Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos everywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

.

=Chapter Lalu=

.

.

.

"ya sudah kau kembali saja ke kamar, aku mengajakmu karna ku pikir kau akan bosan berdiam di kamar terus, sepertinya aku salah" Siwon langsung melangkah meninggalkan Yesung, dan entah kenapa Yesung tidak suka melihat Siwon yang berjalan meninggalkannya.

"Siwon tunggu!"

"Siwon ah kenapa begitu saja kau langsung marah? Aku minta maaf oke?" Yesung akhirnya berhasil menyusul Siwon yang sudah berada di parkiran, sementara Siwon hanya melirik Yesung sekilas dan tidak berkomentar apa apa, sepertinya ia sudah terlanjur kesal. Ucapan Yesung tadi benar benar membuatnya merasa tidak dibutuhkan sama sekali.

"kita tidak menggunakan mobil?" Tanya Yesung lagi yang heran dengan Siwon terus berjalan menjauhi hotel dan tidak terlihat seperti ia akan memasuki Sebuah mobil yang mungkin sudah ia sewa.

"restorannya tidak jauh dari sini" akhirnya Siwon kembali mau merespon Yesung, membuat sang istri tersenyum senang, ia tidak suka di diamkan.

.

.

.

.

=Chapter Sembilan=

.

.

.

.

Mereka sampai di restoran yang di maksud Siwon sekitar 10 menit kemudian, restoran dengan nuansa etnik Bali yang khas dan juga menyediakan makanan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Awalnya Yesung menolak untuk makan disana dengan alasan ia tidak suka menunya, namun Siwon berhasil membujuk Yesung untuk mencoba terlebih dahulu, ia banyak mendengar sebelumnya bahwa kuliner Indonesia terkenal dengan cita rasanya, jadi Siwon pikir tidak ada salahnya mencoba.

Saat keduanya tengah sibuk menyantap makanan di piring masing masing, tiba tiba dua orang gadis dan seorang pemuda berwajah western menghampiri meja mereka.

"Yesung! Is that you?!" tanya salah satu gadis tersebut, Yesung dan Siwon sontak langsung mengangkat wajah mereka dan menoleh kearah suara.

Untuk sejenak Yesung tampak berfikir sebelum akhirnya langsung berubah cerah.

"Katie?! Woah what are you doing here?"

"i'm on a vacation with my friends, here meet Xander and Anna" gadis yang di panggil Yesung dengan nama Katie tersebut memperkenalkan dua orang teman yang sedang bersamanya, mereka langsung berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri, sementara Siwon hanya diam memperhatikan interaksi Yesung dengan teman temannya tersebut.

"heard that you've got married, is that true?" tanya Katie lagi, dan Yesung seperti baru tersadar bahwa ia belum mengenalkan Siwon pada temannya tersebut.

"ah yeah i'm sorry i nearly forgot, here meet my husband, Choi Siwon"

"Siwon, kenalkan ini teman temanku" Yesung menoleh kearah Siwon dan memperkealkannya pada teman temannya, Siwon berdiri lalu menjabat tangan teman teman Yesung, setelah itu ia kembali duduk.

"woah you got a really andsome husand there" komen Katie lagi.

"thank you" balas Yesung dengan senyuman, sementara Siwon juga hanya tersenyum tipis mendapat pujian seperti itu.

"you guys must be here for your honey moon then? oh we are sorry for interrupt your romantic dinner, we'll take our leave now" ujar Katie tak ingin mengganggu acara makan malam pasangan tersebut.

"nah it's okay, you guys could join us here, lets eat together, we wouldn't mind"

"tidak apa apa kan Siwon kalau mereka juga ikut bergabung dengan kita?" Tanya Yesung menoleh pada Siwon.

Siwon ingin menolak sebenarnya karena ia ingin menikmati makan malam berdua saja dengan Yesung, tapi mungkin hal itu akan membuat Yesung marah, jadi Siwon hanya mengangguk saja memberi izin pada teman teman Yesung untuk bergabung dengan mereka.

