Title : Married Without Dating
Author : lilily
Pairing : YeWon
Genre : Family Romance
Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere
Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?
.
.
.
.
.
=Chapter Sebelas=
.
.
"kau sudah sering makan disini sebelumnya ya? Sampai kau sudah punya spot tersendiri disini yang pelayan sudah langsung menyediakannya untukmu" tanya Yesung begitu ia dan Siwon memasuki sebuah kafe tak jauh dari kantor, dan langsung disambut pelayan disana dengan pertanyaan pesanannya diantar ke meja biasa tuan?
Entah bagaimana caranya tadi Yesung akhirnya berhasil menyeret Siwon keluar dari ruangannya dan mengajaknya untuk mengisi perut terlebih dahulu.
Alasan Yesung ngotot membawa Siwon sebenarnya karena pertama ia memang belum makan juga, kedua ia tak suka nanti kalau ia tak memaksa Siwon untuk makan keluar, justru karyawannya yang bernama Donghae itu yang akan membawa Siwon keluar, dan Yesung rasa ia tak menyukai hal itu.
"ini kafe terdekat dari kantor, menurutmu aku biasa makan siang dimana lagi?" jawab Siwon malas, ia masih belum dalam mood yang baik untuk berbicara banyak dengan Yesung.
"kenapa begitu saja kau langsung marah? Aku kan cuma bertanya, issh" Yesung jadi kesal mendapat jawaban dingin seperti itu dari Siwon, padahal kan ia hanya mencoba memecah keheningan saja diantara mereka sambil menunggu menu yang mereka pesan datang, Siwon tak berbicara sepatah katapun, dan hal itu membuat Yesung merasa awkward sendiri.
Siwon tak merespon ucapan Yesung, ia mengedarkan pandangannya keseluruh kafe, menghindari tatapan Yesung yang menatap tajam kearahnya dengan bibir yang dikerucutkan.
Kafe tersebut tidak lagi terlalu ramai, karena jam makan siang memang sudah lewat sekitar 15 menit yang lalu, hanya ada tiga meja yang terisi disana, termasuk meja yang sedang mereka tempati, menjadikan kafe itu terasa makin sunyi.
"kau marah padaku?" tanya Yesung beberapa menit kemudian, ia sudah tidak bisa menahannya lagi, Siwon memperlakukannya dengan dingin sejak dari bandara kemarin dan ia tidak tahu apa penyebab Siwon bertingkah seperti itu, lebih baik dibicarakan sekarang agar Yesung juga bisa tahu dimana letak permasalahannya.
Siwon tidak langsung menjawab karena dua orang waitress datang membawakan pesanan mereka.
"terimaa kasih" ucap Siwon pada sang waitress, sementara Yesung hanya diam, masih menunggu Siwon menjawab pertanyaannya.
"kenapa kau diam saja? tadi kau bilang kau lapar, makanlah" ujar Siwon melihat Yesung yang masih belum menyentuh makanannya sama sekali, ia sendiri sudah mulai menyendok makanan di piringnya.
"kau masih belum menjawab pertanyaanku Siwon"
"oh, tidak aku tidak marah padamu, sekarang makanlah"
"lalu kenapa kau bersikap dingin seperti ini padaku?"
"bersikap dingin bagaimana? Aku bersikap biasa saja"
"tidak usah pura pura bodoh Siwon, aku tahu kau mendiamkanku"
"Yesungie baby"
"apa apaan dengan panggilan itu!"
Siwon terkekeh pelan.
"see? Aku memanggilmu baby saja kau marah, lalu kau bilang aku mendiamkanmu dengan bersikap seperti ini, apa aku harus menciummu saat bangun tidur, memelukmu disetiap kesempatan, dan menggandeng tanganmu setiap kita berjalan berdampingan? Itu yang kau ingingkan agar kau tidak lagi berpikiran kalau aku sedang mendiamkanmu?"
"iissshh buka seperti itu! Aku tidak bilang kau harus menc- aaargh sudahlah! Kau menyebalkan!"
Yesung akhirnya meraih sendok dan garpu di depannya dan langsung menyantap makananan yang tersaji di depannya, menghilangkan kegugupannya mungkin? Sementara Siwon kembali hanya tertawa pelan dan juga melanjutkan menyantap makanannya.
.
.
.
Seminggu telah berlalu, hubungan Yesung dan Siwon sudah mulai membaik, membaik dalam artian mereka sudah mulai kembali bersikap normal layaknya teman.
