Title : Married Without Dating
Author : lilily
Pairing : YeWon
Genre : Family Romance
Disclaimer : in our world, YeWon is REAL!
Warning : bahasa non-baku and typos everywhere
Summary : Stranger, they are stranger who who trapped in a bond that called marriage, marriage without dating, will their marriage could work out?
.
.
.
.
.
생일 축하한다 김 종온
.
.
.
For my YeWonderful Family,
Happy Reading,
Hope you enjoy it.
.
.
.
.
"Appa tidak akan mencariku, jadi jangan menggangguku dulu Siwon, nanti aku akan pulang"
"hanya beritahu aku keberadaanmu Yesung, aku berhak tahu, aku suamimu"
"aku di kamar, kan tadi sudah ku beri tahu" Yesung makin kesal.
Padahal salahnya sendiri kenapa tidak langsung saja menjawab dengan jelas dan lugas kalau ia tengah berada di mansion Ayahnya. Yesung sebenarnya sengaja ingin berteka teki agar Siwon terus menghubunginya, agar Siwon khawatir padanya kan? Yesung tidak mengakuinya, namun ia sedang melakukannya. Dasar tuan muda.
"Kamar yang mana Sayang, aku di kamar -kita seharian ini, kau tidak ada disini, kau menginap di hotel? Di rumah temanmu? Di apartement Ryeowook ssi?"
Siwon tidak sadar dengan apa yang di ucapkannya, namun Yesung mendengarnya, dengan jelas.
Sayang….
Panggilan itu…
ini baru pertama kalinya Siwon memanggilnya begitu kan?
.
.
.
.
.
=Chapter Delapan Belas=
.
.
.
Tuuuutt…
Yesung kembali memutuskan panggilan secara sepihak, tanpa memberikan respon apapun terhadap Siwon, ia juga langsung me-nonaktifkan handphonenya setelah itu.
Jantungnya berdetak sangat kencang dan tak beraturan, ia sedang tidak ingin berbicara dengan Siwon saat ini.
Ugh ia benci Choi Siwon.
Benci telah membuatnya terjebak seperti ini.
Sementara itu di seberang sana Siwon mengacak rambutnya frustasi, Yesung benar benar membuatnya frustasi, ia bahkan tidak mau memberi tahu dimana keberadannya dan sekarang nomornya sudah tidak bisa di hubungi, bagaimana kalau nanti mertuanya mendadak kembali menanyakan keberadaan Yesung? Ia harus menjawab apa?
.
.
.
Siwon datang ke kantor dalam keadaan 'kusut' keesokan harinya, well secara penampilan tentu saja ia tampil rapi, namun raut mukanya terlihat sangat tidak bersahabat dan sangat lelah, ia kembali tidak bisa tidur tadi malam.
Bagaimana ia bisa tidur? Ia tidak tahu dimana keberadaan istri-nya, berbagai pikiran buruk mengenai kemungkinan apa saja yang telah dilakukan Yesung di luar sana benar benar membuat Siwon marah.
Siwon tak rela membagi Yesung dengan siapapun, Yesung itu istrinya, istri sah nya di mata Tuhan dan di mata Hukum, namun ia tidak benar benar memiliki Yesung, pernikahan mereka tak berarti apapun bagi namja manis itu, sesak sekali rasanya.
Untung tidak ada rapat atau meeting yang dihadiri Siwon hari ini, ia benar benar sedang tidak dalam mood yang baik untuk melakukan semua itu hari ini.
Ia berkutat memeriksa berkas berkas yang sudah menumpuk dari kemarin karena ia memutuskan untuk membolos tanpa alasan, bahkan sebenarnya hari ini-pun Siwon masih belum ingin datang ke kantor, tapi ia tak ingin mendapat teguran dari mertuanya yang nantinya justru akan memperkeruh keadaan, mertuanya akan tahu kalau Yesung kembali kabur, Siwon tidak ingin mertuanya tahu mengenai masalahnya dengan Yesung.
.
.
.
Terhitung sudah 4 hari sejak Yesug pulang ke kediaman Ayahnya, selama 4 hari itu pula ia hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun dan masih tanpa memberi tahu Siwon, ia masih belum mengaktifkan handphonenya.
Selama 4 hari itu pula Siwon terlihat sangat kacau dan uring uringan di kantor, wajahnya tidak se-bersahabat dan seramah biasanya.
.
.
.
"Siwon ah, kau benar benar terlihat kacau belakangan ini, masih belum ada kabar dari Yesung?" Tanya Donghae saat keduanya tengah menyantap makan siang.
"aku belum mencoba menghubunginya lagi sejak tadi malam, aku rasa aku tidak akan mencarinya lagi, terserah kali ini Presdir akan tahu atau tidak, aku sudah tidak ingin memikirkannya lagi" Siwon memijit pelipisnya pelan.
"sudah 5 hari kau terlihat jauh kusut di kantor dan aku yakin Presdir menyadarinya, bukankah biasanya dia sudah bertanya?"
"mungkin Presdir sudah tahu jawabannya dan tidak ingin makin membuatku pusing"
"aku butuh bantuanmu Hae"
"bantuan?"
"tolong selidiki Tn. Gu sesegera mungkin, kalau bisa dalam 3 hari kedepan sudah ada laporannya di mejaku"
"Tn. Gu Majoon?"
"iya, selidiki apakah beliau bisa dipercaya atau tidak, pastikan selama ini beliau tidak pernah menyelundupkan dana perusahaan atau semacamnya yang bisa merugikan dan membahayan perusahaan"
"maksudmu? Kau mencurigai Tn Gu melakukan sesuatu? Beliau orang kepercayaan kita bukan?"
"aku tidak mencurigainya, aku hanya ingin memastikan apakah beliau benar benar bisa kita percaya atau tidak, aku berencana merekomendasikan beliau untuk mengambil alih posisiku selama aku di London Hae, bagaimana menurutmu?"
"posisimu? Bukannya kau mengatakan Yesung yang akan menggantikanmu?"