"have you guys order anything?

"we haven't, we just arrived when we saw you here"

"please just order and lets eat together"

Acara makan malam Yesung dan Siwon akhirnya diisi dengan canda dan gelak tawa Yesung bersama ketiga temannya, Siwon hanya sesekali berkomentar, selebihnya ia hanya memperhatikan Yesung dalam diam.

.

.

.

Keduanya kembali ke hotel dua jam kemudian, Yesung terlihat tengah tersenyum sumringah karena baru saja bertemu dengan teman nongkrongnya saat di New York dulu, mereka bahkan sudah membuat janji akan bertemu lagi besok, yang membuat Siwon mendadak menjadi dingin, walaupun ia tak melarang Yesung secara langsung.

"kau kenapa mendadak jadi diam begini Siwon? kau marah?" Tanya Yesung yang menyadari perubahan sikap Siwon sejak dari restoran tadi.

"tidak, aku hanya lelah, aku ingin istirahat" jawab Siwon sambil membaringkan tubuhnya di kasur, ia langsung memejamkan matanya setelah itu.

Yesung hanya menarik nafas pelan dan memilih untuk mengangkat bahu, terserahlah, ia juga tidak ingin ambil pusing dengan sikap Siwon.

.

Satu jam kemudian…

"Siwon... apa kau sudah tidur?" tanya Yesung setelah hampir satu jam berbaring di kasur ia masih belum bisa memejamkan matanya, ia melirik kearah Siwon yang memunggunginya.

"Siwon ah"

"..."

"Siwon" kali ini Yesung mencoba melukis abstrak di punggung Siwon dengan jari jari mungilnya untuk mengganggu tidur namja itu.

"ada apa?" akhirnya Siwon merespon pelan, masih dengan posisi membelakangi Yesung.

"aku tidak bisa tidur"

"lalu?"

"jangan tidur dulu, aku bosan sendirian" Yesung masih dengan kegiatannya melukis abstrak di punggung Siwon, meskipun kini Siwon sudah sepenuhnya terjaga karena ulahnya.

"aku sudah mengantuk Yesung, bermainlah dengan hp mu kalau kau bosan"

"tsk kau sama sekali tidak asik!" Yesung kini sudah menjauhkan jari jarinya dari punggung Siwon, ia mulai kesal dengan sikap cuek suaminya tersebut.

"lalu kau maunya aku bagaimana? Aku benar benar sudah mengantuk Yesung ah"

"ya tapi jangan membelakangiku seperti ini, aku tidak suka melihat punggungmu, aku merasa seperti kau marah atau membenciku"

"aku tidak marah dan juga tidak membencimu, jadi tidurlah"

"aku tidak bisa tidur"

"jadi apa maumu?"

"jangan memunggungiku"

Siwon memejamkan matanya dan menarik nafas pelan, Yesung benar benar menguji kesabarannya, demi apapun ia benar benar mengantuk saat ini, dan istri manisnya itu memutuskan untuk mengganggunya.

"bukankah kau sendiri yang bilang dalam perjanjian kita kalau kita mempunyai batasan sendiri di ranjang, yang tidak boleh di lewati atau diganggu? Aku hanya mencoba untuk tidak melewati batas itu"

"tapi aku tidak bilang harus memunggungiku Siwon... aku benar benar tidak suka seseorang membelakangiku"

"penyakit tuan mudamu kumat lagi"

"yak! jangan memanggilku tuan muda!" Yesung memukul punggung Siwon cukup keras, membuat Siwon mengerang kesakitan.

"aarh! Kenapa memukulku?!" Siwon akhirnya membalikkan badannya menghadap Yesung dengan wajah yang masih kesakitan.

"salahmu sendiri kenapa memanggilku dengan panggilan yang tidak aku suka" Yesung mengerucutkan bibirnya kesal.

"aku tidak memanggilmu tuan muda, aku hanya bilang penyakit tu- aargh!" Siwon kembali mengerang kesakitan sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Yesung kembali memukulnya dengan cukup keras, kali ini yang jadi korbannya adalah bahu Siwon.

