Title : Married Without Dating
Author : lilily
Pairing : YeWon
Genre : Family Romance
Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere
Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?
.
.
.
.
.
=Chapter Lalu=
.
.
.
"kiss me" bisik Siwon pelan.
Dan Yesung tidak perlu membuat Siwon mengulangi perintahnya hingga dua kali, karena ia langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Siwon setelahnya.
Sekali lagi keduanya terlarut dalam ciuman panjang yang memabukkan, dan untuk kali ini Siwon membiarkan Yesung yang mendominasi.
Yesung melepaskan tautan bibirnya dengan Siwon saat merasakan tangan suaminya mulai nakal dan meraba perut rata miliknya, dengan gelengan kepala lembut ia menatap Siwon dan menjauhkan tangan Siwon dari perutnya, ia masih belum siap untuk ketahap ini.
"kenapa?" Siwon terlihat sedikit kecewa.
"kau sudah melanggar kesepakatan kita terlalu jauh, Siwon" jawab Yesung, walau kini ia tak lagi berani menatap kedua mata Siwon, ia mendadak merasa sangat malu.
"arraso, mianhae" Siwon mencoba mengerti, ia tak boleh terburu buru dan memaksa Yesung, ia harus sabar menunggu sampai Yesung benar benar siap dan bisa sepenuhnya menerimanya.
"tidurlah, ini sudah malam" ujar Siwon sambil menyandarkan kepala Yesung di dadanya, dan mendekap Yesung dengan erat.
Yesung menyamankan diri dalam pelukan Siwon, namun ia masih belum bisa memejamkan matanya, masih ada yang menganggu pikirannya, kenapa Siwon bersikap seperti ini terhadapnya, dan ia tak ingin lagi memendamnya sendiri.
"kau serius ingin mengajakku ikut ke London?" tanya Yesung walau tak terlalu jelas, karna ia membenamkan wajahnya di dada bidang Siwon, beruntung Siwon masih bisa mendengar semuanya.
"tentu saja, bicaralah dengan Appa besok"
"apa aku tak akan menganggumu dengan Donghae?" Yesung menggigit bibirnya setelah mengajukan pertanyaan ini, rasanya sangat sakit, namun ia harus membahas semuanya sekarang.
"kenapa mengganggu? Donghae sama sekali tidak akan keberatan kalau kau ikut" jawab Siwon lugas, sama sekali tidak tahu kalau Yesung bermaksud lain dari pertanyaannya.
Yesung mencengkram kaos Siwon dengan erat begitu mendengar jawaban Siwon. Siwon menjawab pertanyaannya dengan begitu santai dan gamblang?
Siwon benar benar tidak berniat menyembunykan hubungannya dengan Donghae darinya? karena itukah selama ini Siwon santai saja dengan handphone couple serta menggunakan wallpapaer yang sama di hadapan Yesung?
Mereka memang telah sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing masing, termasuk kalau keduanya menemukan orang yang mereka cintai, mereka akan mengakhiri pernikahan ini baik baik kalau keadaan perusahaan sudah kembali stabil seperti biasa.
Dan ternyata dari awal Siwon sudah memiliki orang yang ia cintai dan hanya menunggu dirinya untuk menemukan orang yang ia cintai? Lalu kenapa Siwon bersikap sangat manis dan baik terhadapnya? Apa Siwon iangin menjebaknya dalam pernikahan ini? Rasanya Yesung ingin menangis saat ini.
"hei, kau kenapa?" tanya Siwon merasakan Yesung mencengkran kaosnya dengan erat, dan bahunya sedikit bergetar.
"Yesung ah? K- kau kenapa? apa kau menangis?" Siwon mulai terlihat panik, ia berusaha mengangkat wajah Yesung untuk menatapnya, namun Yesung makin erat memeluk Siwon dan makin membenamkan wajahnya di dada Siwon.
"aniyo, aku tidak apa apa, aku ingin tidur" jawab Yesung berusaha meredam air matanya, ia tidak ingin Siwon melihatnya menangis, ia akan terlihat sangat menyedihkan.
Siwon akhirnya tidak lagi memaksa untuk melihat wajah Yesung, tangannya kini membelai lembut punggung istrinya, berusaha menyalurkan ketenangan lewat belaian lembut itu.
Siwon benar benar tidak mengerti dengan mood swing istrinya, sebentar ia akan jadi sangat jutek dan pemarah, menit berikutnya ia akan berubah sangat manja, dan menit selanjutnya lagi ia akan berubah menjadi cengeng dan menangis tidak jelas seperti ini.
Siwon mendadak teringat ucapan Donghae tadi siang, jangan jangan Yesung memang tengah hamil?
Dengan cepat Siwon menggeleng menyadari pemikiran gilanya, Yesung itu seorang namja, mana mungkin ia bisa hamil? Lagipula mereka belum pernah melakukannya sebelumnya, atau Yesung-
Ah sudahlah, ia tidak ingin makin berpikaran macam macam, ia kembali fokus membelai punggung Yesung dengan lembut sambil sesekali menciumi rambut hitam legam istrinya.
