Chanyeol segera mendatangi kamar tempat Baekhyun di rawat begitu dia mendengar kalau Baekhyun sudah bisa dikunjungi.

"Baek, Baek.. sayang, kau baik-baik saja kan ? Kepalamu sudah tak sakit ? Apa ada bagian lain yang sakit ? Apa kau ingin makan sesuatu ?" tanya Chanyeol tanpa jeda, Baekhyun tersenyum simpul mendengar rentetan pertanyaan dari Chanyeol.

"Aku tak apa-apa kak, kau bisa tenang." Baekhyun mengusap puncak kepala Chanyeol yang bersimpuh di samping ranjangnya.

"Baek.. Maafkan aku," Chanyeol segera menarik tangan Baekhyun dari puncak kepalanya lalu mengecupnya tipis.

"Itu bukan salahmu, aku tidak marah." Baekhyun memasang senyum termanisnya agar Chanyeol tidak khawatir. Hanya itu yang diinginkan oleh Chanyeol, melihat Baekhyun tersenyum meski ada memar di ujung bibirnya.

"Umh, itu Baek.. apa kau yakin masih ingin bersekolah di Ivy High ?" tanya Chanyeol ragu.

"Sekolah ? Memangnya kenapa ? Aku suka sekolah di sana jadi aku punya teman." Chanyeol menghela nafas pendek.

"Ah, teman ya ? Iya, benar teman sekolah."

"Ada apa ? Kau tak suka aku sekolah lagi ?"

Bukan tak suka, aku hanya tak ingin anak Everlight itu menatapmu seperti srigala lapar.

"Tidak, bukan apa-apa. Kau istirahatlah dulu ya ?! Aku harus pergi sebentar."

"Kakak mau pergi kemana ? Besok aku sudah boleh pulang," Baekhyun tersenyum lagi, Chanyeol membalas senyum itu.

"Ya, aku tahu. Hanya sebentar, aku harus bertemu Sehun di depan, hanya sebentar ya aku akan segera kembali.." Chanyeol menepuk puncak kepala Baekhyun pelan, Baekhyun pun mengangguk.

Chanyeol pun melangkah menuju pintu keluar, Baekhyun menghela nafas pendek sambil menghela nafas panjang lalu mulai merebahkan diri kembali. Sementara itu Sehun sudah menunggu Chanyeol di lorong rumah sakit dengan beberapa berkas di tangannya.

"Aku tak suka bau rumah sakit, membuatku merasa sakit dan aku tak suka itu." Sehun mengusak hidungnya beberapa kali.

"Kalau kau tak suka rumah sakit lalu kenapa kau kemari ?? Kau yang memintanya kan."

"Ya, Ya.. sudah tanda tangan saja, merepotkan sekali."

"Orang itu, Stephen Kim apa kau sudah membereskannya ??" Tanya Chanyeol.

"Dia hanya anak 17 tahun memangnya apa yang ingin kau perbuat ? Mencabulinya ??" Chanyeol mengerling tajam ke arah Sehun.

"Otakmu perlu di perbaiki Oh Sehun," Chanyeol memberikan berkas yang sudah dia tanda tangani.

"Benarkah ? Bukan aku yang jatuh cinta dengan anak 16 tahun tapi tak mau mengakuinya." ujar Sehun sambil melangkah pergi.

"Gajimu ku potong Oh Sehun...!!"

"Ya, Ya terserah kau saja !!" Sehun mengibas-ngibaskan tangannya tak perduli sama sekali dengan ucapan Chanyeol barusan.