"kau ini sebenarnya tidak mengantuk atau ingin mengajakku berkelahi? Kenapa suka sekali memukulku dari tadi?" Siwon mendelik kesal kearah Yesung yang tampak tidak menunjukkan wajah bersalah sama sekali.

"aku tidak mengantuk, dan salahmu sendiri yang minta di pukul" balas Yesung masih dengan mengerucutkan bibirnya, tak sadarkah ia kalau saat ini ia tengah berada di atas ranjang di kamar sebuah hotel, bersama dengan namja yang baru dua hari yang lalu menjadi suaminya dan saat ini mereka tengah menjalani bulan madu mereka? atau Yesung memang melakukan semuanya dengan sengaja?

"astaga... kuatkan dirimu Siwon" Siwon kembali memejamkan matanya, dia takut khilaf dan menyentuh Yesung, menyentuh dalam artian... Siwon menggelengkan kepalanya cepat, ia harus bisa menguasai dirinya.

"aku sudah tidak membelakangimu, sekarang tidurlah" Siwon kembali mencoba berbicara baik baik agar Yesung tak lagi berulah.

Yesung tak menjawab, Siwon memilih untuk kembali memejamkan matanya, rasa kantuk yang tadi begitu menyerangnya sebenarnya kini sudah hilang, tapi ia harus segera kembali tertidur agar otaknya berhenti berpikiran terlalu jauh dan melewati batasannya.

Siwon kembali membuka matanya saat semenit kemudian ia merasakan berat di dadanya, Yesung menyandarkan kepalanya di dada bidang Siwon dan melingkarkan tangannya di perut sang suami, Siwon rasanya ingin menangis saat itu juga, Yesung benar benar tengah mengujinya.

"apa yang kau lakukan?" tanya Siwon pelan, hampir menyerupai sebuah bisikan.

"disini sepertinya lebih nyaman, mungkin saja aku bisa tertidur" gumam Yesung tak jelas, karena ia sudah membenamkan wajahnya di dada Siwon.

"jangan salahkan aku kalau kau terbangun dalam keadaan naked besok pagi"

"aku akan membunuhmu kalau sampai hal itu terjadi" jawab Yesung sambil mencubit pinggang Siwon pelan, membuat sang Suami terkekeh pelan, dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Yesung, mendekap Yesung lebih erat, ia menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua.

"tidurlah, jalja" bisik Siwon pelan.

"hmmm.." Yesung hanya menggumam pelan sebagai jawaban, ia menyamamkan diri dalam dekapan hangat Siwon, dekapan hangat suaminya.

.

.

.

Keduanya sarapan dalam diam keesokan paginya, setelah kejadian semalam mereka jadi saling canggung dan tidak ribut atau bertengkar seperti biasanya.

"Siwon"

"hmm…"

"aku… aku ada janji bertemu dengan temanku habis ini"

"temanmu yang kemarin?"

"iya"

"memangnya kalian ingin pergi kemana?"

"aku belum tahu, tapi…"

"tapi apa?"

"aku.. aku berencana untuk menginap dengan mereka"

"menginap? Kenapa harus menginap?" Siwon terlihat tidak suka dengan ide Yesung untuk menginap bersama teman temannya, walau bagaimanapun ini bulan madu mereka, dan Yesung berencana untuk meninggalkannya sendirian dan pergi menginap dengan teman temannya? Keterlaluan.

"aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka, dan tidak tahu kapan bisa bertemu lagi dengan mereka, jadi aku ingin menghabiskan waktu dengan mereka selagi masih disini"

Siwon langsung meletakkan kedua sendoknya di piring, Yesung membuat nafsu makannya jadi hilang.

"sudah lama tidak bertemu dengan mereka? Kau bahkan baru meninggalkan New York sebulan yang lalu, dan itu sudah kau sebut lama?"

"aku meninggalkan New York sebulan yang lalu bukan berarti aku bertemu dengan mereka juga sebelum aku pulang Siwon, Katie juga tidak menetap di New York lagi sejak hampir dua yang lalu, jadi kami sudah sangat jarang sekali bertemu sejak saat itu"

"apa Katie itu salah satu mantanmu? Atau dia masih pacarmu?"