"aku tidak bisa mempercayai Yesung, dia sama sekali tidak tertarik untuk hal hal berat seperti ini dan hanya tahu membuat masalah, kondisi perusahaan belum sepenuhnya stabil, aku tidak ingin kita kembali mengalami krisis seperti tahun lalu kalau sampai memaksakan Yesung bekerja di perusahaan"
"presdir Kim setuju dengan perubahan rencanamu ini?"
"rencana ini belum sampai pada Presdir, makanya aku ingin kita memastikan kelayakan Tn. Gu terlebih dahulu, setelah itu baru aku bisa membicarakan hal ini dengan Presdir, aku berencana mempercepat keberangkatanku ke London"
Donghae mengamati Siwon sejenak, sepertinya sahabatnya tersebut sudah memutuskan suatu hal yang besar, walaupun Donghae belum bisa menebak keputusan apa itu.
"baiklah, aku janji senin besok laporan lengkap mengenai Tn Gu Majoon sudah ada di mejamu" jawab Donghae akhirnya.
"terima kasih Hae, dan satu lagi aku ingin meminta tolong padamu"
"apa?"
"tolong carikan aku pengacara yang juga bisa dipercaya"
"pengacara?! Untuk apa kau butuh pengacara Siwon ah?"
"carikan saja Hae, aku butuh secepatnya"
"kau- kau tidak berencana untuk me-" Donghae menghentikan ucapannya saat tersadar bahwa mereka saat ini tengah berada di sebuah restoran yang sedang ramai pengunjung.
"Siwon ah, aku bisa menebak apa yang sedang kau rencanakan, tolong katakan bahwa tebakanku ini salah" Donghae memelankan suaranya sambil menatap Siwon horror.
"kau yang memberiku ide ini beberapa waktu lalu Hae" respon Siwon santai.
"aku hanya sedang kesal saja dengan sikap egois Yesung terhadapmu saat itu, aku tidak pernah berfikir kau akan menanggapinya dengan serius Siwon" Donghae mulai terlihat panik.
"dan saat ini kau sudah tidak kesal? Apa menurutmu saat ini Yesung sudah tidak lebih egois dari kemaren kemaren?"
Donghae membuka mulutnya untuk kembali merespon, namun tidak ada kata yang terucap dari sana, ia terlalu kaget dan tidak menyangka Siwon akan mengambil keputusan sebesar dan secepat ini.
Benar ia secara tidak sengaja pernah menyarankan Siwon untuk mengambil keputusan ini, tapi bukan berarti ia ingin Siwon menanggapinya dengan serius.
"waktu istirahat sebentar lagi berakhir Hae, kita harus segera kembali ke kantor" ujar Siwon sambil menyeruput minumannya yang masih bersisa separoh.
"jangan lupa bantu aku untuk untuk dua hal tadi secepat mungkin" ujar Siwon lagi sambil memberi kode pada seorang waitress untuk segera menghampiri meja mereka guna melakukan pembayaran beserta tips seperti biasa.
"tunggu Siwon ah, kau serius soal pengacara? Maksudku tidak harus sekarang bukan? Kau akan bertolak meninggalkan Seoul dan meninggalkan Presdir dengan tindakan seperti ini? Apa kau yakin tidak sedang membuat keputusan yang gegabah Siwon ah? Bagaimana reaksi Presdir nanti?"
"keputusanku sudah bulat Hae, dan saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk semuanya, ayo!" Siwon sudah mulai berjalan keluar restoran, Donghae terpaksa harus segera ikut menyusul.
"aku selalu percaya pada keputusan yang kau ambil, tapi kali ini aku benar benar berharap kau akan memikirkannya lagi Siwon ah, aku tau kau mencintai Yesung"
Ujar Donghae saat keduanya sudah berada di mobil menuju kantor.
"bantu aku Hae, aku percayakan dua tugas tersebut padamu" Siwon memilih mengabaikan permintaan Donghae.
"baiklah kalau itu memang sudah menjadi keputusan mu, senin besok aku akan dapatkan keduanya untukmu"
"terima kasih" Siwon tersenyum tipis, sejujurnya ia juga tidak begitu yakin dengan keputusan yang akan diambilnya ini, tapi Siwon merasa setidaknya untuk saat ini keputusan itu adalah yang terbaik untuk dirinya dan juga Yesung.
.
.
.
Sesuai janji Donghae, senin pagi begitu Siwon menghampiri meja kerjanya ia sudah menemukan dokumen lengkap mengenai kegiatan Tn. Gu Majoon selama menjabat sebagai salah satu pemegang posisi penting di Kim Corp, serta sebuah kartu nama seorang pengacara yang bernama Lee Tae Yoon, yang meskipun Siwon baru pertama kali mendengar nama tersebut, namun ia percaya pada pilihan Donghae, Pengacara Lee ini pasti bisa dipercaya.
Siwon langsung berkutat menganalisis laporan tersebut, ia ingin bisa segera memastikan apakah ia benar benar bisa mempercayakan posisinya pada Tn. Gu untuk sementara waktu selama ia bertugas di London nanti.
3 Jam berkutat dengan laporan mengenai kinerja dan kegiatan Tn. Gu selama beberapa tahun terakhir, Siwon akhirnya membereskan berkas berkas tersebut dan beranjak meninggalkan ruangannya.
Tok tok tok
"Presdir, apakah anda sedang sibuk?"
"oh Siwon ah, silahkan masuk"
Siwon melangkah memasuki ruangan Presdir Kim dengan membawa berkas penyelidikannya mengenai Tn. Gu Majoon.
"ada apa Siwon ah? Ada yang ingin kau sampaikan?" Tanya Tn. Kim melihat menantunya tersebut terlihat ragu ragu untuk memulai pembicaraan dengannya.
"aku berencana untuk mempercepat keberangkatanku ke London, Appa"
"mepercepat? Kenapa?"
"aku rasa lebih cepat lebih baik Appa, agar kita bisa mengejar target penjualan kita menjelang tutup buku akhir tahun ini"
"kau sudah berhasil membujuk Yesung untuk mau segera masuk ke perusahaan?"
