Title : Married Without Dating
Author : lilily
Pairing : YeWon
Genre : Family Romance
Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere
Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?
.
.
.
.
.
to welcome the Prince back...
.
.
And aslo... i know how it feels to be a reader from an abandon fic,
So, Here I Am
an update to finish what i've been start before,
hope you guys enjoy it,
happy reading!
.
.
.
=Chapter Lalu=
.
.
.
Kehidupan rumah tangga Siwon dan Yesung berjalan datar sejak malam itu, tidak ada pertengakaran yang berarti, dan tak ada juga kemesraan yang kentara.
Mereka seperti benar benar kembali pada kesepakatan awal mereka, menjalani rumah tangga layaknya mereka berteman, mereka masih saling berbagi dan saling menceritakan kehidupan masing masing, namun tak sampai harus mencampuri.
Yesung bebas melakukan apa saja yang ingin dilakukannya selama ia bisa mejaga sikapnya, dan begitupun dengan Siwon, ia bebas melakukan apa saja, Yesung tak lagi begitu peduli mengenai hubungan Siwon dengan Donghae, baginya mereka benar benar hanya sebatas teman saat ini, jadi tak masalah kalaupun memang Siwon menjalin hubungan dengan Donghae, itu haknya.
Keduanya bahkan bisa mengelabuhi Mr Kim dan juga publik, bahwa rumah tangga mereka benar benar harmonis, karena mereka akan selalu datang bersama dan terlihat mesra di setiap acara acara formal perusahaan, atapun saat ada rekan bisnis Siwon yang mengadakan pesta dan sejenisnya, keduanya akan mempertontonkan kemesraan mereka di depan publik, hingga membuat Mr Kim benar benar percaya bahwa putranya benar benar telah berubah, Siwon telah berhasil membuat putranya jatuh cinta padanya.
.
.
.
.
=Chapter Enam Belas=
.
.
.
.
.
"kenapa acaranya dadakan seperti ini Siwon? Minggu lalu kau sudah memberiku izin untuk ke Jepang weekend ini" sungut Yesung duduk di samping Siwon yang sedang focus mengemudi, keduanya kini dalam perjalanan menuju lokasi pesta anniversary pernikahan salah satu client penting perusahaan.
Yesung tadinya sedang packing karena besok pagi pagi sekali ia rencananya akan berangkat ke Jepang untuk urusan pribadinya dan akan menetap disana selama 3 hari, saat Siwon mendadak pulang dan meminta Yesung untuk menghentikan acara packingnya dan bersiap siap karena mereka akan menghadiri acara salah satu client penting Kim Corp.
Yesung protes tentu saja, ia sudah meminta izin pada Siwon jauh jauh hari mengenai keberangkatannya ke Jepang, dan Siwon sudah memberi izin, lalu kenapa sekarang mendadak ada perubahan rencana?
"aku minta maaf Yesung ah, minggu lalu saat kau minta izin untuk ke Jepang aku benar benar lupa mengenai acara Mr Cha ini, aku baru ingat tadi siang saat sekretarisku mengingatkan jadwalku untuk malam ini"
"tsk menyebalkan!"
"jangan marah begitu, kalau kau memang ingin berangkat juga, aku akan membantumu packing nanti malam dan biar ku antar ke bandara besok pagi pagi sekali"
Tuan muda kita sepertinya sudah terlanjur kesal, ia tidak merespon tawaran Siwon dan justru membuang pandangannya ke luar jendela sambil melipat kedua tangganyya di depan dada.
Siwon hanya bisa mengangkat bahu dan memiih untuk tidak lagi mengeluarkan suara, setelah menikah dengan Yesung selama lebih kurang 3 bulan Siwon sudah mulai hafal, diam adalah cara terbaik untuk menghadapi Yesung yang sedang kesal.
20 menit kemudian Siwon dan Yesung tiba di lokasi pesta, dan tidak peduli betapa kesalnya ia dengan perubahan jadwal mendadak dari Siwon saat ini, ia tahu ia harus bisa berakting menampilkan kemesraan dihadapan semua orang.
