Title : Married Without Dating
Author : lilily
Pairing : YeWon
Genre : Family Romance
Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere
Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?
.
.
.
.
.
=Chapter Lalu=
.
.
.
Siwon melirik jam di pergelangan tangannya, 9.40 PM. Lebih kurang dua puluh menit lagi pesta akan usai, satu persatu para tamu undangan juga mulai tampak meninggalkan ruangan, sebagian ada yang pamit padanya sebagian lagi tidak, bukannya bermaksud mengusir, tapi Siwon ingin mereka semua cepat cepat meninggalkan area pesta tersebut, tubuhnya rasanya sudah mau ambruk karena kelelahan.
"hey" sebuah suara memanggil Siwon dari belakang.
"kau sudah bangun? Sudah merasa baikan? seharusnya kau tidak usah turun, pestanya juga sudah hampir usai"
Yesung tersenyum mendengar pertanyaan Siwon yang bertubi tubi, ada kehangatan di hatinya saat Siwon mengkhawatirkannya seperti ini.
"aku sudah baikan, aku sengaja turun karena aku tau para tamu undangan mulai pulang, ini pesta kita, kita yang mengundang mereka, tidak sopan rasanya kalau kita tidak ikut melepas mereka pulang"
Entah reflek atau memang sengaja, Siwon langsung meraih pinggang Yesung dan membawa namja manis itu ke dalam pelukannya.
"terima kasih" gumam Siwon pelan sambil menciumi rambut halus Yesung.
Sementara Yesung yang tidak menduga sama sekali Siwon akan melakukan hal itu hanya bisa berdiri kaku di dalam pelukan hangat Siwon, ini terlalu tiba tiba dan ini tidak ada dalam kesepakatan mereka, ia tidak tahu harus merespon seperti apa.
Mr Kim yang melihat semua itu dari jauh terlihat tengah tersenyum bahagia, semua rencananya pasti akan berjalan lancara, walau awalnya ia memang harus memaksa Yesung dan Siwon untuk melangsungkan pernikahan ini namun Mr Kim yakin semua akan berakhir indah, Yesung dan Siwon pasti akan bisa untuk saling mencintai dengan tulus.
.
.
.
=Chapter Delapan=
.
.
.
.
.
"ehmm ehemm!" Donghae sengaja batuk agak keras, menginterupsi pasangan yang sepertinya tengah larut dalam dunia mereka tersebut, kontan saja hal itu membuat Yesung dan Siwon segera tersadar dan langsung melepaskan pelukan mereka.
"sajangnim dan tuan muda bisa melanjutkannya lagi di kamar setelah ini, sekarang boleh kami berpamitan dulu?" tanya Donghae sambil menyeringai tipis, membuat Siwon kembali mendelik kesal, sementara Yesung tampak berusaha untuk terlihat sok acuh.
Tapi Donghae memang ada benarnya juga, mereka tidak sadar kalau memang banyak yang sudah mengantri ingin menyalami mereka kembali sebelum pulang, Yesung dan Siwon kembali sama sama memasang senyuman di wajah mereka saat para tamu mulai berpamitan pada mereka, dan tak lupa mereka mengucapkan terima kasih karena sudah menyempatkan hadir dan bertahan sampai pesta selesai.
.
.
"ah.. akhirnya kita bisa beristirahat, aku tidak pernah rasanya selelah ini dalam hidupku, tubuhku rasanya seperti remuk semua" ujar Siwon begitu ia memasuki kamar setelah melepas semua tamu undangan pulang, Siwon langsung menghampiri ranjang dan mengehempaskan tubuhnya disana, rasanya seperti surga bisa beristirahat seperti ini.
Yesung tidak menanggapi apa apa, ia langsung memasuki kamar mandi, berendam dengan air hangat pasti akan menjadi surga untuk saat ini.
.
20 menit kemudian Yesung keluar dari kamar mandi dengan memakai celana pendek selutut dan kaos putih polos, ia terlihat jauh lebih segar setelah berendam cukup lama. Yesung menghampiri Siwon yang sudah tertidur di atas ranjang, sepertinya namja tampan itu memang benar benar kelelahan.
"Siwon ah, sebaiknya kau mandi dulu" ujar Yesung sambil menggoyang lengan Siwon pelan.
