.

.

.

Musim Semi dan Sakura

By Ricchi

.

Disclaimer: All of the characters and Naruto itself are Masashi Kishimoto's but this story is purely mine. Saya tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apa pun selain kepuasan pribadi x')

Rating: K plus

Summary: Dalam hati, ia merapal serangkaian sumpah serapah. Namanya Sakura, pancaran musim semi darinya kentara jelas sampai tumpah. Namun, tubuhnya malah meraung saat dibelai musim semi dengan serakah./ Musim semi ... sangat menyebalkan./ Drabble untuk Zaidah. Warning inside, mind to RnR? x)

Warning: AU, conflictless dan jauh dari kata sempurna x")

.

.

.

Semilir angin musim semi membelai lapisan epidermis Haruno Sakura. Perempuan itu berdiri di depan tempat kerjanya, ia memejamkan mata melawan lara. Silia-silia dalam hidung digoda oleh serbuk bunga, membuat hidungnya gatal tiada tara.

Musim semi, hawanya sejuk dan ratusan bunga menerbangkan kelopaknya dari pohon-pohon yang ditanami. Musim semi, waktu di mana jalan-jalan mendapat sentuhan warna merah muda karena tinta alami. Musim semi, sangat indah tapi merupakan suatu danau kesulitan dan Sakura harus menyelami.

"Achooo! Srooot, srooot!" Sakura mengambil tisu dari tasnya. Entah, sudah kali ke berapa ia bersin dan menahan sekretnya.

Kedua matanya berair, skleranya kemerahan karena hiperemis. Siapapun yang melihatnya mungkin akan mengira ia baru saja menguras bendungan air mata sampai habis. Padahal realitanya hanyalah Sakura dan perjuangannya melawan alerginya dengan miris.

Musim semi ... sangat menyebalkan.

Dalam hati, ia merapal serangkaian sumpah serapah. Namanya Sakura, pancaran musim semi darinya kentara jelas sampai tumpah. Namun, tubuhnya malah meraung saat dibelai musim semi dengan serakah.

Mood-nya selalu tidak baik saat musim semi datang. Sakura menarik napas, berusaha melawan dan menantang. Sukmanya menjerit dengan lantang. Tetap saja pada akhirnya, sang alergi tetap membuatnya seperti kentang.

Secercah terang tiba-tiba mengetuk naik mood-nya. Perasaan sebal tak jelas itu mendadak sirna dibuatnya. Emerald-nya bertemupandang dengan onyx miliknya. Dia yang sejak setengah jam yang lalu sudah dinantinya.

Di hadapannya, Uchiha Sasuke berdiri. Ia mendekatkan diri. Berjalan serong menuju Sakura, sedikit ke kiri.

"Maaf, aku terlambat," ucapnya kalem dengan pembawaan tenangnya.

Sakura menarik kedua angulus bibirnya dengan lebar, matanya sampai menyipit. "Tidak apa-apa, Sasuke-kun."

Laki-laki itu, suaminya nampak membongkar isi tasnya sejenak. Kemudian, ia menjulurkan masker dan face shield ke depan wajah Sakura, membuat perempuan itu semakin melunak.

Setelah membantu istrinya memakai perisai untuk melawan alerginya, bungsu keluarga Uchiha itu kembali berucap,

"Ayo, pulang."

Yang segera dibalas dengan anggukan singkat nan antusias oleh Sakura.

Kedua tangan bertautan saling menggenggam. Sakura menyamakan langkahnya dengan Sasuke secara seragam.

Kini, Haruno Sakura dan Uchiha Sasuke siap melawan musim semi bersama-sama.

Ternyata musim semi tidak seburuk itu, ya.

.

.

.

end

.

Words count: 328

.

a/n: Hai! Aku kembali lagi dengan drabble setelah lama nggak bikin ini. Semoga nggak aneh dan suka, ya! X)

Drabble ini untuk Zaidah—partner INFJ-ku XD Alhamdulillah aku kesambet muse dalam waktu dekat wkwkk. Semoga sesuai dengan selera, yaa. Maaf banyak kurangnya huhuu ;-;

Bagi yang udah baca sampai akhir, terima kasih banyak! Semoga terhibur. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silakan ganggu aku di mana pun! X)