So disinilah Yesung, memasang senyuman terbaiknya saat Siwon membukakan pintu mobil untuknya dan menjawab uluran tangan Siwon dengan lembut.
Untuk sepersekian menit Siwon sempat terpukau dengan senyuman manis istrinya, sampai akhirnya Siwon sadar kalau senyuman itu hanyalah akting belaka.
Siwon memang sudah cukup terbiasa dengan akting Yesung selama sebulan belakangan ini, ia akan bertingkah sangat manis dan mempertontonkan kemesraannya dengan Siwon dihadapn publik seperti ini, agar publik dan juga Appanya sendiri Mr Kim percaya bahwa rumah tangga mereka baik baik saja, padahal dibalik semua itu, mereka sangat jarang bertukar sapa.
Memang mereka masih tinggal dalam satu atap dan tidur dalam satu ranjang, namun percakapan yang terjadi antara mereka hanya satu atau dua patah kata, bahkan kadang tidak ada sama sekali, karena saat Siwon berangkat ke kantor Yesung masih belum bangun, dan saat pulang dari kantor sangat ia sangat jarang sekali mendapati Yesung sudah berada di rumah, kalaupun kadang Siwon pulang malam karena pekerjaan yang menumpuk di kantor, ia sudah mendapati Yesung sudah tertidur.
Karena kondisi ini pulalah Siwon sekarang lebih memilih menyibukkan dirinya dengan urusan pekerjaan di kantor, ia lebih memilih bergelut dengan tumpukan file pekerjaan hingga larut malam, karena dengan begitu Siwon bisa sedikit melupakan nasib rumah tangganya yang sepertinya memang sudah tidak bisa lagi di selamatkan, Yesung benar benar ingin membuat rumah tangga mereka berjalan sesuai dengan kontrak mereka, hanya akan bertahan sampai kondisi perusahaan kembali membaik serta mereka sudah menememukan pautan hati masing masing, dan sepertinya Yesung memang sudah menemukan apa yang dicarinya tersebut, serta kondisi perusahaanpun kini sudah kembali berangsur membaik, mungkin tinggal menunggu waktu saja sampai pernikahan seumur jagung ini harus resmi diakhiri.
Siwon bukannya tidak ingin mempertahankan rumah tangganya, ia sangat ingin, hanya saja ia tidak bisa berjuang dan bertahan sendiri, ia juga tidak ingin memaksa Yesung, jadi mungkin mereka memang harus mengambil jalan terbaik, dan mencari kebahagiaan masing masing, bersamanya Yesung tak bahagia, dan bersama Yesung dengan sikapnya yang seperti ini, Siwon juga tidak bahagia.
"Siwon"
Bisikan dan juga remasan Yesung di tangannya menyadarkan Siwon kembali dari lamunannya, dengan senyuman lembut Siwon akhirnya menggandeng Yesung memasuki tempat acara, dan berbaur bersama para tamu undangan yang lain.
Obrolan mereka tidak jauh jauh dari seputar bisnis, yang sebenarnya membuat Yesung sangat pusing dan bosan berada disana lama lama, namun mengingat mereka harus tetap bisa mengelabuhi publik, Yesung berusaha semaksimal mungkin untuk terlihat senang dan santai berada disana.
.
.
.
"Siwon, kau melamun lagi huh?" Donghae menghampiri Siwon yang tengah berdiri menatap hamparan kota Seoul dari sisi kaca besar di ruangannya sambil melipat kedua tanggannya di depan dada.
CEO muda itu sepertinya tengah banyak pikiran belakangan ini, ia bahkan tidak mendengar Donghae mengetuk pintu dan juga tidak menyadarinya saat ia masuk tadi, bahkan ini sudah ketiga kalinya dalam minggu ini saat Donghae masuk keruangan Siwon untuk mengantarkan file yang harus ditanda tanganinya, CEO muda tersebut tidak menyadari kedatangannya.