"hei.. apa kau tidak merasa tubuhmu lengket semua karena keringat? cepat mandilah dulu, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, tidurmu akan semakin nyenyak nanti setelah mandi" Ujar Yesung kembali menggoyangkan lengan Siwon sedikit lebih keras kini, karna namja tampan itu masih tak bergeming.
"apa?" Siwon akhirnya bergumam pelan masih dengan mata yang tertutup.
"mandilah dulu, ganti bajumu" ulang Yesung dengan sabar, ia bisa saja membiarkan Siwon tertidur dengan baju penuh keringat seperti itu sebenarnya, tapi Siwon sangat memperlakukannya dengan baik dan lembut saat ia pusing tadi, ia ingin memperlakukan Siwon dengan cara yang sama pula.
Siwon akhirnya bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dengan mata yang masih setengah terbuka, ia bahkan hampir saja menambrak pintu kamar mandi sebelum akhirnya berhasil masuk, membuat Yesung menggelengkan kepalanya dan terkekeh pelan.
.
.
"kau belum tidur?" tanya Siwon begitu ia keluar dari kamar mandi 10 menit kemudian dan mendapati Yesung tengah mendudukkan dirinya dengan nyaman di sofa sambil sibuk dengan handphonenya, sepertinya tengah memainkan games.
"belum" jawab Yesung pendek dan hanya melirik Siwon sekilas lalu kembali fokus pada hp nya.
"apa kau tidak merasa lelah? sebaiknya segera tidur saja dan beristrahat" ujar Siwon sambil mendudukkan diri di ranjang.
"aku sudah tidur dan beristirahat cukup lama tadi dan sekarang aku belum mengantuk lagi, kalau kau lelah tidurlah duluan, nanti aku akan menyusul kalau sudah mengantuk" kali ini Yesung menjawab sambil menatap Siwon.
"baiklah kalau begitu, aku sangat lelah dan mengantuk sekali, aku tidur duluan, selamat malam" ujar Siwon sambil membaringkan dirinya di kasur dan langsung memejamkan matanya.
"selamat malam" Jawab Yesung lagi dan kembali sibuk dengan handphonenya setelah itu.
.
.
.
Siwon terbangun tepat pukul 6.00 keesokan paginya, seperti sudah menjadi rutinitasnya sehari hari, tidak peduli selelah apa atau selarut apapun ia tidur, Siwon pasti akan otomatis terbangun tepat pada pukul 6 pagi, ia sudah menerapkan kebiasaan ini sejak ia masih SMA, dan kebiasaan itu sudah menjadi kebiasaan alam bawah sadarnya hingga sekarang.
Siwon melirik ke samping dan mendapati kasur disampingnya kosong, tidak ada Yesung disana.
"apa dia sudah bangun?" tanya Siwon dalam hati, ia segera bangkit dan mengucek matanya pelan, berusaha mengusir kantuk yang masih mendera, tubuhnya juga masih terasa sakit sakit semua walau sudah tidak separah semalam.
Siwon baru saja hendak melangkah ke kamar mandi saat ia tak sengaja menoleh ke arah sofa dan mendapati Yesung tengah tertidur disana.
"astaga kenapa dia tidur disana?!" panik Siwon dalam hati, ia segera berjalan mendekati sofa dan berencana untuk membangunkan Yesung dan menyuruhnya untuk tidur di ranjang, namun Siwon segera mengurungkan niatnya saat melihat betapa pulas tidur namja tersebut, ia jadi tidak tega untuk membangunkan Yesung.
Dengan pelan dan hati hati Siwon menarik handphone yang masih berada dalam genggaman Yesung, sepertinya semalam ia tertidur saat masih memainkan hp nya, seharusnya semalam kalau sudah mengantuk ia pindah saja ke ranjang, bukannya harus sampai ketiduran di sofa seperti ini, kalau Mr Kim sampai tahu kejadian ini ia pasti akan dimarahi, membiarkan putranya tidur di sofa pada malam pertama mereka.
Setelah berhasil meraih hp tersebut tanpa membuat Yesung terusik sedikitpun, Siwon segera meletakkannya di atas meja nakas, dan meraih selimut untuk menyelimuti tubuh 'istri'nya tersebut.