Sementara Yesung masih dalam tangisan diamnya, ia sangat menyukai setiap perlakuan Siwon terhadap dirinya, namun mengingat Siwon melakukan semua itu hanya untuk mempermainkan perasannya, membuat Yesung merasa benar benar sakit.
Sekali lagi kesalahpahaman terjadi.
Entahlah siapa yang harus disalahkan disini.
Haruskah kita menyalahkan Yesung yang terlalu cepat dan dengan sok tahu mengambil kesimpulan sendiri?
Atau ini salah Siwon yang terlalu tidak peka dan menjadi oblivious dengan kecemburuan istrinya?
Ataukah haruskah kita menyalahkan Donghae disini yang menjadi sumber kesalahpahaman itu? Namun salahkan Donghae?
Entahlah, biarkan waktu yang menjawab semuanya.
.
.
.
=Chapter Empat Belas=
.
.
.
.
.
Siwon sudah berada di ruang tunggu bandara Incheon sejak setengah jam yang lalu, Donghae baru saja menghubunginya dan mengatakan ia masih diperjalanan menuju bandara, denga alasan yang sangat klise, ia terlambat bangun.
Lebih kurang satu jam lagi pesawat yang akan membawanya ke Londong akan segera take off, ini bukan pertama kalinya Siwon berpergian ke luar negeri dan juga dalam waktu yang cukup panjang seperti ini, namun entah kenapa kali ini hatinya terasa begitu enggan untuk meninggalkan Kota Seoul, mungkin karena kali ini ia pergi setelah berkeluarga?
Istri manisnya the great Kim Yesung menolak untuk ikut dengannya, masih dengan alasan yang sama, ia tidak tertarik dengan Kota London.
Yesung benar benar sulit untuk ditebak, padahal malam itu Yesung terlihat seperti bersedia untuk ikut dengannya, namun tenyata keesokan harinya Yesung kembali pada pendiriannya semula, menolak untuk ikut, jadilah ia hanya berangkan berdua dengan Donghae.
"hey, kau melamun?" sebuah tepukan di pundaknya sukses membuat Siwon kembali tersadar, ia menoleh dan mendapati Donghae telah duduk di sampingnya.
"kenapa kau bisa sampai telat begini? Telat sedikit lagi kau tidak akan bisa ikut dengan penerbangan ini"
"sorry, yang penting sekarang aku sudah berada disini dan masih bisa ikut dengan penerbangan ini" cengir Donghae.
"apa kau tidak tidur semalam hingga bisa telat bangun seperti ini?" mood Siwon sepertinya benar benar sedang buruk hingga ia ingin menumpahkan kekesalannya pada Donghae.
"aku menginap di apartement kekasihku semalam, kau bisa tebak sendirilah kelanjutannya" jawab Donghae masih dengan santainya, ia tidak takut dengan kemarahan Siwon, toh ia tahu persis apa penyebab Siwon marah marah seperti itu.
"kau masih kesal karena Yesung menolak untuk ikut hm? Seharusnya kau memaksanya saja"
"tidak mungkin aku bisa memaksanya"
"kenapa tidak? bukankah Presdir Kim lebih berpihak padamu? Aku rasa ia tak akan keberatan kalau kau sedikit keras padanya"
"Presdir juga tidak ingin Yesung ikut"
"loh kenapa?"
"presdir khawatir Yesung hanya akan membuat masalah selama disana dan mengganggu konsentrasiku" terang Siwon.
"hah.. presdir salah prediksi kali ini, andai dia tahu justru karena Yesung tak ikutlah kau tidak akan bisa berkonsentrasi" keluh Donghae, bersamaan dengan itu panggilan dari pengeras suara untuk segera menaiki pesawat yang akan mereka tumpangi menggema di ruang tunggu tersebut, Siwon segera bangkit dari kursinya dan berjalan menuju gate masuk, yang diikuti oleh Donghae dari belakang.
.
.
.
.
.
Setelah menempuh penerbangan selama lebih kurang sebelas jam, akhirnya Pesawat Korean Airlines yang ditumpangi Siwon mendarat di London Heathrow Airport.
Mood Siwon sepertinya masih belum membaik, beruntung Donghae mengambil perannya sebagai sahabat yang baik disini, ia mengurusi semua transaksi dan pemeriksaan yang harus mereka lalui, setelah itu langsung keluar dari badara dan menyetop sebuah taksi yang akan mengantarkan mereka ke hotel tempat mereka menginap selama dua minggu ke depan.
Siwon sudah membooking dua kamar sejak dari Seoul sebelumnya, karena ia masih berharap Yesung akan berubah pikiran dan mau ikut dengannya, nyatanya istri keras kepalanya itu tetap pada pendiriannya, tidak mau ikut.
"kita pakai satu kamar saja Hae, aku sudah memesan suite room" ujar Siwon untuk pertama kalinya akhirnya bersuara sejak dari bandara tadi.
"baiklah" Donghae hanya menurut saja tanpa banyak bertanya, tak ingin makin memperburuk mood sahabatnya tersebut.