"ada apa Hae?" tanya Siwon begitu ia menoleh dan melihat ada setumpukan berkas di tangan Donghae, ia akhirnya kembali berjalan menuju kerjanya.
"ini laporan kegiatan cabang di London dari minggu lalu" ujar Donghae sambil meletakkan setumpuk berkas itu di meja Siwon.
"baiklah, aku akan memeriksanya nanti, terima kasih sudah mengumpulkannya dengan cepat Hae" ujar Siwon sambil memijat kepalanya dengan pelan, ia sedang tidak fit untuk membaca grafik grafik statistik yang ada dalam laporan itu sebenarnya, bahkan mungkin ia seharusnya beristirahat saja dirumah saat ini, karena kepalanya pusing berat sejak tadi malam dan pandangannya sedikit berkunang kunang, namun Siwon benci harus berdiam diri dan tidak ada kegiatan di rumah, ia butuh pekerjaan untuk menyibukkan dirinya, agar ia tidak terus memikirkan Yesung yang sejak empat hari lalu berangkat ke Milan entah untuk acara apa, yang pasti ia harus menutupi semua itu dari mertuanya.
"Siwon kau baik baik saja?" tanya Donghae khawatir melihat Siwon yang terlihat sangat tidak fit dan tidak fokus.
"aku baik baik saja Hae, kembalilah ke ruanganmu"
"tapi kau terlihat sangat kacau, apa Yesung masih belum kembali?"
Siwon hanya menggeleng pelan sebagai jawaban.
Donghae mengehembuskan nafasnya pelan, ia tahu persis apa yang tengah terjadi dalam rumah tangga atasannya tersebut, Siwon selalu bercerita padanya.
Minggu lalu setelah kembali dari Jepang, Yesung hanya menetap di Korea selama dua hari, setelahnya ia kembali bertolak menuju Milan, untuk acara yang ia juga tidak memberi tahu Siwon secara detail, namun yang pasti Yesung meminta Siwon untuk merahasiakan kepergiannya dari sang Appa.
"Pernikahan kalian sepertinya mulai tak sehat, terutama untukmu Siwon, kau harus segera berbicara baik baik dengan Yesung, atau akhiri saja semuanya"
Siwon menoleh dengan cepat begitu mendengar kalimat terakhir Donghae.
Mengakhiri pernikahannya dengan Yesung? Sejujurnya pemikiran inipun sempat beberapa kali hinggap di kepala Siwon belakangan ini, namun apakah ini akan jadi keputusan yang tepat? Bukankah Mr Kim akan sangat kecewa padanya? Tapi seperti yang dikatakan Donghae barusan, pernikahan ini memanag sudah mulai tak sehat untuknya, haruskah ia masih mempertimbangkan atasannya saat ia sendiri tersiksa karenanya?
"aku bukannya tak mendukung hubunganmu dengan Yesung, Siwon. Kau tahu aku orang yang paling bersemangat saat mendengar bahwa presdir menjodohkanmu dengan putranya, tapi setelah melihat bagaimana tingkah Yesung mempengaruhimu sejak empat bulan pernikahan kalian, aku tidak suka melihatnya, Yesung masih dengan santai dan bebasnya menikmati dunianya, sementara kau disini tertekan pikiran harus menutupi tingkahnya dari Presdir Kim dan mencintainya secara sepihak, tidak peduli seberapa besar aku mengagumi Yesung, tetap saja sebagai sahabatmu aku tidak suka melihat kau seperti ini"
"tolong tinggalkan aku sendiri Hae, aku sedang tidak bisa berfikir jernih saat ini, dan tolong sekalian informasikan Yuri, kalau ada yang mencariku setelah ini, katakan kalau aku sedang tidak bisa diganggu dalam tiga jam kedepan"
"baiklah, aku permisi" ujar Donghae bangkit dari tempat duduknya, ia harap Siwon akan merasa jauh lebih baik nanti.
.
.
.
.
Drrrrtt...
Drrttt...
Drrrtttt...