Siwon sempat tertegun sejenak melihat betapa polos dan damai wajah Yesung saat tertidur seperti itu, ia terlihat seperti seorang namja manis yang lemah dan lugu yang sangat perlu dilindungi, dan Siwon jadi terkekeh pelan saat mengingat semua itu terbanding terbalik dengan kenyataannya saat Yesung terbangun, namja yang kelihatannya manis dan sangat polos serta lugu tersebut sebenarnya adalah namja liar yang galak dan jutek serta manja, sangat jauh dari kata lugu, karena Siwon dan semua orang juga tahu betapa luas dan bebas pergaulan Yesung diluar sana, Siwon tidak ingin membayangkan apa saja yang sudah dilewati dan dilakukan Yesung selama ini, tidak, tidak dia tidak ingin memikirkan itu semua, ia menggelengkan kepalanya dan segera beranjak menuju kamar mandi.
.
.
Siwon baru keluar dari kamar mandi setengah jam kemudian, ia tidak pernah mandi selama ini sebelumnya, paling lama juga cuma 15 menit, namun pagi ini setelah otaknya secara tak sengaja memikirkan bagaimana kehidupan bebas Yesung selama ini, tiba tiba saja membuatnya hatinya merasa sedikit bergejolak dengan perasaan yang juga tak bisa ia ungkapkan, ia memilih untuk berendam lebih lama untuk menstabilkan hati dan emosinya kembali, ia tahu ia tidak harusnya seperti ini, ia tidak boleh terlalu membawa serius mengenai pernikahannya dengan Yesung, karena pernikah mereka memang bukan pernikahan yang seperti itu, meskipun di mata hukum dan dimata semua orang mereka kini memang sudah menjadi sepasang suami istri yang sah, namun keduanya sudah membuat kesepakatan bahwa pernikahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata, keduanya telah sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing masing, dan pernikahan ini hanya akan bertahan sampai situasi perusahaan kembali membaik serta salah satu dari mereka sudah menemukan seseorang yang dicintai, saat hari itu nanti datang, semua kepura puraan ini akan diakhiri.
Yesung masih tertidur pulas diatas sofa, tidurnya bahkan terlihat makin nyenyak kini karna sudah ada selimut yang menutupi tubuhnya, Siwon masih tak berniat membangunkan Yesung, ia memilih untuk keluar kamar, dan mencari sarapan.
.
.
.
Yesung menggeliat pelan saat merasakan sinar matahari mulai mengenai wajahnya, dengan malas ia akhirnya membuka mata, dan baru sadar kalau ternyata ia ketiduran di sofa, ia segera melirik kearah ranjang saat menyadari kini ada selimut yang menyelimuti tubuhnya, pasti Siwon yang melakukannya, karena Yesung masih ingat persis semalam ia tidak mengambil selimut.
"Siwon" panggil Yesung pelan saat tak menemukan Siwon di ranjang, ia mengira mungkin Siwon sedang mandi.
"Siwon, apa kau di kamar mandi?" Panggil Yesung sekali lagi, dan bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka, Siwon kembali bersama seorang waitress yang membawakan sarapan untuk mereka.
"sudah bangun?" tanya Siwon begitu ia masuk dan mendapati Yesung sudah duduk di ranjang. Yesung tak menjawab, ia menunggu sampai waitress selesai menata sarapan mereka dan meninggalkan ruangan, barulah saat pintu kembali tertutup dan hanya tinggal mereka berdua, Yesung segera menoleh kearah Siwon.
"kenapa semalam kau tidur di sofa huh?"
"aku ketiduran"
"seharusnya kalau sudah mengantuk kau pindah saja ke ranjang, kalau-"
"sudahlah tidak perlu dibahas masalah itu, kenapa kau keluar untuk mencari sarapan? Kenapa tidak telepon saja?" potong Yesung dan mengganti topik.
"kenapa memangnya?"
"Appa atau orang suruhannya pasti sedang mengawasi kita, dan kau keluar kamar sendirian, Appa akan curiga"
"astaga apa yang kau khawatirkan? Memangnya kenapa kalau aku keluar kamar sendirian?"
"aisssh kau tidak mengerti" kesal Yesung.
"aku mengerti, sangat mengerti, kalau aku makan sendirian diluar mungkin memang Appamu akan curiga, tapi aku kembali membawa makanan ini ke kamar apa yang harus Appamu curigai? bukannya Appamu justru akan berfikir mungkin kau tengah kesulitan untuk berjalan?"
"aiish terserah saja! Aku mau mandi!" Yesung segera berlalu dari hadapan Siwon dan memasuki kamar mandi, entah kenapa ucapan Siwon barusan membuat mukanya memerah, sementara Siwon hanya terkekeh pelan melihat tingkah Yesung, ia tahu Yesung sengaja menghindar karena merasa malu dengan ucapannya barusan.
