Title : Married Without Dating

Author : lilily

Pairing : YeWon

Genre : Family Romance

Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!

Warning : bahasa non-baku and typos everywhere

Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?

.

.

.

Not sure when i'll be "home" again,

So...

.

HAPPY BIRTHDAY in advance KIM JONGWOON

.

.

.

.

.

.

.

This fiction written by a GHOST…

Lily has just woke up and come from her grave.

Not sure if everyone still here,

It has been years anyway,

Maybe everyone have move on

But Lily can't, she failed.

Failed miserably.

Failed to move on

From the mighty YEWON

So….

Even if no one here anymore,

She's still be here,

Writing fiction, for her self atleast,

It's okay if Lily is alone here,

She is a ghost anyway.

.

.

.

.

.

.

.

.

=Married Without Dating=

.

.

"Aku tahu dari awal kau tak pernah mencintaiku, dan akupun juga sama. Tapi kenapa kau harus menjebakku disini dan pergi begitu saja setelahnya" –Yesung.

"Aku tidak pernah membencimu, dan aku tahu kaupun sama. Aku pergi dengan alasan ini, karena semua bisa kembali seperti semula setelahnya" –Siwon.

.

.

.

.

.

=Chapter Tujuh Belas=

.

.

.

Menepati janjinya pada sang mertua untuk berbicara dengan Yesung mengenai rencana mereka untuk melibatkan Yesung dalam urusan perusahaan, kini Siwon tengah terlibat perdebatan ringan –menuju berat dengan Yesung.

Keduanya tengah duduk berhadapan di meja makan, niatnya tadi mau makan malam dengan tenang sambil mengobrol ringan, namun ternyata justru berakhir menjadi obrolan berat, urusan pekerjaan yang berakhir berat, dan tak satupun dari mereka yang berhasil menghabiskan porsi makan malam mereka.

"tau kau lagi lagi akan membahas soal kantor, lebih baik tadi aku makan dan menghabiskan malam di luar, Siwon"

"sampai kapan kau akan terus seperti ini, Appa mu sudah memperjuangkan perusahaan ini selama bertahun tahun hingga bisa sebesar sekarang, bagaimana bisa kau sebagai penerus satu satunya bersikap tidak mau peduli seperti ini terhadap perusahaan, kalau bukan kau, siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan ini kelak?"

"kan ada kau Siwon, Appa kan sudah mempercayakan perusahaan padamu, tentu saja kau yang akan meneruskan perusahaan ini setelah Appa"

"Aku? Memang aku siapa? Siapa aku dalam keluarga Kim?"

"kau kan suamiku! Menantu kesayangan Appa, kepercayaan Appa, sudah sewajarnya kau yang mengurus semuanya, kenapa harus melibatkanku segala!"

"sampai kapan?"

"apanya?"

"sampai kapan aku akan jadi suamimu?" pertanyaan super dingin dari Siwon sukses membuat Yesung yang tengah berapi api langsung bungkam.

Sampai kapan Siwon akan jadi suaminya? Sejujurnya Yesung tak pernah memikirkan hal itu, well kecuali dulu saat baru baru menikah dan ia masih dengan kerasnya menentang perjodohannya dengan Siwon.

Namun saat ini pemikiran untuk mengakhiri pernikahannya dengan Siwon tak lagi pernah singgah di pikirannya.

Benar pernikahan mereka tidak bekerja dengan baik –sangat jauh dari kata baik, namun Yesung tak pernah sampai memikirkan hidup tanpa Siwon.

Walaupun selama hampir 1 tahun menikah belum pernah sekalipun mereka melakukan hubungan intim-karena perjanjian pra nikah mereka bahwa mereka hanya akan menjalani pernikahan ini layaknya teman, tidak boleh ada romantika cinta di dalamnya, pernikahan ini hanya sampai kondisi perusahaan kembali membaik dan masing masing menemukan orang orang yang dicintai, namun nyatanya Yesung sudah lupa akan kesepakatan itu, kalau saja barusan Siwon tidak mengingatkan dengan pertanyaan sampai kapan ia akan jadi suaminya, mungkin Yesung sudah beranggapan selamanya Siwon akan menjadi suaminya.

Benar, dulu dia sendirilah yang ngotot menggaris bawahi bahwa pernikahan mereka ini sifatnya hanya sementara, namun nyatanya tanpa ia sadari ia telah menerima pernikahan ini.