Tidak ada lagi Siwon yang bersikap dingin atau mendiamkan Yesung dan juga tidak ada lagi Yesung yang marah marah tak jelas pada Siwon, mereka mulai menjalankan kesepakatan mereka seperti sediakala, berteman biasa dan memperlakukan satu sama lain layaknya teman baik, Siwon tidak mengekang kehidupan Yesung dan sebaliknya Yesung juga menjaga sikap jangan sampai membuat masalah yang membuatnya sampai di sorot media.
.
Yesung memarkirkan mobilnya di halaman mansion mewah milik keluarganya, Appanya tadi menelepon dan memintanya untuk datang ke rumah.
Yesung cukup heran karena tak biasanya Appanya berada di rumah siang siang begini, biasanya Appanya selalu sibuk di kantor dan hanya akan bisa ditemui di rumah pagi pagi sekali atau malam hari.
Para maid langsung menyambutnya begitu ia masuk, dan memberitahu Yesung kalau sang Appa sudah menunggunya di ruang keluarga.
"Ada apa Appa menyuruhku datang kesini? tidak biasanya Appa berada di rumah jam segini"
"Appa sengaja menyempatkan pulang sebentar karena ada yang ingin Appa bicarakan denganmu"
"apa itu?" Yesung menautkan kedua alisnya heran melihat tingkah Appanya, tak biasanya ia bertingkah seperti ini.
"ini" Mr Kim meletakkan kelima kartu kredit Yesung di atas meja, Yesung memang telah menyerahkan kartu kreditnya pada sang Appa sejak kartu kartu itu di blokir hampir dua bulan yang lalu.
"A- Appa... apa maksudnya semua ini?"
Yesung menatap sang Appa dengan tatapan tak percaya, ia memang sudah lama menginginkan kartu kartu itu kembali, tapi rasanya ini terlalu aneh saja, sang Appa meluangkan waktu untuk pulang sebentar dari kantor hanya untuk menyerahkan kartunya sekarang? kenapa?
Kalau memang sang Appa sudah bisa mempercayakannya kembali untuk memegang kartu kartu itu kenapa tidak mengembalkannya tadi pagi sebelum ia berangkat ke kantor, atau nanti malam saja setelah ia pulang dari kantor?
Yesung tahu bagaimana kesibukan Appanya, jadi rasanya sangat janggal sekali Appanya meluangkan waktu untuk ini di tengah tengah kesibukannya.
"kau tidak menginginkan kartumu kembali?"
"tentu saja aku ingin" Yesung cepat cepat meraih semua kartunya tersebut, takut Appanya kembali berubah pikiran, membuat Mr Kim tersenyum melihat tingkah putranya.
"aku hanya merasa heran saja kenapa Appa mendadak mengembalikan kartuku, dan menyempatkan waktu untuk meninggalkan pekerjaan Appa demi menyerahkannya sekarang padaku"
"berterimakasihlah pada suamimu"
"Siwon? Ken- ah apa Siwon yang meminta Appa untuk segera mengembalikan kartuku?!"
"ya, tadi dia meminta Appa untuk segera mengaktifkan kembali kartu kartumu"
"dan Appa langsung setuju? Astaga tau begini harusnya dari dulu aku minta Siwon untuk melakukan ini" Yesung tersenyum senang, ternyata Appanya mudah sekali menuruti permintaan Siwon, dan besok besok kalau ia menginginkan sesuatu dari Appanya tersebut, berarti ia tinggal meminta Siwon untuk berbicara dengan Appanya.
Mr Kim juga tersenyum senang melihat wajah berbinar putranya menerima kembali kartu kredit yang sudah lebih sebulan ini di tahannya, dan memang semua itu atas permintaan Siwon.
.
.
Beberapa jam yang lalu...
.
"saengil chukkahamnida..
saengil chukkahamnida..
saranghaeyo Choi sajang..
saengil chukkahamnida..."
"selamat ulang tahun Choi Siwon sajangnim.. semoga panjang umur dan selalu diberi kesehatan, dan juga makin mesra dengan tuan muda Yesung"
"huuuuuuuuu"
"happy birthday..!"
Siwon hari ini berulang tahun, dan beberapa orang karyawan perusahaan mengadakan pesta kecil kecilan menyambutnya begitu ia datang, Donghae pasti orang dibalik semua ini.
