Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto dan anime yang lain milik penciptanya masing-masing.
Naruto X Anime X Over.
Genre : Freindship, Sword, Action, magic.
Warning : Ooc/OC/Not Godlike Naruto/Godlike OC/ Typo/Gaje/Dan kesalahan lainnya.
Sekarang adalah tahun 2160. Memang jaman ini sudah serba maju tapi yang menjadi tren saat ini bukanlah aplikasi, senjata api, gadget, atau hal yang berbau kemewahan lainnya tapi pedang.
Kau memang tak salah dengar pedang adalah segalanya sekarang. Benda itulah yang menentukan kasta, status, dan pandangan orang lain terhadap mu.
Entah sudah dimulai sejak kapan, tapi pedang sudah menjadi sangat tren dan menjadi sangat penting bagi semua lapisan masyarakat di seluruh dunia.
Tapi bukan pedang biasa melainkan pedang yang mempunyai kekuatan didalamnya, entah darimana kekuatan itu berasal tapi menurut legenda ada banyak mahluk yang disegel atau diserap kedalam setiap pedang yang ada di dunia.
Pedang di dunia ini ada 4 jenis yakni :
• Katana.
Jenis pedang ini sudah sangat terkenal di seluruh penjuru dunia bahkan banyak pemakai pedang terbaik menggunakan jenis pedang ini untuuk bertarung, dengan bentuk yang pas serta bobot yang tak seberat pedang lain membuat Katana sangat disukai orang-orang.
• Long Sword.
Pedang jenis ini selalu mendapat tempat spesial dihati para penggunanya, apalagi dengan bentuk panjang dan terkadang mempunyai 2 mata tajam, serta beban pedang yang tidak terlalu berat membuat pedang ini memiliki pengguna yang sangat banyak.
• Board Sword/Two hand sword.
Pedang ini merupakan jenis pedang terberat dari yang lain sehingga membuat pengguunanya lebih sedikit, tapi pedang ini memiliki beberapa keunggulan yang tak dimiliki 2 jenis pedang lainnya yaitu daya hancur, dan area serangan yang luas.
• Another.
Adalah jenis pedang yang memiliki bentuk bukan pedang misalnya seperti sabit, naginata, dual sword, dan lainnya.
Dan sekarang di depan sebuah dojo besar bertuliskan 'Perguruan pembelah angin', terlihat seorang pemuda berambut kuning cerah sedang menunggu seorang pria yang sedang mengecek beberapa formulir pendaftaran miliknya.
Pemuda itu memakai jaket orange tanpa hoddie, kaos hitam sebagai dalaman, celana kain panjang hitam, dan sebuah tas selempangan berukuran sedang.
"Bagaimana paman, apa aku bisa menjadi murid di perguruan ini ?"
Craaak...
Tak menjawab pertanyaan pemuda tadi, si paman malah merobek formulir pendaftaran milik pemuda tersebut tepat di depan mata biru cerah yang hanya bisa membulat terkejut.
"Maaf saja yah, aku tak mau dojo ku ini menanggung malu karena menerima orang yang katananya patah. Sebaiknya kau menyerah saja untuk menjadi pemain pedang terhebat" ujar paman itu yang kemudian tertawa nyaring tanpa peduli akan perasaan pemuda pirang tadi, yang terlihat dia sedang memungut robekan-robekan formulir miliknya.
"Ini Sudah dojo ke 100 yang menolak ku, jadi dimana lagi ? Dojo di kota sebelah pun sudah ku tanyai tapi mereka malu menerima ku"
Merasa tak ada lagi yang perlu dilakukan, pemuda itu pun menyimpan hasil robekan tersebut kedalam tasnya yang ternyata juga berisi robekan formulir yang sama tapi di robek oleh pemilik dojo lain dan ia pun berjalan pulang menyusuri trotoar karena hari sudah mulai sore.
Ini adalah kota Okita yang berada di selatan kota Kyoto, Okita merupakan sebuah kota kecil yang terkenal dengan julukan kota 100 dojo yang dimana 2 diantaranya adalah dojo terbaik di dunia.
Katanya kota ini didirikan oleh seorang pemain katana terbaik jepang dimasa lalu, yakni Okita Saouji yang katanya pernah bertarung seimbang melawan Arthur dari Inggris.
MC side.
Sekarang di sebuah apartemen kecil yang dimana dapur menyatu dengan kamar tidur, terlihat pemuda pirqng tadi sedang berbaring di ranjangnya sambil memandang sebuah katana sepanjang 1,5 dengan sarung yang berwarna orange dan pegangan yang berwarna hitam legam.
"Naruto, pasti sekarang kau sedang ditertawan ibu di alam sana" gumam pelan Naruto sambil menatap sedih sebuah bingkai foto yang berisi gambar orang tuanya, dia adalah Kushina Uzumaki satu-satunya orang tua yang dimiliki Naruto sejak kecil karena dia tidak tahu siapa ayahnya bahkan sampai Kushina meninggal sekalipun.
"Sebaiknya aku tidur sekarang"
.
Skip, esok harinya.
Esoknya tampak Naruto sudah memakai Blazer hitam tanpa lambang apapu, kemeja putih sebagai dalaman, celana kain panjang berwarna hitam, sepatu kets berwarna coklat, dan tas selempangan yang dipakainya semalam.
