Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos everywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

.

=Chapter Lalu=

.

.

.

"ku maafkan karena hari ini ulang tahunmu" ujar Yesung pelan menjawab permintaan maaf Siwon yang tadi, ia tak berani menatap kedua mata Siwon, membuat Siwon tersenyum senang mendengar ucapan istrinya tersebut, Yesung tidak marah, berarti ini lampu hijau untuknya, sekali lagi ia membawa Yesung kedalam sebuah ciuman panjang yang memabukkan.

.

.

.

.

=Chapter Dua Belas=

.

.

.

.

.

Yesung mendorong bahu Siwon pelan saat ia merasakan pasokan oksigen di paru parunya kembali mulai menipis, dan dengan berat hati keduanya terpaksa harus menghentikan pertarungan lidah dan pagutan mesra bibir mereka.

Keduanya jadi saling diam dan salah tingkah setelahnya.

"Aku mau tidur" Yesung akhirnya memecah keheningan dan bangkit dari sofa, ia berjalan pelan menuju kamar mereka, tanpa menoleh kearah Siwon yang menatap kepergiannya.

"apa kau ingin kita melanjutkannya di kamar, Yesungie?"

Teriak Siwon begitu Yesung akan membuka pintu kamar mereka.

"kau tidur di luar malam ini Choi Siwon!" jawab Yesung ketus sebelum menutup pintu kamar dengan sedikit kasar, membuat Siwon tertawa keras, Yesung-nya tengah malu.

Siwon masih berada di ruang tengah, bahkan setelah 30 menit Yesung meninggalkannya untuk tidur-katanya.

Ia masih belum bisa menghapus senyuman di bibirnya, ia benar benar bahagia hari ini, Siwon tak pernah menduga hari ulang tahunnya akan berakhir seindah ini, ia bahkan tak mengharapkan Yesung mengetahui atau mempedulikan ulang tahunnya.

Selama ini juga tidak ada yang spesial dengan ulang tahunnya dan Siwon juga bukan tipe yang suka memperingati hari ulang tahunnya sendiri, namun saat tadi ia mendapati Yesung tengah menyiapkan kejutan manis untuknya, Siwon rasa ia sudah tidak sabar untuk menunggu ulang tahunnya tahun depan.

Hampir satu jam tersenyum tak jelas di ruang tengah, akhirnya Siwon mulai beranjak menuju kamar, menyusul istrinya.

Ia mendapati Yesung sudah tertidur dengan posisi menyamping, membelakanginya.

Siwon masuk sebentar ke kamar mandi untuk mencuci muka dan juga menggosok giginya, setelah itu ia langsung bergabung dengan Yesung di ranjang.

Siwon ikut tidur menyamping, menatap punggung Yesung yang membelakanginya, apa Yesung sudah benar benar tertidur?

"Yesung ah, kau sudah tidur?" tanya Siwon pelan.

Tidak ada reaksi dari Yesung.

"kau benaran sudah tidur huh? ini bahkan belum jam sembilan"

Yesung masih tak menyahut, ia masih diam pada posisinya, membelakangi Siwon dengan mata terpejam rapat.

Ia masih belum tidur, hell sekuat apapun ia mencoba untuk tertidur sejak satu jam yang lalu, tetap saja ia tak bisa, tidak dengan kondisi jantungnya berdetak masih tidak karuan seperti ini.

Ciuman panasnya dengan Siwon beberapa saat yang lalu benar benar mengacaukan sistem otak dan kerja jantung Yesung.

Ini bukan pertama kalinya ia berciuman, ia sudah sering melakukannya sebelumnya, teramat sering malah, ia the great Kim Yesung, bahkan beberapa nama besar hollywood sudah ada dalam deretan daftar mantan Yesung, dan berciuman merupakan list wajib dalam daftar mantan mantannya tersebut, bahkan lebih.

Berciuman dan permainan ranjang bukan lagi hal baru dalam kamus Kim Yesung, dan ia tak pernah merasa malu setelah melakukannya sebelumnya, dengan siapapun itu, namun entah kenapa setelah berciuman dengan Siwon, Yesung benar benar merasa seperti yeoja kasmaran yang baru mendapatkan ciuman pertamanya, dan Yesung merutuki dirinya sendiri kenapa ia bisa jadi seperti ini.

Ciuman Siwon benar benar memabukkan, ia belum pernah seberdebar ini pasca berciuman dengan Siapapun sebelumnya, apa karena kali ini yang menciumnya adalah suaminya? Orang yang di hadapan tuhan telah berjanji akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raganya? Menerimanya dalam keadaan apapun?

Yesung masih terlalu larut dalam merutuki dirinya sendiri, hingga ia tidak sadar kalau Siwon telah menggeser tubuhnya utuk mendekat dengannya.