Siwon hanya tersenyum ramah dan berterima kasih atas kejutan kecil yang dibuat karyawannya tersebut, setelah memotong kue dan membagikannya untuk semua karyawan yang ada disana dan juga sekali lagi mengucapkan terima kasih atas doa doa mereka, Siwon menyuruh para karyawan tersebut untuk segera kembali melanjutkan pekerjaan masing masing, Siwon sendiri juga langsung masuk ke ruangannya setelah itu.
"tok tok tok"
"masuk!"
"eh Appa?! Silahkan duduk" Siwon yang melihat Mr Kim memasuki ruangannya langsung berdiri dan mempersilahkan mertuanya tersebut duduk, Siwon cukup kaget dengan kemunculan sang mertua di ruangannya, pasalnya sangat jarang Mr Kim mendatangi ruangannya, kalaupun ada yang ingin ia becarakan dengannya, biasanya ia akan meminta Siwon untuk datang ke ruangannya.
"ada apa Appa? Tidak biasanya Appa datang kesini" tanya Siwon lagi saat keduanya sudah duduk di sofa.
Siwon memang sudah terbiasa memanggil Mr Kim dengan panggilan Appa, Mr Kim yang menganjurkan seperti itu, ia hanya akan memanggil sang mertua dengan panggilan Presdir kalau sedang dalam rapat atau di hadapan karyawan perusahaan.
"tidak ada Siwon ah, Appa dengar hari ini kau berulang tahun, jadi Appa kesini untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukmu, maaf Appa tidak sempat menyiapkan kado untukmu, karena Appa juga lupa kalau hari ini ulang tahunmu"
"ah terima kasih Appa, tidak perlu repot menyiapkan kado untukku, Appa sudah memberiku kado terbaik, putramu"
Mr Kim tersenyum mendengar jawaban Siwon.
"dia justru beban yang aku berikan untukmu, pasti kau sangat kerepotan sekali menghadapi sifat tempramentnya selama ini"
"Yesung sudah banyak berubah belakangan ini Appa, aku sama sekali tidak merasa terbebani"
"syukurlah kalau kau merasa begitu Siwon ah, aku merasa sangat beruntung memiliki menantu sepertimu"
"jangan berlebihan Appa, aku tidak sebaik itu" Siwon jadi canggung sendiri, Mr Kim terlalu sering memujinya dan itu membuat Siwon benar benar merasa tidak enak hati.
"tapi Appa, aku boleh meminta sesuatu darimu?" ujar Siwon beberapa saat kemudian, ia baru ingat kalau ia sudah berencana untuk membicarakan hal ini dengan Mr Kim sejak kemarin siang tapi ia lupa, jadi mumpung sekarang ada kesempatan sebaiknya dibicarakan saja.
"apa itu Siwon ah?"
"sebelumnya Appa jangan salah paham dulu denganku"
"memangnya kau mau meminta apa? katakan saja"
"aku rasa sudah saatnya Appa mengaktifkan kartu kredit Yesung kembali"
Mr Kim menautkan alisnya mendengar ucapan Siwon.
"Yesung yang memintamu untuk membicarakan ini denganku?"
"tidak Appa, ini murni pendapatku saja, aku merasa tidak tega dengannya"
"maksudmu?"
"Yesung memegang satu kartu kreditku saat ini dan aku membebaskannya untuk menggunakannya untuk apa saja, tapi ia tidak pernah menggunakannya"
"tidak pernah menggunakannya?"
"maksudku dia hanya menggunakannya untuk membayar makanan, dan tidak pernah menggunakannya untuk keperluan lain, Yesung terbiasa dengan hidup mewah selama ini, pasti sangat berat baginya tanpa kartu kredit itu saat ini"
"aku masih kurang mengerti dengan apa yang kau bicarakan Siwon ah, jadi maksudmu Yesung menolak untuk menggunakan kartu kreditmu dan hanya menggunakannya seperlunya saja, begitu?"
