Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos everywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

.

=Chapter Sepuluh=

.

.

.

.

.

Supir pribadi keluarga Kim sudah menunggu mereka di bandara begitu keduanya mendarat 20 menit yang lalu, sang sopir dengan cekatan langsung memasukkan kedua koper besar dan barang bawaan lain kedua majikannya ke bagasi mobil, kemudian membukakan pintu untuk keduanya.

Siwon tidak banyak berbicara sejak ia turun dari pesawat tadi, Yesung mengira mungkin Siwon sedang lelah saja akibat penerbangan cukup jauh yang baru saja mereka tempuh.

"ahjussi, bukankah persimpangan menuju rumah baru saja lewat?" tanya Yesung heran saat sang supir melewati pesimpangan biasa menuju rumahnya, sang supir selalu menggunakan jalur itu sebelumnya, apa sekarang dia memilih untuk melewati jalur lain?

"tadi tuan besar berpesan untuk mengantarkan tuan muda Yesung dan tuan muda Siwon ke rumah baru kalian"

Ah!

Keduanya lupa kalau seminggu yang lalu, sebelum keduanya bertolak menuju pulau Bali untuk bulan madu mereka, Mr Kim telah menghadiahi mereka sebuah rumah untuk mereka tinggali berdua setelah ini.

"langsung menuju kesana?! Aku perlu pulang dulu ke rumah, aku belum mengemasi barang barang pribadiku" protes Yesung.

"semua barang barang dan kebutuhan tuan muda Yesung dan tuan muda Siwon sudah tersedia disana, para maid telah mengurusnya selama seminggu ini"

"astaga apa lagi yang telah direncanakan Appa" Yesung memijit kepalanya pelan, sang Appa benar benar mengatur kehidupan pernikahannya dengan Siwon, sementara Siwon yang duduk di samping Yesung tidak berkomentar sama sekali, kalau memang Appa mertuanya tersebut sudah mengatur semuanya, tidak ada gunanya juga untuk membantah.

"kau kenapa diam saja? Apa kau juga sudah tahu kalau Appa akan langsung menyuruh kita tinggal disana begitu kita pulang?" tanya Yesung melihat Siwon masih belum bersuara sama sekali.

"ya, aku sudah tahu" jawab Siwon pendek, ia sengaja berbohong.

"dan kau tidak memberitahuku?!"

"aku sudah berencana akan membertahumu, tapi kau sudah terlebih dulu pergi dengan temanmu itu" jawab Siwon dingin.

"kau-" Yesung mendadak menghentikan ucapannya, ia tidak mau bertengkar dengan Siwon di hadapan sang supir, bisa bisa ia di adukan pada sang Appa, apalagi Siwon membahas masalah ia pergi dengan temannya, bisa habis dia kalau sampai sang Appa tahu soal ini.

"aiiish menyebalkan!" Yesung melipat kedua tangannya di dada sambil menggerutu tak jelas.

Siwon menyeringai tipis, sikap Yesung yang sengaja tidak mau membahas soal ia pergi dengan temannya kemarin kembali membuat Siwon beranggapan bahwa Yesung memang telah benar benar bermain gila dibelakangnya kemarin.

.

.

.

Seperti yang dikatakan sang supir, semua kebutuhan mereka memang telah tersedia di rumah baru hadiah atas pernikahan mereka tersebut, rumah dengan gaya minimalis, tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, nuansanya sangat sejuk dan nyaman.

Yesung dan Siwon sama sama tak bisa berbohong, kalau mereka sudah langsung jatuh hati pada suasana rumah ini, Mr Kim benar benar memilihkan yang terbaik untuk mereka.

Terdapat dua kamar tidur disana, yang sialnya kamar yang satu lagi sudah dipasangi cctv, buat berjaga jaga kalau pasangan pengantin tersebut memutuskan untuk pisah ranjang, kalau saja mood Siwon tidak sedang buruk saat ini, ia pasti sudah tertawa keras melihat semua itu, Mr Kim benar benar ingin membuat mereka saling jatuh cinta, dan Siwon hanya tersenyum miris setelahnya, ia mungkin tidak akan bisa mengabulkan keinginan mertuanya tersebut, ia tidak bisa berjuang sendirian disini.