"kau pasti sangat kecewa karena sudah memesan kamar semewah dan sebesar ini untuk kalian tempati dan Yesung menolak untuk ikut hm?" komentar Donghae begitu keduanya memasuki kamar yang akan mereka tempati.
Siwon tak menjawab, ia memilih untuk memasuki kamar mandi dan berendam disana, mungkin penerbangan yang cukup lama benar benar telah memperburuk moodnya, Siwon berharap setelah berendam nanti ia akan bisa melupakan kekesalannya terhadap Yesung.
.
.
.
Drrrtttt
Drrrrtttt
Yesung menggeliat pelan dalam tidurnya saat getaran hp dimeja nakas yang tidak berhenti dari tadi mulai mengganggu tidurnya.
Dengan sedikit mengumpat kesal karena tidurnya sudah diganggu tengah malam begini, Yesung meraba raba meja dengan mata yang masih tertutup, mencari hpnya yang masih terus bergetar.
"halo" jawab Yesung dengan suara serak khas orang bangun tidur, tanpa mengecek ID pemanggil.
"Yesung ah, apa aku mengganggu tidurmu?" Yesung membuka matanya saat mengenali suara lembut yang menyapanya di seberang sana.
"Siwon?"
"kau tidak mengecek caller ID dulu sebelum mengangkat telepon hm?" kekeh Siwon pelan di seberang sana.
"salahmu sendiri kenapa menelepon tengah malam begini" sungut Yesung, namun ia tak terdengar kesal sama sekali.
"jam berapa disana sekarang?"
"ini sudah lewat pukul 3 pagi" jawab Yesung sambil melirik jam weker kecil di meja nakas.
"maaf mengganggumu, aku hanya ingin mengabarkan kalau aku sudah sampai, dan aku merindukanmu"
rasa hangat langsung menjalar ke hati Yesung begitu mendengar ucapan Siwon, dan Yesung mendadak jadi merasa sangat bersalah.
Ia masih ingat persis bagaimana wajah kecewa Siwon tadi pagi saat ia masih menolak untuk ikut dengannya ke London, Yesung bahkan menolak untuk sekedar mengantar suaminya ke bandara tadi pagi.
Egonya yang terlalu tinggi memaksa Yesung untuk bersikap cuek dengan kepergian Siwon, ia tidak ingin bertemu dengan Lee Donghae di bandara.
Ia mengira Siwon masih marah, kesal, dan kecewa dengannya dan tidak akan ingat dengannya begitu ia sampai di London, sudah ada Lee Donghae yang menemaninya disana.
Tapi ternyata Yesung salah, Siwon nyatanya masih memberinya kabar begitu ia sampai, sikap Siwon benar benar membingungkannya.
"Yesung ah, apa kau sudah kembali tertidur?" suara Siwon diseberang sana kembali menyadarkan Yesung.
"a- ah tidak, aku masih bangun"
Siwon terkekeh mendengar jawaban terbata Yesung, sepertinya Yesungnya benar benar tengah mengantuk.
"sepertinya kau masih sangat mengantuk hmm? ya sudah kembalilah tidur, maaf sudah membangunkanmu"
"tidak, aku sudah tidak mengantuk lagi, gara gara kau sekarang kantukku jadi hilang, kau harus bertanggung jawab" sifat manjanya kumat, dan Siwon sangat menyukai sisi istrinya yang satu ini.
"ok sebagai permintaan maafku aku akan menemanimu sampai kau tertidur kembali"
Yesung tersenyum senang mendengar ucapan Siwon.
"apa kau baru saja sampai?"
"aku baru sampai di hotel sekitar setengah jam yang lalu"
"kau sudah makan malam?"
"belum, sebentar lagi kami akan mencari makan diluar, aku sedang menunggu Donghae yang masih mandi"
Kami…
Dan ia tidak termasuk di dalamnya
Hati Yesung kembali terasa bagai dihimpit beban puluhan kilo.
"Yesung?" panggil Siwon karena mendadak istrinya tersebut menjadi diam.
"aku sudah mengantuk Siwon, aku mau kembali tidur"
"ah baiklah, selamat tidur kembali"
"hmmm"
Yesung langsung memutuskan sambungan dan melempar hp nya sembarangan di kasur setelah itu. mustahil baginya untuk bisa kembali tertidur hingga pagi.
Sial! Ia benci kenapa ia bisa seperti ini.
.
.
"selesai menelepon Yesung huh?" Tanya Donghae yang baru keluar dari kamar mandi.
Siwon tak menjawab, ia memilih untuk merebahkan dirinya sejenak di kasur sambil menunggu Donghae selesai mengganti bajunya.
"kau benar benar telah jatuh cinta sepenuhnya terhadap istrimu, selama penerbangan dan dalam perjalanan menuju hotel tadi kau terlihat sangat kesal dan tidak bisa diajak bicara ama sekali, dan sekarang kau sudah tersenyum seperti biasa setelah berbicara dengannya, tidak bisa marah padanya lama lama huh?" goda Donghae.