Ia baru sadar saat tangan besar Siwon melingkar posesif di pinggang rampingnya, Yesung sontak membuka kedua matanya, jantungnya yang dari tadi sudah berdetak kencang tak karuan kini jadi berdetak dua kali lipat lebih kencang.

"jadi kau belum tidur hmm.." ucap Siwon pelan begitu merasakan tubuh Yesung sedikit menegang begitu ia melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, hembusan hangat nafasnya menerpa tengkuk Yesung.

"apa yang kau lakukan Choi Siwon!" desis Yesung mencoba terdengar sinis.

"memeluk istriku" balas Siwon lembut.

"le- lepas Siwon" ujar Yesung berusaha mengontrol suaranya agar terdengar normal, karena sialan! Siwon kini tengah menciumi tengkuknya dengan lembut, dan hal itu sukses membuat Yesung kelabakan.

"tidak mau" jawab Siwon tetap melanjutkan kegiatan menciumi tengkuk sang istri.

"sssshh Siwon.." Yesung hampir kehilangan kontrol atas dirinya.

"hmmm..." Siwon hanya bergumam pelan.

Yesung sudah tidak tahan lagi, ia benar benar bisa lepas kendali kalau ia tetap diam dan membiarkan Siwon melakukan hal ini padanya, ia membalikkan badannya bermaksud mendorong tubuh Siwon menjauh darinya, namun bibir merah muda miliknya langsung di pagut bibir sang suami sebelum ia sempat mengajukan protes atau mendorong tubuh kekar itu menjauh.

Yesung hanya bisa mendesah setelahnya, ia tidak mampu mengimbangi permainan lidah Siwon.

Ia memutuskan untuk menyerah dan tidak lagi mengadakan perlawanan, bahkan saat bibir Siwon mulai turun dan menciumi setiap inchi lehernya dengan lembut, Yesung hanya bisa mendesah tertahan dan mencengkram kaos Siwon dengan erat, dan Siwon sangat menyukai ekspresi pasrah istrinya tersebut.

Siwon mulai berani menggigit pelan dan meninggalkan kissmark di leher mulus istrinya, namun sekelebat bayangan seperti dejavu membuat Siwon mendadak menghentikan kegiatannya.

Yesung yang sejak tadi menutup matanya erat perlahan mulai membuka mata saat ia merasakan Siwon mendadak menghentikan permainannya, ia mendapati wajah kebingungan Siwon, yang membuat Yesung ikut mengerutkan dahinya.

"Siwon, kenapa?" Tanya Yesung lembut.

Siwon tak menjawab, ia tampak seperti tengah berfikir atau tengah mencoba untuk mengingat sesuatu.

"hei... kau kenapa?" tanya Yesung kali ini menangkap pipi Siwon dengan kedua tangan mungilnya, Siwon yang tiba tiba diam mulai membuatnya khawatir.

Siwon menatap kedua mata Yesung, mencoba memastikan ingatannya.

"Yesung..."

"hmm.. ada apa?" balas Yesung lembut, ia masih menunggu Siwon untuk berbicara dan menjelaskan ada apa sebenarnya, kenapa ia mendadak bersikap aneh seperti ini.

"aku.. apa aku pernah melakukan hal ini padamu sebelumnya?" tanya Siwon setelah hampir satu menit tak bersuara.

"melakukan apa?" Yesung masih belum mengerti.

"menciummu, apa aku pernah menciummu dengan paksa sebelumnya?" ulang Siwon, kini dengan jelas.

Yesung jadi sedikit melebarkan matanya mendengar pertanyaan Siwon, kejadian dua minggu lalu, jadi Siwon baru mengingatnya sekarang?

"apa aku pernah melakukannya?" ulang Siwon karena Yesung tak kunjung menjawab pertanyaannya, walaupun saat ini ia sudah bisa menduga jawaban Yesung, di tebak dari ekspresi kaget Yesung saat ia mengajukan pertanyaan tersebut.

"kau baru mengingatnya?" jawab Yesung justru dengan pertanyaan juga.

Jadi benar, ia pernah melakukannya, ia pernah mencium Yesung dengan paksa, menciumi istrinya tersebut dengan kasar dan meninggalkan banyak kissmark di leher istrinya dengan paksa pula.

Siwon baru mengingat semuanya saat barusan ia hendak meninggalkan kissmark di leher Yesung, bayangan ia pernah melakukan hal yang sama tiba tiba saja melintas di hadapannya, dan bodohnya ia waktu itu sempat marah dan mendiamkan Yesung selama dua hari karena cemburu.

Ia merasa di khianati saat ia tahu alasan tingkah aneh Yesung memakai syal di tengah cuaca panas Indonesia waktu adalah untuk menutupi kissmark yang bertebaran di lehernya, padahal ia sendirlah pelaku dari semua itu.

"Siwon ah, kau baik baik saja?" tanya Yesung khawatir melihat Siwon hanya terdiam, pikirannya seperti sedang tidak berada disini.

