Bolster Pillow by Lightrress

.

Warning!

Fiction, BL, Semi-Canon

.

.

Karena Kim Seokjin tidak bisa tidur tanpa bantal guling

.

.

.

.

Seokjin terus membolak-balikkan badannya di atas tempat tidur berukuran king size itu. Tidak bisa tidur tanpa barang esensial yang seharusnya sudah ada dipelukannya sejak ia mencoba untuk tertidur. Gerakan yang dilakukannya membangunkan sosok lain yang berada di atas tempat tidur yang sama. Sosok itu melihat Seokjin yang juga berbaring menghadapnya. Menggerakkan telapak tangan besarnya untuk mengelus kepala Seokjin sementara menggerakkan tangan lainnya lagi untuk meraih ponsel yang berada di meja nakas. Melihat jam yang tertera di layar ponsel lalu menyimpannya dan beralih kembali untuk menghadap Seokjin yang memperhatikannya.

"Aku tidak bisa tidur, Namjoonie"

Seokjin menjawab sebelum Namjoon sempat bertanya. Namjoon tertawa kecil dan bertanya serak khas baru bangun. "Aku ketiduran. Kapan hyung kembali ke kamar?"

"Aku langsung ke sini begitu menyelesaikan satu game dengan Jungkook dan kau sudah tertidur." Seokjin menjawab pelan.

"Kenapa tidak membangunkanku, hem?" Namjoon kembali mengelus kepala yang lebih tua lembut.

"Kau terlihat lelah, Namjoon-ah. Aku tidak mau mengganggu tidurmu." Mendengar jawaban itu, Namjoon tersenyum gemas. Hyungnya ini benar-benar manis.

"Hotel ini tidak menyediakan bantal guling?" Namjoon yang mengetahui alasan kenapa hyungnya ini belum tidur pun bertanya. Seokjin hanya menggeleng dan menjawab "Tidak. Aku juga tidak enak merepotkan staff dan manager hyung untuk mencarikanku bantalnya, mereka juga pasti sangat lelah mengurus persiapan konser untuk lusa. Lagipula ini salahku sendiri yang lupa membawanya."

Namjoon tersenyum mendengar jawaban Seokjin. Hyungnya benar-benar pengertian pada orang-orang disekitarnya. Namjoon kemudian mengangkat tangan yang dari tadi mengelus sayang kepala yang lebih tua. Membuka kedua tangannya untuk menciptakan ruang kosong di depan dadanya. "Sini, hyung. Peluk aku saja."

Seokjin yang melihat perlakuan Namjoon kemudian tertawa. Beringsut mendekat masuk ke dalam pelukan Namjoon dan balas memeluk kekasihnya itu. Wajahnya ditundukkan dan ditenggelamkan pada dada bidang Namjoon. Menggumam kecil. "Kau mau menjadi gulingku, Namjoon-ah?"

"Kau boleh menjadikanku gulingmu, hyung-ah" Namjoon menjawab. Tangannya sibuk mengelus dan menepuk pelan punggung Seokjin.

Seokjin mendongak menatap Namjoon memasang muka serius dan berkata. "Aku sangat posesif pada bantal gulingku, kau tahu?"

Namjoon tertawa pelan dan berbisik dalam pelukan.

"Jangan khawatir, princess. I'm all yours."

.

.

.

.

"Seokjin-ah"

Seokjin menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Dilihatnya manager-hyung yang menatapnya dengan tatapan meminta maaf.

"Ada apa hyung?" Seokjin bertanya.

"Maaf, aku baru akan mencari bantal untukmu hari ini, Seokjin-ah." Sang manager terlihat menyesal, mengetahui Seokjin tidak akan bisa tidur tanpa benda itu.

"Tidak usah hyung, aku sudah tidak memerlukannya." Seokjin tersenyum menjawab, mengabaikan manager yang menatapnya heran.

Aku sudah punya yang lebih baik

.

.

.

.

Haii, Fict ini terinspirasi dari diriku sendiri yang kesulitan untuk tidur tanpa bantal guling wkwkwk. Aku berpikir kalau Seokjin akan sangat menggemaskannnn saat akan membuat cerita ini, dan ternyata benar wkwkwk.

Last, wanna leave some review?

-Lightrress