dan tidak suka membuat masalah, tapi kau berubah sejak kematian ibumu, dan aku rasa Presdir memang benar, kau tidak seburuk yang orang orang bicarakan"
Tanpa sadar pipi Yesung bersemu merah mendengar ucapan Siwon barusan, beruntung Siwon tidak menyadarinya.
"aku masih menolak karena aku merasa sangat tidak pantas untukmu, tapi presdir kembali meyakinkan bahwa ia tidak butuh orang dengan latar belakang keluarga terpandang atau kaya raya untuk mendampingi putranya, ia hanya butuh orang yang bisa menerima putranya dengan tulus, dan Presdir mengikatku dengan semua kebaikan yang telah ia lakukan padaku semua ini, dia melakukan semua itu karena memang sudah mempunyai tujuan ini sejak awal, dan akan sangat tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih sekali kalau aku sampai berani menolak permintaan presdir"
"aku mengerti Appa sangat peduli padaku dan menghawatirkan masa depanku, aku juga mengerti kenapa Appa tidak percaya pada teman temanku dan memilihkan sendiri calon untukku, sejujurnya dari kecilpun aku sudah sadar terlahir dari keluarga kaya seperti ini kelak pernikahanku pasti akan diatur oleh Appa, aku tidak akan bisa memilih sendiri, dan juga sejujurnya aku juga percaya pada pilihan Appaku, hanya saja yang aku tidak mengeti, kenapa harus sekarang, kenapa harus secepat ini, aku tidak pernah berfikir Appa akan memintaku untuk menikah secepat ini, aku sama sekali belum siap, bahkan kita tidak saling mencintai, ah jangankan mencintai, kenal saja baru kemaren" Yesung akhirnya mengeluarkan uneg unegnya juga.
"siapa bilang kita tidak saling mencintai?" pancing Siwon.
"aku tidak mencintaimu, memangnya kau mencintaiku?" tantang Yesung.
Siwon tersenyum mendengar pertanyaan Yesung, tipikal seorang the great Kim Yesung, mentalnya sangat kuat dan langsung to the point.
"mengenai kenapa Appamu mendadak ingin segera menikahkanmu, ini menyangkut perusahaan" Siwon memilih mengabaikan pertanyaan Yesung barusan dan kembali melanjutkan penjelasannya yang tadi.
"menyangkut perusahaan?" Yesung masih belum paham.
"kau mungkin tidak pernah menyimak masalah ini, tapi belakanagan harga saham dan penjualan makin menurun karena pengaruh krisis ekonomi global, dua anak cabang perusahaan bahkan terpaksa harus di tutup sejak dua bulan lalu, beruntung media masih belum tahu mengenai hal ini, karena aku, presdir, dan tim khusus lainnya terus berusaha menutupi semua ini serapat mungkin, bahkan karyawan umum perusahaan tidak mengetahuinya, ditambah lagi pemberitaan miring mengenai dirimu sebagai pewaris tunggal perusahaan tidak pernah berhenti, membuat harga saham makin merosot turun, para pemegang saham semakin resah dan mendesak presdir untuk melakukan sesuatu, itulah kenapa presdir mengatakan bahwa ia tidak akan menyerahkan perusahaan padamu tapi padaku dalam rapat bulanan rutin minggu lalu, agar para pemegang saham bisa sedikit tenang, setidaknya mereka tidak akan terus mengancam akan menjual saham mereka"
"jadi semua ini salahku?"
"kami tidak menyalahkanmu, hanya saja untuk saat ini tidak banyak yang bisa kita lakukan kecuali melanjutkan rencana yang telah dibuat Appamu, kita tidak bisa berbuat banyak terhadap krisis ekonomi global, tapi setidaknya kita bisa mengatasi masalah pemberitaan media mengenai dirimu, dengan dirilisnya berita kencan kita kemaren yang juga menyatakan bahwa kita telah berpacaran secara diam diam selama tiga tahun belakangan, membuat namamu bersih dari semua pemberitaan selama ini, karena kau seolah olah melakukan itu untuk menutupi hubungan kita yang sebenarnya, dan juga saat nanti kita sudah menikah, sorotan media terhadapan kehidupan pribadimu pasti juga akan berkurang, kalaupun harus tetap disorot kita akan membuatnya dengan berita yang baik dengan memperlihatkan keharmonisan rumah tangga kita"
"tapi-"
"soal kau yang belum siap untuk menikah? Jangan terlalu kaku akan hal itu, seperti yang kau bilang, kita tidak saling mencintai, tapi setidanya kita bisa berteman kan?"
Yesung sepertinya masih belum paham dengan penjelasan Yesung.
"begini Yesung ah, kita sama sama peduli pada perusahaan, kau peduli karena ini perusahaanmu, aku peduli karena rasa terima kasih dan hutang budiku, kita bisa bekerja sama untuk menyelamatkan perusahaan, kita bisa berteman, kita hanya perlu lebih menegenal satu sama lain, aku rasa kita bisa jadi teman baik, benar kita akan menikah, tapi itu hanya formalitasnya saja, selebihnya aku tidak akan mengikatmu, kita hanya pasangan suami istri dihapan publik, tapi dirumah kita hanya berteman biasa"
"apa Appaku setuju dengan hal ini?" Yesung mulai terlihat tertarik dengan tawaran Siwon.
"jujur ini hanya rencanaku saja, Appamu tidak tahu"
"Appa sepertinya serius ingin menikahkan kita karena dia memang ingin menjadikanmu menantunya"
"aku tahu, tapi kau sendiri bilang kalau kau belum siap untuk menikah dan juga kau tidak mencintaku kan? Makanya kita buat kesepakatan berdua, kita akan melakukan semua ini sebagai teman, kalau nanti kondisi perusahaa sudah membaik dan juga kau sudah menemukan orang yang kau cintai, aku akan menceraikanmu dan kau bebas"
"kau bahkan belum menikahiku dan sudah berniat untuk menceraikanku huh?"
Siwon terkekeh pelan mendengar pertanyaan Yesung, dan namja manis itupun tersenyum, sepertinya Siwon berhasil membuat Yesung paham dan mau diajak bekerjasama.
.
.
.
.
.
.
=to be continued...=
.
.
Chapter 6 datang lebih cepat dari perkiraan! thanks to all support dari reader yang bikin lily semangat juga buat cepet cepet upate lagi ;D
Lily bikin banyak banget typo dichpter kemaren ya? Kayaknya ini ffn otomatis ngeedit ulang semua text deh, soalnya rasanya lily udah baca berulang kali sebelum di posting dan yakin typonya nggak sebanyak itu u_u
Dichapter ini lily udah baca satu persatu lagi, moga nggak banyak lagi typo yang nyelip ya…
Happy reading, moga tetap pada suka, dan jangan lupa buat tetep ninggalin kritikan masukan dan saran buat lily di kotak review,
Love you all, see you ^^
.