"iya, dua hari yang lalu aku tidak sengaja mendengar pembicaraannya di telepon dengan salah satu temannya yang bernama Ryeowook, aku tidak tahu apa yang Ryeowook ssi bicarakan di seberang sana, sepertinya ia mengajak Yesung untuk bertemu atau mungkin membeli sesuatu, tapi aku dengar Yesung menyayangkan ia tidak bisa ikut karena ia tidak memiliki uang saat ini, kartu kreditnya masih ditahan, padahal saat ini ia memegang kartu kreditku, karena penasaran aku mengecek data transaksi kartu tersebut selama dua minggu ini, dan semua transaksi yang ada hanya berupa pembayaran makanan, itu artinya Yesung tidak pernah menggunakan kartu itu untuk keperluan lain"
Mr Kim terdiam mendengar penjelasan Siwon, putranya yang sangat royal tersebut bisa menahan diri untuk tidak membeli apa apa selama dua minggu ini? Segengsi itukah ia menggunakan uang Siwon padahal Siwon itu suaminya?
Yesung benar benar keras kepala dan sok menjaga gengsinya, tapi Mr Kim merasa kasihan juga mengingat betapa tersiksanya putranya yang tak pernah sekalipun merasakan kekurangan selama hidupnya ini tiba tiba harus hidup tanpa kartu kreditnya.
Selama ini Mr Kim santai saja belum mengembalikan kartu kredit putranya tersebut karena ia memang tahu Siwon pasti akan memberikan kartunya buat Yesung, tujuan Mr Kim hanya satu, agar pasangan tersebut makin dekat dan makin terbuka satu sama lain, namun nyatanya putranya yang keras kepala dan memiliki gengsi yang tinggi itu memilih untuk 'berpuasa' daripada menggunakan uang suaminya.
"baiklah Siwon, nanti Appa akan mengembalikan kartu kreditnya, terima kasih sudah memberitahuku soal hal ini"
"sama sama Appa, aku harap Appa tidak salah paham denganku"
"tentu saja tidak Siwon ah, Yesung saja yang terlalu keras kepala dan memiliki gengsi yang terlalu tinggi"
Siwon hanya tertawa pelan mendengar ucapan mertuanya, ya ia tahu Yesung gengsi menggunakan uangnya, padahal hal itu sah sah dan normal saja, Siwon juga tidak akan pernah membahas dan mempermasalahkan hal tersebut, namun karena Yesung tetap keras kepala dan memilih untuk menolak ajakan temannya daripada menggunakan uangnya, Siwon jadi merasa tidak tega, untung mertuanya mau mendengar sarannya dan berjanji akan segera mengembalikan kartu kredit Yesung.
"ya sudah kalau begitu aku kembali ke ruanganku dulu, jaga kesehatanmu"
"baik Appa, terima kasih"
.
.
.
"kenapa Appa mendadak jadi melamun? sebenarnya Apa yang dibicarakan Siwon? tingkah Appa jadi sangat aneh, apa dia mengancam akan menceraikanku kalau Appa tidak segera mengembalikan kartu kreditku?" tebak Yesung asal yang melihat Appanya terdiam cukup lama setelah mengembalikan kartu kreditnya.
Yesung sendiri masih belum habis pikir, kenapa Appanya segera mengembalikan kartu kreditnya siang ini juga begitu Siwon memintanya, jadi menurutnya tebakannya mengenai ancaman Siwon yang akan menceraikannya cukup masuk akal, mengingat bagaimana Appanya sangat menginginkan Siwon menjadi menantunya.
"jangan berbicara sembarangan Yesung ah, Siwon tidak pernah mengancam Appa"
"lalu?"
"hari ini Siwon berulang tahun"
Eh?
"ulang tahun? lalu apa hubungannya dengan Appa mengembalikan kartu kreditku?"
"tadi Appa menemuinya untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuknya, dan ia mengajukan satu permintaan, ia meminta Appa untuk kembali mengaktifkan kartu kreditmu"
"kenapa Siwon melakukan semua itu? Aku tidak pernah memintanya untuk melakukannya"
"karena Siwon peduli padamu, ia tahu kau masih gengsi menggunakan uangnya dan memilih untuk tidak membeli apa apa dari pada harus menggunakan uangnya, sebenarnya kau menyinggungnya dengan sikapmu yang seperti itu Yesung ah, kau menolak nafkah yang diberikan suamimu, tapi Siwon memilih untuk tidak mempermasalahkannya, dia justru tidak tega melihatmu dan memilih untuk meminta kartumu langsung pada Appa"
Yesung hanya menunduk, ia juga tidak pernah menduga Siwon akan melakukan semua ini.
"dan juga, Appa mengembalikan kartu ini padamu hari ini bukan hanya karena Siwon meminta Appa untuk mengembalikannya padamu, tapi karena hari ini ulang tahunnya, kau pasti tidak menyiapkan apa apa dan belum mengucapkan selamat ulang tahun untuknya kan?"