Sementara Yesung langsung mengumpat tidak jelas begitu melihat terdapat camera cctv di salah satu kamar di rumah tersebut, ia merasa bagai dimata matai oleh Appanya sendiri, Yesung bahkan langsung menelepon Appanya tersebut dan marah marah tak jelas sekitar 10 menit di telepon, entah apa yang dikatakan Mr Kim di seberang sana, yang jelas Yesung terlihat makin sewot setelahnya, Siwon lagi lagi memilih untuk tidak berkomentar, ia memilih untuk menuju kamar utama yang harus mereka tempati, dan membaringkan diri disana, Siwon memutuskan untuk beristirahat lebih awal karena besok ia sudah mulai masuk kerja dan pasti sudah sangat banyak berkas yang harus ia periksa dan tanda tangani selama seminggu ia tak ada kemarin.

.

.

.

.

.

"selamat datang kembali di kantor, pengantin baru" Donghae sudah berdiri di samping meja Yuri, sekretarisnya, menyambutnya dengan senyuman menyebalkan begitu ia datang, dan Siwon sedang tidak ingin meladeni Donghae, jadi ia hanya mengaguk sekilas menggunakan wibawa atasan yang ia punya, dan berlalu menuju ruang kerjanya.

"sajangnim kita yang kelewat disiplin dan tidak pernah terlambat sekalipun sebelumnya, hari ini untuk pertama kalinya, terlambat hampir 3 jam datang ke kantor di hari pertama kerjanya pasca menikah, wow" Donghae ternyata benar benar sedang ingin menggoda Siwon.

Siwon yang saat itu baru saja membuka pintu dan hendak memasuki ruangannya, menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Donghae, dia sedang tidak ingin becanda.

"Lee Donghae, ini masih jam kerja kenapa kau sudah keluyuran? Kembalilah ke ruanganmu, saya yakin masih banyak pekerjaan yang masih harus kau selesaikan" ujarnya datar sebelum menutup pintu ruangannya, meninggalkan Donghae yang tertawa keras, Siwon sedang tidak ingin becanda huh? ini makin seru!

Yuri hanya tersenyum tanpa memberikan komentar apa apa melihat kelakuan Donghae yang suka sekali menggoda atasannya tersebut, ia tahu Siwon dan Donghae memang berteman dekat, tapi menurutnya Donghae hampir tidak pernah memperlakukan Siwon seperti atasan mereka, padahal Siwon merupakan CEO perusahaan ini, ditambah lagi sekarang ia sudah menjadi menantu dari Mr Kim, dan semua kendali perusahaan sudah dipercayakan kepadanya, setidaknya di tempat kerja Donghae harus sedikit profesional, tapi ya itu pendapat Yuri saja, karena faktanya Donghae tetaplah Donghae, ia tidak pernah bersikap formal dengan Siwon, baik di dalam kantor, apalagi di luar kantor.

Sementara Siwon hanya menggeleng pelan dan berjalan menuju meja kerjanya, samar ia masih mendengar tawa keras Donghae di luar, sejak Donghae tahu bahwa ia akan menikah dengan Yesung sebulan yang lalu, menggodanya adalah salah satu hobi baru sahabatnya itu.

Ini memang pertama kalinya ia datang telat sejak ia bekerja di perusahaan ini sejak dua tahun yang lalu, Siwon merupakan sosok pekerja keras dan tekun, itulah kenapa Mr Kim menyukainya hingga mengikatnya untuk menjadi menantu keluarga Kim. Bukan tanpa alasan sebenarnya kenapa hari ini ia bisa telat dan bahkan hampir tiga jam, tadi pagi ia tetap terbangun tepat pukul 6 seperti biasa, hanya saja saat Siwon hendak berangkat ke kantor ia baru ingat kalau ada berkas yang sangat penting yang harus dibawanya hari ini, dan berkas itu masih tertinggal di apartementnya, mereka langsung menuju rumah baru selepas dari bandara kemarin, dan karena memang semua kebutuhannya sudah ada disini jadi Siwon tidak kembali ke apartementya untuk mengambil sesuatu tadi malam, lagipula ia memang baru ingat soal berkas itu pagi ini, dan saat hendak berangkat menuju apartementnya tersebut, istri manisnya yang sukses membuat Siwon kesal-cemburu sejak kemarin mencegatnya dan memintanya untuk mengantarkannya ke rumahnya terlebih dahulu, Yesung ingin menagih kartu kredit dan juga mobilnya hari ini, dan Siwon tidak mungkin menolak untuk mengantarkan Yesung atau nanti mertuanya akan menanyainya macam macam kalau sampai Yesung pulang sendirian dengan menggunakan taksi, jadilah Siwon memutar rute ke rumah mertuanya terlebih dahulu, setelah menurunkan Yesung dan tidak mampir dengan alasan sudah telat, Siwon kembali memutar mobilnya menuju apartementnya untuk mengambil berkas penting yang harus dibawanya ke kantor hari ini, dan sialnya saat di perjalanan menuju kantor dari apartementnya, Siwon terjebak macet panjang, sepertinya ada kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan ini, dan ya jadilah Siwon telat sampai hampir 3 jam begini, dan ia benar benar sedang tidak dalam mood untuk bergurau, mengacuhkan Donghae dan menggunakan posisinya untuk menegur sahabatnya tersebut adalah tindakan paling tepat untuk saat ini.