Tentu saja hal itu belum pernah diakui Yesung di depan siapapun.

Perlakuan lembut dan baik Siwon terhadapnya selama ini walaupun ia masih bertingkah layaknya pemuda lajang tanpa tanggung jawab, Siwon yang selalu melindungi dan menutupi semua tingkah nakalnya dari sang Appa, Siwon yang seringkali mendekap dan memeluknya erat saat ia tidur, bahkan tak jarang ia terbangun masih dalam dekapan hangat suaminya tersebut.

Siwon mungkin berfikir bahwa apa yag dilakukannya tersebut tidak pernah disadari oleh si manis, karena Siwon tak pernah memeluk Yesung saat ia masih terjaga, dan paginya Siwon selalu jadi yang paling awal bangun dan menyiapkan sarapan, Siwon akan selalu bertingkah seolah tidak pernah terjadi apa apa antara mereka.

nyatanya namja manis tersebut sering terbangun di tengah malam dan mendapati dirinya tengah berada dalam pelukan hangat Siwon, sering juga sebenarnya Yesung bangun lebih awal, namun ia enggan bangkit dari tempat tidur karena tak ingin kehilangan dekapan hangat sang suami.

Yesung kadang suka bertanya sendiri, peran apa yang sebenarnya tengah dijalani Siwon, kenapa diam diam ia memperlakukannya dengan sangat baik dan lembut dan bersikap datar seolah tak pernah terjadi apa apa saat siangnya.

"Yesung"

Yesung tersentak saat mendengar Siwon memanggil namanya.

"kau belum menjawab pertanyaanku" tatapan Siwon masih sangat dingin dan tajam

"kenapa mendadak mempertanyakan hal ini? Kau ingin kita segera bercerai?" Yesung merespon tak kalah dingin.

"lebih cepat lebih baik, pernikahan kita sudah sangat tidak sehat untuk dipertahankan"

Sretttt

Bagai di sayat, Perih dan sakit sekali rasanya mendengar pernyataan Siwon, rasa perih itu menggores dalam hati keduanya.

Yesung tersenyum sinis, jadi ini akhir dari pernikahan mereka huh? Oke, dia bukan namja yang lemah, dia the great Kim Yesung.

"baiklah Siwon, kalau itu memang maumu, jadi kapan kita akan bercerai? Besok pagi? Atau sekarang juga kita langsung ke pengadilan? Aku bisa membuat mereka mengeluarkan akta cerai kita malam ini juga, mereka akan membuka kantor hanya untuk kita" Yesung berujar dengan sangat berapi api, ia marah se marah marahnya mendengar pernyataan Siwon.

Namun reaksi si tampan sungguh di luar dugaan, ia bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Yesung, dengan gerak yang tak diduga Yesung sebelumnya Siwon tiba tiba merunduk dan langsung memagut bibirnya.

Bahkan saat Yesung memberontak dan mendorong keras bahu Siwon, tetap saja ia kembali berhasil mengklaim bibir manis Yesung, dan kali ini Yesung pasrah, membiarkan siwon menguasai bibirnya, ciuman yang memabukkan ini sebenarnya sudah menjadi candu bagi keduanya.

"bukan ini yang sebenarnya ingin aku bahas denganmu malam ini" ujar Siwon sambil mengusap wajahnya kasar, sesaat setelah ciuman tak terduga mereka berakhir.

Yesung diam tak menanggapi, tatapannya kosong, ia tak tahu apa yang ia rasakan saat ini.

"kau tidur dan istirahatlah, kita bicarakan hal ini lain kali" Siwon melangkah menuju kulkas dan meraih kunci mobilnya yang terletak disana.

"aku akan keluar dan menginap di apartement Donghae malam ini" Ujar Siwon lagi sambil berjalan meninggalkan Yesung yang masih diam tak bergeming dari tempat duduknya.

Praaangg..!

Semua isi meja berakhir berkeping keeping di lantai, sedetik setelah Siwon meninggalkan kediaman mereka.

"Fuck you! Choi Siwon!" tangis Yesung tumpah bersamaan dengan sumpah serapah Yesung untuk suaminya, Choi Siwon.