Siwon yang baru saja berhasil memejamkan matanya sekitar 10 menit yang lalu terpaksa kembali membuka matanya saat menengar getaran HP nya, siapa yang menelepon tengah malam begini? Seingatnya tadi jam sudah menunjukkan hampir pukul 2 dini hari.
"Appa?" gumam Siwon heran begitu melihat nama mertuanya yang tertera dilayar handphonenya yang tengah meneleponnya tengah malam begini.
"halo Appa"
"Siwon apa kau sudah tidur? Maaf Appa mengganggumu tengah malam begini"
"ah tidak apa Appa, aku baru saja hendak tidur, ada apa Appa menelepon tengah malam begini?"
"Appa ingin berbicara dengan Yesung, Appa tidak bisa menghubunginya, nomornya tidak aktif"
DEG!
Siwon langsung panik begitu mertuanya mengatakan ingin berbicara dengan Yesung, apa yang harus ia katakan? Ia sendiri bahkan tidak tahu dimana keberadaan Yesung saat ini, istrinya itu hanya pamit untuk ke Milan beberapa hari yang lalu, dan belum kembali sampai saat ini.
Siwon bukannya tak pernah menghubungi Yesung, tapi nomornya selalau tidak aktif tiap kali Siwon menghubunginya.
"Siwon?" panggil Mr Kim lagi merasa tak mendapat respon daari menantunya tersebut.
"oh ma- maaf Appa, aku sedikit mengantuk hehe" Siwon mencoba tertawa untuk menghilangan ketegangan dan rasa paniknya, ia masih belum tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.
"jadi mana Yesung? Ada yang ingin Appa sampaikan padanya"
"Ye- Yesung sudah tertidur Appa, tadi ia mengatakan kurang enak badan"
"bangunkan saja Siwon, ada hal penting yang harus Appa bicarakan dengannya"
"apa tidak bisa besok saja Appa? Atau tidak bisa aku saja yang menyampaikan padanya besok? Aku tidak tega membangunkannya Appa"
"harus sekarang Siwon, Appa ingin menyampaikannya langsung padanya"
"baiklah Appa, tunggu sebentar aku bangunkan Yesung dulu"
"Yesung... Yesung ah, bangun... Appa ingin berbicara denganmu" Siwon tertawa miris di dalam hati, ia seperti orang gila saja berbicara dengan bantal guling, membangunkan Yesung yang keberadaannya entah dimana.
"Siwon..."
"Yesung tidak mau bangun Appa, bagaimana kalau besok saja Appa ber-"
"Siwon cukup, sampai kapan kau akan menutupinya dari Appa?"
"m- maksud Appa?" Siwon sudah punya firasat tak baik, Mr Kim sepertinya sudah mengetahui rahasianya dengan Yesung.
"kenapa kau masih mencoba menutupi kelakuan Yesung dari Appa?"
"menutupi bagaimana maksud Appa? Aku masih tidak mengerti"
"sudahlah Siwon, Appa tahu saat ini Yesung tidak berada dirumah, bahkan dia mungkin sudah sering meninggalkan rumah seperti ini, hanya saja ia tidak pernah ketahuan selama ini, tapi kali ini ia kecolongan dan hampir semua media kini memberitakannya yang tengah berpesta dengan teman temannya di Milan dan kau tidak terlihat tengah berada bersamanya disana"
"mwo?! Yesung ketahuan media?! Appa aku bisa jelaskan kenapa aku menutupinya dari Appa selama ini, Yesung ti-"
"kau tidak perlu menjelaskannya pada Appa sekarang Siwon, telepon Yesung dan suruh dia pulang, Appa sudah menyerahkan Yesung padamu, Appa percayakan kau bisa mengurusnya, Appa tunggu kalian di rumah secepatnya"
"ba- baiklah Appa"
"ya sudah Appa tutup dulu teleponnya"
"ne Appa"
Siwon langsung mengecek pemberitaan media begitu sambungan dengan mertuanya terputus, dan benar saja, hampir saja semua site news entertainment dan juga ekonomi memberitakan tentang keberadaan Yesung di Milan yang tidak bersama dengannya dan tengah berpesta di sebua bar elit dengan teman temannya.