Siwon menarik nafas pelan, ia melirik meja kerjanya yang sudah berisi tumpukan berkas yang harus ia periksa dan ia tanda tangani, persis seperti yang sudah di duganya sebelumnya.

Setelah membuka jasnya dan menggantungkannya di gantungan yang tersedia di samping kursinya, Siwon mulai membuka dan memeriksa satu persatu berkas tersebut, dan tidak sampai 10 menit kemudian Siwon sudah tenggelam dalam keseriusan, ia bahkan bisa lupa dengan keadaan sekitarnya saat sedang serius seperti itu.

Dan benar saja, Siwon tak sadar saat Donghae memasuki ruang kerjanya dua jam kemudian karena ia terlalu serius membaca berkas di depannya, Donghae memang tak mengetuk pintu saat ia masuk, ia langsung saja memasuki ruangan CEO muda tersebut karena ini sudah 40 menit memasuki waktu istirahat makan siang dan belum tampak tanda tanda Siwon akan keluar dari ruangannya, jadi Donghae memutuskan untuk langsung masuk saja dan mengingatkan atasannya tersebut untuk menyantap makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan, jika tidak diingatkan Siwon benar benar bisa tidak akan keluar ruangannya sampai jam kantor berakhir dan bahkan sampai lembur, tanpa makan sedikitpun.

Siwon memang butuh sosok pendamping untuk mengingatkannya agar menjaga kesehatan dan menjaga pola makannya, ya walaupun selama ini Siwon memang tergolong jarang jatuh sakit, tapi lama kelamaan Donghae yakin suatu saat Siwon akan ambruk juga, ia terlalu workaholic dan mengenyampingkan kesehatannya, walau suka sekali menggoda dan membuat jengkel Siwon, namun selama ini Donghaelah yang selalu ada disisinya dan mengingatkan sahabatnya tersebut tiap kali Siwon sudah terlalu larut dalam pekerjaannya, dulu Donghae pikir saat Siwon nanti sudah menikah akan ada yang menggantikan tugasnya untuk mengingatkan Siwon, namun nyatanya sosok istri yang mendampingi Siwon bukanlah orang yang bisa melakukan tugas tersebut, karena walaupun Donghae merupaka orang terderkat Siwon yang paling mendukung pernikahannya dengan Yesung , namun Donghae tahu Yesung bukanlah sosok istri yang akan bisa menjaga Siwon seperti yang ia harapkan, sosok tuan muda yang manja dan terbiasa dengan segala kemewahan dan hidup bebas tersebut pasti tidak akan mau repot repot mengurusi kehidupan suami yang bahkan tidak disukainya, atau lebih tepatnya belum, Donghae tahu pasangan ini akan membutuhkan waktu lama untuk bisa saling memahami dan bertingkah layaknya peran suami dan istri seperti orang normal lainnya, karena keduanya sama sama keras dan sama sama punya idealisme sendiri, tapi setidaknya Donghae berharap waktu yang dibutuhkan itu tidaklah terlalu lama, karena balik lagi, walaupun sifat mereka bertolak belakang dan juga sama sama keras dengan prinsipnya masing masing, namun sekali mereka bisa disatukan dan cocok, mereka akan jadi kombinasi pasangan yang paling sempurna, Donghae sudah tidak sabar untuk menunggu semua itu, menunggu hari dimana kelak Yesung dan Siwon akan bisa menerima satu sama lain.

