Back to Author

Rintik hujan menemani perjalanan Chanyeol kali ini, terlalu banyak yang dia pikirkan dan untuk pertama kalinya dia yakin bahwa Baekhyun kecewa pada dirinya.

Chanyeol memarkirkan mobilnya di basement kantor dan segera menaiki lift khusus direksi menuju lantai 10 dimana letak ruangannya berada.

Ketika dia membuka lift, dia melihat Amanda sedang berteriak-teriak di depan ruangannya. Jongin melihat Chanyeol datang dan sedikit membungkukkan tubuhnya.

"Kenapa kau berteriak-teriak ?" tanya Chanyeol.

"Keparat kau Park Chanyeol, kau memutuskan kontrak sepihak !" ucapnya sambil terus meronta, Chanyeol mengernyitkan dahinya.

Dia baru teringat, bahwa dia sempat mengatakan pada Sehun untuk membatalkan segala macam kontrak menyangkut Amanda Green dengan perusahaannya. Itu terjadi ketika Baekhyun tidak mau turun untuk makan malam dan Chanyeol yakin semua karena tingkah Amanda yang tidak tahu malu tadi siang. Bertingkah seolah-olah mereka masih berhubungan.

"Ah mengenai itu, kami sudah tidak membutuhkanmu lagi. Kami akan menggantikanmu dengan.. hm.. model yang lebih muda." Chanyeol tersenyum licik lalu melangkah mendekati Amanda yang dipegangi oleh dua orang security.

"Untuk apa kau datang ke kantorku malam-malam hanya untuk membicarakan hal tak penting ini, hah?"

Amanda terus meronta

"Kau dan adik sialan mu itu !! Pergilah kalian ke neraka." Mendengar kata 'adik' dalam makian Amanda membuat rahang Chanyeol mengeras.

"Apa katamu ??" Chanyeol menarik dagu Amanda dengan kasar.

"Ya, seperti yang kau dengar. Kau dan adik homo mu itu, kalian berdua brengsek !! Kau pikir aku tak tahu soal kenapa adikmu tak kau sekolahkan di sekolah umum, hah ??!" Kata-kata Amanda membuat Chanyeol tersentak namun itu justru menyulut amarahnya.

"Kau bilang adikku apa ??" Chanyeol mempererat pegangannya pada dagu Amanda, Jongin hanya menatap mereka berdua dengan tatapan dingin.

Jongin adalah anak buah Chanyeol sejak dia memulai semuanya, Chanyeol lah yang membantu Jongin ketika keluarganya terlibat dalam masalah dan Chanyeol jugalah yang mengeluarkan adik Jongin, Jong Dae ketika dia dalam masalah. Bahkan Jongin berhutang nyawa pada Chanyeol maka jika ada yang berani menyakiti Chanyeol dan keluarganya maka Jongin akan berada paling depan.

"Homo !! Apa kata-kataku kurang jelas ?? Akan ku bongkar semua, aku tahu soal skandal adikmu dengan keluarga Kim, meski kau sangat berkuasa sekarang tetap saja kau tidak bisa mengalahkan keluarga Jonathan Kim." Chanyeol mencoba menahan amarahnya, dia mengepalkan tangannya, keluarga Kim memang berkuasa, dia masih ingat saat dia berusaha mendatangi keluarga itu untuk menuntut balas namun dia malah dipukuli penjaga di depan rumah keluarga Kim.

"Benarkah ?? Jangan menganggapku remeh Amanda, aku hanya memutus kontrakmu. Aku tak suka membuat adikku kecewa karena orang lain dan terlebih itu karena kau, siapapun yang membuatnya tak nyaman harus di singkirkan, apa kau mengerti ? Tak terkecuali kau, aku tahu kau bagian dari keluarga Kim. Jonathan itu pamanmu kan ? Kita lihat apa reaksinya ketika dia melihat foto setengah telanjangmu beredar di internet, berhenti mengancamku dengan omong kosongmu." Chanyeol melepaskan tangannya dari dagu Amanda.

"A_apa kau bilang ? Park Chanyeol, darimana kau_.. kau brengsek Park Chanyeol, kau tahu itu. Brengsek, sialan !! Bajingan busuuuuk ! Membusuklah kau di neraka !!"

"Seret dia keluar," perintah Chanyeol tapi dia mengurungkan niatnya.