Ketika Chanyeol kembali ke ruangan tempat Baekhyun di rawat, Baekhyun sudah tertidur pulas. Melihat Baekhyun masih bernafas saja sudah membuat jantung Chanyeol berdetak kencang, berkali-kali Sehun mengatakan kalau Chanyeol jatuh cinta pada Baekhyun, benarkah seperti itu ? Tapi kalau Chanyeol jatub cinta bukan kah seharusnya Chanyeol tak bermain-main dengan para model itu sepanjang waktu dan mengabaikan Baekhyun ? Tapi setiap Chanyeol memulai hubungan dengan para model itu, Chanyeol selalu menyuruh Sehun membawa Baekhyun pergi menjauh. Meski demikian, setiap Baekhyun dilirik atau disentuh orang lain, Chanyeol benar-benar tak menyukainya sama sekali. Chanyeol mengusap kening Baekhyun pelan, mencoba mencari apa yang dia yakini tidak mungkin. Benarkah dia mencintai Baekhyun ?? Atau hanya perasaan seorang kakak yang ingin melindungi adiknya ?.

Keesokan harinya Grey dan Kyungsoo datang mengunjungi Baekhyun di rumah sakit.

"Apa kau yakin kalau kau jatuh ? Bibirmu memar Baek ? Wajahmu lebam, Kau jatuh dari tebing hah ??" tanya Kyungsoo tak percaya ketika Baekhyun mengatakan kalau dia terpleset di dapur rumahnya. Grey hanya menatap Baekhyun dalam-dalam dan membuat Baekhyun menjadi salah tingkah.

"Hey Grey, kenapa kau lihat Baekhyun seperti itu, kau bisa membolongi wajahnya hanya dengan menatap dia seperti itu. Hentikan, kau membuat Baek tak nyaman." Akhirnya Grey memalingkan wajahnya ke arah lain, tingkah Grey tak sehangat biasanya. Kali ini Grey lebih banyak diam.

"Aku pulang hari ini Kyung." ucap Baekhyun.

"Oh, benarkah bagus.."

"Ya aku sudah tahu dan Kyungsoo pun sudah tahu, tak perlu pura-pura kaget Kyung." ucap Grey sambil melangkah pergi.

"Dia kenapa ?" Tanya Baekhyun pada Kyungsoo.

"Aku tak tahu, sudah beberapa hari dia begitu. Kemarin dia memarahi Minseok hanya karena mengambilkan penanya yang jatuh ke lantai." Baekhyun membulatkan matanya.

"Benarkah ??" Kyungsoo mengangguk-anggukan kepalanya, dia nampak lucu sekali. Baekhyun benar-benar menyukai Kyungsoo, Kyungsoo selalu menghiburnya setiap saat.

Baekhyun keluar rumah sakit dengan kursi roda, Chanyeol yang membantu mendorong kursi rodanya. Kyungsoo dan Grey pun mengikuti mereka dari belakang.

"Kenapa kita tidak pulang saja Grey, aku lapaaar..." Kyungsoo memajang wajah memelas tapi Grey sama sekali tak merasa kasihan.

"Kalau kau ingin pulang, pulang saja sendiri.."

"Eeey, kau tadi yang memaksaku datang kemari. Sekarang kau malah seolah-olah tak peduli, kau benar-benar menyebalkan.."

"Kalau aku menyebalkan, kau boleh pergi.."

Andai membunuh orang bukan perbuatan dosa...

Akhirnya Kyungsoo hanya menghela nafas pendek sampai seseorang menyodorkan sebuah kantong coklat berisi makanan.

"Aaaaah, Jongiiiniiiie..."Ucap Kyungsoo penuh semangat.

"Makanlah, aku membelikanmu ini dalam perjalanan kemari tadi. Tak perlu mengemis pada mahluk astral seperti itu." Grey melirik tajam ke arah Jongin dan Kyungsoo. Pasangan itu benar-benar membuatnya jengkel, akhirnya Grey hanya mengikuti Chanyeol dari belakang.

"Hey anak kecil, kau tak ada keinginan untuk pulang ?" Tanya Chanyeol ketika melihat Grey masih mengikuti langkahnya.

"Hey Pak Tua, bukan urusanmu kan ??"

Cih, bedebah anak ini.

"Kenapa kalian bertengkar ?" tanya Baekhyun.

"Baek, apa kau tahu wajah orang yang kau bilang teman itu nampak seperti serigala ?" Chanyeol malah melemparkan pertanyaan pada Baekhyun.