"Yesungie maafkan aku" Siwon lengsung mendekap Yesung erat, membuat Yesung kini bersandar di dadanya.

"kenapa? ada apa? kenapa kau tiba tiba minta maaf?" tanya Yesung tak mengerti, ia berusaha melepaskan diri dari dekapan Siwon untuk menatap mata suaminya tersebut, karena sejujurnya ia tidak mengerti dengan perubahan sikap Siwon yang mendadak seperti ini, bukankah mereka tadi baru akan memasuki pertarungan panas mereka? Yesung bahkan sudah pasrah.

"maafkan aku, aku benar benar minta maaf"

"maaf kenapa? aku tidak marah tapi kenapa kau terus terusan minta maaf? jelaskan sebenarnya ada apa" tuntut Yesung, dan Siwon memeluknya makin erat.

"aku sempat mengira kau masih belum berubah" Siwon akhirnya menjawab.

"maksudmu?" Yesung sepertinya masih belum mengerti.

"syal itu, kau membuatku salah paham"

"syal? kenapa de- mwo?! Jadi kau tahu alasan aku menggunakan syal waktu itu?!" Yesung mulai mengerti, dan ia mulai bereaksi, mendorong tubuh Siwon dengan sangat kuat hingga membuat pelukan mereka terlepas.

"maaf"

"jadi gara gara hal itu kau mendiamkanku sampai beberapa hari?! kau langsung mengambil kesimpulan sendiri tanpa mencoba untuk meminta penjelasan dariku terlebih dahulu?!"

"bukan sepenuhnya salahku kalau aku salah paham, kau tidak pulang selama beberapa malam untuk hang out dengan teman temanmu"

"aku sudah bilang mereka hanya teman, dan juga kau pulang dalam keadaan mabuk berat malam itu, seharusnya kau sedikit berfikir tindakan apa saja yang mungkin bisa kau lakukan saat kau sedang mabuk, bodoh!"

Tuan muda kita sudah marah.

"maafkan aku" Siwon kembali hendak membawa Yesung ke dalam pelukannya, namun dengan sigap Yesung menangkis lengan Siwon dan menatap Siwon tajam.

"jangan sentuh aku Choi Siwon!"

"Ye- Yesung ah"

"jangan mendekat! Atau aku akan menendangmu keluar!"

"aku akan tidur di kamar sebelah kalau kau samapi berani menendangku keluar"

"silahkan"

"Appa akan tahu kalau kau mengusirku dari kamar ini"

"terserah! Aku tidak peduli!"

"Yesungie.."

Yesung tidak menjawab lagi, ia sudah kembali tidur membelakangi Siwon, jangan lupakan juga bantal guling yang sengaja diletakkan Yesung sebagai pembatas diantara mereka, padahal Yesung tidak pernah melakukan ini sebelumnya.

Siwon mengacak rambutnya frustasi, kalau Yesung sedang marah begini, semua usahanya untuk membujuk Yesung akan sia sia, tuan muda keras kepala itu tidak akan bergeming sedikitpun.

Siwon kembali mendesah berat merutuki kebodohannya, padahal selangkah lagi kita akan menyaksikan pertunjukan inti.

Siwon akhirnya bangkit dan menuju kamar mandi, ada urusan yang terpaksa ia selesaikan sendiri disana.

.

.

.

.

.

Yesung terbangun saat merasakan sepasang benda kenyal menyapu bibirnya dengan lembut.

ia sontak membuka lebar matanya saat kesadarannya mulai sepenuhnya pulih dan mendapati Siwon tengah menciuminya.

"Si- Siwon apa yang kau lakukan" ujar Yesung terbata dan memalingkan wajahnya berusaha menyembunyikan rona merah yang langsung menghiasi pipinya.

"membangunkan istriku yang selalu bangun kesiangan"

Yesung melirik jam di meja nakas yang sudah menunjukkan pukul 7.20, dan Siwon juga sudah berpakaian rapi.

"kalau kau mau berangkat ke kantor seharusnya kau langsung pergi saja, tidak usah mengganggu tidurku, aku masih mengantuk!" Yesung kembali meraih selimut dan menutupi seluruh badannya.

Siwon hanya tersenyum melihat tingkah Yesung, ia memilih untuk duduk di sisi ranjang dan mengamati tubuh mungil yang tertutupi oleh selimut tersebut.

"temani aku sarapan" ujar Siwon beberapa saat kemudian.

"…"

"Yesung ah, aku sudah memasak barusan, ayok kita sarapan bersama"

"aduh Siwon kenapa kau berisik sekali, sarapan saja sendiri, toh selama ini kita juga tidak pernah sarapan bersama" Yesung akhirnya kembali menurunkan selimut yang menutupi hingga kepalanya.

