"Kunikida-kun suka bunga?"
"Jika kau mempunyai waktu untuk mengangguku, sebaiknya kau kerjakan laporanmu."
"Kalau alam? Misalnya pemandangan dari gunung gitu."
"Diam atau kuhajar kau."
.
.
.
.
A Small Talk
By KunikidaDerai
Bungou Stray Dogs by Kafka Asagiri and Sango Harukawa
#Kunikida'sBirthdayWeek Day 1
[Flowers or Nature]
Hope enjoy. Don't read this:')
.
.
.
.
Perbincangan yang sama sekali tak dapat dimengerti pun terjadi, Dazai pun cemberut kesal dengan respon yang dikeluarkan oleh rekan kacamatanya ini.
"Aku serius bertanya!"
"Aku juga serius menjawab."
Dazai menghela nafas, menatap wajah kaku Kunikida yang masih menarikan jarinya di keyboard laptop.
"Kunikida-kun, jika kau terus-menerus kaku seperti itu, kau akan cepat tua."
Ucapan Dazai pun berhasil membuat Kunikida melirik pria beperban itu, jari-jemari pun memelan lalu berhenti mengetik.
"Jangan mengerjaiku, aku sedang lelah dengan tumpukan dokumen milikmu dan Ranpo-san." Balas Kunikida datar lalu kembali berfokus ke layar laptop didepannya.
Dazai menghela nafas pelan, ya mungkin ia juga salah dengan melimpahkan pekerjaannya ke Kunikida. Tapi, masa bodoh dengan hal itu, sedari dulu ia tak suka berjibaku dengan dokumen seperti Kunikida.
"Sebagai permintaan maaf, makanya aku mengajakmu mengobrol. Lagipula aku juga bosan." Ujar Dazai sambil menopang dagunya menatap Kunikida.
Sedangkan Kunikida tak habis pikir, jika Dazai bosan, mengapa ia tak mengerjakan dokumennya? Hal itu pun berhasil membuat denyutan dikepala Kunikida.
"Jadi, jawab pertanyaanku! Kau suka bunga atau tidak?!" Seru Dazai sambil mengerucutkan bibir, masih sedikit kesal dengan Kunikida yang tak kunjung melisankan jawaban.
Kunikida pun terdiam, kembali berhenti mengetik dan berpikir, lalu mengedikkan bahu begitu saja.
"Aku tak tahu, tak pernah memikirkan hal itu. Tapi, aku tak membencinya. Puas?" Jawab Kunikida dengan ketus sambil menatap Dazai dengan kesal.
"Sangat puas, omong-omong kemarin aku belajar hanakotoba!"
Kunikida mengernyit heran.
"Hanakotoba? Kukira kau sudah paham tentang hal itu."
"Dulu tak sempat, aku juga melakukannya karena bosan."
Pemuda berkacamata itu pun mengerjab, baru menyadari masa lalu Dazai yang merupakan eksekutif mafia.
"Lalu, kau mau apa? Hingga mengatakannya denganku." Laporan dan dokumen pun terlupakan, mungkin saja terbawa oleh suasan yang dibuat sedemikian oleh Dazai.
"Hanya mau bilang, kalau Kunikida-kun itu mirip daisy yah?"
"Daisy?"
Kunikida lagi-lagi mengernyit, mencoba mengingat hanakotoba dari bunga daisy itu.
"Hah? Kau yakin?" ucap Kunikida tak percaya, "Bukannya itu lebih ke Atsushi?"
"Tidak, aku aku yakin sepenuhnya kalau itu mirip Kunikida-kun, walaupun zinnia juga cocok." balas Dazai sambil menampilkan senyum yang Kunikida anggap menyebalkan.
"Kalau begitu, bagaimana dengan Atsushi?"
"Atsushi-kun sakura dan edelweis!"
"Aku tak tahu bagaimana cara pikirmu." Kunikida menggeleng, seakan tak bisa menerima pendapat Dazai tentang penggambaran Atsushi.
"Kalau Ranpo-san freesia, dan Sachou daffodil, lalu Kyouka-chan azalea."
"Tunggu, Kyouka azalea? Mengapa?" Kunikida mengernyit bingung.
"Aku mengasal." Balas Dazai dengan wajah polos, membuat Kunikida ingin sekali memukul wajah itu.
"Jaa, menurut Kunikida-kun, aku hanakotoba apa?" Tanya Dazai sambil menopang dagu dengan lengan di meja, menatap Kunikida sambil memasang senyum di wajah.
Kunikida terdiam sejenak, berpikir kira-kira bunga apa yang cocok dengan Dazai, hingga satu bunga terlintas di pikirannya.
"Red spider lily."
Dazai mengerjab kaget, terdiam sejenak lalu berkata, "Kenapa?"
"Mudah saja, kau suka bunuh diri, dan mengejar kematian. Bunga itu lambangnya kematian juga kan?" Jawab Kunikida sambil menutup laptopnya dan memasukkan notebook ke dalam saku.
Mungkin laporan ini bisa menunggu hingga besok. Hingga Kunikida pun bangkit dan hendak keluar dari kantor.
"Kunikida-kun, mau kemana?"
Langkah Kunikida terhenti, menoleh menatap Dazai yang masih setia duduk.
"Pulang, hujan sudah berhenti. Kau tak mau pulang?"
Dazai tersadar dan melihat ke jendela. Tak ada lagi air yang sempat jatuh dan membasahi bumi seperti tadi. Ia phn langsung ikut bangkit dan menyusul Kunikida.
"Penggambaran Kunikida-kun tentangku bagus, aku suka. Tapi, mungkin aku lebih suka sweet pea."
"Hah? Kenapa?"
Pertanyaan Kunikida pun hanya ditanggapi senyuman oleh Dazai, pemuda beperban itu langsung berjalan mendahului Kunikida.
Kunikida pun mengangkat bahu acuh, langsung keluar dan menutup pintu kantor, tak lupa juga menguncinya. Turut mengikuti Dazai dari belakang.
Obrolan ringan tentang bunga bersama Dazai, menurut Kunikida tak buruk juga untuk mengisi waktu luang. Toh, jarang-jarang mereka berdua mengobrol tanpa perlu memikirkan sebuah pekerjaan.
End
N.a
Makna bunga
Daisy = kemurnian, kesucian, kesetiaan.
Zinnia = kesetiaan
Sakura = kebaikan dan kefanaan hidup
Edelweis = keberanian
Freesia = kekanak-kanakan
Daffodil = kehormatan/menghormati
Azalea = kesabaran
Red Spider Lily = kematian
Sweet Pea = perpisahan/selamat tinggal
Terima kasih degan Vira1D1Ace yang membantu dalam memaknai char BSD dengan hanakotoba.
Sc : Wikipedia