"kenapa dia? kenapa malu? dia yang memulai" ujar Siwon masih dengan tersenyum kecil.
.
"tadi Appa menghubungiku dan meminta kita untuk datang ke rumah" ujar Siwon saat keduanya tengah menyantap sarapan mereka.
"hmmm.." Yesung hanya menggumam pelan sebagai respon, ia masih sibuk menyantap makanannya, Siwon juga tidak mempermasalahkan hal tersebut, keduanya segera menyelesaikan acara makan mereka dan bersiap siap untuk check out dari hotel dan menuju mansion Kim.
.
.
.
Keduanya sampai di mansion Kim 2 jam kemudian, mereka kini tengah duduk di ruang keluarga bersama dengan sang Appa, Mr Kim.
Di atas meja terletak selembar sertifikat dan sebuah kunci.
"Presdir, anda tidak perlu melakukan ini semua"
"panggil aku Appa kalau di luar jam kantor, Siwon"
"oh maaf Appa, Aku rasa kami belum membutuhkan ini semua, apartemenku cukup luas dan nyaman untuk kami tinggali"
"aku tidak mau" Yesung menyela, membuat Siwon langsung menatap sang istri.
Jadi Yesung yang meminta Mr Kim untuk membelikan sebuah rumah baru untuk mereka? Siwon merasa direndahkan disini.
"aku tidak mau tinggal di apartemenmu Siwon, kenapa harus aku yang kesana? kenapa tidak kau saja yang pindah kesini" Jelas Yesung kahirnya setelah melihat tatapan tak terima dari Siwon, walaupun statusnya dalam pernikahan ini sebagai uke atau yang berperan sebagai istri, tetap saja ia juga namja dan ia tidak akan mau diperlakukan sebagai seorang wanita yang harus ikut pindah ke rumah suaminya setelah menikah, ia the great Kim Yesung, kenapa tidak Siwon saja yang pindah kerumahnya setelah mereka menikah, tidak boleh ada diskriminasi, itu alasan Yesung.
"kau yang meminta Appa untuk membelikan kita rumah?"
"tidak"
"lalu?"
"lalu apanya? Aku bilang aku tidak pernah berbicara apa apa soal rumah sebelumnya"
"hei kalian kenapa jadi bertengkar? Kalian tidak menghargaiku yang masih duduk disini?" akhirnya Mr Kim menengahi melihat perang dingin yang mulai terjadi di hadapannya.
"maaf pres- maaf Appa" ujar Siwon akhirnya setelah kembali tersadar bahwa mertuanya masih berada disana, ia tadi sempat lupa karena terlalu kesal dan tersinggung dengan ucapan Yesung yang menolak untuk tinggal di Apartemennya dan justru meminta Appanya untuk membelikan mereka sebuah rumah baru. Sementara Yesung hanya diam, ia juga kesal kenapa Siwon menatapnya dengan pandangan tidak suka dan menuduhnya meminta Appanya untuk membelikan mereka rumah, apadahal ia tidak pernah meminta itu, ia hanya bilang menolak untuk tinggal di apartemen Siwon.
"kalian berdua jangan salah paham dan saling menyalahkan, rumah ini murni hadiah dari Appa untuk pernikahan kalian, Appa akan sedih kalau kalian menolak dan justru jadi bertengkar karena hal ini"
Keduanya akhirnya diam, tidak ada yang bersuara.
"Appa mohon terimalah, dan juga ini" Mr Kim menyodorkan dua lembar tiket, Yesung dan Siwon sontak langsung menatap sang Appa.
"Appa sudah memesankan tiket pesawat untuk kalian berbulan madu ke Pulau Bali"
"Appa, kami tid-"
"waktu kecil kau pernah bilang kalau kau ingin berlibur kesana Yesung ah, dan saat itu Appa sangat sibuk dan tidak bisa menemanimu kesana, jadi sekarang Appa percayakan pada suamimu untuk menemanimu kesana"
"tidak perlu Appa, aku sudah tidak ingin kesana lagi"
"Appa sudah memesankan tiket pesawat dan akomodasi hotel serta semua kebutuhan kalian disana, jadi Appa mohon pergilah kesana, Appa memberimu waktu untuk berlibur seminggu dari pekerjaanmu Siwon ah, jadi nikmatilah hari libur dan bulan madu kalian" Siwon hanya diam, ia tidak tahu harus menjawab apa, bulan madu sama sekali tidak ada dalam rencana mereka, tapi kalau keputusan Mr Kim sudah bulat, ia tidak akan bisa menolak kan?
