Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos everywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

.

.

=Chapter Lima Belas=

.

.

.

.

.

Siwon dan Donghae terbangun dengan kondisi hang over berat keesokan harinya, dan tanpa tahu apa apa mengenai kehadiran Yesung semalam, keduanya kembali melanjutkan rutinitas kerja seperti biasa hari ini, kembali disibukkan dengan persiapan kantor cabang disana.

Waktu berjalan sedikit lebih cepat kali ini, karena tanpa Siwon sadari, mereka sudah menghabiskan waktu selama dua minggu disini, dan besok mereka dijadwalkan akan kembali ke Seoul.

Siwon sudah tidak sabar untuk segera sampai di rumah dan menemui Yesung, istrinya bertingkah aneh belakngan ini, ia sangat susah dihubungi, dan tidak pernah menjawab panggilan darinya, Yesung hanya akan sesekali mengiriminya teks dan mengatakan kalau dirinya sedang sibuk.

Apa sebenarnya yang tengah dilakukan Yesung? Kenapa ia merasa seolah olah Yesung menjauhinya?

"jangan terlalu dibawa stress, besok kita sudah akan kembali ke Seoul"

"aku hanya takut dia berulah kembali Donghae ya"

"semoga saja kekhawatiranmu tidak terjadi"

"yeah, semoga"

.

.

.

.

.

Siwon dan Donghae akhirnya mendarat kembali di Bandara Incheon pada hari selasa sekitar pukul sebelas malam, dan hal pertama yang menyambut Siwon adalah telepon dari kantor polisi yang mengatakan bahwa istrinya Kim Yesung tengah berada disana karena terlibat keributan di salah satu bar elit Seoul beberapa jam yang lalu.

What the hell!

Siwon langsung meminta supirnya untuk mengurusi semua barang barangnya dan pulang dengan taksi, sementara Siwon sendiri langsung meluncur menuju kantor polisi.

Sepertinya kekhawatirannya beberapa hari ini mengenai Yesung yang kembali akan berulah memang menjadi kenyataan, hanya ditinggal selama dua minggu, kebiasaan buruk Yesung sepertinya sudah kembali kumat.

.

Begitu tiba di kantor polisi, Siwon mendapati Yesung yang justru dengan santainya menonton tv yang ada di ruangan tersebut dengan meletakka kakinya diatas meja, polisi yang berada disana tidak bias berkomentar banyak mengenai tingkah tuan muda tersebut, karena siapapun tahu ia the great Kim Yesung, lebih baik untuk tidak membuatnya kesal atau marah, nama besar Kim Group berdiri dibelakang namanya.

"Yesung ah! Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa berada di kantor polisi seperti ini?"

"kau keluarga dari namja sombong ini?! Lihat apa yang telah dia lakukan padaku! Mata kiriku jadi lebam seperti ini! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini! Aku akan melanjutkan kasus ini ke meja hukum!"

Seorang namja yang usianya terlihat lebih tua beberapa tahun dari Yesung segera berdiri dan melampiaskan kekesalannya pada Siwon.

Hal yang wajar sebenarnya kalau namja itu kesal, wajahnya terlihat lebam, dan itu semua ulah Yesung.

Siwon hanya bisa menarik nafas pelan, berurusan dengan kepolisian dan menghadapi orang yang mengamuk begini bukanlah harapan Siwon begitu ia mendarat di Korea usai penempuh penerbangan jauh selama lebih kurang 11 jam.

"tuan, saya Choi Siwon atas nama Kim Yesung meminta maaf atas tindakan kurang menyenangkan yang telah dilakukan istri saya terhadap anda, saya percaya ada kesalahpahaman disini, mari kita selesaikan semuanya secara baik baik saja, tidak perlu sampai ke meja hukum, saya akan menjamin semua pengobatan Tuan"

"oh jadi kau suaminya?! Tolong ajarkan istrimu untuk bersikap lebih sopan dan lebih bisa menghargai orang lain, dia pikir dia siapa bisa bertingkah semaunya, saya akan tetap melanjutkan kasus ini ke meja hukum!"