Teralu larut dalam pemikirannya sendiri, Donghae sampai tidak sadar kalau ternyata Siwon sudah mendongak dari berkas yang dibacanya dan menyadari kehadirannya, mungkin karena ia sudah berdiri mematung terlalu lama di dekat meja sang CEO.

"apa yang kau lakukan berdiri mematung disana Donghae ya? Ada yang ingin kau laporkan?" Donghae sedikit terlonjak mendengar suara Siwon, padahal atasan sekaligus sahabatnya tersebut menegurnya dengan pelan, ia kemudian berjalan pelan menuju sofa di ruangan tersebut dan menghempaskan pantatnya disana.

"kau melewatkan makan siangmu lagi, sajangnim" ujar Donghae.

"terlalu banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan Hae, lagipula aku belum lapar"

"apa kau berancana untuk menyelesaikan semuanya dalam satu hari? Kau gila, itu berkas selama seminggu kemarin dan kau bisa menyicil memeriksanya untuk seminggu kedepan"

"aku tidak bilang akan menyelesaikan semuanya hari ini, tapi setidakny aku harus menyelesaikannya sesegera mungkin, minggu ini juga akan banyak berkas yang harus aku periksa"

"jangan terlalu keras pada dirimu sendiri Siwon ah, kau CEO dan menantu disini, rilekslah sedikit, tidak akan ada yang menegurmu kalau kau telat sedikit saja dalam menyelesaikan semua pemeriksaan ini"

"aku tidak suka cara pemikiran seperti itu Hae, ini pekerjaanku dan aku bertanggung jawab penuh untuk ini"

"oke oke aku mengerti, tapi setidaknya sekarang kau keluar dan makan sianglah dulu, waktu istirahat masih tersisa sekitar 20 menit lagi, atau kau bisa menggunakan waktu sebanyak yang kau mau untuk makan siang di luar"

"Dongahe"

"iya iya aku mengerti, waktu istirahat masih tersisa 20 menit lagi, cepat, aku temani kalau kau tidak mau keluar sendiri"

"aku masih belum lapar, sebaiknya kau keluar saja Hae ya, kau membuang waktuku dari tadi, seharusnya aku sudah selesai memeriksa berkas yang satu ini"

Donghae mendecak kesal mendengar Siwon yang mengusirnya, benar benar susah di atur.

"bagaimana dengan bulan madu kalian di Bali kemarin?" Dengan santainya Donghae mengganti topik menjadi topik yang paling tidak ingin dibahas oleh Siwon.

"tidakkah kau lihat aku sedang sibuk Donghae ya, jangan menggangguku dengan pertanyaan tidak penting untuk saat ini, keluarlah"

"kau pilih keluar untuk makan siang dulu atau kau mau bercerita mengenai bulan madu kalian kemarin?" Tanya Donghae final, membuat Siwon mengacak rambutnya frustasi, demi apapun ia ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini dan sahabat berisiknya itu benar benar tidak mau diajak bekerja sama untuk saat ini.

"Lee Donghae, keluar" Siwon sepertinya sudah mulai marah.

"tidak" ternyata yang dimarahi sama sekali tidak takut.

Donghae!"

Bersamaan dengan teriakan Siwon tersebut, pintu ruangan Siwon terbuka, menampilkan wajah terkejut Yesung karena kaget begitu ia membuka pintu ia mendengar suara teriakan Siwon cukup keras, sontak kedua namja yang berada di ruangan tersebut menolehkan kepalanya kearah pintu, ekspresi yang berbeda tergambar di wajah keduanya. Donghae dengan senyuman dan seringaian tipisnya, sementara Siwon dengan ekspressi herannya, pasalnya ia merasa tidak ada yang perlu dilakukan Yesung ke kantornya siang ini.

"ah Tuan Muda Yesung ternyata ada janji makan siang dengan Choi Sajangnim siang ini? Pantas saja dari tadi saya mengajaknya untuk makan siang di luar ia terus menolak" tebak Donghae sok tahu dengan cengiran khas miliknya, membuat Yesung mengerutkan keningnya, Siwon belum makan siang? Bukankah jam istirahat sudah akan berakhir sekitar 10 menit lagi?

Ia memang belum makan siang juga, namun tujuannya kesini bukan karena ada janji makan siang bersama dengan Siwon ataupun untuk mengajak suaminya tersebut makan siang bersama, ia kesini mempunyai tujuan lain.

"ada yang ingin aku bicarakan dengan Siwon, bisa tolong tinggalkan kami berdua?" ujar Yesung mengusir Donghae keluar dengan cara yang sedikit sopan.