"jadi sekarang kau sudah terang terangan mengenai hubunganmu dengan Donghae sialan itu huh? Karena itu kau ingin segera mengakhiri pernikahan kita? Brengsek kau Choi Siwon! Fuck! Fuck! Fuck!"

Yesung menghancurkan apapun yang bisa ia raih di dekatnya, ia tertawa keras bersamaan dengan air mata yang mengucur deras dari kedua mata indahnya, mengingat betapa brengsek dan jahat Choi Siwon, suaminya, menantu kebanggan dan kepercayaan Appanya tersebut.

.

.

Siwon kembali ke rumah keesokan paginya, mendapati rumah sudah dalam keadaan hancur berantakan, pecahan kaca dimana mana.

Siwon tersenyum kecut, ia tahu Yesung tidak berada di rumah, namja manis itu juga pasti juga langsung meninggalkan rumah setelah menyebabkan semua kehancuran ini semalam.

Siwon berjalan melewati kepingan pecahan kaca tersebut, kali ini ia tak ingin merapikan kekacauan yang telah di timbulkan Yesung, biarlah maid yang merapikannya saat berkunjung nanti, ia terlalu lelah untuk melakukan semuanya.

Siwon membuka pintu kamar dan menarik nafas lega saat mendapati kamarnya masih dalam kondisi rapi tak tersentuh, setidaknya Yesung tidak ikut menghancurkan kamar mereka.

Siwon langsung menghempaskan badannya di kasur tanpa berniat untuk mandi atau sekedar berganti baju terlebih dahulu.

Ada setumpuk pekerjaan yang harus ia selesaikan di kantor hari ini, terlebih akhir bulan depan ia sudah memutuskan akan pindah dan menetap di London untuk fokus membangun cabang baru disana, jadi benar benar tidak ada waktu bagi Siwon untuk bersantai dan membuang buang waktu, namun kali ini, untuk hari ini saja,ia ingin membolos, izinkan untuk hari ini saja ia tak muncul di kantor.

Siwon tak bisa memejamkan matanya barang sedetikpun tadi malam, Donghae memberinya privasi dengan tidak mempertanyakan apapun saat semalam ia tiba tiba saja tanpa pemberitahuan sebelumnya muncul di depan pintu apartement sahabatnya tersebut.

Donghae juga membiarkan Siwon memakai kamarnya sendirian dan memilih tidur di kamar lain. Ia tahu sahabatnya tersebut pasti terlibat pertengkaran lagi dengan Yesung, namun selama ini belum pernah Siwon sampai datang dan menginap di apartementnya seperti ini, mungkin kali ini pertengkaran mereka sudah memasuki level yang lebih tinggi, hingga Siwon memutuskan untuk menghindar.

Walaupun kadang sangat usil dan suka sekali menggoda Siwon, namun di saat saat seperti ini, Donghae tahu bahwa Siwon perlu waktu untuk menyendiri dan tidak di ganggu siapapun, jadi Donghae tidak akan bertanya, Siwon akan bercerita dengan sendirinya nanti.

Alasan Siwon mendadak meninggalkan rumah semalam karena ia takut tidak bisa mengontrol dirinya. Yesung tidak pernah mengerti dan melihat perasaannya, rasanya setiap hari Siwon bisa gila menahan perasaannya, ingin memiliki Yesung seutuhnya, fisik dan raganya, hati dan pikirannya, semuanya.

Dua orang bodoh yang saling mencinta dan sudah terikat ikatan suci pernikahan tersebut terperangkap kesalahpahaman yang tak pernah berujung.

Salah siapa? Salahkan mereka mereka keduanya yang saling sok tahu dan menyimpulkan semuanya sendiri, salahkan mereka yang sama sama memiliki ego dan tak mau saling membuka diri, salahkan mereka berdua yang sama sama buta dan beranggapan mencintai dalam diam seorang diri, padahal mereka sama, keduanya sama, saling mencinta, tapi buta.

.

.

.

Siwon benar benar tidak muncul di kantor siang itu,tanpa kabar.

"sajangnim sama sekali tidak memberi kabar alasan absennya hari ini, Yuri ssi?"

"Tidak ada Manager Lee"

"baiklah, kau lanjutkan pekerjaanmu, handle semua yang kau bisa semaksimal mungkin"

"baik manager Lee"

Donghae meninggalkan meja sang Sekretaris dan kembali ke ruangannya, ada sangat banyak dokumen yang harus diperiksa dan ditandatangani Siwon hari ini dan Siwon memilih untuk absen dari kantor?