"mulai sekarang ayo kita sarapan bersama"

"tidak mau"

"kenapa?"

"tidak mau pokoknya"

"apa kau malu karena kejadian semalam hmm?"

"…"

"ah sepertinya aku benar, kenapa kau malu? Tidak ada yang salah dengan yang kita lakukan"

"aiisshh siapa yang malu! tunggu sebentar aku cuci muka dulu!"

Yesung langsung melempar selimutnya sembarangan dan bangkit dari tempat tidur, ia langsung memasuki kamar mandi setelahnya.

Siwon tersenyum puas, akhirnya usahanya untuk membuat Yesung bangun dan mau sarapan bersama berhasil.

Ia meraih selimut yang dilempar Yesung dan merapikan tempat tidur mereka.

Selalu saja begini, tuan muda Kim Yesung benar benar manja, tidak pernah peduli dengan kebersihan dan kerapian rumah mereka, selalu Siwon yang melakukan semuanya saat maid tidak ada begini.

Mereka memang tidak menyewa maid untuk tinggal disana bersama mereka, Yesung tidak suka.

Dua orang maid dari mansion Kim akan datang ke apartement mereka tiga kali seminggu untuk membersihkan kediaman pasangan muda tersebut, dan juga memastikan semua persediaan makanan selalu ada dan dalam keadaan segar.

Selesai membereskan ranjang mereka Siwon kembali duduk disisi ranjang menunggu Yesung keluar dari kamar mandi.

.

.

.

"ini serius kau yang memasak semuanya?" Tanya Yesung saat keduanya sampai di meja makan.

"siapa lagi kalau bukan aku?"

"jam berapa kau bangun? Apa kau tidak tidur sama sekali?"

"aku tadi bangun lebih awal dari biasa, pukul 5"

"wow amazing" Yesung merasa takjub sendiri mendengar Siwon bisa terbangun sepagi itu.

Dia sendiri? Paling pagi ia bangun pukul 8, ini juga ia sudah bangun karena dipaksa oleh Siwon.

"wah ternyata kau lumayan pintar juga ya memasak" komen Yesung begitu ia menyipi sarapan buatan Siwon.

"kau baru tahu?"

"aku baru kali ini menyipi masakanmu"

"baru kali ini? selama ini makanan yang sudah tersedia untukmu dimeja makan menurutmu masakan siapa?"

"eh? Bukannya maid yang menyiapkannya untukku?"

Siwon menggelengkan kepalanya tidak setuju mendengar ucapan Yesung.

"apa maid kesini setiap hari? mereka kesini hanya tiga kali seminggu, selebihnya aku yang menyiapkan semuanya untukmu, dasar tuan muda manja"

Yesung hanya menggembungkan pipinya mendengar ucapan Siwon, sebenarnya ia ingin marah karena Siwon kembali memanggilnya tuan muda, tapi secuil rasa bersalah yang tiba tiba hadir dihatinya membuat Yesung hanya bisa diam dan tanpa sadar memasang tampang super imut seperti itu.

Ia tahu maid tidak setiap hari ada di rumah mereka, karena memang ia sendiri yang melarangnya, namun Yesung pikir semua sarapan itu maid yang menyiapkannya, entahlah bagaimana caranya tapi Yesung tidak pernah berpikir kalau selama ini kadang Siwon yang melakukannya, karena ia tahu Siwon sangat sibuk di kantor, teramat sangat sibuk.

Kenapa dia masih sempat menyiapkan semua ini untuknya?

Walau manja dan punya penyakit tuan muda begini, tapi Yesung sepenuhnya sadar kalau dalam pernikahan ini perannya adalah sebagai istri, ia yang seharusnya bertugas menyiapkan segala kebutuhan Siwon.

Tapi selama ini Siwon tidak pernah protes dan meminta Yesung untuk melakukan tugas apapun, satu satunya yang diminta Siwon hanyalah untuk menjaga sikapnya demi nama baik keluarga mereka dan perusahaan.

Masih sama persis seperti perjanjian mereka, Siwon sama sekali tidak mengusik kehidupan Yesung atau membuatnya merasa tertekan dan terbebani dengan pernikahan ini.

Well hanya satu yang telah dilanggar Siwon, soal menyentuhnya semalam, tapi itupun atas izin darinya.

"hei kenapa kau mendadak jadi melamun begini?" Tanya Siwon khawatir melihat istrinya tiba tiba saja blank.

"a- aku.. tidak apa apa" jawab Yesung tergagap dan kembali menyantap sarapannya.

Siwon mengerutkan keningnya heran, apa Yesung marah karena tadi ia menyebutnya tuan muda?

"apa kau marah karena tadi aku memanggilmu tuan muda?"

"ani.."

"lalu?"

"aku tidak kenapa napa Siwon, apa kau sudah selesai sarapannya? Bukankah kau sudah hampir telat?"