"Aah, tidak. Bawa dia ke ruang bawah tanah, kalian bisa melakukan apa saja padanya tapi pastikan dia tetap hidup." Chanyeol menghela nafas pendek, melihat Amanda di seret oleh kedua securitynya.

Amanda tahu jika Trax Industries memutuskan kontrak dengannya, dia tak akan bisa diterima di perusahaan mana pun baik itu sebagai Brand Ambassador atau pun model pakaian. Penilaian dari Trax Industries begitu berharga bagi para model dan terutama bagi karyawan mereka sendiri, karena akan memberikan mereka nilai lebih dalam hal apapun, begitu kuatnya Trax Industries dalam persaingan bisnis.

"Anda baik-baik saja Tuan Park ??" tanya Jongin.

"Jangan formal begitu, Jongin. Aku lelah, amat sangat lelah, ini hanya masalah sepele tapi aku benar-benar tak bisa terima kalau Amanda.. " Chanyeol tak meneruskan kata-katanya, Jongin tetap menundukkan sedikit kepalanya ketika Chanyeol berbicara.

"Sebaiknya anda beristirahat, Tuan.." Chanyeol mengibaskan tangannya.

"Pergilah, Jangan biarkan Amanda mati mengenaskan dan hapus semua rekaman CCTV saat Amanda mulai datang ke sini."

"Baik.." Jongin pun pamit, Chanyeol masuk ke ruang kerjanya, malam itu memang masih ada beberapa karyawan lembur di kantornya namun hanya beberapa dan kebisingan yang dibuat Amanda pun tak berpengaruh karena tak ada yang tahu soal kedatangan Amanda karena Amanda mempunyai akses direksi, Chanyeol yang memberikannya pada Amanda ketika mereka masih berhubungan.

Chanyeol menghubungi kepala pelayan di rumahnya untuk menanyakan apakah Baekhyun memakan makanan yang ada di depan pintu kamarnya dan jawaban dari kepala pelayan membuat Chanyeol mengusap pelipisnya pelan.

"Baekhyunie, ada apa denganmu ? Tak biasanya kau seperti ini." Chanyeol menangkupkan kedua tangannya, mengusap wajah dengan kedua tangannya. Chanyeol mengeluarkan ponsel dari laci karena sebelumnya dia membanting ponsel yang biasa dia gunakan di rumahnya tadi.

To : Oh Sehun

Ponselku rusak, hubungi saja ke nomor ini sampai aku mendapatkan nomor lamaku kembali.

_Chanyeol_

#Send

Tak butuh berapa lama sampai Sehun membalas pesan singkat Chanyeol.

From : Oh Sehun

Chanyeol, keluarga Kim membuat perusahaan baru di Busan tetapi nampaknya profit yang di dapat hanya sedikit. Mereka akan menjual Sahamnya di pasar saham beberapa hari lagi dan mungkin dengan harga tinggi, apa aku harus membelinya ??.

Chanyeol membaca dengan seksama, beberapa bulan terakhir Chanyeol membeli beberapa saham perusahaan Kim, perusahaan itu memang besar tapi tak lebih besar dari Trax Industries yang di pimpinnya. Sebelum ada di puncak seperti sekarang ini, Chanyeol sering menerima cacian dan ejekan dari Keluarga Kim namun untung saja Pemimpin perusahaan Lee SungMin hanya punya anak tunggal perempuan yang sudah meninggal namun putrinya itu anak melahirkan anak laki-laki dari hubungan gelapnya dengan seorang anak Menteri, saat Chanyeol mengetahui hal itu dia memanfaatkan peluang itu. Dia mengenal Sehun saat kuliah dulu, Sehun benar-benar cerdas namun nasib membawanya ke sebuah takdir naas di keluarga Kim. Anak tertua keluarga Kim memperkosa adik Sehun tepat di depan matanya, sehingga adik perempuannya bunuh diri karena malu. Sejak saat itu Sehun berjanji akan menghancurkan keluarga Kim hingga tak bersisa, selain sifatnya yang aneh Sehun adalah pendengar yang baik.

To : Oh Sehun

Tunggu perusahaan mereka benar-benar merugi lalu beli semua saham yang mereka jual, beli atas nama orang lain terlebih dahulu nanti kita urus sisanya. Kita sudah memiliki 5 dari 8 aset keluarga Kim. Ini hanya soal waktu.