Sepelik apa pertengkaran antara dirinya dan Yesung tadi malam? Belum pernah sekalipun Siwon menghilang dari kantor tanpa alasan seperti ini.

Sah sah saja sebenarnya bagi Siwon untuk sesekali tidak datang ke kantor, tidak akan ada yang berani menegurnya, hanya saja ini bukan sifat Siwon, ia tidak pernah meninggalkan pekerjaannya untuk alasan apapun sebelumnya.

.

Sang mertua, Tn. Kim Sanggun tidak terlalu kaget saat mendapat laporan dari Kangin, Sekretaris sekaligus orang kepercayaannya bahwa Siwon tidak masuk kantor hari ini.

Tadi pagi saat ia tengah sarapan, salah satu maid memberi tahu bahwa putranya Yesung pulang ke rumah tadi malam, sendirian, tanpa Siwon.

Tn. Kim tahu rumah tangga putranya sudah di ambang kehancuran, walau dalam hati ia masih berharap mereka bisa selamanya bersama, namun ia juga tidak akan memaksakan lagi kalau mereka berdua akhirnya sepakat untuk berpisah, dari pada membuat kedua anaknya menderita dan tidak bahagia.

Tn. Kim bersyukur setidaknya Yesung memutuskan untuk pulang dan berdiam diri di kamarnya, ketimbang kabur dan berpesta tidak jelas diluar seperti kejadian kejadian sebelumnya.

.

.

.

.

Tok tok tok…

"Yesung ah, Appa boleh masuk?" Tn. Kim memutuskan untuk mengajak putranya bicara saat tadi pulang kerja ia mendapat laporan dari para maid bahwa Yesung seharian ini mengurung diri di kamar.

"masuk saja Appa, tidak di kunci" terdengar sahutan Yesung dari dalam.

Sang Ayah sempat tertegun sebentar, ia pikir Yesung akan menolaknya dengan alasan sedang tidak ingin di ganggu. Ia memutar knop pintu dengan perlahan dan mendapati putranya tengah berselonjoran santai di kasur, sibuk dengan handphonenya.

"apa yang kau lakukan dengan hp mu seharian ini huh? Maid bilang kau sama sekali tidak keluar kamar hari ini" Tanya Tn Kim sambil duduk di sisi ranjang putranya.

"tidak ada Appa, aku hanya sibuk bermain game online" respon Yesung sambil tersenyum tipis, ia segera menyudahi permainannya dan mengenyampingkan hp nya, ia tahu Appanya pasti ingin berbicara serius dengannya.

Selama ini ia selalu menyembunyikan pertengkarannya dengan Siwon dari sang Appa, atau lebih tepatnya ia selalu meminta Siwon untuk menyembunyikan pertengkaran mereka dari sang Appa.

Namun tadi malam saat ia benar benar tengah marah dan sakit dengan perlakuan Siwon, tidak ada tempat yang lebih ingin ia datangi melebihi rumah dan kamarnya sendiri, yang artinya sama saja memberi tahu sang Appa bahwa ia tengah bertengkar dengan suaminya.

Mungkin ingin mengadu maksudnya, Tn Muda Kim?

"maid bilang kau pulang tadi malam, dan mengurung diri di kamar sampai sekarang, apa apa Yesung ah? Mana Siwon? Kalian bertengkar?"

wajah Yesung sedikit mengeras mendengar nama Siwon, sakitnya saat Siwon mengatakan akan menginap diapartemen Donghae tadi malam masih sangat segar, kalau bisa ia belum ingin mendengar apapun tentang suami brengseknya itu untuk saat ini.

"tidak tahu Appa, mungkin sedang sibuk dengan pekerjaannya, aku sedang tidak ingin membahas Siwon saat ini, aku kangen Appa, makanya aku kemari" jawab Yesung dan langsung memeluk sang Ayah, rasanya ingin menangis saja dan mengadukan semua kelakuan Siwon dibelakang sang Ayah padanya, Siwon yang sangat dipercaya dan dibanggakan Ayahnya tersebut nyatanya dengan tega dan terang terangan menyakiti hati putranya. Namun Yesung juga tidak ingin membuat Ayahnya khawatir dan bersedih, jadi ia menyimpan tangisnya untuk nanti, ia tidak lemah, ia tidak akan menangis hanya gara gara Siwon di hadapan Ayahnya.