Yesung yang mengacaukan semuanya, bukankah ia sudah berjanji untuk berhati hati agar tidak ketahuan media? Sekarang kalau sudah ketahuan begini apa yang bisa ia lakukan? Terutama apa yang harus ia jelaskan pada mertuanya nanti, karena Mr Kim selama ini sudah percaya kalau mereka sudah bisa saling menerima dan menjalani pernikahan mereka dengan harmonis.
Siwon kembali mencoba menghubungi nomor Yesung, yang untungnya kali ini aktif.
"halo" suara serak khas bangun tidur terdengar menjawab diseberang sana, Yesung sepertinya baru bangun tidur, membuat Siwon sedikit mengerutkan keningnya, bukannya disana masih sore? Tumben sekali Yesung sudah tidur?
"Yesung ini aku Siwon"
"hmm.. ada apa kau menghubungiku Siwon? Besok aku akan pulang, sekarang jangan menggangguku dulu, aku mengantuk dan ingin tidur"
"Yesung tunggu!" panggil Siwon cepat sebelum Yesung memutuskan sambungan teleponnya.
"ada apa lagi Siwon? Aku sangan mengantuk"
"kenapa kau sudah mengantuk saja? Bukankah masih sore disana? Kau sengaja tidur dulu sekarang biar nanti malam tidak mengantuk saat berpesta lagi dengan teman temanmu huh?"
"tsk aku sedang tidak ingin berdebat sekarang Siwon, sudah aku tutu-"
"Appa tahu kau tengah berada di Milan" ujar Siwon sebelum Yesung sempat menutup teleponnya.
"mwo?! Appa tahu? Kenapa bisa? Kau memberitahu Appa? Siwon kau melanaggar kesepakatan kita!" rasa kantuk Yesung langsung hilang mendengar Siwon mengatakan kalau Appanya sudah tahu mengenai keberadaannya di Milan.
"sebelum kau berasumsi sendiri dan menuduh sembarangan, silahkan cek dulu handphonemu dan lihat pemberitaan media, tuan muda, lihat siapa yang sebenarnya telah melanggar kesepakatan kita"
Yesung sudah langsung bisa menebak apa yang telah terjadi begitu mendengar ucapan Siwon, ia bahkan tidak sempat protes mengenai panggilan tuan muda dari Siwon untuknya, ia segera meraih handphonenya satu lagi dan mengecek pemberitaan media.
"oh shit! Damn you paparazy!" umpat Yesung begitu melihat bagaimana mereka berhasil merekam dan memberitakan mengenai pestanya bersama teman temannya disebuah bar elit disalah satu sudut kota Milan kemarin malam.
"disini sudah terlalu malam dan aku sudah terlalu lelah dan mengentuk untuk sekedar mendengar umpatanmu Yesung, cancel acara apapun yang telah kau rencanakan untuk malam ini dengan teman temanmu dan pulang sekarang juga, Appa menunggu kita dirumah secepatnya, aku mau istirahat dulu"
Tanpa menunggu respon dari Yesung, Siwon sudah mematikan hp nya, rasa kesal yang teramat sangat membuat Siwon tidak ingin berbicara lama lama dengan istrinya tersebut saat ini, ia benar benar lelah secara fisik dan mental saat ini, semoga ia bisa segera tertidur dan bangun dengan kondisi yang lebih baik besok pagi.
.
.
.
Siwon tak punya muka untuk menemui Mr Kim keesokan harinya dikantor, ia masih tidak tahu apa yang harus ia jelaskan pada mertuanya tersebut untungnya hari ini mertuanya tersebut tidak datang ke kantor`
Sejak satu bulan yang lalu Mr Kim tidak lagi rutin datang ke kantor, ia sudah menyerahkan perusahaan sepenuhnya ke tangan Siwon, ia hanya akan datang saat ada rapat penting perusahaan atau saat benar benar sedang bosan berdiam diri di rumah.