"aku rasa Yesung tengah menyembunyikan sesuatu dariku" ujar Siwon tak menggubris godaan Donghae.
"maksudmu?"
"aku merasa dia sedikit aneh belakangan ini, seperti ada yang disimpannya, tapi aku juga tidak mengerti apa"
Donghae juga tidak tahu harus memberikan respon apa.
"aku sudah selesai, ayo kita cari makan sekarang"
Siwon bangkit dari tidurnya dan segera keluar untuk mencari makan malam, mereka sedang tidak ingin menikmati menu yang disediakan di hotel tersebut.
.
.
.
Pagi pagi sekali Yesung sudah berada di depan pintu apartement Ryeowook, mengganggu sahabat mungilnya yang ternyata bahkan belum bengun tidur.
"ck, ini baru pukul 7 pagi dan kau sudah meribut disini, ada apa lagi? Kabur lagi dari suamimu?" omel Ryeowook sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan belum memberi Yesung akses untuk memasuki apartementnya.
"biarkan aku masuk dulu Wookie, aku kedinginan di luar"
"kau benar benar suka seenaknya Yesung, apa kau tahu kalau kau telah mengganggu tidurku hah? Aku baru saja tidur pukul 5 pagi ini karena setumpuk tugas kuliah yang harus aku selesaikan"
"kau bisa melanjutkan tidurmu lebih cepat kalau sekarang kau membiarkan aku masuk"
Ryeowook hanya bisa menghela nafas pelan dan memberi jalan bagi Yesung untuk masuk, percuma memarahinya, Kim Yesung selalu benar dan selalu menang.
Sementara Yesung begitu mendapat akses masuk langsung berlalu menuju sofa dan menghempaskan tubuhnya disana.
Ia tidak bisa tidur sejak Siwon meneleponnya 4 jam yang lalu, dan pemikiran mengenai Siwon yang sedang menghabiskan waktunya di London bersama dengan Donghae benar benar tidak mau pergi dari kepalanya, dan hal itu membuat Yesung kesal bukan main.
Poor Ryeowook, sepertinya ia akan menjadi korban pelampiasan kekesalan tak beralasan dari the great Kim Yesung.
.
.
Mr Kim menjadi sangat sibuk di perusahaan semenjak Siwon meninggalkan perusahaan dua hari yang lalu, ia bahkan tidak sempat mengecek kalau ternyata Yesung juga sudah meninggalkan rumahnya sejak kepergian Siwon.
"apa Appamu tahu kalau kau menginap disini?" Tanya Ryeowook sambil menyodorkan segelas jus untuk Yesung.
Yesung tidak beranjak dari apartement Ryeowook sejak datang pagi pagi sekali kemarin, dan sampai sekarang ia masih belum mau buka mulut mengenai masalah apa yang tengah dihadapinya, satu hal yang Ryeowook yakini, pasti semua itu berhubungan dengan Siwon, suaminya.
"kenapa kau seolah memandang aku ini anak kecil 5 tahun yang harus meminta izin dulu pada orang tuanya kalau ingin menginap huh? Aku bahkan lebih tua darimu Kim Ryeowook" sembur Yesung kesal.
"justru karena kau sudah bukan anak kecil lagi seharusnya kau tahu kau sudah tidak boleh lagi bertindak semaumu Yesung ah, kau sudah menikah dan memiliki suami, tapi kau masih bertingkah semaumu, meninggalkan rumah kapan saja, tanpa peduli dengan suamimu"
"aku sedang tidak ingin mendengar ceramah darimu Wookie, aku tahu apa yang aku lakukan, jadi jangan berisik lagi"
Ryewook memilih mengalah dan bertanya baik baik pada Yesung, percuma mencari perdebatan dengannya, dia tidak akan pernah mau mengaku kalah dan bersalah.
"kau masih belum bercerita apa apa sejak kau menginap disini beberapa hari sebelumnya, ada masalah apa kau dengan Siwon? berceritalah" Ryewook kini bertanya dengan nada lebih bersahabat.
Yesung tidak langsung menjawab pertanyaan Ryeowook, ia memilih menyeruput jus segar buatan sahabatnya tersebut.
"Yesung ah jangan hanya diam saja, kau berhutang penjelasan padaku" Ryewook memandang Yesung kesal.
"Siwon mempermainkanku dan juga menipu Appa" Yesung akhirnya buka suara.
"mwo?!" oke, Ryeowook benar benar terkejut.
"Yesung ah, apa maksudmu dengan Siwon mempermainkanmu dan menipu Appamu? Apa yang dilakukannya?"
"kau tahu seberapa besar Appaku mempercayai Siwon bukan? dia mengorbankan aku dan bahkan menyerahkan perusahaan sepenuhnya ke tangannya"
"o- oke... lalu? Apa Siwon membawa kabur semua saham Appamu?!" Ryewook jadi ikutan horror sendiri melihat betapa seriusnya wajah Yesung saat ini, ia jadi berpikiran buruk.
"aiiishh bukan begitu Wookie!" Yesung meneriaki sahabatnya kesal karena responnya keluar dari konteks yang ia harapkan.