"apa maksudmu menanyakan hal itu?" Yesung merasa tidak suka mendengar pertanyaan Siwon.

"oh sepertinya tebakan aku benar, kalian mempunyai hubungan yang istimewa, wajar kalau kalian harus menginap dan menghabiskan waktu bersama selagi ada kesempatan seperti ini" Sindir Siwon sinis.

"apa yang kau bicarakan Siwon, Katie bukan pacar atau mantanku, kami teman dekat sejak dulu, apa salahnya aku ingin menghabiskan sedikit waktu dengan teman dekatku yang sudah lama tidak aku temui?" Yesung mulai terpancing emosi, sepertinya suasana canggung yang tadi ada diantara mereka sudah digantikan dengan suasana panas, tanda tanda pertengkaran diantara keduanya.

"tidak ada yang salah kau ingin menghabiskan sedikit waktu dengan teman lamamu, yang salah disini adalah kau ingin menghabiskan waktu bersama mereka dan meninggalkan suamimu sendiri disaat bulan madu kita"

"kenapa kau mendadak jadi kaku dan serius seperti ini? Bukankah kita sudah sama sama sepakat untuk tidak akan mencampuri urusan pribadi masing masing? Bukankah kau sendiri yang bilang kemarin malam bulan madu ini hanya formalitas kita dihadapan Appa? Hanya karena kita dalam masa bulan madu bukan berarti kita juga harus selalu menempel kemana mana berdua kan? Hubungan kita bukan hubungan yang seperti itu Siwon, kita hanya menjalankan ini atas dasar kepura puraan sesuai kesepakatan kita, atau kau sudah lupa dengan kesepakatan kita?"

Siwon merasa bagai di tampar saat mendengar ucapan Yesung, jujur saja tadi ia seperti lupa kalau pernikahan mereka hanyalah pernikahan pura pura, ia merasa terluka saat mendengar Yesung akan pergi dan menginap bersama teman temannya sementara mereka berada disini untuk bulan madu mereka, tapi kenyataan menampar Siwon bahwa semua hanya pura pura.

Siwon terdiam cukup lama, ia tidak tahu harus merespon ucapan Yesung seperti apa.

"kenapa kau diam saja? Apa kau masih tidak mengizinkanku? Kau ingin mengekangku? Kau ingin mengadukanku pada Appa?"

"cukup! Pergilah kalau kau memang ingin pergi!"

"kenapa kau jadi marah?"

"aku tidak marah"

"tidak marah tapi kau meninggikan suaramu? Kau memasang tampang dingin seperti itu?"

Siwon mengusap mukanya kasar dengan kedua telapak tangannya, lalu berdiri meninggalkan meja makan.

"aku ingin mencari udara segar di luar, pergilah temui teman temanmu, pastikan senin malam kau sudah kembali lagi kesini, karena selasa pagi kita sudah harus check out dari sini dan kembali ke Seoul" ujar Siwon sebelum melangkah keluar, meninggalkan Yesung yang berdecak kesal, kenapa Siwon tiba tiba marah? bukankah mereka memang sudah sepakat untuk tidak boleh saling mengekang dan mencampuri urusan pribadi masing masing? Kenapa Siwon mendadak terlihat overprotective seperti suami sungguhan? Ya walaupun mereka memang telah menikah secara sah, namun tetap saja mereka berdua telah sepakat hanya akan menjalani pernikahan ini untuk sementara, dan hanya sebatas teman.

Dan juga, alasan mengapa Yesung mendadak berencana untuk menginap bersama teman temannya sebenarnya adalah untuk menghindari kecanggungan dengan Siwon, setelah kejadian semalam yang ia juga tidak mengerti kenapa ia melakukan itu semua, bermanja manjaan dengan Siwon, hingga terbangun masih dalam pelukan hangat Siwon keesokan paginya membuat Yesung merasa malu sendiri, dan ia tidak tahu harus bagaimana menghadapi Siwon nanti malam, jadi ia memilih untuk menginap bersama teman temannya saja, lagipula memang tidak ada yang disembunyikan atau direncanakan Yesung, ia dan Katie murni hanya teman dekat, mereka tidak pernah terlibat dalam hubungan yang lebih intim seperti yang dituduhkan Siwon padanya.