"silahkan kalau kau ingin meneruskannya ke meja hukum! Kau yang akan menyesal nantinya!" Yesung yang dari tadi hanya diam dan sibuk menonton tv akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan kembali menghampiri namja yang tadi telah menjadi korban keganasannya, beruntung Siwon cepat menghalangi Yesung hingga baku hantam tidak kembali terjadi disana.

"Yesung ah, aku mohon jangan berburuk keadaan, duduk dan tunggu saja disana, aku yang akan menyelesaikan semuanya"

Titah Siwon tegas, dia memberi Yesung tatapan yang super dingin dan sukses membuat tuan muda yang manja itu jadi sedikit terintimidasi, dan tanpa membantah, Yesung akhirnya kembali duduk dan membiarkan Siwon menyelesaikan masalah yang telah ditimbulkannya, ia dengan santai kembali mengotak atik remote tv.

"kau lihat betapa kurang ajar dan tidak sopannya istrimu bukan? Aku tidak terima semua ini!"

"sekali lagi saya meminta maaf atas sikap istri saya, saya akan memberinya pengajaran nanti, untuk kali ini saya mohon kasus ini kita selesaikan secara baik baik saja, saya akan mengganti kerugian yang anda alami"

"tidak bisa, namja sombong itu harus mendapat-"

"tuan, namja yang tuan alamatkan sombong itu adalah istri saya, bagaimana anda bisa berbicara mengenai menghargai kalau anda sendiri justru tidak menghargai saya sebagai suminya? Saya sudah berbicara dan meminta maaf atas kelakuannya secara baik baik"

Siwon jadi tersulut emosi juga menghadapi namja paruh baya ini, sekesal kesalnya Siwon terhadap Yesung saat ini, tetap saja ia tidak akan terima kalau ada orang lain yang terus terusan mengatai istrinya tersebut.

Melihat situasi yang makin menegang, akhirnya pihak kepolisian menengahi keduanya dan memberikan saran penyelesaian masalah terbaik bagi kedua belah pihak.

Siwon dan Yesung baru bisa meninggalkan kantor polisi sekitar satu setengah jam kemudian, dengan menggunakan kemampuan persuasing seorang CEO yang ia miliki, akhirnya Siwon berhasil membujuk namja paruh baya tadi untuk berdamai, dengan syarat Siwon harus membayar semua pengobatan serta jaminan dan berbagai syarat lainnya, yang langsung diiyakan tanpa pikir panjang oleh Siwon.

Ia sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat di rumah, ia sudah tidak sanggup berlama lama lagi berdebat di kantor polisi tengah malam begini.

Siwon mengendarai mobil dalam keadaan diam, ia tidak berbicara pada Yesung sepatah katapun sejak dari kantor polisi tadi.

Yesungpun sama sekali tak membuka suara, ia membuang pandangannya keluar jendela, menikmati kerlap kerlip lampu kota Seoul.

.

.

"sebenarnya apa yang terjadi Yesung ah? Kenapa kau bisa terlihat perkelahian dengan namja itu? Bagaimana kalau tadi kau sampai terluka"

"dia yang memulai duluan , lagipula aku tidak kenapa napa, aku tidak selemah yang kau pikirkan Siwon"

"aku tidak mengatakan kau lemah, aku hanya takut kau kenapa napa Yesung ah, apa kau kembali pada kebiasaan burukmu dulu? Berpesta tidak jelas dengan teman temanmu?"

"aku hanya sedang bosan"

"kau sudah berjanji padaku untuk meninggalkan kebiasaan burukmu itu Yesung"

"aku sedang tidak ingin membahas masalah ini denganmu sekarang, aku sangat lelah, aku yakin kaupun sangat lelah bukan? aku mau mandi dan tidur habis ini, kalau kau ingin menceramahi dan memarahiku, tolong simpan saja untuk nanti"

Yesung berujar cuek dan berlalu meninggalkan Siwon.

"kenapa kau bisa kembali berubah sedrastis ini Yesung ah?" gumam Siwon pelan begitu Yesung menghilang di balik pintu kamar, ia masih berdiri mematung di ruang tengah.

Dan Siwon benar benar tidak bisa berbicara dengan Yesung malam itu, karena begitu ia keluar dari kamar mandi, ia mendapati Yesung sudah tertidur pulas, Siwon tak punya pilihan lain selalin ikut merebahkan diri disamping Yesung dan tak butuh lama juga baginya untuk masuk kealam mimpi.