Yesung hanya menggeleng sebagai jawaban.
"siapkanlah sesuatu untuknya, gunakan kartu ini semaumu, tadi karyawan di kantor mengadakan pesta kecil untuknya, dia pasti akan sedih kalau istrinya sendiri justru tidak tahu dan tidak melakukan apa apa untuknya"
"karyawan di kantor?"
"iya, mereka merayakan ulang tahun Siwon tadi di kantor"
Tiba tiba saja Yesung kembali teringat dengan teman Siwon yang bernama Donghae, dia teman dekat Siwon, diakah yang mengdakan perayaan itu tadi di kantor? berusaha untuk mengambil hati Siwon? Yesung merasa tidak terima dan tidak mau kalah.
"baiklah Appa, aku akan menyiapkan sesuatu untuk Siwon sepulang ia dari kantor nanti"
"bagus, kalau begitu Appa kembali ke kantor dulu"
"ne, hati hati Appa"
.
.
Sepeninggal Mr Kim, Yesung langsung membuat sibuk dan juga takjub para maid dan koki di rumahnya, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, tuan muda Kim Yesung mau menyentuh dapur dan minta diajarkan untuk memasak, ia ingin memasak menu special untuk Siwon makan malam nanti.
Walaupun Yesung membuat dapur hancur berantakan dan para koki kesulitan dalam mengajarinya, karena Yesung benar benar tidak bisa memasak sama sekali, dan juga ia sangat pemarah bila ditegur atau di nasehati, membuat para koki dan maid disana kewalahan, membereskan alat alat dapur yang berantakan dan sebagian ada yang pecah, belum lagi bahan masakan yang berserakan, jangan lupakan juga entah sudah eksperimen yang keberapa namun masih berakhir gosong, kadang ke asinan, kadang kepedasan , dan berbagai kegagalan lainnya, namun semua merasa bahagia melihat kerja keras tuan muda mereka, Yesung benar benar bisa berubah demi suaminya.
.
.
.
Yesung sedang sibuk di dapur, dapur rumahnya dengan Siwon.
Setelah dirasa cukup menguasai ilmu yang di tuntutnya dari para koki dan maid di mansionnya tadi, Yesung segera kembali kerumahnya dan ngotot untuk tidak mau di bantu oleh para maid dan koki untuk mengajarinya kali ini.
untuk Siwon, ia ingin melakukan semuanya dengan tangannya sendiri.
ini sudah eksperimen keempat Yesung di dapurnya, dan beruntung kali ini hasilnya lumayan, Yesung cukup bangga dengan karyanya tersebut, ia menata meja makan dengan senyuman merekah di wajahnya, tak peduli dapurnya masih berantakan seperti kapal pecah.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat 20 menit, Siwon sepertinya terlambat pulang malam ini namun Yesung masih belum menyadarinya, Yesung bahkan tidak sadar kalau ini sudah mulai malam.
Ia terlalu sibuk berkutat di dapur sejak pukul 4 tadi sore, dan Yesung pikir sekarang masih sekitar pukul setengah enam, biasanya Siwon akan pulang pada pukul 6, jadi Yesung pikir ia masih punya sedikit waktu.
Sebenarnya Siwon sudah pulang sekitar pukul 7 tadi, awalnya Siwon pikir Yesung tidak ada di rumah, di rumah orang tuanya atau sedang keluar untuk bertemu dengan teman temannya mungkin, karena ia mendapati rumah masih dalam keadaan gelap begitu ia membuka pintu, namun samar samar ia mendengar suara berisik di dapur dan lampu hidup disana, Siwon akhirnya berjalan pelan menuju dapur dan mengintip kesana, ia mendapati Yesung yang tengah sibuk di dapur dengan kondisi dapur yang sudah seperti kapal pecah.
Siwon merasa takjub melihat pemandanagn tersebut, Yesung memasak? Apa ini pertanda kiamat sudah dekat? Atau... Yesung memasak karena hari ini ulang tahunnya? Yesung memasak spesial untuknya mungkin? wajah lelah Siwon langsung berubah cerah, dan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, ia meninggalkan dapur dan segera menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian.