"lalu? Kau bilang menipu?" Ryeowook kini memasang tampang blanknya.
Yesung mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangan mungilnya, ia juga tidak tahu harus memulai dari mana menjelaskannya pada Ryeowook.
"Siwon berselingkuh"
"..."
Hening.
Ryeowook masih mencerna ucapan Yesung barusan.
Siwon berselingkuh? Kenapa rasanya susah bagi Ryeowook untuk mempercayai ucapan sahabatnya tersebut.
"kau tidak sedang bergurau kan Yesung ah?" Ryeowook akhirnya merespon setelah cukup lama.
"apa aku terlihat seperti tengah bergurau?"
"apa alasan kau mengatakan suamimu berselingkuh? Apa kau punya buktinya?"
"aku sudah membuktikannya selama ini, selama aku menikah dengannya"
"maksudmu?! Siwon sudah berselingkuh sejak kalian baru menikah?!"
"lebih tepatnya dia sudah mempunyai kekasih saat menikah denganku, dan mereka masih menjalin hubungan sampai saat ini"
"apa kau yakin?"
"maksudmu?"
"kau yakin Siwon berselingkuh? bisa jadi kau hanya salah paham"
"Kim Ryeowook" Yesung memejamkan matanya sejenak untuk meredam kekesalannya begitu menyadari ternyata sahabatnya tidak mempercayainya dan justru membela Siwon.
"aku sudah menikah dengan Siwon selama hampir dua bulan, dan selama itu juga aku sudah memiliki cukup bukti kenapa aku bisa mengatakan hal ini"
"memang bukti apa yang kau miliki?"
"setiap aku datang ke kantor aku selalu menemukan Siwon sedang bersama dengannya"
"dia juga bekerja di perusahaan Appamu?"
"iya"
"namja? Yeoja?"
"namja"
"sahabat Siwon"
"Kim Ryeowook, kenapa kau selalu berpihak padanya?"
"sulit bagiku untuk percaya kalau Siwon berselingkuh darimu Yesung ah, apalagi setelah mendengar dia juga bekerja di perusahaan Appamu, itu suatu hal yang mustahil!"
"kenapa mustahil? Bukankah wajar kalau mereka menjalin hubungan karena memang sering bertemu dan berinteraksi?"
"ya, tapi Appamu menjodohkanmu dengan Siwon bukan secara dadakan, dia pasti sudah menyelidiki dan mengetahui semua tentang Siwon selama ini, tidak mungkin Appamu sembarangan memilihkan suami untukkmu Yesung ah"
"bisa saja mereka sangat pandai menyembunyikan hubungan mereka dari Appa, hingga Appa tidak tahu mengenai hal itu"
"untuk apa mereka menyembunyikannya dari Appamu kalau mereka memang berpacaran? Bukannya Siwon tidak pernah tahu atau tidak pernah sadar kalau Appamu memperhatikannya dan menilainya dari dulu? Mereka pasti bersikap biasa saja dan tidak menyembunykan apa apa selama ini"
Yesung jadi kehabisan kata kata untuk menjawab ucapan Ryeowook, tidak bisa dipungkiri ucapan sahabatnya itu memang ada benarnya juga, Siwon tidak tahu kalau ia diamati selama ini, jadi memang tidak mungkin kalau Siwon sempat menyembunyikan hubungannya dengan Donghae dari Appanya, tapi kenapa mereka terlihat sangat dekat?
"aku ingin bertanya satu hal, apa kau punya bukti lain selalin kau sering menjumpai mereka tengah bersama di kantor?"
"mereka memakai handphone yang sama"
"astaga Kim Yesung! Hanya karena handphone mereka sama lalu kau mengatakan hal itu bukti kalau mereka memiliki hubungan spesial? Hahahahahaha kau kekanakan sekali Yesung ah"
Ryeowook tidak bisa untuk tidak tertawa mendengar pengakuan Yesung, menuduh suaminya berselingkuh hanya karena menemukan suaminya memakai hp yang sama dengan rekan kerjanya, tidak masuk akal!
"bukan hanya itu!" sungut Yesung tak terima Ryeowook menertawakannya.
"lalu apa lagi?" tanya Ryeowook berusaha membendung tawanya.
"mereka menggunakan wallpaper yang sama"
"mwo?! hahahahahahahahahaha Yesung ah kau benar benar tidak bisa dipercaya hahahahahahahahaha"
"ya! Kim Ryeowook! Berhenti tertawa!"
"hahahahahahahahaha kau sangat lucu sekali, mereka menggunakan hp yang sama jadi wajar kalau wallpaper hp mereka sama, jangan bilang setelah ini kau akan mengatakan kalau ringtone mereka sama hahahahahahaha"
"bukan wallpaper default bawaan hp maksudku! you stupid!" tuan muda kita mulai mengumpat.
"lalu?"
"mereka menggunakan foto mereka berdua sebagai wallpaper hp, aku tidak pernah melihat Siwon mengganti wallpaper hpnya, apa menurutmu itu merupakan hal yang wajar?"
"siapa nama rekan kerja suamimu itu?"