"tentu, pastikan anda mengajak Choi sajangnim untuk makan siang tuan muda, dia belum makan apa apa sejak tadi, saya permisi" ujar Donghae sopan sambil membukukkan badannya pada Yesung dan juga Siwon, sebelum keluar dari ruangan tersebut, membuat Siwon hanya memutar bola matanya jengah, Donghae selalu saja akan bersikap sok formal kalau sudah berada dihadapan Yesung atau Mr Kim.

"ada perlu apa kau kesini?" Tanya Siwon sambil berjalan menuju sofa dan duduk disana.

Yesung masih saja merasakan Siwon bersikap dingin padanya sejak di bandara kemarin, namun Yesung memilih untuk tidak terlalu memusingkannya, ia juga berjalan menghampiri sofa dan duduk di hadapan Siwon.

"aku mau meminjam kartumu lagi"

Siwon menautkan kedua alisnya mendengar permintaan Yesung, ia bukannya keberatan, sama sekali tidak, hanya saja tadi pagi Yesung mengembalikan kartu tersebut dengan alasan ia sudah tidak membutuhkannya lagi, walaupun Siwon sudah meminta Yesung untuk tetap menyimpan kartu tersebut untuk berjaga jaga, namun si manis tetap menolak dengan alasan ia juga sudah memiliki banyak kartu, lalu kenapa siang ini Yesung menyempatkan diri untuk datang ke kantor untuk meminta kartu itu lagi?

Yesung mengerucutkan bibirnya kesal melihat Siwon yang hanya diam dengan tampang yang bertanya Tanya.

"Appa masih belum mengaktifkan kartuku! Menyebalkan!"

Siwon tersenyum tipis melihat wajah kesal itu, menggemaskan.

"kenapa? Bukannya tadi kau bilang hari ini Appa akan mengaktifkan semua kartumu dan juga mengijinkan kau kembali membawa mobil?"

"Appa mengingkari janjinya! Menyebalkan! Arrrgh!" Yesung makin kesal saja mengingat percakapannya dengan sang Appa tadi pagi.

.

.

"bagaimana bulan madu kalian kemarin di pulau Bali? Menyenangkan?"

"menyenangkan Appa, tidak usah berbelok belok dan berbasa basi mengenai liburanku kemarin, sekarang tepati saja janji Appa, mana kunci mobilku dan juga aktifkan kembali semua kartu kreditku" ujar Yesung to the point, membuat Mr Kim terkekeh pelan, putranya masih belum berubah, Siwon pasti kesulitan mengontrolnya.

"kau tidak macam macam kan kemarin selama di Bali Yesung ah?" Jantung Yesung langsung berdegup cukup kencang mendengar pertanyaan Appanya barusan, apa Appanya tahu soal ia yang meninggalkan Siwon untuk berkumpul bersama teman temannya kemarin? Atau Siwon yang mengadukannya?

"k kenapa Appa bertanya seperti itu? Tentu saja tidak Appa, aku sudah berjanji untuk berubah bukan, Appa saja yang masih terlalu gila tetap ngotot ingin segera menikahkanku"

"jadi kau masih belum menerima pernikahan kalian?"

"b- bukan begitu, aku sudah menerimanya, sudahlah Appa jangan mengalihkan pembicaraan, mana kunci mobilku"

Mr Kim akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya, Yesung masih diam dan menunggu di ruang keluarga, lima menit kemudian Mr Kim kembali dan meletakkan kunci mobil yang di tunggu tunggu Yesung diatas meja, membuat wajah Yesung langsung berbinar dan dengan sigap langsung meraih kunci tersebut, senyuman manis terukir di bibirnya.

"Gomawo Appa"

"hmm…"

"lalu kartu kreditku? Appa sudah mengaktifkannya?"

"untuk kartu kreditmu Appa minta maaf Yesung ah, Appa masih belum bisa mengaktifkannya.

Senyuman manis itu langsung memudar seketika.

"apa maksud Appa masih belum bisa mengaktifkannya?!" suaranya langsung naik satu oktaf.