Tn Kim mengusap punggung putranya lembut.

"Siwon tidak masuk kantor tadi siang, tanpa memberi kabar alasan keabsenannya" Ujar Tn Kim lagi, Yesung diam tak menanggapi

"kau tau Yesung ah? Ini pertama kalinya ia meninggalkan pekerjaannya tanpa sebab dan alasan yang jelas seperti ini"

Yesung masih diam tak bergeming dalam dekapan Ayahnya, ia tidak ingin membahas tentang Siwon dan tidak mau peduli apapun itu tentang Siwon untuk saat ini, bodo amat Siwon tidak masuk kerja atau apapun itu, pasti ia menghabiskan waktu bersama Lee Donghae kekasihnya itu,bisa ditebak Donghae juga pasti tidak masuk kerja kan hari ini? Ah sakit sekali rasanya.

"Kemarin siang Appa berdiskusi dengan Siwon soal rencana melibatkanmu langsung dengan pekerjaan di kantor" hal ini sukses medapatreaksi dari Yesung, ia langsung melepaskan diri dari pelukan sang Ayah.

Tn Kim Sudah bisa menebak, pasti topik ini yang menjadi pemicu pertengkaran mereka kemarin malam.

"Appa,apa benar harus melibatkan ku langsung dengan perusahaan? Apa Siwon saja tak cukup? Apa dia berencana resign atau semacamnya dari kantor?"

"bukan begitu Yesung ah, Siwon akan pindah ke London akhir bulan depan, bukankah dia sudah memberitahumu?"

"ya, dia sudah memberi tahu, lalu?"

"saat Siwon pergi nanti itu artinya posisi dia disini akan kosong Yesung ah, kami pikir lebih baik kamu terjun langsung mengambil alih kendali perusahaan, mumpung masih ada waktu lebih kurang satu setengah bulan lagi bagi Siwon untuk membimbingmu disini"

"Appa tidak menyuruhku ikut dengannya ke London?"

"Siwon memberi tahu Appa kalau kau menolak untuk ikut dengannya ke London, atau kau berubah pikiran? Kau mau ikut suamimu? Kau tinggal memberi tahunya kalau kau mau ikut, atau nanti Appa yang akan memberi tahunya, Siwon akan sangat senang"

"tidak Appa, aku tidak mau ikut, aku mau tetap di Korea saja" ujar Yesung cepat.

Jadi Siwon sudah memberi tahu Ayahnya kalau ia menolak ikut? Pasti memang itu yang di inginkan Siwon bukan? Ia hanya berbasa basi mengajaknya ikut ke London, Yesung sudah bisa menebak Siwon tidak akan pindah sendirian kesana, ia pasti bisa membuat alasan di depan Ayahnya dan membawa Donghae ikut serta dengannya ke London, licik sekali.

"Yesung ah, Appa ingin bertanya satu hal"

"apa Appa?"

"apa kau mencintai Siwon, suamimu?"

Yesung sedikit melebarkan mata sipitnya mendengar pertanyaan tak terduga sang Ayah, selama hampir satu tahun pernikahan mereka, Ayahnya tak pernah sekalipun mempertanyakan perasaan Yesung, bahkan dulu saat Yesung dengan sangat keras dan mati matian menolak pernikahannya dengan Siwon, Ayahnya seakan tidak pernah peduli dan tidak mau tahu, yang Ayahnya peduli ia harus segera menikah dengan Choi Siwon, titik.

Jadi kenapa sekarang sang Ayah mendadak mempertanyakan perasaannya? Bukankah Ayahnya tak pernah peduli?

"kenapa Appa mendadak bertanya seperti itu? Apa itu penting aku mencintai Siwon atau tidak? Pernikahan ini hanya demi kebaikan perusahaan bukan?" entahlah, Yesung merasa seperti dikorbankan dalam pernikahan ini, demi perusahaan, oleh Ayahnya sendiri.