"Donghae"
"dari mana kau tahu kalau Donghae ssi juga menggunakan wallpaper yang sama dengan suamimu?"
"aku pernah datang ke kantor dan Siwon ternyata sedang makan siang diluar bersama dengan Donghae, aku pikir Siwon sengaja meninggalkan hp nya karena aku menemukan hp di sofa, tapi ternyata hp itu milik Donghae"
"..."
"berapa kalipun aku mencoba berpikir kalau mereka hanya sebatas teman atau rekan kerja, namun aku terlalu sering melihat mereka tengah bersama"
Ryeowook masih terdiam, ia sepertinya tengah menganalisa sesuatu.
"kenapa kau malah tersenyum?" omel Yesung melihat Ryeowook justru malah tersenyum setelah cukup lama terdiam.
"kau cemburu"
"mwo?!"
"kau cemburu Yesung ah, akui saja hal itu, sepertinya Siwon ssi telah berhasil menaklukkan hatimu"
"the hell Kim Ryeowook! Aku tidak cemburu!"
"lalu? Apa namanya?"
"aku hanya kesal karena Siwon mempermainkan Appaku! Appa sangat mempercayainya, nyatanya dia menipu Appa seperti ini"
"bukankah kau sendiri yang menceritakan padaku waktu itu mengenai perjanjian kalian? Kalian tidak akan mencampuri urusan pribadi masing masing, pernikahan ini hanya akan bertahan sampai kondisi perusahaan kembali stabil dan masing masing kalian sudah menemukan orang yang kalian cintai, saat itu tiba lalu pernikahan ini akan diakhiri"
"..."
"katakanlah memang benar Siwon ssi memiliki hubungan spesial dengan Donghae ssi, lalu masalahnya disini? bukankah seharusnya kau tidak perlu memusingkan hal tersebut? kau hanya perlu menemukan orang yang kau cintai juga dan menunggu kondisi perusahaan kembali stabil, setelah itu kalian akan bercerai, dan kau akan kembali bebas, seperti yang kau inginkan"
"..."
"atau kau memang telah jatuh cinta pada suamimu, kau juga sudah menemukan orang yang kau cintai, dan orangnnya suamimu sendiri"
"jangan salah paham, aku tidak memiliki perasaan apa apa terhadap Siwon"
Diluar dugaan, Yesung hanya menjawab dengan pelan, padahal Ryeowook sudah bersiap mendengar teriakan kemarahan lagi dari sahabatnya tersebut membantah soal perasaannya terhadap Siwon.
"kalau kau mau ku beri saran Yesung ah, temuilah suamimu, bicara dan tanyakan padaanya secara langsung, jangan hanya berasumsi sendiri, atau coba bertanya langsung pada Donghae ssi"
"mereka berdua sedang berada di London saat ini"
"eh? Untuk?"
"ada proyek baru, dan Appa mengutus mereka berdua untuk kesana"
"aku makin yakin kalau mereka tidak memiliki hubungan seperti yang kau tuduhkan"
"kenapa kau bisa seyakin itu kalau kau bahkan belum pernah bertemu dengan mereka"
"Appamu tidak akan seceroboh itu Yesung ah, Appamu pasti tahu Donghae ssi tidak akan membahayakan pernikahanmu dengan Siwon ssi"
"aku sudah katakan kalau mereka pintar menyembunyikannya dari Appa"
"kalau kau memang seyakin itu kenapa kau tidak bicarakan saja langsung dengan Appamu? Katakan kalau Siwon berselingkuh dan mempermainkanmu"
"a- aku... Appa tidak akan mempercayaiku"
"kau tidak berani karena kau sendiri tahu tuduhanmu sebenarnya tidak beralasan Yesung ah, sudahlah aku rasa kau hanya cemburu saja, kau sudah jatuh cinta dengan suamimu"
"mwo?! aku jatuh cinta pada Siwon?! hell no wookie!"
"akui saja"
"aku bilang tidak! Aiiish"
Ryeowook hanya tersenyum melihat penyangkalan Yesung, ia tidak menyangka Yesung akan jatuh cinta secepat ini pada Siwon, mengingat betapa keras Yesung menentang pernikahan ini sebelumnya, namun mengingat siapa Siwon, memang bukan suatu yang mustahil juga ia bisa menaklukkan hati tuan muda yang manja ini dalam waktu yang singkat.
"saranku Yesung ah, susul mereka ke London"
"kenapa?"
"percaya padaku, kau sudah jatuh cinta pada Siwon ssi"
"aku sud-"
"aku sangat mengenalmu Yesung ah, jangan membantah, kau cemburu pada Donghae ssi? Kau curiga mereka mempunyai hubungan istimewa? susul mereka, kalau mereka memang bermain dibelakangmu kau berhak menghentikan mereka, kau istri sah Siwon, kau harus memperjuangkannya sebelum kau menyesal"
"are you kidding me Kim Ryeowook? Aku tidak mencintai Siwon dan aku tidak peduli dengan mereka"
"kau tidak peduli? Lalu kenapa kau disini? mengurung diri seperti orang frustasi sejak dua hari yang lalu, itu yang kau sebut dengan tidak peduli?"