"Appa takut kau akan kembali berhura hura dan berpesta tidak jelas dengan teman temanmu di luar sana kalau kau kembali memegang kartu kreditmu, Appa masih belum bisa mempercayaimu"

Yesung menatap Appanya dengan tatapan tak percaya, bagaimana bisa Appanya melakukan semua ini padanya? Bukankah ia sudah menuruti keinginan gila Appanya, menikah dengan orang yang sama sekali asing bagi Yesung sebelumnya, untung saja dia tampan, kalau tidak Yesung pasti tidak akan pernah setuju dengan ide gila ini.

"bagamana bisa Appa melakukan semua ini padaku?! bukankah aku sudah mengikuti kemauan Appa?! Appa ingin aku menikah aku sudah menerimanya, aku sudah menikah sekarang dan bahkan sudah mengikuti keinginan Appa untuk tinggal dengannya, Appa mengusirku secara tidak langsung dari sini, dan Appa masih belum bisa mempercayaiku?!"

"Appa tidak mengusirmu Yesung ah, Appa hanya memberikan kalian privacy lebih, agar kalian bisa memulai kehidupan baru berdua, kau boleh datang kesini kapanpun yang kau mau"

"privacy Appa bilang? Dengan memacang camera cctv dimana mana?!"

"Appa hanya memasang satu cctv disana Yesung ah, itupun hanya di kamar yang tidak kalian pakai" jawab Mr Kim kembali tertekekeh pelan mengingat bagaimana histerisnya Yesung meneleponnya tadi malam mengenai camera tersebut.

"lalu kenapa Appa masih menahan kartu kreditku?! Aku sudah bukan anak kecil lagi Appa" Yesung kembali pada kartu kreditnya yang masih ditahan.

"karena Appa masih belum bisa mempercayaimu"

"Appa!"

"jangan berteriak seperti itu pada Appamu sendiri nak"

"Appa yang memancingku untuk berteriak, kalau Appa tidak mengembaikanku lalu bagaimana aku bisa membeli kebutuhanku? Aku tidak enak menggunakan kartu kredit Siwon terus"

"apa salahnya, dia suamimu sekarang, dan kau sudah menjadi tanggung jawabnya, sudah sewajarnya ia menanggung segala kebutuhanmu"

"aaarggh Appaaaaa aku tidak mau! Aku tidak mau bergantung dengan Siwon! Aku mau kartuku sendiri!"

"nanti, saat kau sudah bisa mengembalikan kepercayaan Appa, Appa akan mengembalikan kartumu"

"menyebalkan! Aku mau makan siang di luar hari ini, setidaknya untuk hari ini saja, pinjamkan aku salah satu kreditmu" Yesung mulai merengek.

"mintalah pada Siwon, Appa yakin dia akan dengan senang hati memberikannya padamu"

"Appaaaaaaaaaaa!"

"sudahlah, Appa sudah mengembalikan mobilmu, jangan meminta lebih untuk saat ini, Appa mau berangkat ke kantor dulu" Mr Kim langsung beranjak meninggalkan putranya yang masih berteriak frustasi di ruang keluarga mension mewah tersebut.

.

.

Siwon masih tersenyum melihat Yesung yang menggerutu tak jelas melampiaskan kekesalannya pada sang Appa di ruangannya, benar benar manis, dan tiba tiba hatinya kembali terasa perih.

"jadi sebenarnya kau mau tidak meminjamkan kartumu padaku? kenapa kau hanya diam saja dari tadi?!" sungut Yesung yang menyadari Siwon hanya tertunduk diam, tanpa mengeluarkan komentar sepatah katapun setelah ia selesai mengumpati Appanya sendiri.

"memangnya kau mau kemana?"

"aku belum tau ingin kemana dan mau apa, yang jelas aku butuh pegangan"

"aku tidak mengizinkanmu kalau kau akan menggunakannya untuk berpesta dengan teman temanmu"

"aku tidak akan- aiiiisssh kenapa kau dan Appa sama saja?! Aku sudah berjanji akan berubah tapi kenapa kalian masih saja tidak mempercayaiku? Aku harus melaporkan setiap jengkal langkahku pada kalian? Memangnya kalian pikir aku ini apa? anak kecil? Atau hewan peliharaan kalian?!" Yesung benar benar kesal sekarang, Yesung pikir Siwon akan sedikit berbeda dengan Appanya, sedikit bisa mengerti dirinya, tapi nyatanya keduanya sama saja, ya Yesung baru ingat, kalau keduanya bekerja sama untuk membuatnya gila seperti ini.