Tidak mau terlalu stress dengan pertengkarannya dengan Siwon barusan, Yesung memutuskan untuk segera kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap menemui Katie di tempat yang telah mereka sepakati kemarin, tak lupa ia membawa beberapa helai pakaiannya dan juga kartu kredit Siwon yang terletak diatas meja nakas, karena sial, Appanya masih beum mengaktifkan kartu kreditnya, untungnya Siwon tidak keberatan Yesung menggunakan kartunya yang satu ini.

.

.

.

Siwon baru kembali ke kamar hotel menjelang siang, dan tentu saja ia sudah tidak mendapati Yesung disana, Siwon kembali mengusap wajahnya kasar, ia mendudukkan dirinya di sofa, baru dua hari dan sepertinya ia sudah terjebak dalam pernikahan ini, semua ini pasti akan sulit bagi Siwon karena Yesung sepertinya tidak merasakan apa apa.

Siwon akhirnya menghabiskan waktu selama 5 hari yang tersisa dengan mengeksplore berbagai wisata dan dan budaya Bali sendirian, walau ia masih kesal dengan Yesung saat ini namun Siwon tidak mau terlalu terpuruk dan menyia nyiakan kesempatan libur yang jarang di dapatkannya itu.

.

.

.

Senin sore Yesung kembali ke hotel tempat ia menginap bersama dengan Siwon, ia tidak mendapati Siwon berada di kamar, mungkin suaminya itu masih di luar? Sejujurnya Yesung merasa sedikit bersalah telah meninggalkan Siwon selama itu, tapi mau bagaimana lagi, ia pergi karena memang sengaja menghindar untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.

Setelah meletakkan semua barang bawaannya, Yesung memutuskan untuk mandi dulu, mungkin sebentar lagi Siwon akan kembali.

.

.

Yesung melirik jam di pergelangan tangannya untuk yang kesekian kalinya malam itu, jam sudah menunjukkan lewat pukul 11 malam, dan Siwon masih belum kembali, ia sudah mencoba menghubungi nomor Siwon dari tadi, namun hp suaminya tersebut tidak aktif, kemana sebenarnya dia? Yesung memang tidak pernah menghubungi Siwon selama ia pergi beberapa hari kemarin, dan Siwon juga tidak menghubunginya, apa Siwon masih marah padanya? Atau jangan jangan selama ia tidak disini Siwon juga tidak pernah kembali kesini dan menginap di tempat lain juga, jangan jangan saat ini Siwon juga tengah bersama orang lain, Yesung merasa kesal sendiri dengan pemikirannya tersebut, ia tidak suka membayangkan Siwon tengah menghabiskan waktunya dengan orang lain, tapi ia sendiri lupa bagaimana perasaan Siwon saat ia terang terangan meninggalakn suaminya tersebut untuk bersenang senang dengan teman temannya, tipikal tuan muda yang egois.

.

.

.

Yesung menggeliat pelan saat merasakan lumatan pelan di bibirnya, ia sontak membelalakkan mata dan mendorong tubuh Siwon menjauh darinya, bau alcohol menguar jelas dari mulut dan tubuh Siwon, sepertinya suaminya itu tengah mabuk berat.

"S- Siwon, apa yang kau lakukan?!"

Siwon tak menjawab, ia kembali merengkuh tubuh Yesung dan menghempaskannya ke kasur, mengunci namja manis itu di bawahnya.