Yesung mendadak terdiam, mungkin kehabisan kata kata untuk membantah ucapan Ryewook.
"terserah kau saja, kalau kau tetap pada egomu kau akan menyesalinya nanti, aku harus pergi sekarang, ada kuliah sebentar lagi, pertimbangkan saranku tadi" ujar Ryewook lalu beranjak menuju kamarnya untuk bersiap siap ke kampus, meninggalkan Yesung yang masih terdiam di ruang tengah.
.
.
.
.
.
Yesung curiga Ryeowook telah memberi jampi jampi pada just buatannya tadi pagi, karena begitu Ryeowook pergi Yesung juga langsung meninggalkan apartement sahabatnya tersebut dan menemui Appanya di kantor untuk meminta kembali passportnya.
Dan disinilah ia sekarang, ruang tunggu Bandara Internasonal Incheon, menunggu take off pesawat yang akan membawanya terbang menuju kota London.
.
.
Sementara itu di London…
Siwon dan Donghae baru selesai mengecek gedung yang akan mereka sewa untuk pembukaan cabang disana nanti.
Setelah memastikan semuanya sesuai dengan standar perusahaan, Siwon mulai mengintruksikan pada pekerja disana untuk segera mentara ruang dan display kantor semenarik dan seelegan mungkin, bulan depan kantor akan mulai beroperasi disini.
"Siwon, mau minum malam ini?" cengir Donghae begitu keduanya sampai kembali di hotel.
"kau menemukan tempat menarik?" Tanya Siwon ikut tertarik dengan tawaran sahabatnya.
"aku sempat berkenalan dengan seseorang kemarin malam, dia bekerja di bar dua blok dari sini"
"heol! baru beberapa hari disini dan kau sudah berencana untuk menghianati pacarmu?!"
"bukan menghianati Siwon ah, jangan berlebihan, aku hanya ingin sedikit bersenang senang selama disini"
"dan kau bilang kau sangat mencintai Yoona?"
"aku memang sangat mencintainya"
"aku tidak tahu kalau defenisi sangat mencintai dalam kamusmu itu mencari kesenangan lain hanya karena berpisah selama dua minggu dengannya"
"tsk kau jangan berlebihan Siwon ah, aku hanya butuh teman minum, tidak lebih"
"terserah kau saja, aku tidak ikut"
"eii tidak asik, aku sudah terlanjur berjanji akan datang bersamamu, mereka juga pasti menunggu kita berdua"
"kau boleh memiliki keduanya"
"Siwon ah"
"kau lupa kalau aku sudah menikah Hae? Aku tidak ingin bermain main seperti itu lagi"
"aiya kenapa kau kaku begini? Yesung tidak tahu, lagipula kita hanya pergi minum, tidak ada yang salah, apa menurutmu Yesung tidak pernah melakukan hal semacam ini dengan teman temannya? Mungkin saja dia juga tengah berpesta dengan teman temannya di club saat ini"
Ucapan Donghae sukses membuat Siwon langsung teringat masa lalu Yesung, kehidupannya yang bebas, tidak hanya minum minum, lebih dari itupun Siwon tahu Yesung sudah sering melewatinya.
Siwon tahu saat ini Yesung sudah mulai berubah, walau ia tidak yakin perubahan tersebut sudah mencapai 100% atau belum, namun tetap saja bayangan Yesung pernah menghabiskan malam malamnya dengan namja atau yeoja lain membuat Siwon mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
Donghae sukses menemukan kelemahan Siwon, hingga keduanya berakhir di bar malam itu,memesan minuman dengan ditemani dua gadis malam, hingga keduanya mabuk berat.
.
.
Yesung mendarat di London sekitar pukul 11 malam waktu setempat, dan tanpa membuang banyak waktu, ia segera meluncur menuju hotel tempat suaminya menginap.
Setelah berhasil mengetahui nomor kamar yang ditempati Siwon dari resepsionis, Yesung langsung memasuki lift, hatinya jadi terbakar lagi begitu mengetahui bahwa ternyata Siwon dan Donghae hanya memesan 1 kamar, itu artinya mereka tidur bersama? Apa kecurigaannya selama ini benar benar akan terbukti malam ini?
Ting!
Pintu lift akhirnya terbuka, Yesung dengan mudah langsung dapat menemukan kamar dengan nomor 1609 tersebut, dan Yesung tidak perlu menekan bel, karena ia memiliki akses untuk langsung masuk, identitasnya sebagi istrinya Siwon yang ia tunjukkan di meja resepsionis tadi membuatnya bisa memasuki kamar tersebut.
Yesung mendapati kamar suite room tersebut kosong, padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam.
"Kemana mereka berdua?" Pikir Yesung.
.
.
Semabuk mabuknya Siwon, ia masih cukup cerdas untuk tidak melakukan hal hal gila di bar tersebut, seperti menyentuh gadi gadis malam tersebut dan membawa mereka ke kamar yang disediakan disana.