"Owh, benarkah ?"

"Dia bilang apa ?? Orang tua, kau benar-benar.. heyyy lepaskan aku ??!!" Langkah Grey tertahan oleh Jongin yang menariknya menjauh.

"Jangan bertengkar, kalian jadi tontonan orang-orang." Jawab Kyungsoo sambil mendorong kursi roda Baekhyun perlahan menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu rumah sakit. Apa yang lebih menyenangkan ? Melihat dua manusia tampan berkelahi menarik perhatian Baekhyun yang justru tak menyadari apapun soal itu.

"Sayang sekali aku tak akan bisa mengeluarkan orang itu dari sekolah," Chanyeol mengusap pelipisnya pelan.

Chanyeol sudah membuat persiapan untuk menyambut Baekhyun pulang ke rumah, dia bahkan mengecat ulang dan mendekor ulang kamar Baekhyun.

"Wuaaah, kakak melakukan ini untukku ?" Chanyeol mengangguk bangga.

"Tapi aku tak suka warna kamarnya," Chanyeol langsung merasa dirudung kemalangan tak bertepi.

"Dekorasinya aku suka, warna catnya tak masalah." Nampaknya Baekhyun tak menyadari bahwa ucapannya benar-benar bisa mengubah mood Chanyeol saat itu juga.

"Aku tak merasa yakin, apa aku mampu keluar lagi sendirian kalau Stephen ternyata sudah kembali ke kota ini," Chanyeol menghela nafas pendek dan menghampiri Baekhyun, duduk disamping Baekhyun di atas ranjang membuatnya benar-benar tak tahan untuk tidak melucuti pakaiannya satu persatu tapi Baekhyun sedang sakit. Jadi, Chanyeol mengenyahkan semua pikiran itu.

"Tenang saja, ada aku disini. Lagi pula anak bedebah itu pun berkata akan membantumu kan ??" Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya dan itu terlihat sangat imut di mata Chanyeol.

"Bedebah ??"

"Maksudku Grey Everlight, tapi bukankah lebih mudah menyebutnya seperti itu ?" Baekhyun secara otomatis mencubit tangan Chanyeol tapi Chanyeol segera menahan tangan itu.

"Kau tak usah khawatir ya ?!." Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan mengecupnya tipis.

"Aku menyayangimu kak.." Baekhyun segera memeluk Chanyeol, Chanyeol yang kaget hanya bisa tersenyum dan mengusap punggung Baekhyun.

"Apa ada yang ingin kau makan, sayang ? Aku akan memasakkannya untukmu." Baekhyun terkejut mendengar perkataan Chanyeol.

Makanan ? Dia akan memasak untukku ? Aah, rasanya sudah lama sekali..

"Ya tentu saja, kau ingin makan apa?" Tanya Chanyeol, Baekhyun terdiam, raut wajahnya tampak memikirkan sesuatu.

"Tom yam Goong," Baekhyun tertawa kecil, dulu saat Chanyeol bekerja part time. Chanyeol sering membuatkannya makanan itu dari bahan sisa yang ada di restoran Seafood tempat Chanyeol bekerja part time, memang tak seenak makanan restoran tapi Baekhyun sangat menyukai masakan Chanyeol karena Baekhyun tahu kakaknya bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Saat perusahaan keluarga Chanyeol dulu masih ada, Chanyeol tak pernah kekurangan apapun tapi Chanyeol adalah anak yang dingin para tetangga bilang ayah Chanyeol sering memukulinya ketika ayahnya pulang dari bermain judi dan Ibunya akan memperlakukannya semena-mena. Chanyeol memang tak pernah kekurangan harta apapun sebelum ayahnya bangkrut tapi Chanyeol tak pernah merasakan kasih sayang Ayah dan Ibunya dengan tulus.

"Tapi ku rasa tidak ada persediaan yang bisa kita gunakan mungkin kita harus berbelanja nanti, bagaimana kalau ku masakkan soup ayam saja sementara. Kau mau ?" Tanya Chanyeol, Baekhyun mengangguk pelan.