.

.

Yesung membuka matanya begitu ia mendengar deru mesim mobil Siwon meninggalkan pekarangan rumahnya.

Ia sudah bangun dari tadi sebenarnya, ia hanya sengaja pura pura tidur agar tidak perlu berbicara dengan Siwon, ia sedang tidak ingin membahas masalah semalam, dan juga ia tidak ingin menghadapi Siwon, ia masih tidak bisa melupakan kejadian menyakitkan di London minggu lalu sedikitpun.

Ia tidak akan pernah mau dipermainkan seperti ini, sudah cukup ia mengalah dan menurut selama dua bulan ini, ia merasa seperti burung dalam sangkar emas sejak menikah dengan Siwon dan apa balasan yang ia dapatkan? penghianatan Siwon! harga diri seorang the great Kim Yesung sangat terluka disini.

Ia akan mengembalikan harga dirinya, mengembalikan semua kebahagiannya kembali.

dan kebahagiannya adalah hidup bebas seperti ini, bebas dari aturan dan kontrol siapapun, ia bisa melakukan apapun, karena ia the great Kim Yesung.

.

15 menit setelah kepergian Siwon, Yesung bangkit dari temapt tidur dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan hanya berselang 30 kemudian, Yesungpun meninggalkan rumah dengan mobilnya, tak ada yang tahu kemana tujuannya, yang jelas ia akan kembali menjadi dirinya sendiri, sexy free and single! Begitu ia menyebut dirinya selama ini, ya meskipun secara status ia tak lagi single saat ini, namun jiwanya sudah kembali single, ia tidak mau memikirkan pernikahannya lagi, ia hanya ingin bahagia dan tanpa beban.

.

.

Siwon langsung menuju ruangan mertuanya, Mr Kim, begitu ia sampai di kantor guna melaporkan hasil kunjungannya ke London selama dua minggu kemarin, dan Mr Kim merasa sangat puas mendengar laporan Siwon, ia jadi makin optimis cabang disana akan maju dengan sangat pesat nantinya.

"hanya itu saja yang bisa saya laporkan untuk saat ini Presdir, saya kembali ke ruangan saya dulu" Ujar Siwon sambil bangkit dari tempat duduknya dan berniat untuk segera kembali ke ruangannya sendiri, karena ia merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dilaporkan pada atasannya tersebut.

"tunggu sebentar Siwon, duduklah kembali, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"

"soal apa Presdir?" tanya Siwon sambil kembali duduk seperti yang diperintahkan mertuanya tersebut.

"ini bukan soal pekerjaan Siwon ah, jadi tidak usah berbicara formal denganku kali ini, aku ingin membicarakan mengenai putraku, Yesung"

Firasat Siwon langsung tidak enak begitu mendengar mertuanya ingin membicarakan soal Yesung, apa mungkin ia sudah mengetahui soal kejadian tadi malam? Siwon tidak ingin mertuanya tersebut sampai tahu, ia akan terlihat gagal dalam menepati janjuinya untuk menjaga dan menuntun Yesung untuk berubah.

"aku dengar tadi malam Yesung kembali membuat masalah"

"ah ternyata Appa mendengar soal kejadian semalam juga, benar tadi malam aku ditelepon pihak kepolisian begitu aku mendarat di Incheon, tapi semuanya bisa diselesaikan secara baik baik, Appa tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut"

Siwon terpaksa harus jujur dan menceritakan kejadian tadi malam pada mertuanya.

"apa terjadi sesuatu selama kalian di London kemarin? Aku pikir dia akan kembali ke Korea bersamamu, aku baru tahu kalau dia ternyata sudah kembali lebih dulu saat mendengar dia sudah membuat keributan semalam"

"tunggu, tadi Appa bilang London? Yesung kemarin juga ke London? Kenapa dia tidak mengabariku sama sekali"

"dia tidak menemuimu disana?! Yesung meminta pasportnya dua hari setelah keberangkatanmu dan mengatakan ingin menyusulmu kesana"

"aku sama sekali tidak bertemu dengannya, aku bahkan tidak tahu kalau dia juga di London"

Mertua dan menantu tersebut jadi terdiam sejenak, Yesung ternyata menipu mereka?

