"Tentu aku datang, memangnya siapa yang janji akan mentraktirku makan siang ??" Wanita itu mengibaskan rambut bergelombangnya.
"Kau bertemu dengan adikku ?," tanya Chanyeol, wanita itu mengangguk pelan.
"Ya aku bertemu dengannya, dia sangat maniiiis. Aku suka sekaliiii yang manis-manis seperti itu,"
"Hentikan Jessica, kau membuatku sakit kepala." Chanyeol memijat ujung pelipisnya namun ketika hendak keluar dari ruangannya, Tuan Seo sudah hendak masuk ke dalam ruangannya.
"Ah, Tuan Seo kau sudah datang, aku sedang ada tamu. Temui aku kembali besok pagi, tolong datang tepat waktu ya ?? Aku tak suka menunggu, ayo Jessica," Jessica mengikuti langkah Chanyeol dengan ringan, tubuh sintalnya membuat Tuan Seo tak berkedip.
"Apa yang kau lihat Tua Bangka !!" Ucap Jessica ketus dan itu membuat Chanyeol sedikit terbahak. Mereka berjalan beriringan membuat siapa saja yang melihat langsung berbisik-bisik, mereka mengira Chanyeol berkencan dengan wanita baru.
"Kenapa mereka menatapku seolah-olah aku sedang merampas sesuatu ??" Tanya Jessica pada Chanyeol, Chanyeol hanya menggidikkan bahunya pelan.
"Mereka hanya iri padamu, Bibi, mereka tak bisa berkencan denganku jadi yaaa begitulaaah.." Jessica dengan cepat menoyor kepala Chanyeol.
"Siapa yang kau panggil Bibi, hah ???!!!" Ucap Jessica dengan penuh amarah dan dengan santai Chanyeol tetap menyantap makan siangnya.
"Kau adik dari Ibu Sehun, Sehun saja memanggilmu Bibi, Bibi Sehun berarti Bibi ku juga, jangan salah paham aku hanya mencoba bersikap sopan." Jessica mengepalkan tangannya.
Anak sial..
Jessica makan dengan cara yang paling elegan, Jessica Jung adalah adik kandung Ibu Sehun, dia sudah 5 tahun menjadi Kepala Sekolah Ivy high karena itu dengan mudah Sehun mendaftarkan Baekhyun ke sekolah itu. Ponsel Chanyeol berbunyi.
From : Baby Baek
Aku pulang terlambat, aku akan pergi dengan Kyungso ke rumah Grey.
Chanyeol nyaris menyemburkan semua isi dalam mulutnya jika tidak ditahannya, Jessica memutar bola matanya.
"Astaga, Chanyeol !"
"Apa-apaan ini, dia baru bertemu dengan Baekhyunku hari ini dan dia mengajaknya ke rumahnya. Tak bisa dibiarkan ?!! Benar-benar tak bisa." Jessica hanya menatap Chanyeol bingung.
"Heh kau ! Ini tempat umum jangan berteriak-teriak seolah-olah tempat ini milikmu." Ucap Jessica mencoba menahan diri.
"Restoran ini memang milikku, kau pikir aku benar-benar akan membelikanmu makan siang kalau tidak gratis ?"
Astaga, anak ini benar-benar ...
"Kau ini pelit sekali Park Chanyeol," cibir Jessica.
"Bagaimana bisa aku pelit ? Kalau pelit, aku akan menagihkan makan siang ini padamu."
Oh Ya ampun..
Chanyeol menjadi di sibukkan dengan pikirannya sendiri setelah menerima pesan dari Baekhyun. Chanyeol mendadak diam seribu bahasa meski Pak Songman mengajaknya berbicara tapi Chanyeol hanya termenung.
"Tuan, kita akan pulang ke rumah atau kembali ke kantor ?" Tanya Pak Songman tapi Chanyeol masih diam mematung, pandangannya kosong menatap keluar jendela.
Kediaman Grey Everlight
"Wah, rumahmu besar sekali ya ?" Kyungso nampak terkagum-kagum dibuatnya, Guanlin yang sebelumnya tak tertarik untuk ikut tiba-tiba saja mengekor di belakang Baekhyun. Grey tersenyum tipis ketika beberapa pelayan mendekati mereka.
"Tuan Muda, silahkan beristirahat kami sudah menyiapkan kudapan untuk teman-teman anda," ucap seorang pelayan dengan sopan.
"Ah iya, hari ini aku akan memasak untuk teman-temanku tolong siapkan ? Bisa ??"
"Baik, Tuan Muda."
Setelah pelayan tersebut undur diri, Grey mengajak Baekhyun dan teman-temannya untuk melihat sekeliling rumahnya.