"lebih dari itu semua, pernikahan ini demi dirimu Yesung ah, kau tahu Appa tidak akan mengorbankanmu hanya demi kepentingan perusahaan, kau segalanya bagi Appa"

"lalu kenapa Appa memaksakan pernikahanku? Jujur Appa, aku tidak bahagia dengan pernikahan ini" akhirnya Yesung mengutarakan apa yang selama ini disimpannya.

Wajah Tn Kim terlihat sedih mendengar pengakuan putranya, apa ia telah salah mengambil keputusan? Salah memilihkan jodoh yang menurutnya terbaik untuk putranya? Ia hanya takut Yesung-nya salah memilih.

"apa Siwon selama ini tidak memperlakukan dengan baik, Yesung ah?"

"ani, Siwon memperlakukan dengan baik Appa, sangat baik" Yesung berkata jujur, Siwon memang memperlakukannya dengan sangat baik selama ini, Siwon bahkan tidak membuatnya yang terbiasa hidup bebas dan manja itu mendadak jadi terkurung dan berkutat dengan tugas seorang istri, Siwon masih harus mengurus dirinya sendiri, laundry pakaian, merapikan kamar mereka, menyediakan sarapan, semua itu dilakukan Siwon sendiri, tak pernah sekalipun Siwon memberatkan Yesung untuk hal itu, Siwon tahu Yesung tidak bisa dan tidak biasa dengan semua itu, ia terbiasa manja dan dikelilingi maid yang akan mengurusi semua kebutuhannya sejak lahir.

"Siwon memperlakukanmu dengan sangat baik, sudah hampir satu tahun ini, tapi hal itu masih tak mampu membuatmu mencintainya?"

Yesung menatap Ayahnya lekat, apa yang sebenarnya ingin dibahas Ayahnya dengannya? Tadi memintanya untuk bekerja di kantor, sekarang mendadak berpindah topik mengenai hal yang lebih sensitif, mengenai pernikahannya.

"sebenarnya apa yang ingin Appa bahas denganku?" kenapa mendadak Appa membahas mengenai pernikahanku? Apa Siwon mengatakan sesuatu?" kini Yesung menduga mungkin Siwon sudah pernah mengajukan mengenai perceraian juga pada Appanya, Siwon sudah tidak sabar ingin menceraikannya dan bisa bebas dan terang terangan dengan kekasihnya itu dihadapan semua orang mungkin? bahkan Siwon sudah berani terang terangan di depannya, hanya Appanya saja yang masih belum tahu.

"Appa hanya tidak ingin kau menyesal nantinya Yesung ah, kau menyia nyiakan Siwon"

"…"

"dia mencintaimu, Appa bisa melihatnya, hanya saja kau tak pernah memberinya apa yang seharusnya ia dapatkan, bukan tak mungkin suatu hari nanti Siwon pun akan lelah dan menyerah"

"Appa, Siwon ti-"

"Appa hanya takut nanti kau menyesalinya saat semuanya sudah terlambat, Siwon memilih untuk pindah dan mengurusi langsung cabang baru di London, dan sebagai istrinya kau menolak untuk ikut dengannya kesana, menurutmu bagaimana perasaan Siwon?"

Bagaimana perasaan Siwon? Yesung ingin tertawa dan menangis disaat yang bersamaan sekarang, Appanya dibutakan dengan kepercayaannya terhadap Siwon, benar Siwon itu baik, Siwon memperlakukannya dengan sangat baik, tapi tahukah Ayahnya semua kebaikan itu hanya sebagai obligasi semata? Siwon memperlakukannya dengan baik karena ia Kim Yesung, putra tunggal Kim Sanggun, sosok yang bagi Siwon sudah bagai dewa penolongnya, semua kebaikan Siwon hanya sebagai bentuk terima kasih dan balas budi, tak bisakah Ayahnya melihat dari sudut pandang itu? Kenapa mempercayai Siwon dengan begitu butanya?

Dibalik semua sikab baiknya Siwon menyakiti Yesung disaat yang bersamaan, dia bersikap baik menjerat dan menjebak Yesung ke dalam kebaikan itu.

Ayahnya bertanya apakah kebaikan Siwon selama ini tidak membuatnya jatuh cinta?