Siwon pikir hari ini ia sudah harus melayani para awak media yang pasti akan menemuinya dengan dirilisnya berita mengenai kebeadaan Yesung di Milan tadi malam, tapi mertuanya mungkin sudah melakukan sesuatu, hingga tidak ada wartawan yang menunggunya di kantor, dan pemberitaan mengenai pesta tersebut-pun sudah berkurang drastis, setidaknya ia tidak harus kembali banyak berkilah dan mengarang cerita untuk menutupi semua kelakuan Yesung di depan para pemburu berita.
Drrrttt...
"Siwon aku sudah berada di rumah, apa kau sedang di kantor? Appa ada disana?" sebuah pesan dari Yesung.
"ya, Appa tidak ke kantor hari ini" balas Siwon pendek dan kembali melanjutkan perkerjaannya, ada beberapa berkas penting yang harus selesai diperiksanya hari ini, dan ia ingin fokus menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun pesan dari Yesung barusan berhasil membuat konsentrasi Siwon pecah, ia tidak bisa fokus memeriksa laporan yang tadi pagi diantarkan Yuri sekretarisnya ke ruangannya tersebut.
Tok tok tok
"Sajangnim, apa saya boleh masuk?" suara Donghae terdengar dari luar, tumben sekali dia bersikap formal seperti itu.
Siwon memilih untuk tidak merespon, ia tahu direspon ataupun tidak Donghae akan tetap masuk.
Siwon berjalan menuju sofa di ruangannya, otaknya sedang tidak bisa dipaksakan untuk melanjutkan pekerjaan.
"ada apa Hae? Kalau kau kesini untuk menjemput laporan yang kemaren kau serahkan, masih belum aku periksa"
"tadinya aku memang berencana untuk mengambil laporan tersebut, tapi ya sudahlah periksa saja kapan kau punya waktu" ujar Donghae sembari duduk disamping Siwon.
"apa kau masih belum merasa baikan?" tanya Donghae lagi.
"harusnya aku sudah jauh lebih baik pagi ini, tapi berita tadi malam membuatku makin stress, kau pasti juga sudah membaca beritanya bukan?"
"ya aku baru tahu tadi pagi, apa respon presdir?"
"dia minta penjelasan tentunya, dan aku masih belum bisa memikirkan bagaimana menjelaskan semuanya pada presdir nanti"
"apa kau sudah bisa menghubungi Yesung?"
"aku suah berhasil menghubunginya dan memintanya untuk pulang tadi malam, dia sudah berada di Seoul sekarang"
"lalu apa yang-"
Ceklek!
Pintu ruangan Siwon terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu, membuat Siwon dan Donghae sontak menoleh kearah pintu.
"oops! Sorry apa aku mengganggu?" Yesung dengan wajah dinginnya berdiri di pintu ruangan Siwon, ia tak melangkah masuk, keberadaan Donghae disana membuat mood Yesung langsung memburuk, kenapa ia harus selalu melihat Donghae tengah bersama dengan suaminya tiap kali ia datang ke kantor? Apa setiap hari mereka memang selalu bersama seperti ini? Donghae punya ruangan sendiri bukan? Okelah mereka punya hubungan spesial, tapi ini kan jam kerja? Apa mereka selalu harus berduaan seperti ini? Tidakkah Donghae tahu Siwon sudah berkeluarga? Setidaknya jagalah jarak dengannya di depan orang orang, apa kata orang nanti melihat menantu keluarga Kim selalu terlihat bersama dengan namja lain, dan bukan dengan istrinya sendiri?
"tsk! Menyebalkan!" Yesung berdecak kesal dalam hati, ia cemburu berat.
"Yesung masuklah" ujar Siwon tak kalah dinginnya, Siwonpun sedang kesal, kesal sangat dengan Yesung saat ini, keduanya sama sama tengah dilanda kecemburuan.
Poor Donghae terjebak dalam suasana canggung namun menegangkan seperti ini, pergi dari sana adalah opsi terbaik bagi Donghae.