"Sayang sekali Minseok tak ikut yaa," ucap Kyungso pelan dan dengan segera Baekhyun mengiyakan.
"Iya, mungkin dia memang sibuk." Tambah Guanlin. Selama berkeliling, Mereka tampak terkagum-kagum dengan kediaman keluarga Everlight.
"Grey kau sudah pulang, kukira kau ada_ ah.. maaf," ucap seseorang yang menuruni tangga, seorang pemuda dengan perawakan mungkin turun mendekati Grey.
"Perkenalkan, ini sepupuku Jihoon." Wajah Jihoon nampak lucu sekali, wajahnya bulat menggemaskan.
"Apa yang kau lihat ?" tanya Jihoon ketika dia menangkap Guanlin yang terus menerus menatapnya tanpa berkedip. Guanlin menggelengkan kepalanya.
"Apa Grey memberimu makan setiap menit ? Pipimu nampak menggembung." Tawa Baekhyun pun pecah seketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Guanlin.
"Hey, hey Princess jangan tertawa seperti itu." Grey sedikit membungkuk agar bisa melihat Baekhyun dengan jelas, dia menyentuh ujung hidung Baekhyun dengan telunjuknya.
"Aku tak lihat apapun, aku dengar apapun," ujar Kyungso menutup matanya dan menutup kedua telingannya dengan tangan lalu segera melangkah pergi meninggalkan pemandangan yang membuatnya sedikit tak nyaman.
"Kau mau kemana Kyung ?" Guanlin mengikuti langkah Kyungso.
"Aku pergi untuk menyelamatkan mataku," jawabnya pelan, Jihoon masih diam mematung tak mengerti sampai Guanlin menarik tangannya.
"Ini hari pertama kita bertemu, apakah terlalu berlebihan jika seperti ini ?" tanya Baekhyun.
"Nampaknya tidak, Grey mentraktir kami satu sekolah di hari pertamanya masuk. Menyenangkan punya teman seperti Grey, bisa makan gratis setiap hari," Kyungso melenggang dengan santai.
"Lepaskan tanganku, Jerapah !" Jihoon menepis tangan Guanlin dengan kasar, sekejap mata Guanlin merasa tertolak.
Bunyi ponsel Baekhyun
From : The Handsome Chanyeol
Jam berapa kau pulang ? Apa kau akan pulang sebelum makan malam ?
Apa kau baik-baik saja ?
Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Chanyeol, Baekhyun mendapatkan banyak teman hari ini berkat Chanyeol tapi Baekhyun merasa sedikit bersalah karena mengabaikan Chanyeol. Baekhyun mengigit bibir bawahnya.
"Bibirmu akan berdarah jika kau mengigitnya seperti itu," Grey mengusap puncak kepala Baekhyun dan itu membuat Baekhyun sedikit tersentak.
"J_jangan seperti itu, kita baru saling mengenal. Jangan buat orang menjadi salah sangka." Baekhyun agak sedikit memundurkan tubuhnya, Grey Everlight baru saja tertolak.
Baekhyun hendak duduk mengikuti Kyungso yang sudah berada di teras sampai seseorang datang di dampingi seorang pelayan, Baekhyun terdiam, tubuhnya gemetaran dan wajahnya langsung memucat.
"Ah Stephen, kau datang juga. Ku kira kau akan sibuk dengan para gadis," Ucap Grey menepuk pundak pemuda di depannya. Bahu Baekhyun terus bergetar hebat.
"Baek, ini.. heyy.. Baek.." Grey segera mendekati Baekhyun.
"Aaah, Byun Baekhyun sudah lama tak bertemu." Grey menoleh ke arah temannya yang lain, namun Baekhyun justru semakin berkeringat dingin.
"Kau mengenalnya ?" tanya Grey.
"Ya tentu saja, kami pernah satu sekolah dulu, dulu sekali, benarkan Baekhyun ?" Baekhyun tidak menjawab, wajahnya semakin pucat lalu pingsan. Grey terus memanggil-manggil nama Baekhyun tapi Baekhyun hanya diam tak bergerak sekeras apapun Grey mengguncang tubuhnya, Kyungso dan Guanlin serta Jihoon datang menghampiri tapi hanya satu yang hanya menatap Baekhyun dengan seringai jahatnya.
Stephen Kim sedang menatap Baekhyun yang dikelilingi teman-temannya, menatapnya acuh. Wajahnya dingin dan tak menunjukkan reaksi apapun.
Perasaan Chanyeol mulai terasa tak enak ketika ada nomor asing yang menghubunginya di nomor pribadinya.