Well, Siwon sempat mencium gadis itu sekali, namun dimaafkan bukan? karena ia dalam kondisi mabuk, Donghae bahkan sudah akan beranjak dan menyewa satu kamar disana kalau saja Siwon tidak segera menarik tangannya dan menyeretnya keluar dari bar tersebut.
Keduanya sudah dalam kondisi mabuk berat namun Siwon masih berhasil menyetop sebuah taksi dan menyebutkan hotel tempat mereka tinggal.
"kau sudah gila Donghae!"
"ahaha yeah aku sudah gila"
"aku menyesal menerima jakanmu tadi"
"aku juga menyesal"
"ugh tubuhmu sangat berat! Tak bisakah kau berjalan sendiri saja?"
"terima kasih"
"kenapa kau malah berterima kasih"
"terima kasih karena tadi sudah menghentikanku, aku berhutang padamu, saranghae Siwon ah"
"berjalan yang benar Lee Donghae! Kau membuatku semakin pusing!
"terima kasih"
Donghae masih terus meracau tidak jelas, keduanya kini tengah berada di lift menuju kamar mereka, Siwon terpaksa harus memapah Donghae karena ia bahkan tidak bisa berdiri dengan normal, dan kondisi Siwon yang juga setengah sadar membuat keduanya sangat kesulitan untuk berjalan dan menemukan kamar mereka.
Dengan susah payah Siwon akhirnya berhasil juga memapah Donghae hingga ke kamar mereka dan langsung menghempaskan sahabatnya tersebut ke kasur, dan Siwon juga langsung membaringkan diri disamping Donghae setelahnya.
Donghae masih saja meracau tidak jelas, kebiasaan mabuknya memang seperti itu, dia suka meracau tidak jelas.
"gomawo Siwon ah, gomawo, saranghae"
"..."
"Siwon kau mendengarku? Saranghaeeee, saranghae Choi Sajangnim, kau yang terbaik, sarang-"
"arasseo, arraseo, nado saranghae, sekarang tidur Donghae, racauanmu membuat kepalaku makin pusing"
"sarang-"
"tidur" Siwon bahkan harus membekap mulut Donghae untuk menghentikan racauan sahabatnya tersebut, keduanya tertidur dengan posisi sedikit berpelukan.
Keduanya terlalu mabuk untuk menyadari bahwa Yesung berada di kamar tersebut, menyaksikan dan mendengar semuanya dengan sangat jelas.
Namja manis tersebut hanya bisa tersenyum sinis, jadi hanya ini yang ia dapatkan setelah ia jauh jauh datang dari Seoul untuk menyusul suaminya? Kecurigaannya selama ini memang terbukti bukan? ia mendengar sendiri semuanya kata kata cinta terucap dari bibir keduanya.
Yesung tidak pernah merasa semarah dan sekecewa ini dalam hidupnya, ia meraih kopernya yang terletak di sudut kamar dan langsung meninggalkan kedua namja yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.
Sebuah kesalahpahaman besar tak terelakkan.
dan Yesung meninggalkan hotel tersebut dengan rasa penghianatan yang sangat besar, bukan salahnya kalau ia kembali berubah total setelah malam ini bukan?
Yesung bukan namja lugu polos dan innocent, ia the Great Kim Yesung, kehidupan glamour dan bebas yang sudah sempat ditinggalkannya selama dua bulan ini kembali siap dimasukinya, dan tak ada satu orangpun yang bisa menghentikannya kali ini.
Siwon, suaminya yang terlalu suci dan terlalu sempurna di mata Appanya selama ini saja bisa melakukan hal ini di belakangnya, lalu kenapa ia masih harus menahan diri? Ia tidak akan pernah lagi mempercayai Siwon setelah ini.
Yesung segera mengeluarkan handphone dari saku jaketnya dan menghubungi seseorang.
"Hello, Caris?"
"….."
"it's me, Yesung"
"…."
"yeah, how are you? It's been a while"
"…."
"I'm good, where are you now? I'm in London right now"
"….."
"perfect! Can we meet up? I miss you"
"….."
"okay, see you there"
.
.
.
.
.
.
=to be continued...=
.
.
Hello... Lily muncul lagi setelah sekian lama, ada yang masih ingat dengan story ini? Lily harap masih ada 7_7
Maaf menghilang cukup lama, terlalu banyak kesibukan yang bikin Lily bener bener nggak sempat buat nge update ff, padahal sih chapter ini udah jadi cukup lama sebenarnya, tapi yah selalu gak sempat buat ngepublish..
Mungkin banyak yang kecewa sih ama chapter ini ;( Lily tunggu semua kritikan dan sarannya untuk chapter yang lebih baik kedepannya..
Oh iya, di chapter ini Lily sengaja masukin cuplikan (?) chapter lalu yang cukup panjang, soalnya Lily udah lama nggak update, jadi sekedar buat ngingetin lagi last moment mereka di chapter lalu ;)
Oke cukup sekian cuap cuap Lily, makasih buat semua yang udah nyempetin baca, please kindly leave me your review,
See you~~
