Chanyeol tetap diam tanpa kata mendengar permintaan Baekhyun yang tiba-tiba.

"Baek, kau tahu aku tak suka kalau kau membicarakan hal ini kan ??"

Baekhyun melepaskan dekapan Chanyeol sambil mengusap sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya.

"Kalau begitu, aku tak akan pernah memaafkanmu dan_ uhm.. aku tak akan mau makan sampai kau bilang 'iya' !! Pergi dari kamarku !!" Baekhyun mendorong Chanyeol dari ranjangnya, Chanyeol menghela nafas pendek. Dia bisa bertindak kejam pada siapa saja tapi hanya pada Baekhyun dia bisa jadi se lemah ini.

"Baek, ku mohon. Mengertilah, !!

"Ku bilang pergi !!" Baekhyun terus saja mengusir Chanyeol dari kamarnya, sampai akhirnya Chanyeol bersedia meninggalkan ruangan itu.

Chanyeol termenung dalam kamarnya, mengurut sedikit pangkal hidungnya. Dia membuka kacamata bacanya, pikirannya benar-benar kacau. Tanpa sadar dia meremas kacamata yang dipegangnya, meremasnya hingga hancur dan beberapa pecahan kaca melukai tangannya.

"Brengsek !!!"

To : Oh Sehun

Besok tolong urus persyaratan pendaftaran di Ivy High, minta ruangan khusus saja.

#send

Chanyeol tak pernah selemah ini di hadapan siapapun tapi bila itu menyangkut Baekhyun, apapun demi Baekhyun.

Ponsel Chanyeol berbunyi.

From : Oh Sehun

Hahaha, Bajingan cinta akhirnya kau menyerah juga ya pada adikmu. Apa kau punya kekasih baru sehingga kau menendangnya ke sekolah ? Haha, kenapa kau tak akui saja kalau kau mencintainya sih ? Apa sulitnya ?

Rasanya ingin sekali Chanyeol mencekik batang leher Sehun saat itu juga tapi, Chanyeol tahu bahwa Sehun hanya mengatakan yang sesungguhnya. Biasanya saat Chanyeol memiliki kekasih baru, Chanyeol akan meminta Sehun untuk membawa Baekhyun menjauh darinya dan tentu saja dengan persyaratan bahwa Sehun tak boleh menyentuhnya sama sekali, namun bukan Oh Sehun namanya jika dia mematuhi perintah Chanyeol yang satu itu. Sehun akan mencubit pipi Baekhyun, mengusak rambutnya bahkan berani mengecup tipis pipi Baekhyun. Bukan karena Sehun ingin memilikinya bukan karena hal itu tapi karena paras mungil Baekhyun mengingatkan Sehun pada adik perempuannya.

Chanyeol membuka pintu kamar Baekhyun perlahan, sekarang pukul 1 pagi. Baekhyun tertidur di atas kasur besar itu, barang-barang masih berserakan di lantai tapi setidaknya Baekhyun membiarkan Kepala Pelayan Ho untuk membetulkan tirainya. Chanyeol duduk di samping ranjang Baekhyun, hanya duduk disana memperhatikan Baekhyun yang tertidur lelap. Bulu matanya panjang, beberapa jurai rambut menutupi keningnya. Wajahnya terlihat agak pucat. Dia benar tak mau makan apapun beberapa hari ini, Chanyeol terus memperhatikannya, dia ingin menyentuh Baekhyun tapi dia tak ada keberanian untuk melakukan itu semua.

Chanyeol hanya berani menatapnya dalam-dalam, mengingat setiap inchi dari lekuk tubuh Baekhyun, mengingat semuanya dalam pikiran dan hatinya. Batinnya menjerit, sesekali dia menekan dadanya.

Akhirnya Chanyeol hanya menarik selimut Baekhyun, menutup tubuh mungilnya agar tetap hangat. Dulu saat orangtua Chanyeol meninggalkan mereka, ketika mereka hanya mampu menyewa flat kecil tanpa penghangat yang saat malam tiba, dinginnya akan menusuk sampai ke tulang. Baekhyun akan meringkuk di samping Chanyeol, Chanyeol akan selalu mengupayakan agar Baekhyun tetap hangat dan nyaman dengan memberikan selimutnya pada Baekhyun dan membiarkan dirinya sendiri kedingingan. Saat Baekhyun merengek minta makan, Chanyeol akan berjalan menyisir kota untuk mencari pekerjaan apa saja agar bisa memastikan Baekhyun makan dengan makanan yang layak, bahkan Chanyeol pernah mencuri di mini market untuk satu buah roti yang Baekhyun inginkan. Melihat Baekhyun sekarang ini, hatinya terasa perih.