"Siwon lepas! Kau mabuk!" Yesung makin panik, ia berusaha memberontak melepaskan diri dari kungkungan kokoh suaminya, namun Siwon jauh lebih kuat darinya, perlawanan Yesung tidak begitu berarti baginya, ia kembali mendekatkan bibirnya pada bibir manis Yesung dan melumatnya kasar, Yesung menggeleng kuat dan berusaha memutar otak untuk melepaskan diri dari cengkraman Siwon, seumur umur ia belum pernah diperlakukan seperti ini, tak peduli seliar apapun kehidupannya di luar sana selama ini, namun semua itu Yesung lakukan atas dasar sadar dan suka rela, bukan dipaksa seperti ini.

Siwon kini sudah beralih menjilati dan menggigit leher mulus Yesung, meninggalkan beberapa tanda keunguan disana, Yesung berusaha mati matian untuk tidak mendesah, walau bagaimanapun hal ini adalah salah, Siwon sedang mabuk, ini pasti bukan keinginannya.

Dengan sekuat tenaga akhirnya Yesung menendang betis Siwon kuat, membuat Siwon mengerang kesakitan dan melonggarkan sedikit cengkramannya dari Yesung, yang tentu saja tidak disia siakan Yesung untuk melepaskan diri dan segera berdiri menjauhi ranjang.

"Kau gila Siwon!" umpat Yesung kesal, sementara yang di teriaki hanya diam, ia tertelungkup diatas kasur, tanpa menunjukkan pergerakan.

"kau sudah tertidur huh? Brengsek! Kalau kau sampai berani melakukan ini dalam keadaan sadar akan ku bunuh kau!" Yesung masih saja marah dan mengumpati suaminya, entahlah ia merasa dilecehkan dengan perlakuan Siwon barusan.

Lama Yesung berdiri mematung di sisi ranjang, menyaksikan Siwon yang telah tertidur, hembusan nafasnya mulai terlihat teratur, tapi pernampilan terlihat sangat kusut dan acak acakan, apa Siwon selalu mabuk seperti ini setiap malam selama ia tak ada? Rasa bersalah kembali hadir di hati Yesung.

Perlaha ia kembali menghampiri ranjang, dan membenarkan posisi tidur Siwon,, ia seharusnya mengganti baju Siwon dengan baju yang bersih, tapi Yesung merasa canggung dan tidak berani melakukannya, jadi ia hanya menyelimuti Siwon dan memandang wajah sang suami sebentar, sebelum akhirnya memutuskan untuk membereskan barang barang mereka, jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, namun rasa kantuk yang tadi begitu menyerangnya sudah menguap seketika begitu ia terbangun dan mendapai Siwon tengan menciumnya, jujur saja ia merasa kaget dan membuat jantungnya berdetak tak karuan bahkan hingga saat ini, jadi packing mungkin lebih baik untuk mengalihkan pikirannya, lagipula mereka sudah harus checkout dari sini jam Sembilan besok pagi, kalau tidak di bereskan sekarang Yesung takut besok mereka telat bangun dan tidak sempat membereskan semuanya.

.

.

.

Siwon terbangun dengan kondisi hungover berat keesokan paginya, ia melirik ke sisi ranjang di sampingnya dan mendapai kasur itu masih kosong, menghadirkan sebuah senyum miris dari bibir tampan tersebut, jadi Yesung masih belum pulang?

Siwon meraih hp nya yang terletak di meja nakas dan mengecek jam, ternyata sudah menunjukkan pukul 7 lewat lima belas menit, ia harus segera mandi dan beres beres.

Dengan memegangi kepalanya yang terasa sakit sepert mau pecah, Siwon berjalan pelan menuju kamar mandi, Siwon tertegun sebentar saat matanya tak sengaja menangkap dua koper besar miliknya dan Yesung sudah tersusun rapi di sudut kamar, ia kemudian berjalan pelan menghampiri lemari, dan mendapati lemari itu sudah kosong, hanya menyisakan satu stel pakaian yang akan ia pakai hari ini. Siapa yang melakukannya? Yesung kah? tapi bukankah dia masih belum kembali?