#Send

Chanyeol merasakan hari ini begitu berat untuk dilewati apalagi hari ini Baekhyun terlihat sangat kecewa, entah itu karena Amanda atau memang ada yang salah dari kata-kata Chanyeol, Chanyeol benar-benar tak mengerti dengan perubahan sikap Baekhyun yang tiba-tiba.

Akhirnya Chanyeol menginap di kantornya, di ruangannya terdapat kamar yang dia biasa gunakan untuk sekedar beristirahat atau membawa beberapa model untuk dia kencani.

Chanyeol akan menggelar rapat pagi ini, Jongin seperti biasa sudah membawakan pakaian bersih untuk Chanyeol kenakan.

Chanyeol sama sekali tak punya asisten pribadi seorang wanita, hanya sekertarisnya yang seorang wanita, namanya Irene dan dia putri Pak Songman sopir pribadi Chanyeol.

Chanyeol tak pernah menganggap gelar itu penting, menurutnya jika mereka bisa bekerja dengan baik dan menyukai pekerjaan mereka maka gelar apapun tak akan perlu, mereka bisa belajar dengan sendirinya. Oleh karena itu perusahaan Chanyeol adalah perusahaan yang terkenal karena produktivitas pekerjanya, Chanyeol tak pernah sungkan membantu karyawannya. Meskipun mengerikan berhadapan dengan Chanyeol namun saat mereka membutuhkan bantuan maka Chanyeol tak akan segan-segan membantu.

Chanyeol masuk ke ruang rapat, diikuti oleh Jongin, Sehun dan Irene. Semua mulai berdiri ketika Chanyeol masuk ke ruang rapat ada beberapa yang menundukkan kepala mereka ada juga yang bersikap acuh tak acuh.

"Baiklah, Tuan Seo. Sepertinya anda tak berkenan mengikuti rapat hari ini ?" Chanyeol menatap lurus sambil tersenyum sinis, seorang pria paruh baya yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri langsung nampak gugup.

"T_tidak Tuan Park, silahkan lanjutkan" betapa mengerikannya Park Chanyeol, jika ada anggota rapat yang tak memperhatikannya atau menginterupsinya saat dia berbicara di depan forum maka Chanyeol akan langsung menegurnya dan mengusirnya keluar. Setelah itu mereka tak akan pernah lagi terlihat dalam rapat-rapat selanjutnya, anggota lain tak ingin membayangkan apa yang terjadi pada mereka setelah Chanyeol mengusir mereka.

"Baiklah, laporan dari masing-masing departemen. Dimulai dari,.. hm, departemen anda Tuan Seo, silahkan aku ingin mendengarkan kenapa kinerja departemen anda menurun 2 bulan belakangan ini ? Apa departemenmu tak mampu menjual satu produk pun di pasaran ? Jelaskan padaku, SEKARANG !!" Chanyeol menggebrak meja didepannya dan membuat tersentak beberapa orang anggota rapat hari itu.

Sedikit ulasan tentang Trax Industries,

Trax Industries didirikan Oleh Lee SungMin dan membawahi beberapa Industri kosmetik, Farmasi, Pakaian, Real estate hingga beberapa produk makanan cepat saji. Lee SungMin merupakan anak tunggal dari Pasangan Lee Jaehyun dan Sin Minah, Lee SungMin hanya menikah satu kali dan mempunyai satu orang putri yang bernama Lee Yoona, Lee Yoona tak pernah menikah secara resmi karena dia hanya menjadi simpanan seorang menteri, ketika Yoona hamil, menteri itu membuangnya, ketika itu ayah Yoona, Lee SungMin hanya memiliki perusahaan kecil dan karena tak mau aibnya terbongkar, Yoona dipaksa dinikahkan dengan seseorang bermarga Park yang akhirnya tewas gantung diri. Yoona meninggal saat melahirkan putranya di rumah sakit, ketika itu Lee SungMin di sibukkan dengan kekacauan yang di timbulkan oleh satu perusahaan besar yang membuatnya terobsesi untuk melampaui mereka sampai dia mengetahui bahwa cucunya, satu-satunya penerusnya hilang di culik beberapa jam setelah dilahirkan dan yang sebenarnya tidak di ketahui oleh Lee SungMin adalah sebenarnya cucunya itu sudah meninggal setelah dilahirkan dan bagaimana Chanyeol bisa menjadi pewarisnya ? Itu terjadi semua karena Sehun, sewaktu tiba-tiba Chanyeol mengaku sebagai cucunya, dengan segera dia mengalihkan warisannya atas nama Chanyeol padahal semua bukti yang Chanyeol tunjukkan hanya rekayasa yang dibuat sedemikian rupa oleh Sehun. Ketika Lee SungMin mengetahui kebenarannya. Chanyeol mencekiknya sampai mati, tak ada yang mengetahui hal itu karena semua mengira Lee SungMin meninggal karena serangan jantung. Chanyeol bekerja sebagai seorang akuntan di perusahaan tersebut sambil melanjutkan kuliahnya, ide itu tercetus begitu saja saat Keluarga Kim memintanya untuk menggelapkan aset perusahaan milik Lee SungMin dan sebagai timbal balik, mereka akan menghapus semua foto telanjang Baekhyun yang mereka dapatkan dari Stephen Kim. Namun mereka mengingkarinya dan justru menyebarkan foto-foto itu di media sosial, setelahnya Park Chanyeol bersumpah akan menghancurkan perusahaan milik keluarga Kim, tuntas hingga ke akar-akarnya.