Meja sudah tertata dengan rapi, Yesung menatap hasil karyanya dengan bangga, ia merasa sudah menjadi koki yang paling keren sedunia berhasil menyajikan menu makan malam simple seperti itu, meski harus menemui kegagalan hingga tiga kali disni, mari tidak usah kita hitung kegagalan yang dibuatnya saat di rumah orang tuanya tadi.
"hey, kau sedang apa?" sapa Siwon sambil menyandar di pintu dapur, ia menyilangkan kedua tangannya di dada, ia sudah berganti pakaian dengan pakaian rumah yang santai.
Praaang!
Yesung yang saat itu tengah memegang sebuah gelas sontak menjatuhkan gelas tersebut hingga pecah berkeping keping di lantai, sapaan lembut Siwon membuatnya kaget.
"Yesung ah kau kenapa?! Kau baik baik saja?!" Siwon jadi ikut kaget melihat reaksi Yesung, karena ia sama sekali tidak berencana untuk mengagetkan Yesung, dan juga ia menyapa Yesung dengan pelan, jadi kenapa reaksi istrinya tersebut seperti itu.
"kau mengagetkan ku saja Siwon, kapan kau pulang?" tanya Yesung sambil memegangi dadanya, karena jujur saja memang ia sangat kaget, mungkin karena tadi ia setengah melamun juga.
"aku sudah pulang dari jam tujuh tadi"
"jam tujuh tadi?! Memangnya sekarang sudah jam berapa?!"
"sudah jam setengah delapan" jawab Siwon sambil melirik jam di pergelangan tangannya?"
"setengah delapan?! Astaga aku kira masih jam enam"
"kau begitu serius di dapur sampai lupa waktu huh? apa yang kau buat? tidak biasanya kau mau berada di dapur seperti ini" komentar Siwon menghampiri meja makan.
"a- aku… aku memasak untukmu, aku dengar hari ini kau ulang tahun, maaf aku baru tahu"
"wah kau sengaja memasak untukku? kapan kau belajar hmm?"
Yesung tak menjawab.
"terima kasih, aku sangat senang kau mau melakukan semua ini untukku, gomawo Yesung ah" ujar Siwon sambil tersenyum lembut kearah Yesung, membuat Yesung jadi gugup dan salah tingkah ditatap dengan tatapan selembut itu oleh Siwon.
The great Kim Yesung yang tidak pernah gugup itu kini menjadi sangat gugup dibawah tatapan teduh dan lembut suaminya.
"ah aku masih belum membereskan dapur, kau tunggulah dulu di ruang tengah Siwon, nanti aku akan memanggilmu setelah membereskan semua ini" ujar Yesung berusaha menutupi kegugupannya.
Ia baru saja hendak berjongkok membereskan pecahan gelas yang dijatuhkannya tadi saat Siwon dengan cepat mencegahnya.
"tidak usah Yesung ah, sebaiknya sekarang kau mandi dan mengganti bajumu, lihatlah bajumu sudah kotor sekali karena bahan bahan makanannya, biar aku yang membereskan sisanya"
"tapi-"
"tidak apa apa, pergilah mandi" ujar Siwon sambil mendorong Yesung pelan meninggalkan dapur, ia yakin Yesung pasti sangat kelelahan belajar memasak seharian ini.
Yesung akhirnya menurut dan segera menuju kamar mereka untuk mandi dan mengganti bajunya dengan baju yang bersih.
Siwon mengedarkan pandangannya ke seisi dapur, benar benar berantakan, sepertinya Siwon harus mencatat untuk jangan lagi pernah membiarkan Yesung berada di dapur sendirian setelah ini.
Yesung dan dapur benar benar bukan kombinasi yang cocok, namun mengingat Yesung mau melakukan semua ini demi dirinya membuat Siwon tidak bisa berhenti untuk tersenyum.
Yesung kembali ke dapur lima belas menit kemudian, dapur sudah kembali bersih dan rapi seperti sedia kala.
"cepat sekali kau membersihkan semuanya" komentar Yesung.
"aku sudah biasa melakukan semua ini sendirian, ayo kita segera makan, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi masakanmu, sepertinya enak"
"kau tidak sedang menyindirku kan?"
"hei.. apa aku terlihat seperti menyindirimu?" Ujar Siwon kembali dengan senyum lembutnya, Yesung tak menjawab, ia menarik salah satu kursi dan duduk di hadapan Siwon.