"aku minta maaf okay? Ini pakailah, terserah kau mau menggunakannya untuk apa saja, aku tidak akan mengontrolmu, tapi tolong jangan sampai membuat masalah yang akan mengundang perhatian media" ujar Siwon menyerahkan kartu kreditnya pada Yesung, ia sedang tidak ingin berdebat dan juga bisa mengerti bagaimana tersiksanya Yesung tanpa kartu kreditnya, jadi ia memutuskan untuk membebaskan Yesung, di kekang juga tidak akan ada gunanya, ia tidak ingin memaksa Yesung, sesuai perjanjian mereka, asal Yesung bisa menjaga dirinya dari sorotan media, itu sudah harus cukup.

Yesung cukup kaget dengan tindakan Siwon yang langsung meminta maaf dan menyerahkan kartunya begitu saja dan tidak lagi menanyaianya macam macam, ia pikir tadi Siwon masih akan terus menanyainya seperti sang Appa.

"kau serius aku boleh menggunakannya untuk apa saja?"

"ya, asal jangan sampai membuat masalah"

"aku janji tidak akan membuat masalah, gomawo Siwon ah"

"hmm... kalau sudah tidak ada lagi kau boleh keluar sekarang, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan"

"kau mengusirku?!"

"bukan begitu, tapi aku benar benar sedang sibuk, kau bisa lihat sendiri masih ada dua tumpukan berkas yang harus aku periksa" jelas Siwon sambil menunjuk meja kerjanya dengan dagunya.

"ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu"

"hmm..."

Yesung baru akan memutar kenop pintu saat ia mengingat ucapan salah satu karyawan Siwon yang ditemuinya disini tadi, yang Yesung tidak ingat namanya siapa, mengenai Siwon yang belum makan siang, ia kembali memutar badannya menghadap kearah Siwon yang masih duduk di sofa dengan mengangkat kedua alisnya heran, kenapa Yesung berbalik lagi.

"ada apa?" Siwon yang bertanya duluan.

"kau belum makan siang?"

"aku belum sempat"

"jangan terlalu sok sibuk, aku yakin berkas itu bisa menunggu sampai nanti atau besok, karyawanmu tadi bilang kau belum makan apa apa dari tadi"

"namanya Donghae"

"terserahlah siapapun namanya"

"dia teman dekatku, tolong diingat namanya"

Ada rasa lain di hati Yesung saat Siwon mengatakan Donghae itu teman dekatnya dan meminta Yesung untuk mengingat namanya, apalagi saat mengingat tadi Donghae berpesan padanya untuk memastikan membawa Siwon untuk makan, kenapa ia begitu perhatian sekali dengan Siwon?

Ah Yesung kita sepertinya lupa kalau suaminya baru saja mengatakan Donghae itu teman dekatnya, jadi wajar temannya itu mengkhawatirkan kondisi Siwon, dan Yesung tidak menyukai perasaan aneh yang sedikit membuatnya nyeri ini, cemburu eoh?

.

.

.

.

.

.

=to be continued...=

.

.

Lily fast update nih seperti yang readerdeul semua minta, mohon jangan malas buat ngerivew juga yaaaa, meski hanya satu atau dua kalimat, itu udah bikin lily semangat buat ngelanjutin nulis dan usahain update secepat mungkin XD

Makasih buat semua review di chapter sembilan kemaren, semua bete ama Siwon yang maen salah paham aja padahal itu semua kerjaan dia huh? hihihi ya mau gimana lagi, Siwon kan nggak ingat, dan Yesung abis pergi berhari hari dengan teman temannya, jadi ya wajar kalo daddy tampan kita salah paham XD *author dibayar siwon buat ngebela dia dihadapan readerdeul*

Dan juga buat yang udah gak sabar buat nunggu YeWon romantisan, masih harus sabar yaaa.. ini kan temanya mereka dijodohin dan belum pernah kenal sebelumnya, jadi nggak lucu aja kalo mereka langsung bisa romantis romantisan abis dipaksa menikah seperti ini, mari kita kasih mereka sedikit waktu and let it flow kkkkk

Untuk typo dan bahasa non baku lily yang masih bertebaran dimana mana, semaksimal mungkin lily udah pastiin cek satu persatu, namun ya namanya manusia pasti ada juga yang kelewatan di cek, harap dimaklumi aja ya ^^

Terima kasih buat semua yang udah nyempatin baca, lily tunggu komentar, kritikan, dan sarannya ;3

.