Begini pun tak apa, kakak.. aku mencintaimu, tak peduli sekejam apapun dunia padaku, aku tetap mencintaimu.. begini pun tak apa, hanya berada di sampingmu seperti ini.

Baekhyun menyandarkan kepalanya dibahu Chanyeol, sementara Chanyeol menahan diri untuk tidak melakukan hal yang konyol pada Baekhyun karena dia tahu Baekhyun masih dalam kondisi sakit.

"Kau mau makan disini atau di ruang makan ?" tawar Chanyeol.

"Kalau aku mau pergi melihatmu memasak, apa kau mau menggendongku ke dapur ? Dan mengijinkanku mengenakan pakaianmu ?" tanya Baekhyun, Chanyeol menyipitkan matanya.

Dimana dia belajar menjadi seductive seperti ini..

Chanyeol hanya bisa mengusak rambut Baekhyun lembut.

"Ayo naik.." Chanyeol menyuruh Baekhyun naik ke punggungnya.

"Piggy back, pilih sendiri pakaian mana yang kau suka, kau boleh mengenakannya." Baekhyun berbinar, wajahnya sedikit memerah ketika Chanyeol membawanya di punggungnya, Baekhyun meletakkan kepalanya di punggung Chanyeol dan mengeratkan pegangannya pada leher Chanyeol yang membawanya menuju kamarnya, Baekhyun mengenakan kemeja Chanyeol yang dengan jelas pasti terlalu besar untuk dia kenakan. Chanyeol tak pernah keberatan jika Baekhyun yang mengobrak-abrik isi lemarinya malah dengan senang hati Chanyeol akan memberikan isi lemarinya pada Baekhyun.

Chanyeol benar-benar menggendong Baekhyun ke dapur, Kepala Pelayan Ho berpapasan dengan mereka dilantai 1.

"Tuan, ada yang bisa ku bantu ?" Tanya Kepala Pelayan Ho.

"Tak perlu, kau bisa istirahat. Atau bisakah kau belikan aku bahan untuk membuat tom yam goong besok pagi?"

"Baik Tuan,"

Chanyeol membawa Baekhyun ke arah dapur dan membantunya untuk duduk dengan nyaman di depan meja.

"Tunggu ya, aku akan memasak untukmu." Baekhyun tersenyum senang. Chanyeol menyiapkan semua bahan makanan dan seperti seorang koki profesional dia memotong, mencuci semua bahan makanan tersebut dan menyiapkan sebuah panci berisi air. Baekhyun hanya memperhatikan dengan seksama punggung Chanyeol yang sedang mengaduk soup yang sedang dimasaknya, perlahan Baekhyun turun dari tempat duduknya dan mulai melangkah menghampiri Chanyeol.

"Kakak.."

"Ya_" ucapan Chanyeol terputus ketika Baekhyun memeluknya dari belakang dan menyenderkan kepalanya di punggungnya.

"Jangan bergerak, biar seperti ini.. sebentar saja."

Ijinkan aku egois, kali ini saja. Ijinkan aku untuk memiliki dirimu untuk diriku sendiri, kali ini saja...

Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya, Chanyeol tetap diam tak bergerak. Dia ingin berbalik dan memeluk Baekhyun tapi urung dia lakukan karena dia tau, dia tak bisa menyakitinya lebih dari ini setelah apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya beberapa waktu yang lalu.

Sejauh apapun langkahku, sedalam apapun aku menyukaimu. Sebagaimanapun aku mencintaimu sampai di detik ini aku hanya bisa meminta Tuhan untuk mengijinkan aku egois untuk hatiku, mungkin esok atau entah kapan. Langkahnya tak akan lagi tertuju padaku, terbagi antara pilihan-pilihan tentang hidup yang lain. Lalu aku, hanya akan jadi sekedar aku yang tanpa arti..

Dan Chanyeol pun hanya menutup matanya tanpa mampu berkata-kata.

..Maaf updatenya kelamaan, my baby is sick jadi harus jadi emak-emak perkasa dulu.TBC