Kau tak akan pernah tahu apa yang mampu kulakukan agar selalu bisa membuatmu tetap bahagia dan tak kekurangan satu apapun.

Chanyeol memaksakan senyumnya, sewaktu dia hendak beranjak. Dia merasakan ada tangan yang menariknya.

"Tangan kakak kenapa?" Chanyeol menoleh, ternyata Baekhyun masih peduli padanya.

"Tak apa Baek, tidurlah kembali. Istirahatlah, aku sudah meminta Sehun untuk mendaftarkanmu ke Ivy High. Besok dia akan membawa berkasnya."

Baekhyun terdiam, Chanyeol kembali duduk di samping ranjang.

"Bukankah ini yang kau inginkan ? Agar jauh dari jangkauanku, hm ?" Chanyeol tersenyum tipis, menunggu jawaban dari Baekhyun.

"A_aku," Baekhyun menunduk meremas selimut yang menutupi setengah tubuhnya.

"Dengarkan aku Baekhyun, aku akan melakukan apa saja agar kau memaafkan aku. Meski itu artinya aku harus melihatmu berdekatan dengan orang lain selain aku, tak apa. Tenang saja, aku harus mengesampingkan ego ku." Baekhyun tersenyun tipis, dia benar-benar tak tahu harus berkata apa.

Untukmu, hanya untukmu, Byun Baekhyun.

Baekhyun menarik ujung jari Chanyeol.

"Kau mau memelukku ??" pintanya, Chanyeol menatap mata Baekhyun lembut. Hanya Baekhyun yang bisa membuat Chanyeol jadi selembut itu.

"Kemarilah.." Dengan cepat Baekhyun mendekati Chanyeol dan memeluknya erat, Chanyeol mengecup tipis puncak kepala Baekhyun yang menempel di dadanya.

"Kau harus makan sayang, kau harus berjanji padaku agar selalu sehat dan bahagia ya.. jangan sampai senyummu hilang, ok ?" Baekhyun tersenyum simpul, semua sudah dia lupakan. Kecupan tipis di puncak kepalanya tadi mampu menghilangkan segala amarah dalam dirinya.

Tanpa suara Chanyeol menghela nafas panjang dan seperti itulah, mereka berpelukan sepanjang malam. Hanya berpelukan entah kenapa, baru kali ini Chanyeol merasakan Baekhyun begitu jauh sampai Chanyeol tak rela Baekhyun melepaskan pelukannya.

Keesokan paginya..

Sehun datang dengan beberapa berkas di tangannya, Sehun benar-benar terlihat rapih. Ketika sampai, Chanyeol sedang ada di meja makan bersama Baekhyun.

"Sehunie, ayo makan bersama." Ajak Chanyeol yang melihat Sehun datang menghampirinya, Sehun menarik kursi dan duduk berhadap-hadapan dengan Baekhyun karena dia tahu, Chanyeol tak akan suka melihatnya duduk di samping Baekhyun.

"Kau kelihatan segar sekali hari ini Baek," Sehun melebarkan senyumnya pada Baekhyun, Baekhyun tersenyum sekilas.

"Senyuman apa itu, jangan menatap Baekhyun seperti kau hendak menerkamnya Sehunie."

"Kalau kau mau menghilang dari sini, aku sudah pasti akan menerkamnya karena dia maniiiiis sekaliii, aaaah !" Sehun memanjangkan tangannya seperti sedang hendak mencubit pipi Baekhyun.

"Ya, ya kau lucu sekali. Mana berkasnya ?" Tanya Chanyeol sambil memotong pinggiran rotinya.

"Tapi sungguh, Baekhyun itu manis sekali. Kau tak takut adikmu ini nanti jatuh cinta hah, Park Chanyeol ??" Tanya Sehun yang lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam sebuah amplop coklat.

