Gundam Seed© Sunrise
Original fiksi © Panda Nai
Simple Story About Love
...
Enjoy it
"Ya Tuhan! Baru kali ini aku mendengar ada lelaki sebrengsek itu!"
"Kau benar, Milly. Dia mungkin termasuk salah satu spesies buaya baru."
Mataku mengerjap berkali-kali dan bibirku menyunggingkan senyum simpul setelah mendengar respon dari kawan-kawanku yang baru saja kuceritakan tentang kisah cintaku. Hari ini seperti biasa aku, Miriallia, dan Lunamaria duduk di bangku dekat pintu kelas. Tak ada yang istimewa, hanya mengobrol dan menggosip soal hubungan pribadi. Kami sering melakukannya secara bergantian dan kali ini, aku lah yang bercerita, atau yang bisa kusebut curhat berbagai macam masalah cinta ku yang konyol...
Kau tau? Bagaimana reaksimu saat mendengar kisah tentang seorang gadis yang dengan sukarela mendukung mantannya yang baru saja putus darinya untuk mendapatkan gadis idamannya, yaitu sahabatnya sendiri?
"Bodoh."
Begitulah pendapat yang akan keluar dari mulut kebanyakan orang ketika mendengarnya...
Dan bagaimana pendapat mu, bila ada seorang gadis yang ternyata menyukai adiknya sendiri, dan lagi-lagi harus rela melepaskannya, karena adiknya menyukai gadis lain?
Kalian mungkin akan bilang ini hal yang konyol...
Tapi benar! Itulah yang terjadi padaku. Semua itu adalah aku, tentang ku, kisah cintaku.
Aku tau aku memang bodoh. Ya... Aku akui itu. Kisah cintaku tidak pernah berjalan mulus. Dulu aku memiliki seorang kekasih yang aku cintai, namun ternyata hubunganku harus kandas di tengah jalan, lantaran kekasihku atau yang sudah menjadi mantanku, menyukai gadis lain yang ternyata adalah sahabatku.
Oh, terkutuklah!
Tapi anehnya aku tak sedikitpun mengeluarkan amarahku seperti kebanyakan gadis lainnya. Dan yang terparah, aku malah mendukungnya kemudian membantunya berusaha mendapatkan gadis impiannya.
Hanya beberapa bulan Ahmed El Fasi menjalin hubungan romansa denganku. Lelaki berkulit sawo matang dengan rambut coklat yang dia biarkan berantakan itu cukup punya nyali. Pasalnya, ada niat terselubung saat ia mencoba memacariku. Menjadikanku kekasih demi semakin dengan sahabatku, Juri Wu Nien. Bersyukur Juri masih waras dan menolak cinta busuk Ahmed.
Oke, itu adalah masalah pertama. Sebaiknya kita beralih ke masalah selanjutnya.
Aku memiliki seseorang yang kuanggap sangat istimewa. Aku bisa tenang dan merasa damai bila bersamanya. Kalian boleh menebak siapa dia. Ah tapi tidak perlu, biar kuberitahu saja.
Ya, dia adalah adikku sendiri.
Kira Yamato...
Awalnya aku tak terlalu memperhatikannya. Tapi entah sejak kapan, duniaku serasa berubah ketika aku mulai peduli padanya. Kelakuannya, sifatnya dan senyum nya.
Aku menyukai setiap senyum yang terukir dari wajahnya. Hatiku pun selalu berdebar dibuatnya, apalagi ketika dia mengatakan "Aku menyayangi nee-chan".
Bagaikan ratusan kembang api yang meledak tak karuan di kepalaku.
Tapi rasa bahagia ini tak bertahan lama. Sebab adikku dengan terang-terangan meminta bantuan ku untuk mendapatkan gadis impiannya. Lacus Clyne, sang diva sekolah.
Perasaanku? Tentu saja hancur...
Terhitung dari hari itu hatiku pun remuk berantakan dan tak bersisa.
Terhitung dari hari itu, aku berhenti berharap pada cinta.
Terhitung dari hari itu, aku tak percaya pada cinta.
Hingga pada akhirnya, seorang lelaki tampan yang ternyata teman kecilku, datang padaku dan berkata "I love."
Awalnya aku tak paham Apa ini mimpi? Ataukah khayalan bodohku lagi yang masih mengharapkan datangnya cinta.
Tapi tidak!
Berusaha kubuka mulutku untuk berkata, namun dia langsung mengarahkan jarinya di bibirku dan menyuruhku untuk diam mendengarkannya.
"I love."
"..."
"Sungguh love." Dia pun tersenyum menatapku.
Aku tersipu akan senyumannya. Kurasakan rona merah sudah menjalar ke seluruh wajahku, dan mendadak ku palingkan wajahku darinya.
"Mengapa? Mengapa kau berkata begitu?" tanyaku dengan gugup.
Dia tak menjawab pertanyaanku, melainkan kembali mengulang perkataannya yang tadi.
"I love. Sungguh love."
"Aku tak butuh pengulangan darimu, Athrun! Aku butuh jaw─" belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku. Dia malah memelukku secara tiba-tiba.
"Sudah kukatakan, apakah kau masih tak paham juga, Cagalli?"
"..."
Dia pun melepaskan pelukannya dan menatapku dengan penuh kelembutan. Oh tidak, aku memerah lagi.
"I love... Sungguh love. Aku... kamu." Ucapnya yang kemudian tersenyum kepadaku.
Sekitar 10 menit aku terdiam karena ucapannya. Tak ada yang memulai percakapan antara kami, sampai ia pun kembali berucap.
"Jadi, apa jawabanmu?"
"Haaaa?!" Ku naikkan sebelah alisku. "Kau tidak bertanya apapun padaku, apa yang harus aku jawab?"
"Oh, ayolah, Caggy~" Ku lihat dia mengerucutkan bibirnya dan aku tertawa kecil melihat tingkahnya.
"Jadi?" Tanya nya lagi.
"I love, sungguh love, aku...kamu." Ucapku dengan senyuman yang merekah di wajahku.
Dan ternyata, terhitung dari hari itu... Aku bersyukur pada cinta.
The end...
well, this is just simple story... ^_^
mungkin panda kurang kerjaan me-remake fic debut panda di fandom ini wkwkw. karena agak geli aja dengan cara penulisan panda dulu. jadi panda ketik ulang. plot masih sama, gaje seperti biasa. efek panda belum bisa nulis chapter baru dari fic on going, karena akhir bulan ini jadwal panda padat, lol. jadi panda usahakan akan update di bulan september, huhuhu
publish: 19 Oktober 2012
edited: 22 Agustus 2020