Tidak mau berasumsi sendiri, Siwon akhirnya kembali menghampiri meja nakas dan meraih hp nya, ia mendial nomor Yesung. Siwon tidak pernah sekalipun menelepon Yesung selama lima hari Yesung pergi, ia pikir untuk apa ia menelepon? Bukankah Yesung sengaja meninggalkannya karena ia ingin bersenang senang dengan teman temannya, ia pasti tidak ingin di ganggu.

"Hallo, Siwon"

Siwon segera tersadar dari lamunan pendeknya begitu mendengar suarang Yesung diujung telepon.

"Yesung kau dimana?"

"aku lagi di lobby, kau baru bangun? Sudah mandi?"

"aku baru mau mandi"

"mandilah dulu, aku sudah di lift sebentar lagi sampai"

"hmm.." Siwon akhirnya menutup telepon dan duduk di ranjang, ia memutuskan untuk menunggu Yesung dulu sebelum mandi.

Tidak sampai 3 menit kemudian pintu kamar terbuka, menampilkan Yesung yang sudah berpakaian rapi, celana jeans ketat berwarna krem di padukan dengan kaos putih polos membuat si manis tersebut terlihat makin stunning, Siwon sangat suka sekali melihat Yesung memakai kaos putih polos seperti itu, membuat sosok Yesung terlihat sangat polos dan innocent, entahlah, warna putih membuat Siwon merasakan hal seperti itu, yang membuat Siwon sedikit heran istrinya tersebut memakai syal warna baby breath dan menutupi leher putih jenjang miliknya, bukankah cuaca disini sangat panas? Kenapa Yesung justru menggunakan syal disini? tapi Siwon memilih untuk tidak membahasnya.

"kau dari mana?" tanyanya akhirnya.

"aku dari apotek di seberang jalan.

Siwon mengerutkan dahinya mendengar jawaban Yesung.

"apotek? untuk apa kau kesana? kau sakit?"

"tidak, aku tadi membeli aspirin, aku pikir kau akan membutuhkannya, kau pulang dalam keadaan mabuk berat semalam, jadi aku rasa kepalamu pasti sangat sakit saat ini"

Siwon tertegun, ia pulang dalam keadaan mabuk berat semalam? berarti Yesung sudah pulang dari tadi malam? Ia tidak mengingat apa apa.

"kapan kau pulang?"

"kemaren sore, kau tidak ada dan pulang dalam keadaan mabuk malamnya, ini makanlah pil ini dulu sebelum mandi" Yesung menyodorkan pil yang tadi dibelinya dan memilih untuk tidak membahas masalah semalam, sepertinya Siwon tak ingat apa apa, ia merasa kecewa dan lega disaat bersamaan, Yesung tidak bisa menjelaskan kenapa ia merasa kecewa, namun ia merasa lega karena tidak perlu terlibat dalam suasana canggung lagi.

Tanpa banyak berkomentar Siwon meraih pil dari tangan Yesung lalu menelannya.

"terima kasih"

"hmm.."

keduanya terjebak dalam diam untuk sepersekian menit kemudian.

"kau yang membereskan barang barang bawaan kita?" tanya Siwon akhirnya menemukan topik untuk memecah keheningan.

"iya, aku membereskannya sebelum tidur tadi malam, takut tidak keburu paginya, sudah hampir jam delapan, sebaiknya kau segera mandi" ujar Yesung melirik jam di pergelangan tangannya.

"baiklah aku mandi dulu" Siwon langsung beranjak memasuki kamar mandi.

.

.

Keduanya kini telah berada di ruang tunggu bandara, menunggu panggilan untuk segera menaiki pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Seoul, Yesung terlihat sibuk dengan hp nya sementara Siwon sesekali melirik Yesung sambil mengesap segelas kopi di tanggannya.

"kenapa kau memakai syal di cuaca Indonesia sepanas ini?" akhirnya Siwon tidak tahan untuk tidak berkomentar mengenai syal yang dikenakan Yesung, karena ia gerah sendiri melihat yesung yang melilitkan syal di lehernya di cuaca sepanas ini.

"huh? oh aku.. aku sedang ingin mengenakannya saja hehe" jawab Yesung mencoba terlihat cuek.