Siwon melirik jam di pergelangan tangannya, sudah menunjukkan pukul 8 lewat 5 menit, butuh lebih kurang 15 menit dari rumahnya ke kantor, lagipula tidak aka nada yang menegur kalau ia telat sedikit bukan?

"baiklah aku berangkat sekarang, kau mau kemana hari ini?" Tanya Siwon sembari merapikan kembali jas kerjanya, ia mulai beranjak meninggalkan meja makan, yang diikuti oleh Yesung.

"aku belum tahu, mungkin hanya akan dirumah saja hari ini"

"datanglah ke kantor kalau kau tidak ada kegiatan dan bosan sendirian dirumah"

"hmm…"

Ini pertama kalinya sejak pernikahan mereka, Yesung mengantarkan Siwon berangkat ke kantor hingga kedepan pintu layaknya pasangan suami istri seperti ini.

"aku berangkat, terima kasih sudah mengantarku" ujar Siwon sambil tersenyum lembut dan menepuk bahu Yesung pelan, ia tidak mungkin kembali menyentuh Yesung lebih dari ini kan? Ia tidak ingin Yesung nya yang sudah manis pagi ini mendadak kembali jutek dan galak gara gara ia teralu sering melanggar kesepakatan merka.

"Si- Siwon…"

Siwon yang baru hendak membuka pintu mobil menoleh kearah Yesung.

"Ada apa?" Tanya Siwon memutuskan untuk kembali menutup pintu mobil dan berjalan kearah Yesung yang masih berdiri di daun pintu.

Ia memutuskan untuk menghampiri istrinya tersebut karena Yesung hanya menunduk dan tidak menatapnya sama sekali, padahal barusan Yesung memanggilnya.

"Ada apa? Kenapa kau memanggilku kembali tapi malah menunduk seperti ini hmm?" Tanya Siwon lembut setelah ia kembali berdiri tepat di depan Yesung.

"mianhae…"

Siwon kembali dibuat heran dengan tingkah Yesung, kenapa tiba tiba minta maaf?

"ada apa? Tingkahmu sangat aneh hari ini" Tanya Siwon sambil meletakkan kedua tangannya di bahu Yesung, dan memaksa namja manis itu untuk menatapnya.

Dan Siwon cukup kaget melihat mata bening dan indah itu kini berlinangan air mata, siap tumpah kapan saja.

"kenapa menangis? apa kau ada masalah? ceritakan saja padaku"

Yesung hanya menggeleng pelan.

"lalu kenapa? dan kenapa kau meminta maaf?"

"aku juga tidak tahu kenapa" jawab Yesung kembali menunduk dan memutuskan kontak matanya dengan Siwon, setetes buliran bening itu akhirnya mengalir di pipinya.

Siwon yang tadinya cukup panik kini akhirnya tersenyum tipis, ia mulai mengerti.

Ah istrinya benar benar manis kalau sedang bertingkah seperti ini.

"jangan meminta maaf dan jangan menangis lagi" Ujar Siwon sambil meraih dagu Yesung.

Yesung akhirnya balas menatap Siwon dengan mata yang sudah memerah

"berhentilah menangis" bisik Siwon sekali lagi sebelum merendahkan sedikit tubuhnya dan mengklaim bibir lembut Yesung.

Yesung hanya menutup matanya dan membiarkan Siwon menghisap bibirnya dengan dengan lembut.

Dia tidak membalas ciuman Siwon seperti yang dilakukannya tadi malam, ia hanya diam dan menikmati perlakuan lembut Siwon terhadap bibirnya.

Sepertinya ia mulai kecanduan dengan ciuman Siwon.

Tidak ada permainan lidah dan nafsu dalam ciuman mereka pagi ini, Siwon hanya mengulum dan menghisap permukaan bibir Yesung dengan lembut, pure love and adoration.

Setelah beberapa menit, akhirnya Siwon memutuskan ciuman mereka dan kembali menatap kedua mata indah yang masih berarir tersebut, dan dengan lembut ia membersihkan air mata tersebut dengan kedua ibu jarinya.

Yesung tidak mengucapkan satu patah katapun, ia hanya dian dan menunduk, terlalu malu untuk menatap Siwon ataupun mengucapkan sesuatu, dia membiarkan emosinya mengontrol dirinya dan berakhir seperti ini, ia jadi sangat malu, andai bisa Yesung ingin mendadak menghilang saja saat ini.

"apa kau ingin ikut denganku ke kantor?" tanya Siwon untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka setelah ciuman cukup panjang yang mereka lakukan barusan.

Yesung hanya menggelengkan kepalannya pelan, ia masih belum mempercayai suaranya sendiri.

Baiklah kalau begiti aku pergi dulu, aku sudah telat, jangan menangis lagi hmm.. my crybaby" ujar Siwon tersenyum lembut dan mengelus rambut halus Yesung, membuat si manis makin menunduk dalam.

seperti anak kecl, Yesung hanya mengangguk pelan dan menatap kepergian mobil Siwon.