"Ah dan tak sadarkah kau bahwa aku sedang memegang pisau, Oh Sehun ?!." Chanyeol tersenyum sinis, Sehun mengangkat tangannya.

"Baiklah, tak masalah. Setelah kau tanda tangani, Baekhyun bisa langsung masuk hari senin nanti. Baekhyun masuk kelas khusus, hanya akan ada 5 murid nantinya." Baekhyun mengernyitkan dahinya.

"5 orang ??,"

"Ya, Kakakmu meminimalisir orang-orang yang bisa berdekatan denganmu dengan mendaftarkanmu di kelas khusus. Apa kau tahu, mungkin saja dia akan membuatku gila sepanjang waktu. Tak bisakah kau memaafkannya tanpa harus membuatku gila, Baek ?" pinta Sehun sambil menyerahkan pena pada Chanyeol untuk menandatangi berkas-berkas pendaftaran.

"Bukankah aku membayarmu untuk itu ?"

"Ya, aku tahu itu tapi tidak termasuk biaya antar jemput Baekhyun. Pilih saja salah satu karyawan kantormu untuk bekerja denganmu disini, pilih laki-laki tampan. Siapa tahu kau bisa punya adik ipar, iyakan Baekhyun ?" Ucap Sehun memberi ide yang justru membuat Baekhyun dan Chanyeol tersedak bersamaan.

"Wah..!" Sehun hanya mengerucutkan bibirnya ketika Chanyeol dan Baekhyun tersedak bersama.

"Aku masih 16 tahun, belum bisa menikah." Jawab Baekhyun.

"Justru itu, aku bisa membuatmu mempercepat usiamu. Bagaimana, kau setuju ?? Mungkin aku juga bisa memperpendek usia kakakmu, aku baik kan ? Kalau dia mati cepat kau tak perlu pusing dengan segala aturannya saat kau menikah nanti." Chanyeol benar-benar ingin sekali mematahkan batang leher Sehun saat ini juga, Chanyeol menghela nafas pendek.

"Kenapa kau harus menghela nafas, oksigenku jadi berkurang." Baekhyun terkekeh, sejak dulu begitulah Sehun. Sehun senang sekali membuat Chanyeol kesal, mereka akan berdebat sepanjang waktu.

"Siapa yang akan menjadi teman sekelas Baekhyun ?" Tanya Chanyeol sambil berusaha melupakan kata-kata Sehun tadi. Sehun melemparkan 2 buah map berwarna biru, Baekhyun mengambilnya satu dan Chanyeol mengambil yang lainnya.

"Yang pertama Do Kyungso, jangan khawatir dia tak akan melirik Baekhyun, dia akan selalu sibuk belajar karena dia murid beasiswa dan kau yang memberikannya beasiswa Chanyeol, Selamaaat, selamat.." Chanyeol menggelengkan kepalanya, Sehun benar-benar pria yang ekspresif.

"Kedua, Kim Minseok, tak ada hubungan dengan perusahaan Kim, dia hanya marga Kim yang lain. Dia pintar, keluarga baik-baik tapi yang jelas seleranya bukan Baekhyun." Baekhyun membuka lembaran-lembaran berkas di depannya, hanya ada 5 murid dan Baekhyun adalah satu diantara kelima murid tersebut.

"Nah berikutnya, mungkin kau harus agak memperhatikan anak ini, namanya Lai Guanlin. Dia putra dari Lai XiaoZhan dari Lai Pharmaceutical, tampan, pintar dan banyak disukai para wanita tentunya tapi aku ragu apa Baekhyun akan menyukainya, baiklah selanjutnya... Grey Everlight."

"Everlight ??"

"Yes, Grey Everlight. Dia putra ketiga dari Dinasti Everlight, kau sebutkan saja satu industri maka akan selalu nama Everlight disitu. Dia satu-satunya putra Grant Everlight, anak pertama dan kedua itu wanita jadi yaaa. Mungkin kau bisa mencoba mengencani salah satunya, Bagaimana Chanyeol ?" Baekhyun mendengus, Sehun nyaris terbahak jika dia tak menahannya.

"Eiiits, Aku hanya bercanda. Putri pertamanya Grace Everlight lalu putri keduanya Georgina Everlight dan sayangnya mereka berdua sudah menikah. Grace tinggal di London dan Georgina tinggal di Jepang, Grey pemegang sabuk hitam Taekwondo serta Judo selain itu dia pintar memasak, dia pernah ikut kompetisi memasak dan menjadi juaranya."