"apa kau tidak merasa kepanasan?" Siwon masih penasaran.

"tidak, lagipula nanti pas sampai di Seoul pasti akan dingin"

"kau bisa memakainya nanti saat sudah sampai, disini cuaca sangat panas, aku saja gerah melihatmu menggunakan syal seperti itu" komen Siwon panjang lebar, tak tahukah ia bahwa dirinyalah penyebab mengapa Yesung menggunakan syal di cuaca sepanas ini.

"itu kan kau Siwon, aku tidak merasa kepanasan, sudah jangan komentari soal syalku lagi" Yesung akhirnya kembali pada sifat aslinya sendiri, jutek.

"oke oke sorry" Siwonpun memutuskan untuk mengalah, tidak lucu kalau mereka mendadak jadi bertengkar di tempat umum seperti ini.

20 menit kemudian terdengar panggilan dari pengeras suara untuk segera menaiki pesawat penerbangan tujuan Incheon, Seouth Korea, Yesung dan Siwon segera bangkit dari tempat duduk mereka dan menuju pesawat yang akan mereka tumpangi.

.

Baru sekitar 40 menit penerbangan, Yesung sudah terlelap di samping Siwon, wajar sebenarnya kalau Yesung di dera rasa kantuk yang hebat, ia baru bisa tertidur hampir pukul 4 dini hari tadi pasca terbangun secara paksa karena serangan Siwon pukul satu tadi malam, dan juga pagi pagi sekali Yesung juga sudah kembali bangun dan memutuskan untuk langsung mandi dan bersiap siap. Si tampan masih belum menyadari kalau Yesung sudah tertidur di sampingnya karena terlalu fokus dengan buku yang tengah dibacanya, sampai akhirnya Yesung menjatuhkan kepalanya di bahu Siwon, membuat Siwon melirik ke samping dan mendapati Yesung tengah tertidur.

Siwon tersenyum tipis melihat wajah polos Yesung, ia memutuskan untuk menyudahi acara membaca bukunya dan memilih untuk memandang wajah manis sang istri.

Syal yang tadi dikenakan Yesung menjadi sedikit longgar dan berantakan akibat ia tertidur, dan Siwon baru saja berniat hendak membenarkannya kembali saat matanya menangkap jejak jejak kissmark berwarna merah keunguan di leher putih sang istri, gerakan tangannya langsung terhenti dan sorot matanya langsung berubah, senyuman tipis yang dari tadi terus menempel di bibir Siwon langsung pudar seketika.

Inikah alasan mengapa Yesung memaksa untuk memakai syal di tengah cuaca panas seperti ini? Untuk menutupi bekas kissmark yang memenuhi lehernya? Mendadak saja bayangan kemungkinan permainan liar apa saja yang telah dilakukan Yesung selama 5 hari meninggalkannya kemarin untuk menginap bersama teman temannya menari didepan mata Siwon, dan dia tidak menyukai semua itu.

Yesung masih belum berubah, tidak sedikitpun, tanpa sadar Siwon mengepalkan kedua tangannya, ia merasa sangat marah, Siwon membatalkan niat awalnya untuk membetulkan letak syal Yesung, ia kembali duduk normal di kursinya dan memilih untuk menatap keluar jendela, gumpalan awan putih yang menyambutnya di luar sana membuat perasaannya jadi sedikit tenang, walau semuanya takkan pernah kembali baik baik saja, ia merasa sangat di khianati dan ia tidak mau terjebak sendiri disini.

Kesalahpahaman yang tak berujung, bumbu dan warna yang akan menanti kehidupan mereka di Seoul nanti...

.

.

.

.

.

=to be continued=

.

.

.

Lily sedang tidak ingin berbicara banyak XD

Terima kasih untuk semua kritikan, masukan dan saran di chpater lalu, semua sangat membangun dan membantu lily untuk menulis lebih baik lagi dan juga lebih semangat lagi, terima kasih semuanya ;3

Lily tunggu kritikan masukan dan saran berikutnya,

See you~

.