"sajangnim, saya permisi dulu" Donghae bangkit dari duduknya, membungkuk sekilas kearah Siwon dan juga Yesung yang hanya menggeser badannya sedikit saat Donghae hendak melewati pintu.
"kenapa kau hanya berdiri disana? Masuklah" ujar Siwon sekali lagi melihat Yesung yang masih setia berdiri di dekat pintu.
"kenapa dia selalu berada disini setiap kali aku kesini Siwon?" tanya Yesung akhirnya tak bisa lagi menyembunyikan pertanyaan yang selama ini selalu mengganjalnya, ia berjalan menghampiri sofa dan duduk tak jauh dari Siwon.
"siapa? Donghae?"
"siapa lagi"
"karena dia juga bekerja disini Yesung, kau masih belum tahu kalau Donghae memegang salah satu posisi penting diperusahaan?"
"tapi dia memiliki ruangan sendiri bukan? Kenapa aku selalu bertemu dengannya disini, apa karena dia sudah berada disalah satu posisi penting perusahaan makanya dia bisa bertingkah sesukanya dan bersantai diruanganmu?"
"apa kau sengaja datang kesini dari Milan hanya untuk mempermasalahkan keberadaan Donghae di ruanganku? Ada masalah lain yang jauh lebih serius yang harus kita bicarakan Yesung, jangan bertingkah seperti tak terjadi apa apa, kau sudah membuat masalah yang besar kemaren""
"tsk bela saja terus dia" Yesung mendumel tak jelas, Siwon benar benar membela dan melindungi Donghae, sakit sekali rasanya.
"apa?" Siwon tak bisa mendengar dengan jelas dumelan Yesung.
"lupakan, apa yang kemaren sudah dikatakan Appa padamu?" Yesung akhirnya kembali ke tujuan awalnya mendatangi Siwon di kantor.
"Appa tidak bicara banyak, ia hanya meminta kita untuk segera menemuinya"
"Appa tidak terdengar marah? Tumben sekali Appa tidak menghubungiku langsung, biasanya ia akan langsung meneleponku dan menceramahiku panjang lebar kalau sudah diliput paparazy seperti itu"
"Appa terdengar sangat kecewa, Apalagi aku juga ikut membohongi Appa, dia sudah percaya padaku pada kita, tapi kita malah mengecewakannya, dia tidak menghubungimu langsung karena dia sudah menyerahkan tanggung jawabmu padaku, ia mempercayakan aku sebagai suamimu untuk menegur dan mengajarimu"
Yesung tertunduk diam mendengar ucapan Siwon, jauh didalam lubuk hatinya ia merasa bersalah, bersalah terhadap Appanya.
Sejujurnya Yesung sudah tak lagi ingin berpesta pora dan berhura hura seperti dulu, hanya saja rasa kesal, cemburu dan egonya membuat Yesung kembali pada kehidupan semi-kelamnya tersebut.
"sorry untuk keteledoranku kemaren" ujar Yesung akhirnya.
Siwon hanya menghembuskan nafas berat mendengar permintaan maaf Yesung, ia tak terlihat menyesal sama sekali.
Keduanya terjebak dalam suasana diam, ada begitu banyak hal yang sebenarnya perlu mereka bicarakan, namun tak satupun dari mereka bisa mengungkapkan.
Bahkan malamnya saat keduanya akhirnya datang menghadap Mr Kim, tak banyak kata yang keluar dari mulut keduanya, hanya permintaan maaf saja yang terlontar dari mulut Yesung dan Siwon terhadap sang Appa, tanpa ada penjelasan yang cukup bisa diterima logika.
Mr Kim kinipun sadar mungkin tak ada gunanya memaksakan mereka, kalau pernikahan membuat mereka seperti terpenjara, kini Mr Kim menyerahkan keputusan ke tangan keduanya.
.
.
.
Siwon makin menyibukkan dirinya di kantor, rencana pembukaan cabang baru di London beberapa bulan lalu akan segera direalisasikan, dan Siwon berencana untuk mengurus langsung cabang baru tersebut.