"Tunggu dulu.." potong Chanyeol,

"Kenapa kau harus menjelaskan Grey Everlight sebanyak ini ?" Tanyanya kembali.

"Karena hanya dia yang benar-benar harus kau waspadai, Bela diri, olah raga bahkan memasak. You named it, he did it all. He's perfect as hell." ucap Sehun enteng sambil memasukkan sepotong roti ke dalam mulutnya.

"Apa maksudnya ? Dia itu anak orang kaya atau seorang pembantu sih ??" Tanya Baekhyun tak mengerti, lagi-lagi tingkah laku Baekhyun membuat Sehun tak tahan untuk tertawa, Sehun mengeluarkan satu map lagi berupa foto-foto orang yang akan menjadi teman sekelas Baekhyun.

"Ini DO Kyungso," Sehun memperlihatkan, seorang pemuda mungil dengan kacamata berbingkai hitam.

"Ini, Kim Minseok" Berikutnya hanya seorang pria bertampang imut dengan potongan rambut poni yang lucu.

"Lai Guanlin," Sehun menyodorkan foto seorang pemuda jangkung sedang memegang bola basket, jika dilihat sekilas Lai Guanlin adalah sosok atletis. Tubuhnya ideal sebagai seorang atlet, rambutnya hitam lebat dengan potongan rapih.

"Dan ini... Grey Everlight.." Sehun memperlihatkan sosok tegap dengan setelan casual, rambutnya berwarna perak terang dengan wajah yang nyaris tanpa cela, matanya berwarna hazel terang. Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali dan Chanyeol menangkap itu dari ujung matanya.

"Dari foto saja kau sudah mulai kalah saing, Chanyeol." Sehun pun langsung terbahak sangat kencang.

"Tak bisa, kau harus menyingkirkannya !." ucap Chanyeol.

"Apa kau bercanda ?? Bukan kau yang punya sekolah ini, Bodoh !! Ikuti saja aturannya, kau ini benar-benar menyebalkan dan jangan suruh aku membeli sekolah itu, sekolah itu di bawah kepemilikan Keluarga Everlight" Chanyeol mendengus kesal.

"Kenapa kau harus marah ?" Tanya Baekhyun seolah-olah nampak bingung.

"Aku tak bisa, kalau nanti dia mendekatimu lalu..L_lalu.." Chanyeol tak mampu melanjutkan kata-katanya.

"Tak semua orang sepertiku, kak. Jangan sama ratakan semua orang, lagipula.. aku hanya adikmu kan ? Tak lebih dari itu, kenapa kau harus khawatir aku di dekati oleh orang lain ?" Sehun sangat berusaha mengulum senyumnya sampai Chanyeol melemparkan garpu kepadanya.

"Heyy, heyy Park itu berbahaya." Sehun pun langsung meringis dibuatnya dan begitulah hari ini berlalu dengan pertengkaran antara Sehun dan Chanyeol.

"Baek, aku boleh masuk ??!" tanya Chanyeol sambil mengetuk pintu kamar Baekhyun.

"Masuklah, sejak kapan kau membutuhkan ijin untuk masuk ke dalam kamarku ??" Chanyeol membawa box besar di tangannya.

"Ini hadiah untukmu," Chanyeol menyodorkan box tersebut. Itu ponsel keluaran terbaru, Baekhyun agak terkejut ketika Chanyeol memberikan ponsel itu kepadanya.

Ponsel itu sudah menyala, di wallpapernya adalah foto Chanyeol dan Baekhyun saat mereka pergi waktu itu.

"Dial nomor 1, itu akan langsung terhubung padaku ya.." Baekhyun mengangguk pelan, dia menyukai hadiahnya. Chanyeol mengusak rambut Baekhyun perlahan, Baekhyun menengadahkan kepalanya hingga posisi bibir Baekhyun sejajar dengan bibir Chanyeol. Perlahan Chanyeol menarik dagu Baekhyun, mengecupnya tipis ketika Baekhyun hanya terdiam, Chanyeol dengan cepat melumat bibir Baekhyun. Baekhyun sedikit mendesah saat bibir Chanyeol menyisir di lehernya, nafas Chanyeol benar-benar terasa di kulit Baekhyun. Tanpa aba-aba tangan pun masuk ke dalam piyama yang Baekhyun kenakan dan membuka kancing teratas dengan perlahan lalu ke kancing kedua dan selanjutnya sampai di kancing paling bawah.