Perlahan Chanyeol menghela nafas pendek.
"Ya, disini Park Chanyeol."
(Maaf, Tuan Park. Kami menghubungi dari kediaman Everlight. Adik anda tidak sadarkan diri Tuan_)
Begitu mendengar kata adik yang tak sadarkan diri, Baekhyun segera mengambil mantelnya dan meraih kunci mobil diatas meja kerjanya. Pikirannya sudah kacau balau
Baekhyun pingsan, Baekhyunku. Kenapa Baekhyun bisa pingsan ??
Chanyeol menghubungi Jongin untuk memintanya mengirimkan koordinat kediaman keluarga Everlight, butuh satu jam untuk Chanyeol agar sampai di kediaman Everlight. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Baekhyun ??
"Tuan Muda, Tuan Park sudah tiba." Ucap seorang pelayan.
Grey pun segera menemui Chanyeol di ruang bawah.
"Mana Baekhyun ?!"
"Dia di atas, kamar kedua dari kiri," tanpa basa basi Chanyeol menaiki tangga memutar tersebut dengan tergesa-gesa, Chanyeol berupaya mengatur nafasnya sebelum masuk ke dalam kamar yang diinformasikan oleh Grey.
"Baek," panggil Chanyeol lembut, Baekhyun belum juga sadar. Ada Kyungso di sampingnya dan seseorang lainnya dengan pipi bulat yang menggemaskan
"Aku rasa dia sudah tak apa-apa, kata dokter Baekhyun hanya shock." Jelas Kyungso.
Shock ??
"Tapi kenapa adikku bisa shock sampai tak sadarkan diri ?" Tanya Chanyeol.
"Tadi temanku datang, nampaknya dia mengenal Baekhyun tapi dia sudah pergi tak lama setelah kami menghubungimu." Jelas Grey yang melangkah mendekati Chanyeol.
"Mengenal Baekhyun ? Siapa ?"
"Stephen, Stephen Kim." Jelas Jihoon, seketika Chanyeol mengeraskan rahangnya. Dia hendak membawa Baekhyun tapi Grey menghentikannya.
"Tunggu dulu, setidaknya tunggulah sampai Baekhyun sadar." pinta Grey pada Chanyeol yang sudah hendak menggendong tubuh ringan Baekhyun.
"Tak bisa, Baekhyun pasti sangat ketakutan." Grey melirik ke arah Chanyeol.
"Ya, nampaknya seperti itu. Sebenarnya apa yang terjadi ??" tanya Kyungso tapi Chanyeol hanya terdiam.
"Sudahlah Kyung, aku yakin Tuan Park punya alasan tersendiri, bukan begitu ?" Grey memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan akhirnya membiarkan Chanyeol membawa Baekhyun pergi dari hadapannya.
"Guanlin, bisa bantu aku ?" Tanya Grey pada Guanlin yang duduk di atas balkon sambil memainkan ponselnya.
Chanyeol benar-benar khawatir pada Baekhyun, Stephen Kim, manusia itu datang lagi. Sebelumnya Chanyeol mendengar kalau Stephen pergi ke luar negeri bersama Ibunya dan bersekolah di sana tapi kenapa tiba-tiba dia kembali, apa maunya ?? Kalau dia sampai mengganggu Baekhyun lagi, kali ini Chanyeol tak akan pernah memaafkannya.
Baekhyun tersadar di tengah perjalanannya menuju rumah namun dia tiba-tiba saja berteriak histeris, sehingga memaksa Chanyeol untuk menghentikan laju kendaraannya.
"Baek, Baekhyun.. sayang ! Ini aku, Ini Chanyeol.." Chanyeol dengan perlahan menarik tangan Baekhyun.
"C_chanyeol ?? K_kakak, Kakak dia kembali kak.." Baekhyun langsung memegang kepalanya, bahunya bergetar hebat.
"Baekhyun, Baek.." Chanyeol berupaya menenangkan Baekhyun yang terus berteriak histeris.
"Baekhyun..!" Chanyeol langsung menarik Baekhyun dalam pelukannya, meski Baekhyun terus meronta tapi Chanyeol terus berusaha membuatnya merasa aman, lalu dengan lembut Chanyeol mengusap pelan rambut Baekhyun, mengecup tipis puncak kepalanya.
"Aku disini Baek, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi, ya ??" Ucap Chanyeol sambil terus berupaya menenangkan Baekhyun.
.
.
.
.
Maaf kalau update kali ini agak pendek, lg bnr2 sibuk soalnya anak mau ultah.
Jadi agak sibuk sampe awal bln dpn, tapi diusahain terus update kok. Tenang aja dweeh.. hehehe.