Siwon terdiam sejenak, ia meyakinkan dirinya sekali lagi bahwa ia harus bisa menyampaikan apa yang sudah direncanakannya, pada sang mertua.
"mengenai Yesung, aku belum berhasil membujuknya, jujur bahkan aku tidak tahu dimana Yesung saat ini berada, aku tidak bisa menghubunginya Appa" Siwon akhirnya membuat pengakuan pada sang mertua.
"tidak tahu dimana keberadaan Yesung? Maksudmu?"
"Yesung meninggalkan rumah sudah hampir seminggu ini Appa, dan dia sengaja mematikan handphonenya, jadi aku tidak bisa menghubunginya"
"kau sama sekali tidak bisa menghubunginya sejak ia meninggalkan rumah? Tidak sama sekali?" Tn Kim mencoba memastikan, karena ia yakin melihat nama Siwon tertera di layar ponsel Putranya beberapa hari lalu saat ia tengah berbicara dengan putranya tersebut.
Kalau Siwon mengatakan ia sama sekali tidak bisa menghubungi putranya, berarti hanya ada dua kemungkinan, Yesung menolak panggilan dari Siwon malam itu, atau Yesung punya kontak dengan nama Siwon selain Choi Siwon, suaminya.
"aku pernah bisa menghubunginya sekali Appa, tapi Yesung menolak memberi tahu dimana keberadaannya dan dia mematikan handphone nya sejak saat itu, aku minta maaf tidak bisa menepati janjiku untuk bisa membimbing Yesung dengan baik, Appa" Siwon mengusap wajahnya pelan dengan kedua telapak tangannya, ia benar benar merasa bersalah dan akhirnya mengaku telah gagal menepati janjinya di hadapan sang mertua.
Tn Kim terdiam menatap menantunya, Siwon untuk pertama kalinya membuka secara jujur masalah rumah tangganya di hadapannya, instingnya mengatakan kalau Siwon sudah membuat sebuah keputusan yang besar.
"Appa pikir Yesung sudah memberi tahumu soal keberadaannya" ujar Tn. Kim akhirnya setelah beberapa saat terdiam.
"maksud Appa? Appa tahu dimana keberadaan Yesung?! A- Appa tahu kalau Yesung meninggalkan rumah seminggu ini?"
Siwon sebenarnya tidak terlalu kaget kalau mertuanya sampai tau kalau Yesung meninggalkan rumah, hanya saja kalau mertuanya sampai tahu keberadaan Yesung sedangkan ia tidak tahu apa apa, Siwon benar benar merasa bersalah dan merasa tidak berguna di hadapan sang mertua.
"Yesung berada di rumah Siwon ah, dia pulang beberapa hari yang lalu"
"A- apa?! Yesung… Yesung pulang ke rumah Appa?"
"iya, ia bercerita kalau kalian tengah bertengkar, Appa sudah menyuruh Yesung untuk memberi tahumu soal keberadaannya, ternyata anak itu tidak mendengarkan ucapanku"
"aku sama sekali tidak tahu Appa, kalau aku tahu aku pasti sudah menjemput Yesung dari kemarin" jawab Siwon kini dengan suara lirih.
Dengan lemas Siwon menyadarkan tubuhnya pada sofa empuk ruangan presdir tersebut. Siwon memejamkan mata sejenak, ia merasa sudah tidak dianggap lagi sedikitpun oleh Yesung sekarang.
Tn. Kim melihat dengan jelas perasaan terluka dan kekecewaan yang sangat mendalam di wajah menantunya, dan tak ada yang bisa ia salahkan selain putranya sendiri, Kim Yesung.
"apa sebaiknya kami akhiri saja pernikahan ini Appa?"
Akhirnya ucapan itu terlontar juga dari mulut Choi Siwon.
"dari awal Yesung tidak pernah menerima pernikahan ini, bahkan setelah hampir satu tahun pun Yesung masih tidak bisa menerimanya, mungkin sudah saatnya kita kembali membebaskan Yesung"
Tn Kim diam dan tak merespon ucapan Siwon, ia tahu cepat atau lambat Siwon akan membicarakan hal ini dengannya, namun ia masih saja berharap ada keajaiban yang bisa menyelamatkan pernikahan dua anak kesayangannya ini.
"maafkan aku Appa…" ujar Siwon lagi sambil menunduk, melihat mertuanya tak kunjung memberikan respon.
"kau sudah memikirkannya baik baik Siwon ah? Kau tahu bukan? bahwa Appa menikahkanmu dengan Yesung bukan semata mata hanya demi perusahaan, tapi lebih kepada Appa hanya bisa mempercayakan Yesung padamu saja"
"jujur aku sudah memikirkan hal ini sudah sejak lama Appa, aku tahu Appa sangat mempercayaiku, aku minta maaf harus mengecewakan Appa seperti ini, tapi pernikahan ini benar benar tidak bekerja Appa, aku sudah melakukan semua yang aku bisa untuk membuat Yesung bisa menerima pernikahan ini, tapi sepertinya semuanya tak bekerja, jika terus dipaksakan pernikahan ini hanya akan makin menyakiti kami berdua"
"Appa yang harusnya meminta maaf, sudah memaksamu menerima pernikahan ini, harusnya Appa tidak boleh egois dulu memaksamu, Appa terlalu menyayangi Yesung, hingga Appa secara egois memaksakan melakukan sesuatu yang menurut Appa terbaik untuknya"
Siwon menggeleng tidak setuju mendengar pernyataan mertuanya.