Terlihat di trotoar yang menjadi tempat Naruto berjalan, ada juga remaja lain yang memakai pakaian yang sama, tapi dibagian dada kiri blazer mereka terdapat lambang dari 3 jenis pedang yang saling bersilangan.
"Lihat si Uzumaki itu, dia kan sudah ditolak 100 dojo tapi kenapa dia masih sekolah sih di sini ? Bikin malu sekolah saja"
Bisik-bisik tak nyaman mulai terdengar, apalagi saat Naruto berada di depan gerbang sebuah sekolah elit bernama Konoha Gakuen yang satu-satunya tempat ia belajar menggunakan pedang walaupun itu hanya dasarnya saja.
"Yoo... rendahan ! Bukannya sudah kubilang untuk tidak kembali lagi ke sini ?, apa telinga mu itu tuli hah...!" Teriak seorang remaja yang mirip dengan Naruto tapi ia memiliki rambut hitam spike, dan memegang katana hitam sepanjang 1,2 meter yang mengeluarkan aura membunuh.
Remaja itu tak sendiri, terlihat di belakangnya beberapa remaja lain yang merupakan bawahannya dan remaja yang mencemoh Naruto itu tidak lain adalah Menma Namikaze Uciha.
"Tak perlu buang-buang suara untuk meladeninya tuan Menma, biar aku saja yang mengurus si rendahan itu" ucap salah satu bawahan Menma sambil menghunuskan katana miliknya dan langsung saja di depan Naruto muncul sosok astral anjing raksasa berwarna putih berkepala dua yang memandang Naruto dengan tatapan lapar.
Naruto diam bukan karena dia berani atau tak bisa menjawab tapi dia sudah ketakutan sehingga ke 2 kakinya bergetar, serta lidahnya terasa kelu untuk bicara apalagi dengan munculnya sosok astral anjing raksasa milik bawahan Menma dihadapannya namun beberapa saat kemudian muncul gambaran wajah sang ibu yang entah kenapa memberi semangat pada Naruto.
"Jangan pikir aku takut dengan kalian !, kalau mau maju sini" teriak Naruto yang tangan kanannya telah di selimuti api orange dan setelah padam terlihat di telah menggenggam Katana patah sepanjang 1 meter miliknya.
"Ho... baiklah kalau begitu. Sasuke"
Sriiiing...
Craaaash...
Tak sampai 2 detik, seorang pemuda berambut raven model pantat bebek muncul di hadapan Naruto dan berhasil membuat luka sayat Horyzontal di dada pemuda Uzumaki itu, tak tinggal diam Naruto berniat menyerang balik tapi sebuah hempasan angin layaknya bor raksasa menghantamnya.
Buuugh...
Wuuuuus...
Braaaaakh...
Menabrak tembok hingga menghasilkan retakan dengan motif jaring laba-laba lalu jatuh ke tanah, tampak dengan susah payah Naruto berusaha bangkit dengan bantuan katana miliknya.
"Itu katana atau alat bantu berdiri sih ?, apa kau tak pernah diajarkan cara menggunakannya ?" Ejek Menma yang ingin menyerang Naruto tapi...
Sriiing...
Craaang...
Sebuah pedang longsword dengan ujung yang terpisah hampir saja mengenai kaki Menma jika saja pemuda itu tak menarik kakinya, begitu pula bawahan Menma yang juga tak menyadari kedatangan pedang tersebut, sedangkan Naruto yang melihat kesempatan langsung menebaskan katananya kearah Menma.
"Rasakan ini sialan !"
Siiing...
Memundurkan tubuhnya untuk menghindari serangan tersebut, dengan cepat Menma mencabut Katana hitam miliknya lalu menyerang Naruto yang lengah.
"Mati kau rendahan !"
Sriiiing...
"Maaf saja tapi..."
Traaaank...
Bukan katana Naruto yang menahan serangan Menma, tapi 3 detik sebelum serangan Menma menuju Naruto, seorang remaja berambut ungu yang memakai blazer putih muncul dihadapan Naruto lalu mencabut longsword yang tertancap tadi untuk menahan serangan Menma.
"Belum saatnya dia mati"
"Kau...!, cih awas saja kalian berdua, ini belum berakhir"
Menma langsung mendecih kesal lalu menarik kembali katananya kemudian menyimpannya kembali kedalam sarungnya, sedangkan pemuda ungu itu hanya tersenyum tipis lalu meletakkan pedangya di bagian belakang blazer putihnya tanpa pengait ataupun sarung pedang, seolah-olah ada magnet di belakangnya.
Menma pun pergi bersama semua bawahannya meninggalkan kedua pemuda tersebut, sedangkan Naruto terlihat sedang di bopong oleh pemuda ungu tadi keluar dari areal sekolah.
"Kemana kau mau membawaku ?" Tanya lemah Naruto yang terlihat sangat kelelahan sekaligus menahan sakit akibat lukanya yang masih mengeluarkan darah segar.
Pemuda berambut ungu itu hanya tersenyum kecil dan masih diam tapi tak lama kemudian ia langsung berhenti di depan sebuah cafe kecil.
"Kalau mau bicara sebaiknya kita bicarakan didalam saja, tenanglah aku yang akan bayar"
"Tapi kalau boleh tau siapa nama mu ?"
"Tedeza Markovich".
.
.
Tbc