"apa kalian keberatan?"
Yesung tampak akan kembali protes, tapi Siwon dengan cepat memotong ucapan Yesung.
"tidak Appa, kami akan berangkat kesana besok pagi, terima kasih sudah mengurus semuanya untuk kami" ujar Siwon sambil meraih kedua tiket tersebut, membuat Yesung menatap Siwon tidak percaya, Siwon setuju dengan rencana bulan madu ini?
"ya sudah kalau begitu kalian silahkan kembali ke kamar dan beristirahat, kalian pasti lelah dari acara kemaren, dan jangan lupa nanti malam bersiap siap untuk mengemas barang yang kalian butuhkan untuk keberangkatan kalian besok pagi"
.
.
.
.
.
"akhirnya sampai juga" Yesung langsung mengehempaskan diri di kasur begitu ia memasuki kamar hotel yang akan mereka tempati selama seminggu ke depan, Sementara Siwon langsung membereskan barang barang bawaan mereka dan memasuki kamar mandi setelahnya, perbedaan suhu yang drastis membuat Siwon merasa kepanasan sendiri begitu ia mendarat di bandara tadi.
Walaupun bulan madu tidak ada dalam list kesepakatan mereka, namun Siwon tidak mungkin menolak rencana yang sudah disiapkan oleh Mr Kim, jadi Siwon tidak mau terlalu ambil pusing dengan Yesung yang masih saja tidak setuju dengan rencana ini meski saat ini mereka sudah berada di salah satu hotel dengan view paling bagus di pulau Bali itu. Ia akan menganggap ini sebagai liburan setelah bekerja tanpa henti selama dua tahun terakhir ini, Siwon memutuskan untuk berjalan jalan sendiri di sekitar hotel, menikmati udara senja yang masih cukup panas, Siwon baru memutuskan untuk segera kembali ke kamar begitu ia mulai merasa lapar, ia ingin mengajak Yesung untuk makan malam di luar.
.
.
"Yesung ah bangun" Siwon memutuskan untuk langsung membangunkan Yesung begitu mendapati namja manis itu ternyata masih tertidur.
"ada apa?" Yesung menggumam pelan dan membalikkan tubuhnya membelakangi Siwon, ia malas tidurnya diganggu.
"apa kau berancana untuk tidur sampai pagi? Apa kau tidak lapar? Ini sudah waktunya makan malam"
"aku masih mengantuk"
"kau sudah langsung tidur sejak awal kita sampai tadi kenapa masih mengantuk juga?"
"aiiish iya iya aku bangun, memangnya sudah jam berapa sekarang?"
"sudah jam setengah tujuh, cepatlah mandi, kita cari makan di luar"
"iya iya tunggu sebentar, kenapa kau cerewet sekali" Yesung menggerutu kesal dan akhirnya duduk dengan malas, dengan mata yang masih setengah terbuka ia melirik kearah Siwon yang tengah duduk di pinggir ranjang dan sedang sibuk dengan hp nya, sepertinya tengah mengetik sms, melihat Siwon yang lengah seperti itu Yesung kembali merebahkan dirinya dan berencana untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu.
"Yesung ah kenapa kau tidur lagi? ayo lekas mandi" Siwon yang baru sadar Yesung ternyata justru kembali tidur segera meletakkan hp nya di meja nakas dan kembali membangunkan Yesung.
"mmm…" Yesung hanya bergumam pelan sebagai jawaban, ia benar benar tidak berniat untuk membuka matanya apalagi untuk mandi.
Tidak ada pilihan lain, akhirnya Siwon ikut merebahkan diri di samping Yesung dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yesung yang masih terpejam.
"Yesung ayolah, aku sudah lapar" bisik Siwon pelan, tepat di depan wajah sang istri.
Yesung sontak membuka matanya begitu merasakan hembusan nafas hangat Siwon menerpa wajahnya.
"a- apa yang kau lakukan" Tanya Yesung terbata, ia segera mendorong tubuh Siwon menjauh dari wajahnya.
"membangunkanmu" jawab Siwon pendek.