Chanyeol tak pulang beberapa hari, membuatnya merindukan sosok Baekhyun. Chanyeol melonggarkan ikatan dasinya ketika sampai di rumah, dia merebahkan diri di atas sofa di ruang tamu.

"Silvia, apa Baekhyun sudah makan ?" Tanya Chanyeol ketika seorang pelayan lewat di hadapannya.

"Maaf, Tuan Park tapi Tuan muda Byun tak makan apapun sejak Tuan pergi meninggalkan rumah kemarin lusa dan mohon maaf kami hanya bisa mendengar keributan dari dalam kamarnya, ketika Kepala Pelayan Ho mengetuk kamarnya, Tuan muda Byun berteriak mengusirnya." Mendengar penjelasan itu, Chanyeol dengan cepat membuka ikatan dasinya dan melangkah menuju kamar Baekhyun.

"Buatkan makanan ringan untuk Baekhyun, sekarang !" perintahnya ketika Chanyeol berhenti di tengah-tengah tangga menuju lantai 2.

Chanyeol berhenti didepan kamar Baekhyun, dia mengetuk pintu dengan tenang tapi tak ada jawaban.

"Baek, buka pintunya." pinta Chanyeol pelan.

"Aku tahu kau di dalam, buka pintunya Baek. Aku mohon."

"Pergilah, pergilah dengan pacar-pacarmu itu !!" Chanyeol sedikit tersentak dengan perkataan Baekhyun.

"A_apa maksudmu Baek ??"

"Aku tahu semuanya, tak usah berpura-pura baik padaku. Aku tahu kenapa kau menjauhkan aku dari semua sosial media, kau bahkan tak memberikan aku ponsel. Kalau aku tak mengambil ponsel Kakak kemarin, aku tak akan tahu apapun, sampai kapanpun."

Chanyeol mengusap pelipisnya, dia lupa kalau dia melempar ponselnya waktu itu. Chanyeol pikir ponselnya itu akan langsung rusak ternyata Baekhyun mengambilnya. Nampaknya Baekhyun mengetahui berita tentang Chanyeol ketika dia mencari di jejaring sosial mengenai kakaknya itu.

"Semua orang tahu, hanya aku saja yang bodoh. Kenapa harus sembunyi-sembunyi ??" Baekhyun terus berteriak, ketika para pelayan menghampiri, Chanyeol hanya menggerakkan tangannya. Meminta mereka untuk pergi.

"Buka pintunya atau aku dobrak !! Baekhyun !! Kau dengar ???" Merasa tak ada balasan dari Chanyeol dan tanpa aba-aba Chanyeol benar-benar berusaha mendobrak pintu kamar Baekhyun, meski bahunya mulai terasa sakit tapi dia benar-benar berusaha mendobrak pintunya dan berhasil.

Chanyeol menemukan Baekhyun meringkuk diatas ranjangnya, kamar Baekhyun sungguh kacau balau, jendela kamar Baekhyun sudah tak bertirai, selimut pun sudah tidak berada di tempatnya, semua barang berserakan tak beraturan. Perlahan Chanyeol mendekati Baekhyun.

"Baek.. " panggil Chanyeol lembut. Baekhyun tak bergeming dia hanya terus diam meringkuk di atas ranjang.