Dia benar benar tidak mengerti dengan dirinya, kenapa tadi ia melakukan semua ini, mempermalukan dirinya dihadapan Siwon.

Untungnya Siwon sepertinya juga bisa mengerti perasaannya and tidak bertanya terlalu banyak and juga tidak tertawa melihat tingkah manjanya yang tiba tiba kumat, benar benar suami yang sempurna, mungkin Yesung benar benar harus berterima kasih pada Appanya setelah ini.

.

.

.

.

.

Siwon tidak bisa menghapus senyuman dari bibirnya siang itu di kantor, dia masih terlalu bahagia dengan kejadian tadi pagi di rumahnya, Yesung mulai bersikap layaknya seorang istri dalam pernikahan normal, dan betapa cute nya ia saat bertingkah manja dan cengeng seperti itu.

Siwon tidak pernah menduga pernikahannya dengan Yesung akan bekerja secepat ini, dia yakin cepat atau lambat Yesung memang akan bisa menerimanya sebagai suami sungguhan, tapi Siwon tidak menduga akan secepat ini.

Tuhan benar benar memberkatinya pada ulang tahunnya kali ini.

"tok tok tok"

"masuk!"

"Siwon, mau ikut makan siang bersama?" Tanya Donghae begitu ia membuka pintu, dan seperti biasa serta tidak pernah bosan ia akan selalu mengajak Siwon untuk makan siang bersama.

"oke tunggu sebentar, ini berkas terakhir"

Donghae memilih untuk duduk di sofa ruangan Siwon.

"sepertinya kau senang sekali hari ini" komentar Donghae.

"aku? Aku biasa saja" jawab Siwon mengelak dan kembali melanjutkan memeriksa berkas terakhir yang harus diperiksanya siang itu.

"kau tidak pernah berhenti tersenyum dari tadi, bahkan tadi saat meeting dan semua berwajah tegang, kau masih tersenyum"

"benarkah? Bukankah lebih baik tersenyum untuk mengurangi ketegangan?" Komentar Siwon santai.

"tapi kau tidak biasanya seperti ini, kau pasti dapat hadiah super special dari Yesung tadi malam hm?" Tanya Donghae sambil menaik turunkan kedua alisnya serta menyeringai tipis.

"aku sudah selesai, ayok! Aku sudah sangat lapar" Siwon berdiri dan meraih jasnya serta berjalan meninggalkan ruangan, mengabaikan pertanyaan Donghae.

Donghae hanya terkekeh pelan melihat tingkah sahabatnya tersebut dan segera menyusul Siwon.

.

.

.

"tuan muda" Yuri langsung berdiri begitu melihat Yesung menghampiri mejanya.

"apa Siwon masih di ruangannya?"

"sajangnim baru saja keluar untuk makan siang, belum sampai lima menit yang lalu"

"oh begitu, baiklah aku akan menunggunya di ruangannya" ujar Yesung dan langsung berjalan menuju ruangan Siwon.

Yesung benar benar tidak ada kegiatan hari ini, ia bosan sendirian di rumah, ke rumah orang tuanya juga akan sama saja, ia juga akan bosan, dan ia sedang tidak ingin bertemu dengan teman temannya, dan ternyata tanpa Yesung sadari kakinya justru membawnya melangkah kesini, ke kantor, menemui Siwon, suaminya.

Ah mungkin tuan muda kita sedang jatuh cinta.

Ia padahal sudah menolak saat tadi pagi Siwon mengajaknya untuk ikut, tapi nyatanya ia memang ingin kesini dan ingin melihat Siwon lagi, seperti tengah ngidam saja.

Yesung langsung berjalan kearah sofa dan meletakkan barang bawaannya disana.

Yesung tadi membawa menu makan siang yang dibelinya di restoran tidak jauh dari rumah mereka, niatnya untuk makan siang bersama dengan Siwon, tapi ternyata ia telat sedikit dan Siwon sudah keluar untuk makan siang.

Yesung baru akan menghubungi Siwon saat matanya tak sengaja melihat sebuah hp tergeletak di sofa.

"Siwon meninggalkan handphonenya?" tanya Yesung sendirian sambil meraih hp tersebut.

Foto Siwon yang tengah merangkul pundak Donghae dengan senyuman sumringah di wajah keduanya sebagai wallpaper langsung menyambut Yesung begitu ia menyetuh benda hitam persegi panjang tesebut.

Secuil perasaan tak suka kembali hinggap di hatinya, ia meletakkan hp itu kembali ke tempat semula, dan memilih untuk mengotak atik hp nya sendiri, toh menghubungi Siwon juga percuma saja, karena hp nya ia tinggal disini.