"aiish tidak perlu mengagetkanku seperti ini" Yesung langsung duduk dan meleset memasuki kamar mandi, meninggalkan Siwon yang tengah tersenyum di atas ranjang, hanya ada satu ranjang di kamar hotel itu, dan mereka masih belum membahas masalah ini, lagipula mereka mungkin tidak perlu memusingkan hal tersebut, toh semalam mereka juga sudah tidur seranjang, sesuai kesepakatan mereka dulu sebelum menikah, mereka tidak akan menggunakan ranjang atau kamar terpisah, mereka bisa berbagi kamar layaknya seorang teman, agar nanti tidak perlu repot repot mencari alasan kalau sewaktu waktu sang Appa berkunjung.
Hanya saja Siwon selalu merasakan sesuatu yang lain di hatinya saat menatap Yesung dari dekat, apalagi saat Yesung tertidur dengan wajah damainya, sangat jauh berbeda dengan sifat aslinya yang tempramen, Siwon takut suatu hari ia akan khilaf dan melewati batas kesepakatan mereka.
.
"Memangnya kitamau makan dimana? Kenapa tidak makan di hotel saja?" Tanya Yesung saat keduanya sudah berada di lobby hotel.
"apa serunya kalau hanya makan disini saja? Setidaknya kita harus mengeksplor makanan khas daerah sini juga, mumpung lagi disini"
"kau bisa pergi sendiri sebenarnya Siwon, tidak perlu menungguku, kalau aku lapar aku akan memesan service room saja"
"jadi kau tidak mau ikut?" Siwon langsung menghentikan langkahnya dan menatap Yesung.
"a- aku…" Yesung jadi tidak enak sendiri melihat tatapan Siwon yang mendadak dingin.
"ya sudah kau kembali saja ke kamar, aku mengajakmu karna ku pikir kau akan bosan berdiam di kamar terus, sepertinya aku salah" Siwon langsung melangkah meninggalkan Yesung, dan entah kenapa Yesung tidak suka melihat Siwon yang berjalan meninggalkannya.
"Siwon tunggu!"
"Siwon ah kenapa begitu saja kau langsung marah? Aku minta maaf oke?" Yesung akhirnya berhasil menyusul Siwon yang sudah berada di parkiran, sementara Siwon hanya melirik Yesung sekilas dan tidak berkomentar apa apa, sepertinya ia sudah terlanjur kesal. Ucapan Yesung tadi benar benar membuatnya merasa tidak dibutuhkan sama sekali.
"kita tidak menggunakan mobil?" Tanya Yesung lagi yang heran dengan Siwon terus berjalan menjauhi hotel dan tidak terlihat seperti ia akan memasuki Sebuah mobil yang mungkin sudah ia sewa.
"restorannya tidak jauh dari sini" akhirnya Siwon kembali mau merespon Yesung, membuat sang istri tersenyum senang, ia tidak suka di diamkan.
.
.
.
.
.
=to be continued...=
.
.
Terima kasih untuk semua reviews di chapter lalu, makasih kritikan, masukan dan sarannya~~ untuk bahasa non baku emang jadi salah satu kelemahan lily ;( moga di chapter ini udah gak sebanyak chapter lalu~
Jujur aja ya, lily lagi dilanda writers block 7_7 susah banget rasanya buat nulis, ide ada tapi susah banget di tuangin jadi bentuk cerita, jadi maaf kalo chapter ini gak sesuai ama harapan readerdeul dan juga masih relatif pendek, lily beneran lagi mentok banget, jadi daripada di pending kelamaan nggak update, mending update segini aja dulu, kali aja nanti dengan baca respon dari reader semua semangat buat nulis lily jadi balik lagi.
Oya buat yang nanya FF lily yang berjudul "I Will Take the Responsibility" itu cuma baru teaser doang dan kapan bakal di update lagi, sebenarnya Lily udah pernah bilang di Author's note ff lily yang lain ya.. alasan kenapa lily nggak ngelanjutin ff itu, karena nemu ff pairing lain dengan tema cerita yang hampir persis sama, lily nggak mau ntar di sangka plagiat, jadi lily putusin buat nggak ngelanjutun seseuai teaser itu, tapi ff itu tetap bakal lily lanjut nanti, dengan ide yang lain, tunggu tanggal mainnya aja yah XD.
Oke sekian cuap cuap garing lily, makasih buat semua yang udah baca, dan jangan lupa tinggalkan review ya... makasih^^