"tidak Appa, Appa sama sekali tidak salah, aku merasa bangga dan berterima kasih mendapat kepercayaan sebanyak ini dari Appa, aku berterima kasih diberi kesempatan untuk mengenal dan mencintai putra Appa, ya walaupun semua ini tidak bekerja, aku yang tidak cukup baik untuknya, hingga aku tak mampu membuatnya menerimaku, putra Appa terlalu sempurna"
"Siwon ah…"
"lagipula Appa, jikapun nanti aku dan Yesung sudah berpisah, aku akan tetap bersama Appa menjaga dan melindungi Yesung sebaik yang aku bisa, dia terlalu berharga Appa, dan dia berhak bahagia, Yesung tidak bahagia bersamaku, makanya dia masih sering mencari kebahagiaannya di tempat lain"
"Yesung hanya terlalu bodoh saja, mungkin nanti ia akan menyesali kebodohannya"
Siwon hanya tersenyum tipis mendengar pernyataan mertuanya
"Appa tidak akan terlalu mencampuri urusan rumah tangga kalian, semua keputusan Appa serahkan pada kalian, ya walalupun Appa masih sangat berharap bahwa kalian jangan sampai berpisah, tapi Appa juga tidak berhak melarang, kalian sudah sama sama dewasa untuk menyikapi masalah ini"
"nanti sore aku akan menjemput Yesung Appa, aku akan berbicara dengannya"
"apa sekarang saja Appa suruh dia datang ke kantor? kau mengatakan akan mempercepat keberangkatanmu ke London, Yesung harus sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan di kantor sesegera mungkin"
"mengenail hal itu Appa, sebenarnya aku punya rencana lain"
"rencana lain?"
"setelah aku pikir pikir, sebaiknya kita tidak perlu melibatkan Yesung dulu dalam urusan perusahaan untuk saat ini Appa, kondisi perusahaan kita belum sepenuhnya kembali stabil, akan sangat berat baginya mengatasi semua permasalahan yang ada, ditambah lagi dia masih sangat buta dan tidak mempunyai minat terhadap bidang ini"
"lalu siapa yang akan menggantikanmu?"
"aku merekomendasikan Tn Gu Majoon, beliau salah satu orang kepercayaan kita selama ini, aku sudah melakukan penyelidikan mengenai semua kegiatannya di perusahaan, aku rasa kita bisa mempercayainya, Appa bisa periksa berkasnya nanti" ujar Siwon sembari menyodorkan berkas mengenail Tn Gu Majoon yang tadi dibawanya.
Tn. Kim menerima berkas yang disodorkan Siwon dan membacanya sekilas.
"jika memang kau sudah melakukan pengecekan terhadap Tn. Gu Majoon, Appa mempercayai keputusanmu Siwon, kita akan bahas ini dalam rapat direksi minggu depan"
"sebaiknya Appa memeriksanya terlebih dahulu Appa, mungkin saja aku melewatkan sesuatu hal yang penting, atau mungkin ada kandidat lain dari Appa yang lebih berkompeten dari Tn. Gu Majoon"
"tidak ada Siwon, semua keputusan penting dan keputusan besar perusahaan sudah Appa percayakan padamu, jadi Appa akan ikut dengan pilihanmu saja"
Siwon menatap atasan sekaligus mertuanya tersebut dengan tatapan menyesal. Tn. Kim begitu mempercayainya, rasanya ia tak sampai hati harus mengecewakan lelaki yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi tersebut, namun ia tidak bisa berjuang seorang diri, putranya sendiri, Kim Yesung yang tidak mau membuka hati untuknya, dipaksakan pun semua ini akan menyakiti namja manis tersebut, dan Siwon juga tidak ingin selamanya membelenggu Yesung, ia ingin membebaskan Yesung untuk kembali menjadi dirinya sendiri, menikmati harinya seperti yang ia mau, jadi keputusan pahit inilah menurut Siwon yang terbaik yang bisa ia ambil saat ini, ia pun sangat kecewa dan sangat terluka dengan keputusan ini, Siwon hanya berharap suasana London yang jauh dari Seoul nanti bisa mengobati lukanya.
"baiklah Appa, kalau memang Appa sudah setuju aku akan segera memberi tahu Tn. Gu, agar beliau juga bisa segera mempersiapkan diri dan kita umumkan dalam rapat minggu depan, aku permisi dulu"
.
.
Sepeninggal Siwon, Tn. Kim segera memanggil Kang In, sekretaris sekaligus orang kepercayaannya dan memberikan berkas mengenai Tn. Gu Majoon yang tadi diberikan Siwon padanya.
"aku juga setuju dengan keputusan Siwon Presdir, Tuan Muda Yesung belum akan mampu mendadak mengambil alih perusahaan dengan kondisi serba tidak stabil seperti saat ini"
"Siwon sangat peduli pada perusahaan dan juga Yesung, tapi anak bodoh itu menyia nyiakannya" Tn. Kim memegangi dadanya yang mulai terasa sakit.
"Presdir? Anda baik baik saja?!"
"tolong ambilkan obat di laciku Kangin ah"
Sang sekretaris segera mengambilkan obat yang dimaksud dan memberikannya pada Presdir kim beserta segelas air putih yang sudah tersedia di meja Presiden Direktur tersebut.
Tn. Kim segera menelan obat tersebut dan memejamkan matanya sambil terlihat menahan rasa sakit.
Kangin menatap atasannya penuh rasa khawatir.
"Presdir, apa tidak sebaiknya kita periksakan kondisi anda ke Rumah Sakit? Anda sudah 3 kali tidak mengikuti jadwal check up rutin yang di jadwalkan Dr. Song, saya khawatir nanti kondisi anda akan makin memburuk Presdir"
"aku tidak apa apa Kangin ah, cukup minum obat saja, aku tidak ingin mendengar nyinyiran Dokter terus terusan"
Kangin hanya bisa menarik nafas berat, atasannya tersebut selalu menolak untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, ia tahu kondisi atasannya tersebut makin memburuk hari ke hari.
.
.
.
Sorenya tanpa pulang terlebih dahulu kekediamnnya, Siwon langsung menuju mansion keluarga Kim untuk menjemput Yesung.
Jujur saja Siwon sangat kecewa dengan sikap Yesung yang memilih pulang ke rumah orang tuanya dan tanpa memberi tahunya sedikitpun, ia hampir gila memikirkan kemungkinan dimana namja manis tersebut menyembunyikan diri, hampir gila memikirkan jawaban apa yang bisa ia berikan pada sang mertua kalau mendadak ditanyai soal Yesung, namun ternyata Tuan Muda tersebut justru ada di rumahnya sendiri, membuat Siwon terlihat sangat tidak bertanggung jawab di mata sang mertua, meskipun Tn. Kim sendiri tidak menilai Siwon seperti itu, karena ia tahu semua ini kesalahan putranya, namun tetap saja Siwon merasa begitu.
Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, beriringan dengan mobil sang mertua, Siwon mencoba mengatur emosinya sebaik mungkin, ia tidak boleh boleh marah, menghadapi Yesung tidak boleh dengan emosi karena namja manis tersebut tidak bisa didekati dengan cara yang keras, jadi sebisa mungkin Siwon berusaha untuk tidak menunjukkan kekecewannya nanti.
Siwon ingin memastikan untuk terakhir kalinya, apakah pernikahannya dengan Yesung benar benar masih bisa di pertahankan atau tidak.
Siwon akan berangkat ke London lebih kurang dalam 2 minggu ke depan, dan Siwon tidak ingin berangkat dalam ketidakpastian.
25 menit kemudian 2 mobil mewah yang membawa petinggi Kim Coorporation tersebut sampai di pekarang mansion mewah keluarga Kim.
Namun Siwon kembali harus menelan kekecewaan saat mendapati laporan dari kepala pelayan keluarga Kim bahwa Yesung telah meninggalkan mansion Kim tadi siang tanpa memberi tahu kemana tujuannya. Saat Siwon dan juga Tn. Kim mencoba menghubungi Yesung, handphonenya masih tidak bisa dihubungi.
Setelah menolak tawaran untuk makan malam di mansion Kim dari sang mertua dengan sopan, Siwon segera mengendarai mobilnya kembali menuju rumahnya dengan kecepatan tinggi, walau ia tahu Yesung meninggalkan Mansion Kim bukan untuk pulang ke rumah mereka, namun masih saja Siwon berharap menemukan istri manisnya tersebut saat sampai di rumah nanti.
"tentu saja kau tidak pulang kesini Yesung ah, apa yang ku harapkan" Ujar Siwon sambil tertawa pahit, berbicara sendiri saat mendapati rumahnya masih kosong, tidak ada tanda tanda Yesung pernah pulang.
Siwon menghempaskan tubuh penatnya di sofa dan mengeluarkan handphonenya untuk mendial nomor sahabatnya, Siwon butuh pelampiasan malam ini, ia lelah dengan semuanya.
"Donghae, temani aku minum malam ini,kau yang tentukan tempatnya dan segera hubungi aku lagi kalau kau sudah disana, aku akan mandi dan ganti baju sebentar"
Pukul 7 kurang 10 menit, Siwon keluar kamar dengan pakaian rapi, ia ingin melupakan semua masalahnya malam ini, mungkin beberapa botol bir bisa membantu. Siwon bukan tipe yang suka minum, namun di saat saat seperti ini Siwon benar benar butuh pengalihan untuk menghilangkan semua beban hati dan pikirannya, meski hanya untuk satu malam ini.
Siwon baru saja akan membuka pintu depan saat pintu besar dengan cat warna putih tersebut terbuka lebih dulu dari luar.
Dua pasang mata itu bertemu dan sama sama melebar.
"Yesung ah"
Dan belum sempat namja manis tersebut bereaksi atau memberikan respon apapun, ia sudah menemukan tubuhnya berada dalam dekapan erat-nan hangat milik Choi Siwon.
"terima kasih sudah pulang, aku menjemputmu tadi sore dan maid bilang kau sudah pergi lagi"
Yesung tidak memberi respon apapun, diam saja menerima pelukan hangat Siwon, ia sangat suka kehangatan ini, sangat suka kehangatan yang diberikan Siwon suaminya.
Seminggu berada di rumah Ayahnya kemaren membuat Yesung tersadar bahwa ia sudah ketergantungan dengan kehangatan yang diberikan suaminya tersebut.
Meskipun egonya tetap membuat Yesung belum mau mengakui hal tersebut di hadapan sang suami, namun nyatanya kakinya tetap melangkah pulang walaupun Yesung tidak berencana untuk pulang.
"kau sudah berpenampilan rapi begini mau kemana? Ada acara kantor di luar malam ini?" Yesung akhirnya bersuara setelah beberapa menit dan melepaskan diri dari pelukan Siwon.
Siwon kembali melebarkan matanya mendengar pertanyaan Yesung, ia baru ingat kalau tadi ia meminta Donghae untuk menemaninya minum guna menghilangkan semua beban pikirannya yang sudah menggunung belakangan ini, nyatanya Siwon hanya butuh Yesung untuk menghapus semua itu, Siwon tak butuh apapun selain kehadiran istrinya tersebut.
"tidak, tidak ada acara apapun, kau sudah pulang dan itu sudah cukup" bersamaan dengan itu handphone Siwon bergetar. Siwon segera mengeluarkan Hp dari saku celana jeans hitam yang tengah dipakainya, nama Donghae tertera sebagai ID pemanggil, dan Yesung melihatnya.
"Halo Hae"
"Siwon aku sudah sampai, XX Bar, 3 blok dari apartementku, kau tahu tempatnya kan?"
"sorry Hae aku tidak jadi kesana"
"mwo?! Tidak jadi? Ya! apa apaan kau Choi Siwon! Tadi memberi perintah mencari tempat terbaik, sekarang tiba tiba saja cancel? Kenapa tidak segera menghubungiku tadi kalau kau berubah pikiran?" sembur Donghae kesal dari seberang sana.
Wajar sebenarnya Donghae kesal, tiba tiba saja dengan suara yang terdengar sangat serius dan nada yang tidak bisa ditolak, Siwon menghubunginya dan meminta ditemani minum sambil memerintahkan mencari tempat terbaik. Donghae tahu Siwon bukan tipe orang yang suka minum, hanya disaat menghadapi beban yang teramat sangat beratlah sahabatnya tersebut akan mendekati minuman terlarang tersebut, jadi tanpa banyak bertanya Donghae langsung saja menyanggupi permintaan sahabatnya tersebut saat beberapa saat yang lalu Siwon menghubunginya, Donghae bahkan terpaksa membatalkan acara nonton bioskop bersama kekasihnya Yoona yang sudah mereka rencanakan sejak tiga hari yang lalu, dan sekarang setelah semua pengorbanannya, Siwon dengan santai mengatakan ia tidak jadi datang?! Donghae sangat berhak untuk kesal.