"jangan tertawa kalau rasanya tidak seenak makanan yang kau makan biasanya, aku akan memukulmu kalau kau sampai berani tertawa" ujar Yesung memberi peringatan, dengan bibir yang sedikit di manyunkan.
"tidak akan Yesung ah, jadi apa aku sudah boleh mencicipinya sekarang? Aku sudah lapar"
Yesung hanya mengangguk sebagai jawaban.
Ia menatap Siwon dengan tatapan harap harap cemas.
"bagaimana? apa rasanya aneh?" Tanya Yesung begitu Siwon selesai mengunyah suapan pertama yang masuk ke mulutnya.
"apa aku boleh berkomentar jujur?" Tanya Siwon hati hati.
"tidak enak ya?" wajah Yesung langsung terlihat lesu dan murung.
"jujur untuk masakan pertama, ini tidak buruk, hanya saja-"
"hanya saja?" Tanya Yesung cepat, ia sudah mempunyai firasat tak baik.
"hanya saja ini agak sedikit keasinan"
Yesung langsung menunduk sedih mendengar komentar Siwon, jadi ia masih saja gagal?
"hei… kenapa wajahmu jadi murung seperti itu? Ini enak kok, hanya sedikit asin saja" ujar Siwon mencoba menghibur istrinya.
Yesung menggembungkan pipinya pelan, semua usahanya hari ini sia sia, ia gagal menyajikan makanan yang enak untuk suaminya.
"Yesung ah, jangan seperti ini, ayo coba kau cicipi juga, kau pasti juga belum makan kan?"
Dengan sedikit ragu akhirnya Yesung juga mencicipi hasil karyanya, dan cepat cepat meneguk air minum setelahnya, ini rasanya sangat asin! Dan tadi Siwon bilang hanya sedikit asin?! apa Siwon sedang menyindirnya?!
"apa kau sedang menyindirku?!" sungut Yesung dengan bibir yang sudah maju setengah centi.
"menyindir bagaimana?"
"kau bilang ini hanya sedikit asin, ini namanya bukan sedikit lagi, kau pasti ingin menertawaiku kan? ayo tertawa!"
Tuan muda kita sepertinya sedang merajuk.
"kata siapa aku ingin tertawa? lagipula aku suka masakan yang asin, jadi menurutku ini memang hanya sedikit asin" Jawab Siwon sambil tersenyum lembut, ia kembali hendak menyendok makanannya saat Yesung cepat cepat memegang tangannya.
"kenapa?"
"jangan dimakan lagi, lidahmu nanti akan terasa aneh"
"aku menyukainya, ini sangat enak" ujar Siwon kembali tersenyum lembut, dan dengan santai menyantap menu special dari Yesung dengan lahap, membuat Yesung rasanya ingin menangis saat itu juga, ia yakin Siwon melakukan semua itu hanya untuk menghargainya saja, Siwon pasti tersiksa sendiri harus menyantap masakan asin buatnnya tersebut.
"kenapa melamun?"
Pertanyaan lembut Siwon sontak membuat Yesung segera tersadar dari lamunannya, ternyata Siwon benar benar menghabiskan makanan di piringnya.
"kenapa kau menghabiskannya?"
"eh? Aku tidak boleh menghabiskannya? wae?"
Yesung tak menjawab, ia hanya kembali memanyunkan bibirnya imut.
"jangan memasang wajah seperti itu, kau membuatku jadi lapar lagi" ujar Siwon kali ini dengan menyeringai tipis.
"ya! Apa yang kau pikirkan!" teriak Yesung kesal melihat seringaian di wajah Siwon.
Siwon hanya terkekeh pelan, membuat si manis makin kesal, dan tanpa berkomentar lagi Yesung meninggalkan Siwon sendirian di meja makan, membuat Siwon kini tertawa keras, Yesung-nya benar benar manis kalau lagi kesal-malu seperti itu.
Setelah tawanya reda Siwon segera membereskan meja makan dan menyusul Yesung yang ternyata kini sedang menonton di ruang tengah, ah tidak sepertinya Yesung sedang tidak menonton, ia hanya mengganti ganti channel tv tak jelas.
Siwon langsung duduk di samping Yesung, dan merebut remot di tangan istrinya tersebut, serta langsung menekan tombol standby.
"ya! Kenapa kau-"
Yesung menghentikan ucapannya saat Siwon langsung memeluknya erat, ia mendadak jadi membeku, tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Ia seharusnya berteriak marah dan mendorong tubuh Siwon menjauh, tapi faktanya ia hanya diam saja saat di dekap seerat itu oleh Siwon.