Sudah, dia sudah jatuh cinta teramat sangat dalam pada suaminya tersebut, namun sialnya Siwon sang pelaku utama tidak merasakan apapun sejak awal, dia hanya menjalankan kewajibannnya untuk menikahi Yesung karena itu permintaan dari Ayahnya. Siwon sudah memiliki seseorang yang sama sekali tidak pernah ditinggalkannya walaupun statusnya sudah menikah, Yesung merasa terjebak sendirian dalam pernikahan ini.

"Appa, Siwon akan baik baik saja, dia justru akan lebih senang kalau aku tidak ikut"

"kenapa kau beranggapan seperti itu?"

"aku hanya akan mengganggunya kalau aku ikut, Appa"

"ya makanya jangan bertingkah yang macam macam Yesung, cukup temani dan support suamimu disana, jangan keluyuran kemana mana"

Yesung ingin menangis sekarang, ia sudah memberikan clue sejauh ini Ayahnya masih tidak bisa melihat dan mengerti.

"aku tidak akan ikut dengan Siwon ke London Appa, keputusanku sudah final" pangkas Yesung, ia sudah tidak ingin memperdebatkan hal ini lagi, ia sudah pernah menyusul suaminya ke London, ingat apa yang ia dapat? Penghianatan di depan mata kepalanya sendiri, Yesung tidak ingin menyaksikan itu kembali.

Tn. Kim menghela nafas berat mendengar pernyataan final putranya, ia hanya ingin membantu menyelamatkan pernikahan anaknya, tapi sepertinya tak ada yang bisa ia lakukan, putranya terlalu keras kepala, ia juga tidak akan bisa menyalahkan Siwon kalau nanti menantunya itu akhirnya akan menyerah, walau ia secara egois terus berharap bahwa Siwon akan terus bertahan, bertahan menghadapi sikap anaknya yang keras kepala ini.

"baiklah kalau itu memang sudah menjadi keputusanmu" sang Ayah kembali bersuara setelah beberapa saat lamanya keduanya saling diam.

"kau sadar kalau media masih terus memperhatikanmu bukan Yesung ah? Mereka mencari celah untuk menjatuhkanmu untuk menjatuhkan kita"

Yesung mengerutkan dahinya, apa lagi sekarang? Apa yang kali ini ingin disampaikan Ayahnya?

"kepindahan Siwon ke London sudah pasti akan menjadi pemberitaan media untuk beberapa saat"

Tn Kim masih menunggu respon putranya, apa Yesung masih belum paham juga?

"kau bisa menebak kira kira narasi apa yang akan mereka tulis nanti saat mengetahui kau tak ikut dengannya kesana padahal kau tidak ada kegiatan apapun yang membuatmu tak bisa ikut dengannya kesana?"

Aaaah

Yesung paham sekarang, jadi ini masalahnya? Hal inikah yang membuat Siwon dan juga Ayahnya ngotot ingin melibatkannya di kantor? Untuk menepis isu miring yang nanti bisa saja timbul dan akan berefek pada perusahaan?

Tn Kim Tersenyum tipis melihat reaksi putranya, sepertinya Yesung mulai paham.

"kau paham sekarang Yesung ah? Hanya ada dua pilihan, ikut suamimu ke London atau terjun langsung ke perusahaan"

Yesung terdiam, hanya ada dua opsi itu? Tak ada pilihan lain?

"kalau Appa berada diposisimu, tentu saja Appa akan memilih opsi yang pertama, jauh lebih simpel dan mudah" Tn Kim masih mencoba peruntungan untuk membujuk putranya.

"aku tidak tahu Appa, beri aku waktu untuk memikirkannya" Yesung memjamkan matanya dan merebahkan diri ke kasur, dua pilihan yang di mata Ayahnya tidaklah sulit namun neraka bagi Yesung.

"kau sudah memberi tahu Siwon kalau kau disini?"

Yesung menggelengkan kepalanya, masih dalam keadaa mata terpejam.

"kabari Siwon, beritahu dia kalau kau disini, dia pasti kembali tengah bingung mencari keberadaanmu, tengah bingung menyusun alasan apa yang akan ia berikan kalau aku mendadak menanyakanmu, sedangkan ia tidak tahu dimana keberadaanmu"

Jujur Yesung akui ia memberatkan Siwon dan membiarkan Siwon kelabakan sendiri membuat alasan di hadapan sang Ayah untuk menutupi kebiasannya yang suka kabur dan tidak ada kabar berhari hari dan ia mematikan hp nya.