"aku baru saja akan menghubungimu Hae, maaf ya, thank you bantuamu anyway"
"haizz kau membuang waktuku saja, ya sudah kutunggu besok penjelasanmu di kantor" Donghae memutuskan sambungan telepon terlebih dahulu, masih sangat kesal dengan tindakan seenak jidat dari Siwon.
Siwon menggeleng pelan sambil tersenyum membayangkan wajah kesal Donghae saat ini, ia merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi? Yesungnya sudah pulang, Siwon tidak butuh pelampiasan apapun lagi.
Namun sadarkah Siwon dengan perubahan air muka Yesung? Wajah manis itu langsung menegeras sejak pertama melihat nama Donghae, nama yang paling dibenci Yesung, dan Yesung mendengar percakapan mereka dengan jelas, Yesung bisa mendengar suara Donghae diseberang sana, XX bar? Yesung tahu tempat itu, salah satu bar ter-elit di Seoul, Siwon dan Donghae berencana untuk bertemu di Bar tersebut malam ini?
Siwon membatalkan acara mereka secara sepihak karena kemunculannya yang tiba tiba, dan Yesung mendengar sendiri Donghae terdengar persis seperti kekasih yang tengah merajuk karena mendadak kekasihnya membatalkan janji, dan senyuman Siwon menghadapi sikap Donghae, senyuman yang sangat menawan itu terasa sangat menyakitkan.
Selalu saja begini, tiap kali Yesung berniat untuk memperbaiki hubungan pernikahannya dengan Siwon, kenyataan pahit mengenai kehadiran Donghae selalu menamparnya, dan egonya sebagai tuan muda membuat Yesung selalu tidak pernah ingin memperjuangkan cintanya, baginya hal itu sama saja seperti mengemis, dan hal itu tidak ada dalam kamus hidup the great Kim Yesung.
"oh kau ada janji dengan Donghae? Lanjutkan saja Siwon, kau tidak harus membatalkannya hanya karena aku disini, aku hanya mampir sebentar untuk mengambil beberapa bajuku" See? Tuan Muda Yesung langsung dikuasai oleh egonya, dan Choi Siwon tidak menyadari kalau semua itu karena kesalahannya.
"hanya mampir? Memangnya kau mau kemana lagi Yesung ah?" Siwon langsung panik mendengar pernyataan Yesung, ia tidak ingin Yesung pergi lagi.
"pulang ke rumahku"
"rumahmu? Ini rumahmu Yesung, ini rumah kita"
"aku lebih nyaman tinggal di rumah Appaku, karena tadi kau mengatakan kau menjemputku, jadi bisa kusimpulkan kalau kau sudah tahu kalau seminggu kemaren aku tinggal disana bukan? Aku baru menyadari kalau aku memang lebih nyaman tinggal disana, jadi aku datang kesini hanya untuk mengambil beberapa helai pakaianku"
"kau boleh pergi dan temui Donghaemu sekarang, tidak perlu menungguku, aku juga akan segera pergi setelah ini"
Siwon blank untuk sepersekian menit mendengar ucapan Yesung, secara gamblang Yesung mengatakan lebih nyaman tinggal bersama Appanya, sama saja dengan Yesung mengatakan sudah tidak menginginkan pernikahan mereka lagi bukan?
Siwon bahkan tidak menyadari kata 'Donghae-mu' yang seharusnya bisa menjadi kunci pembuka pengentas kesalahpahaman yang menyelimuti pernikahan mereka selama ini.
Yesung tersenyum sinis melihat reaksi blank Siwon, ia berjalan menuju kamar mereka untuk menegambil beberapa pakaiannya.
Tidak, tadinya Yesung tidak berencana untuk melakukan tindakan ini, ia sudah memutuskan untuk kembali ke rumahnya bersama Siwon mulai malam ini, namun kenyataan pahit mengenai hubungan suaminya dengan rekan kerjanya di kantor yang tidak pernah putus tersebut membuat Yesung benar benar muak dan memilih pergi.
Dan tidak satupun dari ucapan atau tindakan Siwon yang bisa mencegah kepergian Yesung malam itu, tekat Yesung sudah bulat, mulai malam ini dan seterusnya, ia tidak akan pernah lagi kembali kesini untuk tinggal bersama Siwon, walaupun Yesung sepenuhnya sadar keputusannya ini akan membahayakan pernikahannya, tapi Yesung sudah tidak mau peduli lagi.
.
.
.
Besok adalah hari keberangkatan Siwon ke London, seperti yang sudah direncanakan, Siwon mempercepat keberangkatannya untuk bisa segera memulai pengoperasian cabang baru mereka di London.
Siwon memilih untuk sudah tidak lagi datang ke kantor hari ini, semua tugas dan wewenang sudah di serah terimakan dengan Tn. Gu Majoon dua hari yang lalu.
Ia baru saja kembali ke rumah usai bertemu dengan pengacara Lee, pengacara yang sudah beberapa kali dalam dua minggu terakhir ini ditemuinya, dan kali ini Siwon sudah mendapatkan hasil yang diinginkannya, sebuah amplop coklat berukuran besar ada di tangannya, amplop yang berisi akta percerainnya dengan Yesung.
Siwon tersenyum kecut, Siwon tidak pernah menginginkan perceraian ini, namun ini adalah keputusan terbaik, untuknya dan juga untuk Yesung.
Yesung tidak pernah ada dalam pernikahan ini, jadi Siwon tidak ingin mengikat Yesung dalam kehampaan, Siwon juga tidak ingin terus merasakan sakitnya memiliki Yesung yang hanya di atas kertas.
"sedang apa kau sekarang Yesung ah? Kau pasti akan sangat senang menerima akta perceraian kita ini kan?"
.