Mr Kim di Korea mengira bahwa putranya ke London untuk menyusul Siwon, sedangka Siwon di London mengira bahwa Yesung masih berada di Korea, menunggunya.

"aku akan berbicara dengan Yesung nanti malam Appa, Appa tidak perlu terlalu memikirkan hal ini"

"baiklah, Appa percayakan hal ini padamu, Appa benar benar berharap dia tidak kembali berbuat ulah seperti dulu"

"mungkin dia hanya sedang bosan Appa, aku akan berbicara baik baik dengannya nanti"

"ya sudah, kau boleh kembali ke ruanganmu sekarang"

"baik Appa, permisi"

Siwon kembali ke ruangannya dengan sejuta pertanyaan yang berkecamuk di kepalanya, kalau memang benar Yesung kemarin juga ke London dan mengatakan pada sang Appa untuk menyusulnya padahal kenyataannya ia sama sekali tidak menemui Siwon, bahkan menghubunginya saja tidak, berarti benar tengah terjadi sesuatu.

Siwon sudah merasa ada yang aneh dengan Yesung, ia jadi menghindarinya dan terlihat seperti tengah menyembunyikan sesuatu darinya, Siwon harus mencari tahu semua ini, ia harus berbicara langsung dengan Yesung untuk membicarakan apa yang sebenarnya tengah terjadi, ia tidak ingin rumah tangganya yang baru seumur jagung sudah langsung bermasalah.

Sore itu Siwon sengaja pulang cepat agar ia bisa segera bertemu dan berbicara dengan Yesung, namun Siwon mendapati rumah dalam keadaan kosong, Yesung tidak berada di rumah, dan dia tidak menjawab panggilan Siwon.

Yesung bahkan mematikan handphonenya saat Siwon mencoba terus menghubunginya, membuat Siwon benar benar frustasi, ada apa dengan istri manisnya tersebut? Bukankah dulu mereka baik baik saja sebelum keberangkatannya ke London? Kenapa sekarang Yesung sudah kembali menjadi liar dan susah diajak berbicara seperti ini? Apa saja yang telah terjadi selama dua minggu ia di London kemarin?

.

.

Yesung baru kembali ke rumah lewat pukul satu dini hari, meskipun ia pulang masih dalam keadaan sadar, namun aroma alkohol menguar jelas dari tubuhnya.

Yesung tahu Siwon masih bangun dan sengaja menunggunya, karena ia mendapati lampu masih menyala, Siwon pasti ingin menceramahinya.

Dan benar, Yesung menemukan Siwon tengah duduk di ruang tengah sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada, dan menatapnya tajam.

Yesung memilih untuk bersikap masa bodoh, dan dengan santainyanya berjalan melewati Siwon menuju kamarnya.

"dari mana saja kau baru pulang semalam ini Yesung ah?"

Yesung menghentikan langkahnya begitu mendengar suara Siwon yang super dingin menegurnya.

"aku usai menghadiri pesta ulang tahun salah satu temanku" jawab Yesung tanpa membalikkan badannya untuk menoleh kearah Siwon.

"kemarilah sebentar Yesung, duduk dulu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" lanjut Siwon lagi, masih dengan nada yang sama.

"apa tidak bisa ditunda samapi besok saja? Aku sudah sangat mengantuk"

"kita harus bicara sekarang"

"aku sudah-"

"Choi Yesung!"

Yesung memejamkan matanya mendengar panggilan Siwon, selama dua bulan pernikahan mereka ini pertama kalinya Siwon memanggilnya dengan marga Choi, selama ini Siwon hanya memanggilnya Yesung atau masih Kim Yesung.

Ada rasa lain dihatinya saat mendengar Siwon memanggilnya dengan marga yang sama dengannya tersebut, ada rasa keterikatan yang sangat kuat, dan ia mendadak merasa terintimidasi dan tidak punya keberanian untuk membantah Siwon.

Dengan berat hati Yesung akhirnya membalikkan badannya dan berjalan pelan menuju kearah sofa.

Bau alkohol yang sangat kuat kembali memenuhi rongga hidung Siwon begitu Yesung duduk di sampingnya.

"apa tadi kau menyetir sendiri?"