Yesung sudah sempat beberapa kali tak sengaja melihat wallpaper hp Siwon sebelumnya, dan fotonya masih sama, mungkin Siwon memang sudah memasang foto itu dari lama dan tidak pernah menggantinya.

.

.

"kau tidak ingin berbagi denganku sebagai sahabatmu dan juga sebagai fannya Yesung mengenai apa yang telah terjadi diantara kalian?" Donghae kembali menanyai Siwon saat kedua tengan menyantap hidangan makan siang mereka di kafe dekat kantor.

"Yesung sangat manis" jawab Siwon pendek sambil tersenyum tipis.

"aku juga sudah tahu kalau Yesung sangat manis, kecuali... kalau manis yang kau maksud disini manis dalam hal lain" Donghae kembali menyeringai tipis.

Namun sepertinya mood Siwon sedang terlalu indah untuk kesal dengan menanggapi ulah sahabat yang hobi menggodanya tersebut.

"kau tahu? Tuan muda yang manja itu kemarin untuk pertama kalinya belajar memasak dan menyiapkan makan malam untukku" Siwon lagi lagi tersenyum mengingat semua usaha yang telah dilakukan Yesung demi menghidangkan makan malam untuknya.

"wow... karena kau ulang tahun?!" respon Donghae antuasias.

"ya, sepertinya Presdir memberitahunya kalau kemarin aku berulang tahun dan mungkin beliau yang meminta Yesung untuk menyiapkan sesuatu untukku, tapi aku cukup takjub dengan usahanya"

"daebak! dia mau belajar memasak untukmu, jadi sekarang hubungan kalian sudah normal?"

"normal?"

"maksudku kalian masih menjalani pernikahan ini atas dasar kontrak kalian berdua atau sudah bisa menerima pernikahan kalian secara untuh?"

"aku tidak tahu, aku masih belum mengerti Yesung" Siwon kembali mengingat semua kejadian pagi tadi, sejujurnya sikap Yesung yang seperti itu membuat Siwon bingung, ia takut nanti salah mengartikan sikap Yesung.

"sepertinya kau sudah jatuh cinta pada istrimu huh?" tanya Donghae serius, tanpa nada meledek seperti biasa.

"entahlah Hae" Siwon hanya menjawab sambil tersenyum tipis dan kembali menyantap makanannya.

Jatuh cinta dengan Yesung? Mungkin dari awal Siwon sudah jatuh cinta pada putra atasannya tersebut, namun ia tidak akan egois dan tidak akan memaksakan apapun disini.

"eh tunggu, hp ku mana?" tanya Donghae tiba tiba dan out of topic, ia baru menyadari kalau ia tak melihat handphonenya dari tadi.

"apa tadi kau membawa hp kesini?" respon Siwon melihat Donghae yang mulai gusar sendiri mencari hp nya.

"Apa tadi aku meninggalkannya di meja ya? atau mungkin tertinggal diruanganmu tadi?"

"cek saja nanti setelah kita kembali ke kantor, apa kau sudah selesai? Jam istirahat sudah hampir berakhir" Siwon mulai kesal melihat Donghae heboh seperti ibuk ibuk yang kehilangan dompetnya di pasar. XD

Sekitar 10 menit kemudian akhirnya keduanya kembali ke kantor, Donghae langsung bergegas menuju meja kerjanya untuk memastikan apakah hp nya tertinggal disana atau tidak.

Siwon hanya menggeleng pelan melihat tingkah Donghae yang kadang memang suka ceroboh dan meletakkan barang berharga miliknya sembarangan seperti itu, ia juga kembali menuju ruangannya.

"sajangnim, tuan muda sudah menunggu anda dari tadi di ruangan anda" lapor Yuri begitu Siwon sampai disana.

"eh? Kapan dia datang?" Siwon cukup kaget dengan laporan Yuri, bukankah tadi pagi Yesung menolak untuk ikut ke kantor?

"sudah cukup lama sajangnim, sekitar lima menit setelah anda keluar tadi"

"baiklah, terima kasih Yuri ssi" Siwon langsung bergegas memasuki ruangannya.

Siwon mendapai Yesung tengah fokus dengan hp nya, mungkin tengah sibuk dengan games seperti biasa.

"Yesung ah"

Yesung langsung menoleh ke asal suara begitu ia medengar namanya dipanggil oleh suara yang sudah tidak asing lagi baginya.

"kenapa kau lama sekali?" Yesung langsung memajukan bibirnya beberapa senti karena kesal telah menunggu Siwon terlalu lama.

"maaf aku tidak tahu kalau kau datang, lagipula kenapa tidak menghubungiku? Aku akan cepat kembali kalau aku tahu kau menungguku disini" ujar Siwon berjalan menuju sofa dan langsung duduk di samping Yesung.

"bagaimana aku bisa menghubungimu kalau kau meninggalkan handphonemu disini?" sungut Yesung.