Sementara itu…
Yesung sedang berada di sebuah café tidak jauh dari kampus tempat Ryeowook kuliah, ia ada janji makan siang dengan sahabatnya tersebut siang ini, Ryeowook hanya setuju untuk makan siang disini karena dia masih ada 2 mata kuliah lagi siang ini.
"kafe ini terlalu ramai Wookie, tidak asyik makan disini" komen Yesung saat keduanya mulai menyantap menu pesanan mereka.
"tsk jangan banyak komentar Yesung ah, tentu saja cafenya ramai, ini kan jam makan siang, café manapun juga ramai kalau jam makan siang begini" Ryeowook berdecak mendengar komentar Yesung, ia tahu Yesung sangat pemilih dan jarang atau hampir tidak pernah memasuki café kelas menengah sesuai kantong mahasiswa seperti ini.
"harusnya kan kita bisa memilih ruangan yang lebih tenang dengan pelayanan yang lebih baik dan lebih cepat dari layanan regular seperti ini, coba lihat pesanan kita saja baru datang setelah hampir 15 menit menunggu"
"Ini bukan kafe mewah yang biasa kau datangi Yesung ah, sudah terima dan nikmati saja makananmu, kau yang ngotot ingin makan siang bersama denganku hari ini, jadi terima saja, simpan penyakit tuan mudamu untuk nanti" omel Ryeowook sambil memutar bola matanya malas dengan sikap Yesung, sementara yang diomeli hanya mempoutkan bibirnya imut.
"kalau kau ingin bermanja manja dan makan siang di restoran mewah seharusnya kau menghubungi suamimu, bukannya aku, dia akan mengikuti kemauanmu untuk menemanimu makan siang dimanapun yang kau mau" lanjut Ryeowook, ia tidak tahu kalau Yesung dan Siwon sedang terlibat pertengkaran hebat, Yesung memang tidak menceritakan masalahnya kali ini pada Ryeowook.
Yesung langsung memalingkan wajahnya dari tatapan sahabatnya tersebut saat mendengar Ryeowook mulai membahas suaminya, ia tidak ingin membahas apapun mengenai Siwon.
Tatapan Yesung langsung tertuju pada pasangan yang tengah bergandengan tangan mesra yang baru saja memasuki kafe tersebut.
Yesung mengenali satu dari mereka, ia buru buru menundukkan wajahnya agar tidak dikenali tengah berada disana.
"kau kenapa?" Tanya Ryeowook heran melihat tingkah aneh Yesung yang terlihat tengah berusaha menyembunyikan wajahnya.
"kau lihat pasangan yang baru saja memasuki kafe barusan?" Tanya Yesung masih menunduk.
Ryeowook menautkan kedua alisnya bingung, ia menoleh kearah pintu masuk dan menemukan pasangan yang dimaksud oleh Yesung.
"kenapa dengan mereka Yesung ah?" Tanya Ryeowook masih tidak mengerti.
"mereka terlihat sangat mesra dan seperti pasangan kekasih bukan?"
Ryeowook hampir saja tersedak mendengar pertanyaan Yesung, ia buru buru menyeruput minumannya.
"apa apaan dengan pertanyaanmu Yesung ah? Memangnya kenapa kalau mereka terlihat mesra? Dan mereka memang sepasang kekasih, ada yang salah dengan mereka?"
Uhuk!
Kali ini Yesung yang tersedak mendengar ucapan Ryeowook, beruntung semua tengah sibuk dengan makanan yang ada di meja mereka masing masing hingga tidak ada yang menyadari tingkah konyol dari dua sahabat ini, pasangan yang jadi topik pembicaraan juga telah mengambil tempat duduk cukup jauh dari meja mereka, jadi tidak mungkin mereka menyadari keberadaan Yesung disana.
"kau kenal mereka?!"
"tentu saja aku kenal, gadis itu Yoona, ia satu jurusan denganku, dan namja tampan itu adalah Donghae, kekasihnya, mereka cukup sering makan siang bersama disini, mungkin hampir semua anak fakultas kami sudah tau mengenai hubungan mereka.
"kau juga kenal Donghae?!"
"Donghae aku tidak pernah berkenalan langsung dengannya, tapi aku tahu namanya karena ia cukup sering mengantar jemput Yoona ke kampus, sering juga menemainya makan siang seperti ini"
Yesung terdiam mencerna semua ucapan sahabatnya, Donghae punya kekasih? Lalu Siwon? Bukankah Donghae itu kekasih Siwon? Tapi Ryeowook mengatakan Donghae berpacaran dengan gadis yang bernama Yoona tersebut, Donghae berselingkuh di belakang Siwon? Berjuta pertanyaan mendadak hadir di kepala Yesung.
"kenapa Yesung ah? Ada yang salah dengan mereka? Kau juga kenal mereka?"
"aku mengenal Lee Donghae"
"kau mengenal- tunggu! Aku ingat sesuatu, dulu kau pernah curhat padaku dan mencurigai suamimu punya affair dengan rekan kerjanya di kantor, kalau tidak salah waktu itu kau mengatakan namanya Donghae, maksudmu Donghae ini? Dia rekan kerja suamimu?!" Ryeowook kini mulai nyambung dan tau arah pikiran Yesung.
Yesung tidak menjawab, ia masih sibuk bertanya sendiri dikepalanya.
"tebakanku pasti benar, Donghae kekasih Yoona ini kan yang pastikau curigai punya hubungan special dengan sumaimu itu? Astaga Yesung ah kini aku bisa meyakinkanmu 100% tidak mungkin ada hubungan apa apa melebihi persahabatan antara suamimu dan Donghae, semua orang disini bahkan tahu betapa serius hubungan Yoona dan Donghae selama ini, mereka sudah berpacaran hampir 2 tahun, atau setidaknya Donghae sudah sering mengantar jemput Yoona hampir 2 tahun ini ke kampus ini"
Yesung langsung pulang ke rumahnya usai makan siang dengan Ryeowook, ia bahkan tidak sampai menghabiskan porsi makan siangnya, teerlalu banyak hal yang ada di pikirannya.
Benarkah yang tadi diucapkan Ryeowook? Bahwa Donghae dan Yoona sudah berpacaran lama dan sudah sangat serius? Benarkah ia hanya salah paham dengan hubungan Donghae dan suaminya selama ini?