"iya"

"dalam keadaan seperti ini?! Kau bisa membahayakan dirimu sendiri dan juga orang lain Yesung ah, jangan lagi menyetir dalam keadaan mabuk nanti!"

"aku tidak mabuk Siwon, aku sepenuhnya sadar"

"tidak mabuk? Dengan bau alkohol semenyengat ini kau bilang kau masih tidak mabuk? Seberapa banyak kau tadi minum huh? kau tahu kalau terlalu banyak mengonsumsi alkohol tidak baik untuk tubuhmu bukan Yesung ah?"

"aku tahu Siwon, dan ya aku masih sepenuhnya sadar, karena aku tidak terlalu banyak minum malam ini, hanya kebetulan saja aroma alkoholnya sangat menyengat, jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku? Masalah aku pulang terlambat? Masalah alkohol? Aku sudah menjawab semuanya barusan bukan?"

"kenapa kau mematikan hp mu?"

"hp ku lowbatt"

"mana coba aku lihat"

"apa?"

"handphonemu"

"buat apa?"

"aku ingin periksa, lowbatt versimu seperti apa"

"tidak mau! Hp ku privasiku, kau tidak bisa mengutak atiknya begitu saja"

"aku tidak akan memeriksa isinya, aku hanya ingin tahu seberapa jujur kau berbicara"

"tidak mau!"

"keluarkan hp mu atau akau akan mengambilnya secara paksa?"

"kenapa kau mendadak jadi diktator begini!"

"kau yang memaksaku, mana keluarkan hp mu"

"aisssh! Menyebalkan!" dengan sangat terpaksa akhirnya Yesung mengeluarkan hp nya dan meenyerahkannya dengan kasar pada Siwon"

Siwon langsung mengatifkan hp tersebut begitu benda hitam itu beradadalam genggamannya.

"oh, jadi baterai 78% versimu sudah termasuk kondisi lemah huh? ternyata tuan muda memiliki standar yang sangat tinggi"

"tsk! Jangan menyindirku! Iya tadi aku sengaja mematikan hp ku! Kau berisik meneleponku terus dan mengganggu acaraku dengan teman temanku!"

"oh jadi aku mengganggumu, aku hanya khawatir kau tidak berada di rumah dan tidak memberiku kabar sama sekali, kau bertingkah aneh dan sengaja menghindariku belakangan ini, dan tadi Appa bilang kau bahkan ke London minggu lalu untuk menyusulku, tapi apa? aku sama sekali tidak tahu, kau tidak mengabariku dan tidak menemuiku di London, kau bahkan sangat sulit untuk dihubungi, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau mendadak kembali berubah? Bukankah kita baik baik saja sebelum aku berangkat ke London?"

Percekcokan dalam keluarga kecil itu akhirnya tak bisa dihindari, Siwon yang tadinya berniat untuk berbicara baik baik jadi lepas kendali juga melihat sikap Yesung yang sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah.

Yesung sempat terdiam sejenak mendengar semburan Siwon, sepertinya ia juga tidak menyangka Siwon akan bereaksi seperti itu.

"kenapa kau hanya diam? jelaskan sebenarnya ada apa"

"tidak ada yang salah Siwon, memangnya apa yang berubah? Bukankah dari awal memang sudah kesepakatan kita untuk tidak mencampuri kehidupan pribadi masing masing? aku bebas melakukan semauku, dan kau juga bebas melakukan semaumu"

"aku pikir rumah tangga kita sudah mulai bekerja"

"bekerja? Apa maksudmu dengan bekerja? dari awal kita sudah sama sama sepakat Siwon, jangan berpura pura tidak mengerti atau ingin merubah kesepakatan kita sekarang"

"mungkin memang hanya aku yang salah mengartikan" ujar Siwon pelan akhirnya, sepertinya ia memang terlalu cepat mengambil kesimpulan kemarin soal rumah tangga mereka yang sudah mulai bekerja layaknya rumah tangga pasangan lainnya, ia lupa bahwa tak akan semudah itu untuk menaklukkan hati dan merubah the great Kim Yesung.

Keheningan akhirnya mendominasi keduanya, tak ada yang bersuara dan tak ada juga yang beranjak dari sana, padahal jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

"bukankah tadi kau bilang kalau kau sudah sangat mengantuk? Pergilah ke kamar, sudah tidak ada yang ingin aku bicarakan lagi"

"aku juga sudah tidak mengantuk lagi"

Keduanya kembali terjebak dalam diam, tenggelam dalam pikiran masing masing.