"Sa_" Baekhyun menepis tangan Chanyeol ketika hendak mengusap rambutnya.

"Tak usah pedulikan aku !!" hardik Baekhyun.

"Tak bisa Baek, aku tak bisa tak peduli padamu."

"Tak bisa tak peduli ?? Tapi kau menyembunyikan semuanya dariku, kau tidur dengan wanita-wanita itu !! Sementara di lain waktunya kau menyentuhku dengan tangan yang sama !!!" Ucapan Baekhyun seperti menusuk ke dalam hati Chanyeol tanpa ampun.

"Kau tidur dengan wanita-wanita itu, sementara kau selalu bilang bahwa kau hanya milikku. Saat kau menyebutku adikmu, hanya itu artiku bagimu kan ?? Hanya sebatas itu artiku bagimu Park Chanyeol !! Adik yang kau tiduri hampir setiap malam !! Adik yang kau sentuh, yang kau cium. Apa kau juga menganggapku sebagai seorang partner seks ? Seperti itukah ? Sehingga kau selalu bisa berganti-ganti pasangan sesukamu ?!? " Baekhyun menangis sejadi-jadinya, Chanyeol membuat Baekhyun menangis untuk pertama kali dalam hidupnya.

"Aku membencimu Park Chanyeol, aku benar-benar membencimu !! Haruskah aku menyerahkan diri pada laki-laki lain seperti aku menyerahkan diriku pada Stephen ?! Aku membencimu, aku akan pergi dari rumah ini supaya kau puas !! Kau bisa membawa mereka kemari tanpa harus mengendap-endap di belakangku." Teriak Baekhyun lagi, Chanyeol benar-benar kalap. Dia menarik tangan Baekhyun lalu mendekapnya erat.

"Jangan Baek, jangan lakukan itu. Ku mohon. Jangan lakukan itu lagi, kau milikku Baek !! Akan ku hancurkan semua orang yang berani menyentuhmu," Mata Chanyeol benar-benar mengintimidasi. Chanyeol terus mendekap Baekhyun meski Baekhyun mencoba melepaskan diri dari dekapan Chanyeol namun semua usahanya hanya sia-sia. Tenaga Chanyeol jauh lebih kuat. Chanyeol mendekap Baekhyun seperti seorang anak kecil yang hendak direbut sesuatu yang disukainya.

Baekhyun terus menangis, hati Chanyeol serasa di cabik-cabik.

"Sayang, sayang.. dengarkan aku ya.." Chanyeol memegang wajah Baekhyun, memaksanya melihat ke arah Chanyeol.

"Tak akan ada lagi wanita-wanita itu, tak akan ada ya. Hanya kau, hanya dirimu tak ada yang lain. Akan kuberikan kau ponsel, berapa banyak pun kau minta akan ku berikan. Jangan pergi, jangan tinggalkan aku, ya ? Kumohon Baek.." Ucap Chanyeol sedikit mengiba, Baekhyun hanya diam tanpa kata. Baekhyun benar-benar tak mampu berkata apa-apa. Chanyeol mencium setiap inchi wajah Baekhyun namun Baekhyun tetap tidak bergeming.

"Apa yang harus aku lakukan agar kau dapat memaafkan aku Baek ?" tanya Chanyeol pasrah.

"Ijinkan aku kembali sekolah .. " kata-kata Baekhyun membuat Chanyeol tersentak, sekolah ?? Dimana orang lain akan menyentuh, melirik, berbicara, memegang Baekhyun, menyuruhnya ini dan itu ?? Chanyeol menggelengkan kepalanya pelan.

"Kalau kau ijinkan aku kembali ke sekolah, maka aku akan memaafkanmu. Bagaimana ?" tawar Baekhyun. Chanyeol melonggarkan dekapannya pada Baekhyun dan hanya terdiam.

.

.

.

.

.

.

So, hahaha gabuuutz abeees. Malem2 denger lagu Beautiful -nya Baekhyun sama Miracle in December nya EXO plus Armada - harusnya aku, sambil bikin beginian, otaknya jadi mikir kemana-mana hahaha. Kalau Baekhyun diijinin sekolah lagi, ceritanya bakalan jadi lebih kompleks tapi kalau gak diijinin sekolah lagi, Baekhyun susah maafin Chanyeol nyahahaha gw aje bingung sama alurnya sendiri tapi yaaa let it flow la yaaaa...