Tapi kalau dipikir pikir lagi, ia tidak mungkin salah, ia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa banyak bukti kuat yang menyatakan hubungan special Siwon dan Donghae.
Donghae menduakan Siwon kah? Haruskah ia menemui Siwon dan menanyakan langsung hal ini? Ia tidak ingin salah paham dan juga tidak ingin Siwon disakiti atau di khianati oleh Donghae, cinta nya membuat ia ingin melindungi Siwon.
Bahkan saat makan malam menjelangpun Yesung masih belum bisa menghentikan pertanyaan pertanyaan yang bermunculan di kepalanya.
Yesung baru tersadar saat mendengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya
"Tuan Muda, makan malam sudah siap, Tuan Besar dan Tuan Muda Siwon sudah menunggu di meja makan"
Eh? Siwon ada disini? Kenapa kebetulan sekali?
"iya bik, aku akan segera turun"
Senyuman dimple Siwon langsung menyambut Yesung begitu ia menghampiri meja makan, ia tahu Siwon sebenarnya sangat kecewa dengan tindakannya yang memilih pulang ke rumah orang tuanya, namun Siwon menyembunyikan semua itu di hadapan Ayahnya.
Tidak banyak percakapan yang terjadi di meja makan malam itu, Siwon mengatakan ada hal yang ingin ia sampaikan pada Tn. Kim dan juga Yesung, tapi tidak saat sedang makan malam ini
Yesung berencana akan menanyakan kebenaran hubungannya dengan Donghae setelah makan ini, benarkah ia hanya salah paham seperti yang selalu dikatakan Ryeowook sahabatnya?
.
"ada apa Siwon ah? Kau bisa menyampaikannya sekarang" ujar Tn. Kim saat ketiganya kini sudah berada di ruang keluarga, dan Siwon masih belum mengeluarkan suara.
Tn. Kim tahu Siwon akan berangkat ke London besok pagi, jadi mungkin Siwon ingin pamit malam ini.
"aku akan berangkat ke London besok siang Appa, Yesung" ujar Siwon akhirnya mulai membuka suara.
"B- Besok?!" Yesung terlihat cukup kaget, bukankah Siwon dulu mengatakan akan berangkat akhir bulan depan? Ia sama sekali tidak tahu kalau Siwon mempercepat keberangkatannya.
"iya, aku mengambil penerbangan pukul 2 siang"
"bukannya dulu kau bilang akan berangkat akhir bulan depan?"
"aku mempercepat keberangkatanku Yesung ah, kau memilih untuk tinggal disini dan tidak bisa aku hubungi, jadi aku tidak sempat memberi tahu soal perubahan jadwal keberangkatanku"
"oh.." Yesung hanya bisa merespon singkat, keberangkatan Siwon yang mendadak, Yesung belum siap menerima hal itu, terlebih ada banyak hal yang ingin ia konfirmasikan pada Siwon, apakah sudah terlambat baru berniat mencari kebenarannya sekarang?
"kau berangkat sendirian Siwon ah?"
"tidak Appa, aku berangkat bersama 3 orang staff kantor pilihanku lainnya, Lee Hyukjae, Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun"
"Lee Donghae tidak ikut pindah ke London?" Tanya Yesung dalam hati.
"semoga semua urusan disana nanti berjalan lancar dan cabang di London bisa segera mencapai target, Appa ingin kau segera kembali ke Seoul secepat mungkin"
"iya Appa, semoga semua berjalan sesuai target dan rencana kita, aku akan kembali kesini saat nanti aku sudah bisa mempercayakan cabang baru kita pada salah satu dari ketiga staff yang saat ini ikut bersamaku"
"dan juga, aku ingin memberikan ini" lanjut Siwon sambil mengeluarkan Amplop berwarna coklat dari balik saku jas yang dipakainya, dan meletakkannya di atas meja.
"apa itu Siwon ah?" Tanya Tn. Kim meskipun ia sudah tahu apa isi dalam amplop tersebut melihat logo instansi yang tertera di amplop tersebut.
Siwon menatap mertunya dan juga Yesung sebentar, sebelum kembali menunduk memokuskan matanya pada amplop tersebut.
"ini akta perceraianku dan Yesung, pengadilan mengeluarkannya tadi pagi"
Yesung sontak mengangkat wajahnya dan menatap Siwon kaget mendengar informasi yang baru saja keluar dari mulut suaminya.
Akta perceraian?! Siwon menceraikannya? Secara sepihak?
.
.
.
.
.
=tobe continued…=
.
.
Terima kasih untuk semua review yang masuk di chapter lalu,
Terharu Lily tuu….
Lily mengira sudah tidak ada lagi reader yang akan mampir ke ffn karena sudah sekian lama sepertinya komunitas ini ditinggalkan,
Tenyata teman teman masih ada disini, terima kasih, love you all….
Rumah ini milik kita bersama, milik author dan para readersnya, kita huni dan kita ramaikan bersama rumah ini
Oh iya, Lily sudah terlalu lama off daari dunia fangirl, jadi sudah sangat banyak moment yang Lily lewatkan,
Jika teman teman berkenan, please mention moment moment Yewon, video, gambar, link youtube, atau apapun itu tentang Yewon, ke twitter lily foryewon
Jujur lily sudah lupa password akun itu saking sudah lamanya tidak main twitter, tapi lily akan temunkan cara untuk bisa mengakses akun itu lagi,
Jadi kalau teman2 punya konten apapun itu tentang Yewon, please kindly tag dan mention akun foryewon lily yaaaa,
Spesialnya untuk video YeWon di Liar Game Super Junior Return yang teman teman rekmendasikan di review chapter kemaren, jujur Lily belum nonton SJ Return, lily baru tahu kalau ada Yewon moment disana, lily udah cari videonya di youtube tapi gak nemu, so please pretty please bagi lily link videonya yaaa
Akan sangat membantu menambah ide ide fanfiction lily nantinya,
Thank you in advance my YeWonderful Family.