Ada sejuta kesalahpahaman dan pertanyaan yang harusnya mereka diskusikan, namun tak ada yang mampu membuka suara, keduanya memilih untuk tetap menyimpulkan masing masing sendiri.

Siwon melirik Yesung yang tertunduk diam disampingnya, bau alkohol itu masih terasa menyengat, karena Yesung memang duduk sangat dekat dengannya, tak biasanya juga Yesung mau duduk sedekat itu dengannya, apalagi kondisinya tadi mereka sudah bisa dipastikan akan berdebat.

Entah mendapat dorongan dari mana, Siwon mendadak meraih tengkuk Yesung dan meraup penuh bibir merah beroma alkohol istrinya tersebut.

Yesung kaget tentu saja, ia sama sekali tak menduga Siwon akan menciumnya disaat seperti ini, Siwon marah ia tahu, jadi kissing dalam keadaan seperti ini benar benar tidak ada dalam perkiraan Yesung.

Tapi Yesung juga tak mendorong tubuh Siwon untuk menjauh, ia membiarkan Siwon menguasai bibirnya, ia tak membalas, hanya membiarkan Siwon melakukan apa yang ingin ia lakukan, mungkin begini cara Siwon melampiaskan kekesalannya?

Cukup lama Siwon mengulum dan menghisap bibir istrinya, sepertinya sisa alkohol yang masih tertinggal di bibir manis itu membuat Siwon kecanduan.

Siwon baru melepas bibir Yesung saat tangan mungil istrinya memukul bahu Siwon pelan.

"maaf" bisik Siwon merasa bersalah melihat Yesung tengah kesulihatan mengatur nafas.

Yesung tak merespon, memilih fokus menstabilkan pernafasannya kembali, berciuman dengan Siwon selalu membuatnya seperti ini, sesak dan memabukkan disaat yang bersamaan.

"kenapa kau mendadak menciumku?" tanya Yesung saat ia sudah kembali bisa menstabilkan nafasnya.

"apa perlu ada alasan bagiku untuk mencium istriku?"

Yesung membuang mukanya kearah lain menghindari tatapan Siwon, ia paling benci saat Siwon menatapnya dengan lembut seperti ini, membuatnya jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

"jadi benar kau ke London minggu lalu?" Siwon kembali membahas soal London karena tadi Yesung masih belum menjawab pertanyaannya yang satu ini. Dan Yesung menjadi kesal lagi saat Siwon kembali mengungkit soal London, ia jadi teringat lagi soal kejadian di hotel malam itu, kejadian sangat menyakitkan yang benar benar ingin dihapus Yesung dari memorinya.

"Yesung?"

"ya, aku ke London minggu lalu"

"kenapa kau tidak mengabariku?"

"untuk apa? aku ke London bukan untuk menemuimu"

"setidaknya kau tetap harus memberitahu aku, kau menggunakan alasan untuk menemuiku pada Appa, dan aku sama sekali tidak tahu apa apa saat Appa menanyaiku soal kegiatanmu di London, aku terlihat tidak bertanggung jawab di mata Appa"

"aku tidak bermaksud untuk seperti itu, lain kali aku akan memberitahumu soal kemana aku pergi agar kau tetap terlihat sempurna di mata Appa"

"Yesung!"

"iya iya aku tahu, jangan marah"

"aku serius Yesung, Appa mempercayakanmu padaku, kalau kau memang ingin aku tetap berpegang pada perjanjian kita dulu, setidaknya buat alasan kita singkron, jangan sampai saat Appa bertanya mengenai keberadaanmu padaku, dan aku tidak tahu, hal itu nanti akan membuat Appa curiga"

"iya aku tahu, aku akan memberitahumu mulai dari sekarang, tapi jangan pernah membatasiku"

"selagi kau bisa menjaga sikap dan tidak membuat masalah seperti kemarin malam, aku tidak akan ikut campur dengan urusan pribadimu"

"iya, maaf soal kejadian kemarin malam, tapi serius Siwon, ahjussi itu yang kurang ajar! Kau tahu? Dia mengajakku tidur" adu Yesung.