"gomawo Yesungie, gomawo" bisik Siwon lembut.
"k kenapa kau berterima kasih?"
"aku merasa sangat bahagia hari ini, tadinya aku pikir kau tidak tahu atau tidak akan peduli kalau hari ini ulang tahunku, tapi kau memberiku kejutan yang sangat indah, terima kasih sayang"
DEG.
Sayang…
Yesung benar benar beku sekarang, bahkan untuk sekedar merespon ucapan Siwon saja ia tak bisa.
Siwon kini memejamkan matanya dan menciumi rambut Yesung dengan lembut, lama mereka terdiam seperti itu tanpa ada yang mengeluarkan suara, sampai tiga menit kemudian Yesung akhirnya menemukan suaranya kembali, dan memecah keheningan.
"terima kasih"
"hmm? untuk?" tanya Siwon masih dengan kegiatan sebelumnya, menghirup aroma shampoo yang menguar dari rambut halus tersebut.
"untuk membantuku berbicara dengan Appa"
"oh.. apa Appa sudah mengembalikan kartumu?" Siwon baru ingat soal permintaannya tadi siang pada mertuanya.
Siwon merasakan Yesung mengangguk pelan dalam pelukannya.
"eum.. Appa mengembalikannya tadi siang, dan aku sangat senang, terima kasih Siwon"
"aku juga ikut senang, jangan menghukum dirimu lagi, aku tidak suka melihatnya"
Yesung tahu apa maksud Siwon, dan ia merasa bersalah.
"maaf" ucapnya pelan.
"kenapa meminta maaf hmm.."
"aku.. aku hanya.. aku hanya belum-"
"aku tahu, tidak apa apa, aku mengerti" potong Siwon, ia melepaskan pelukannya dan menatap wajah Yesung.
"aku juga ingin meminta maaf"
"maaf untuk apa?"
"untuk ini" ujar Siwon dan langsung menempelkan bibirnya lembut dengan bibir sang istri, mengalirkan getaran hebat ke hati keduanya.
ini pertama kalinya mereka berciuman, Siwon bahkan tak mencium Yesung saat prosesi pernikahan mereka dulu, saat itu Siwon hanya mengecup kedua punggung tangan Yesung dengan lembut, karena itu kesepakatan mereka, tidak ada ciuman dan skinship berlebihan.
dan saat ini secara sadar dan terang terangan Siwon melanggarnya, itulah kenapa Siwon terlebih dulu meminta maaf sebelum melakukannya.
Siwon masih menunggu reaksi Yesung, apa Yesung akan menolaknya dan memarahinya habis habisan?
10 detik menunggu dan tidak ada tanda tanda penolakan dari Yesung, Siwon memberanikan diri menghisap bibir Yesung lembut, menghisap bibir atas dan bawah sang istri bergantian, dan Yesung membalasnya, ia melakukan hal yang sama, balas mengulum dan menghisap bibir Siwon, mengimbangi permainan sang suami.
Keduanya larut dalam kegiatan mereka, memagut dan mengulum serta menghisap memanjakan bibir pasangan didepannya, sampai kebutuhan akan pasokan oksigen memaksa keduanya untuk menghentikan permainan mereka, Siwon kini menempelkan dahinya dengan dahi Yesung, menatap istrinya lembut.
"ku maafkan karena hari ini ulang tahunmu" ujar Yesung pelan menjawab permintaan maaf Siwon yang tadi, ia tak berani menatap kedua mata Siwon, membuat Siwon tersenyum senang mendengar ucapan istrinya tersebut.
Yesung tidak marah, berarti ini lampu hijau untuknya, sekali lagi ia membawa Yesung kedalam sebuah ciuman panjang yang memabukkan.
.
.
.
.
.
.
=to be continued…=
.
.
Here… another fast update for you all…
Thanks for all the great support on the last chapter,
And special thanks for Cloudhy3424 Sunbaenim, makasih banyak kak masukannya, sangat membangun dan membantu lily untuk memperbaiki tulisan lily ke depannya, jangan pernah bosan buat monitoring and bimbing lily yaaa ;)
Di chapter ini Lily kasih bonus seperti yang kalian semua minta ya ;D please jangan malas lagi buat ngerivew ^_~ lily tunggu kritikan dan saran dari teman teman selanjutnya!
See you~~^^