Namun kali ini? Ia tak yakin Siwon mencarinya, ia tidak menon-aktifkan hp nya saat pergi kali ini, tapi apa? Sampai saat ini Siwon sama sekali tidak menghubunginya, pulang saja mungkin tidak, jadi mana Siwon tahu kalau ia sudah meninggalkan rumah.

"Siwon tidak akan repot re-" bersamaan dengan itu handphone Yesung bordering, nama Siwon tertera disana.

"Appa tidak akan menyuruhmu pulang sekarang, cukup beritahu Siwon kalau kau disini, jangan membuatnya khawatir" ujar Tn. Kim bangkit dari duduknya di sisi ranjang sang anak dan berjalan keluar kamar, memberi privasi pada putranya untuk berbicara dengan suaminya.

Yesung tidak ingin berbicara dengan Siwon, namun benda hitam kesayangannya tersebut tidak akan berhenti berdering sampai ia menjawab panggilan itu.

"Halo"

"Yesung ah kau dimana?"

"di kamar" jawab Yesung malas.

"kamar mana? Hotel? Kau bersama siapa? Yesung pulang sekarang aku mohon, kita perlu bicara, aku minta maaf atas sikapku kemarin"

"aku sedang tidak ingin kembali berdebat denganmu saat ini Siwon, mood ku sedang tidak terlalu baik, soal bekerja di kantor nanti akan ku pikirkan, kita bacara lain kali, untuk saat ini aku sedang tidak ingin di ganggu, jangan menghubungiku lagi" Yesung langsung memutuskan sambungan secara sepihak, ia benar benar sedang tidak ingin berbicara apapun itu topiknya dengan Siwon saat ini.

Namun belum sempat Yesung kembali meletakkan Hp nya, benda hitam tipis itu kembali bordering.

Yesung menghembuskan nafas berat.

"sudah kubilang jangan menghubungiku lagi Choi Siwon!" Suara baritone itu langsung meninggi, membuat si pendengar di seberang sana harus sedikit menjauhkan benda penghubung komunikasi itu dari telinganya.

"aku janji aku tidak akan menganggumu, tapi beri tahu dulu kau dimana Yesung ah, bagaimana kalau Appa secara mendadak kembali mencarimu?"

"Appa tidak akan mencariku, jadi jangan menggangguku dulu Siwon, nanti aku akan pulang"

"hanya beritahu aku keberadaanmu Yesung, aku berhak tahu, aku suamimu"

"aku di kamar, kan tadi sudah ku beri tahu" Yesung makin kesal.

Padahal salahnya sendiri kenapa tidak langsung saja menjawab dengan jelas dan lugas kalau ia tengah berada di mansion Ayahnya. Yesung sebenarnya sengaja ingin berteka teki agar Siwon terus menghubunginya, agar Siwon khawatir padanya kan? Yesung tidak mengakuinya, namun ia sedang melakukannya. Dasar tuan muda.

"Kamar yang mana Sayang, aku di kamar -kita seharian ini, kau tidak ada disini, kau menginap di hotel? Di rumah temanmu? Di apartement Ryeowook ssi?"

Siwon tidak sadar dengan apa yang di ucapkannya, namun Yesung mendengarnya, dengan jelas.

Sayang….

Panggilan itu…

ini baru pertama kalinya Siwon memanggilnya begitu kan?

.

.

.

.

.

=tobe continued…=

.

.

Lily tahu akan berbicara sendiri disini,

Tidak apa,

Lily menikmati ini,

Lily menulis semua ini untuk diri sendiri,

Terima Kasih admin ffn yang masih mengisinkan Lily memposting tulisan ini di sini, di komunitas yang sudah Lily anggap rumah, rumah YEWONderful, rumah yang sudah mulai 'berdebu' ditinggal oleh para penghuninya.

Sekian tahun berlalu, sudah banyak yang berbeda, Lily pun sudah lama tak pulang, semoga nanti Lily bisa kembali sering mampir kesini, kalau bukan 'pemilik' rumah yang menghuni, lalu siapa lagi? Haruskan rumah yang megah dan besar ini dibiarkan berdebu, tak terurus dan tak berpenghuni begitu saja?

Semoga angin menyampaikan pertanyaan ini pada para pemilik rumah, bantu Lily untuk menjawabnya.