Ia tak berniat memberitahu Siwon soal alasan kenapa ia terlibat baku hantam dengan seseorang tadi malam sebenarnya, namun entah mengapa tanpa sadar lidahnya berucap dengan sendirinya dan mengadu pada Siwon, suaminya.

"mwo?! tidur?! ah kurang ajar! Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?! Kalau aku tahu kejadiannya seperti itu aku akan menuntut namja itu!" Siwon langsung tersulut emosi mendengar pengakuan Yesung, mana rela ia ada namja lain yang merayu istrinya dan sampai mengajaknya tidur.

"percuma kau emosi sekarang Siwon, aku sudah memberinya pelajaran kemarin"

"kau yakin dia tidak menyentuhmu? Tidak menyakitimu?" Siwon meraih tangan Yesung untuk mendekat kearahnya dan memeriksa apa ada bagian tubuh istrinya yang lecet.

"jangan berlebihan Siwon, aku tidak kenapa napa, lagipula aku bukan anak kecil lagi, hal seperti itu sudah biasa bagiku"

Sebuah tamparan kersa kembali memukul Siwon, ia sempat lupa siapa sebenarnya istrinya tersebut, tentu saja hal hal seperti itu bakan lagi hal yang baru bagi Yesung, mungkin karna kebetulan saja namja yang semalam mengajaknya bermain bukan tipe Yesung, jadi Yesung menolaknya, kalau saja namja yang mengajak itu sesuai dengan standar dan selera Yesung, mereka pasti sudah berakhir di kamar hotel malam itu.

Shit!

Siwon paling benci saat bayangan Yesung dengan kehidupan bebas dan liarnya sudah menghampirinya, sebisa mungkin Siwon ingin pemikiran itu tidak pernah mampir ke pemikirannya, ia ingin tetap menganggap Yesung sebagai namja manis yang manja dan keras kepala, tidak lebih dari itu.

"sudah hampir pukul tiga, sebaiknya kita tidur sekarang" ujar Siwon langsung bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar.

Yesung hanya mengangkat bahu tak mengerti dengan sikap Siwon yang mendadak berubah, ia ikut bangkit dari sofa dan menyusul Siwon menuju kamar mereka.

.

.

.

Kehidupan rumah tangga Siwon dan Yesung berjalan datar sejak malam itu, tidak ada pertengakaran yang berarti, dan tak ada juga kemesraan yang kentara.

Mereka seperti benar benar kembali pada kesepakatan awal mereka, menjalani rumah tangga layaknya mereka berteman, mereka masih saling berbagi dan saling menceritakan kehidupan masing masing, namun tak samapi harus mencampuri.

Yesung bebas melakukan apa saja yang ingin dilakukannya selama ia bisa mejaga sikapnya, dan begitupun dengan Siwon, ia bebas melakukan apa saja, Yesung tak lagi begitu peduli mengenai hubungan Siwon dengan Donghae, baginya mereka benar benar hanya sebatas teman saat ini, jadi tak masalah kalaupun memang Siwon menjalin hubungan dengan Donghae, itu haknya.

Keduanya bahkan bisa mengelabuhi Mr Kim dan juga publik, bahwa rumah tangga mereka benar benar harmonis, karena mereka akan selalu datang bersama dan terlihat mesra di setiap acara acara formal perusahaan, atapun saat ada rekan bisnis Siwon yang mengadakan pesta dan sejenisnya, keduanya akan mempertontonkan kemesraan mereka di depan publik, hingga membuat Mr Kim benar benar percaya bahwa putranya benar benar telah berubah, Siwon telah berhasil membuat putranya jatuh cinta padanya.

.

.

.

.

.

=to be continued...=

.

.

Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin...

Selamat menempuh bulan suci Ramadhan dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman teman yang menjalankan^^

Mohon maaf kalau lily ada salah salah kata dan bikin teman semua tidak berkenan yaaa~~~

Oke here is the update, lagi puasa, jadi ratenya harus yang aman aman aja dulu yaa ;D

Semoga tetap pada suka dan tetap ninggalin review buat penyemangat lily dan juga buat kebaikan chapter depan,

For those who've read and kindly leave me any review, lily ucapkan terima kasih banyak,

See you~~