Siwon sudah beberapa kali membicarakan soal keinginannya untuk mengurus langsung cabang baru di London tersebut dengan Mr Kim, mertuanya.
Mr Kim awalnya tidak setuju dengan ide tersebut, kalau Siwon pindah ke London lalu siapa yang akan mengurus perusahaan induk di Korea.
"bukankah lebih baik kalau kita percayakan saja cabang di London tersebut pada salah satu manager devisi terbaik kita? Kalau kau langsung yang turun tangan kesana lalau bagaimana dengan perusahaan disini? Siapa yang akan mengurusnya kalau bukan kau Siwon" ujar Mr Kim mengemukakan pendapatnya.
"aku rasa sudah saatnya Yesung mulai terjun mengurus perusahaan Appa, ada banyak orang kepercayaan kita juga disini untuk menuntunnya, Appa juga bisa mengawasi dan menuntunya untuk mulai memasuki dunia bisnis, cabang baru di London aku tidak bisa mempercayakannya pada orang lain, karena kita benar benar merintis dari awal dulu untuk cabang disana, jadi aku ingin turun tangan sendiri" Siwon memberi alasan.
"Yesung? Mengurus perusahaan disini? Kau tidak berencana untuk membawanya ikut denganmu kalau kau pindah ke London?"
"aku sudah pernah membicarakan soal kepindahanku ke London dengannya dan mengajaknya untuk ikut denganku kesana, namun Yesung menolak Appa, ia mengatakan ingin menetap di Korea saja.
"jadi aku berpendapat tak ada salahnya kalau kita mulai meminta Yesung untuk peduli dan mau terjun langsung mengurus perusahaan, cepat atau lambat dia harus turun tangan juga, dia penerus Appa satu satunya. Lanjut Siwon lagi.
Mr Kim terdiam mendengar penjelasan Siwon, pernikahan mereka benar benar sudah diujung tanduk sepertinya.
"baiklah Siwon kalau memang itu maumu, Appa serahkan semua keputusan padamu, kapan kau berencana untuk berangkat ke London?"
"rencananya akhir bulan ini Appa, kalau Appa mengizinkan"
"kita harus mengadakan rapat dulu sebelum kau berangkat ke London guna membicarakan kelangsungan perusahaan disini, apa kau sudah pernah berbicara dengan Yesung soal rencanamu melibatkannya dengan perusahaan?"
"ya, aku akan meminta sekretarisku untuk mengatur jadwal rapat secepatnya Appa, dan soal Yesung, aku belum membicarakan langsung dengannya mengenai hal ini, namun aku sudah pernah memberinya bayangan beberapa kali, aku akan berbicara serius mengenai hal ini dengannya nanti, aku rasa Yesung tidak akan menolak, kalau ia memang ingin menetap di Korea ia harus mau ikut mengurus perusahaan"
"baiklah, Appa serahkan soal Yesung padamu, buat ia bersedia terjun langsung ke perusahaan, nanti Appa akan ikut berbicara dengannya kalau ia menolak permintaanmu"
"ya Appa, nanti malam aku akan berbicara dengannya"
.
.
.
.
.
.
=to be continued...=
.
.
Haiii... masih ada yang ingat dengan Lily?
Well pertama sekali Lily mau minta maaf, ngilang lamaaa banget XD writers block dan kesibukan real life ngebikin Lily gak bisa buat update ff ini dalam waktu yang lama.
Lily balik buat nyelesain apa yang udah Lily mulai, masih adakah teman teman YeWon stan yang suka dan menunggu ff ini?
Please let me know through your reviews ya readerdeul...
Lily butuh tahu apakah ff ini masih ditunggu atau tidak, masih perlu dilanjut apa tidak, kalau teman teman masih ada yang menunggu, Lily akan lanjutin, walaupun Lily gak janji bisa update cepat XD
Oke sekian aja cuap cuap Lily, kritik dan sarannya ditunggu ^^