"Aku merindukanmu, Baek.." Bisik Chanyeol yang membuat dada Baekhyun terasa sesak lalu tanpa pikir panjang, Chanyeol kembali melumat bibir Baekhyun. Tangan Chanyeol mulai meraba diantara paha Baekhyun, menelusuri bagian itu dengan amat pelan. Baekhyun dibuat gila karena sentuhan-sentuhan itu, ketika Chanyeol mengusap bagian bawah tubuhnya, sesuatu langsung menegang di bawah sana.

"Dia juga merindukanku, rupanya.." bisik Chanyeol. Baekhyun hanya terdiam menikmati semua sentuhan Chanyeol di tubuhnya, Chanyeol akhirnya membuka atasannya dan dia mengangkat jemari Baekhyun agar meraba tubuhnya.

"Kau hanya milikku, Byun Baekhyun." Ketika semua pakaian terlepas, Chanyeol tanpa malu-malu mengulum kepala p*nis Baekhyun sampai Baekhyun mencapai orgasme, desahan Baekhyun membuat Chanyeol semakin intens. Dia membuat beberapa tanda merah di tubuh Baekhyun.

"A_aku.. aaah.. ummph.. Ch_chanyeolhhh.." Desahan demi desahan yang dibuat Baekhyun membuat Chanyeol semakin menggebu-gebu untuk terus menelisik setiap inchi dari tubuh Baekhyun.

Saat tiba hari senin..

Baekhyun mengenakan seragam dengan Jas berwarna Abu terang, emblem sekolahnya perpaduan dari benang berwarna emas, merah dan biru tua. Dengan dasi berpola asimetris merah dan biru tua. Baekhyun terlihat sangat manis dengan setelan seragamnya, membuat Chanyeol menganga. Sehun yang akan mengantar Baekhyun ke sekolah karena Chanyeol harus hadir dalam rapat pemegang saham hari ini.

"Baek, apa kau bekerja keras semalam suntuk ? Wajahmu keliatan kusut," Sehun terkekeh dan tanpa sengaja melihat tanda merah di leher Baekhyun, diantara anak rambut dipangkal lehernya.

"Nampaknya nyamuk jaman sekarang itu bengis-bengis ya," kata-kata itu membuat Baekhyun tersipu, sampai di gerbang sekolah beberapa murid keluar dari kendaraan mewah mereka namun ada juga beberapa yang berjalan kaki. Beberapa kendaraan terlihat sangat mewah namun hanya ada satu yang langka Maybach Exelero dengan warna hitam mengkilat, tentu saja tidak sembarangan orang bisa memilikinya.

"Huuuu, hellooo baby.." Ucap Sehun ketika melihat kendaraan tersebut.

"Baiklah, aku turun dulu Sehunie. Sampai jumpa lagi," Pamit Baekhyun, Sehun hanya mengangguk pelan.

"Hati-hati dengan pemilik Maybach, itu ya.." Sehun tertawa lalu melajukan mobilnya kembali. Baekhyun membenarkan letak tasnya, dia membawa beberapa berkas dan mengeluarkan secarik kertas, kertas itu berisi catatan-catatan kecil dari Sehun tentang apa yang harus dilakukan Baekhyun nantinya karena Sehun pun harus bergegas mengikuti rapat pemegang saham.

"Baiklah, ruang kepala sekolah lalu.. aduuh !" Baekhyun menengadahkan kepalanya, dia baru saja menabrak seseorang.

"Ah, maafkan aku. Apa kau baik-baik saja ?" Tanyanya, suaranya dalam dan tenang. Baekhyun memincingkan matanya, mencoba memastikan siapa yang ada di hadapannya.

"Kau pasti murid baru ya ??" Baekhyun mengernyit, setelah matanya fokus dengan orang di hadapannya, seburat merah terasa di pipi Baekhyun.

.

.

.

.

.

.

.

Eng ing eng.. siapa eh siapa mas-mas yang tabrak-tabrakan sama baby baek hayoooow, maunya siapa ?? :D