"maksudmu? Aku membawa handphone kok" tanya Siwon tak mengerti sambil mengeluarkan hp nya dari saku jasnya.

"lalu ini hp siapa?" Yesung jadi balik bertanya sambil menyodorkan hp yang tadi ditemukannya pada Siwon.

Siwon meraih hp tersebut dari tangan Yesung dan memeriksanya.

"Aa ini handphone Donghae, ternyata dia meninggalkannya disini, dia sudah kebingungan mencari hp nya dari tadi"

Sreeett.

Bagai dogores, Yesung kembali merasakan perih di hatinya saat mengetahui handphone tersebut ternyata milik Donghae, hp yang sama dan dengan wallpaper yang sama, Handphone couple?

Dan juga ternyata barusan Siwon habis makan siang diluar selama itu ternyata makan siang bersama donghae? Lunch date?

Great.

Yesung langsung kehilangan mood baiknya hari ini.

.

"Manajer Lee, anda mau kemana?" cegat Yuri begitu ia melihat Donghae berjalan cukup tergesa gesa dan melewati mejanya begitu saja, padahal biasanya Donghae selalu akan bertanya dulu Siwon ada di dalam atau tidak, sedang ada tamu atau tidak.

"aku ada perlu dengan sajangnim sebentar Yuri ssi"

"tapi-"

"aku hanya sebentar" potong Donghae cepat dan keburu mamasuki ruangan Siwon.

"Siwon ah, apa hand...-"

"oh tuan muda? maaf saya tidak tahu kalau anda sedang berada disini" Donghae langsung membungkuk hormat pada Yesung tanpa menyelesaikan kalimatnya yang tadi.

Yesung hanya mengangguk tipis dengan tampang yang terlihat cuek, padahal sebenarnya ia sudah hampir meledak karena sumber dari rusaknya moodnya secara mendadak harus muncul juga di hadapannya.

"ini handphonemu, kau meninggalkannya disini, kapan kau akan berhenti ceroboh dengan barang barangmu" komentar Siwon sambil mengembalikan hp Donghae.

"terima kasih, maaf sajangnim aku tidak sengaja meninggalkannya disini tadi, baiklah saya permisi, maaf mengganggu sajangnim dan tuan muda" Donghae kembali membungkuk sekilas dan segera meninggalkan ruangan tersebut.

Sementara Yesung hanya memutar bola matanya mendengar Donghae yang mendadak berbicara formal dengan Siwon begitu mengetahui ada dirinya disini, padahal tadi ia mendengar persis kalau ia hanya memanggil Siwon layaknya panggilan akrab teman atau lebih.

Jujur Yesung tidak menyukai perasaan ini.

"Yesung ah? Kenapa mendadak jadi diam? Kau masih marah karena menungguku lama?"

"tidak, aku juga harus pergi Siwon, aku ada janji dengan temanku siang ini, tadinya aku kesini membawakan makan siang untukmu, tapi ternyata kau sudah makan"

"aku minta maaf, aku tidak tahu kalau kau akan datang"

"tidak apa apa, aku bawa lagi saja, kau juga pasti sedang banyak pekerjaan kan? Aku pergi dulu"

"Yesung ah, kau tidak marah kan? Apa kau sendiri sudah makan?"

"aku sudah makan"

"Aku akan memakannya nanti saat aku sudah lapar lagi" Siwon dengan cepat menahan pergelangan tangan Yesung yang hendak berdiri.

"tidak usah, ini nanti tidak akan enak lagi kalau sudah lama, aku akan memberikannya pada office boy disini, aku pergi dulu, sudah hampir telat"

"baiklah, hati hati"

"hmm.."

Yesung segera meninggalkan ruangan Siwon dan langsung memasuki lift menuju lobby, dan dua menit kemudian makanan yang tadi di tenteng Yesung berakhir di tong sampah.

Ia memasuki mobilnya setelah itu, dentuman pintu mobil cukup keras terdengar sebelum mobil mewah itu melaju dengan kecepatan diatas rata rata membelah jalanan kota Seoul.

Tuan muda the great Kim Yesung sedang kesal, marah, dan cemburu, siapapun lebih baik tidak berurusan dengannya dalam keadaan seperti ini,

Namja yang terlihat manis dan lemah tersebut bisa membunuhmu kalau sampai kau salah berucap dan bertindak.

Dan Siwon, ia tidak mengerti apa apa, ia masih belum mengerti rumah tangganya yang ia kira sudah mulai bekerja, baru akan menemui rintangan pertamanya.

.

.

.

.

.

.

.

=to be continued...=

.

Sorry.. a bit late than usual,

and sorry if it's not as good as you expected,

Hope you guys still waiting for this story..

Thankyou for all the support on last chapter,

Please kindly leave my your review on this one too,

Thankyou and see you~~