Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto dan anime yang lain milik penciptanya masing-masing.
Naruto X Anime X Over.
Genre : Freindship, Sword, Action, magic.
Warning : Ooc/OC/Not Godlike Naruto/Godlike OC/ Typo/Gaje/Dan kesalahan lainnya.
Chapter 2 : teman pertama.
Dunia memang sudah sangat maju sekarang dan banyak negara sudah dapat menyelamatkan sumber daya yang hampir habis di bumi ini yakni minyak bumi, batu bara, dan gas alam dengan cara memanfaatkan sumber daya yang paling melimpah di bumi ini yakni air laut.
Dengan 7 buah mesin raksasa yang dibuat atas kerja sama negara-negara maju, air laut dihisap dan dialirkan untuk memutar turbin raksasa yang ada didalam mesin tersebut menggunakan tenaga surya serta angin.
1 buah mesin dapat menghasil kan listrik yang cukup untuk 15 negara besar dan yang dimana mesin-mesin ini diletakkan ditempat terpisah yakni di samudera atlantik, samudera pasifik, samudera hindia, laut artick, laut cina selatan, laut merah dan laut mediterania.
Tapi perlahan tapi pasti kerusakan mulai terjadi di beberapa mesin dan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya.
Cafe.
Sekarang tampak 2 insan yang sebelumnya berhadapan dengan kelompok Menma, sedang berada didalam cafe kecil yang dimana tidak ada pengunjung lain selain mereka berdua karena ini sudah jam kerja bagi piegawai kantoran ataupun jam belajar bagi siswa sekolah.
"Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya Naruto ?." Tedeza menatap penasaran ke manik biru Naruto, sedangkan yang di tanya hanya menggeleng pelan tanda dia bingung harus apa.
"Entahlah, ku rasa Menma dan anak buahnya akan semakin membully ku, kau sendiri bagaimana ?." Tanya balik Naruto tapi yang dia dapatkan hanyalah senyum sumringah dari Tedeza.
"Tentu saja tidak apa, kalau mereka berani maka lawan saja, mudah kan"
"Huh... mudah bagi mu yang bisa memakai pedang dengan baik, tapi tidak bagi ku, mungkin suatu saat nanti aku akan pindah ke sekolah yang lebih rendah"
"Mah... tenanglah, kalau mereka mengganggu maka aku yang akan mengusir mereka, lagipula aku sudah berjanji pada diriku bahwa siapa yang ku tolong petamakali di jepang akan jadi teman ku"
"Teman yah, terima kasih Tedeza"
Keduanya pun terdiam dan beberapa saat kemudian datanglah seorang pelayan cantik yang berpakaian maid eropa, berambut putih, membawa sebuah nampan yang diatasnya ada 1 buah gelas kopi cappuchino.
"Permisi tuan, ini pesanan anda." Ucap maid tersebut sambil meletakkan cappuchino pesanan Naruto sambil tersenyum manis, sedangkan pemuda pirang itu tampaknya sedikit terpesona akan gadis maid ini.
"Tedeza, dimana pesanan mu ?"
"Akan datang sebentar lagi." Dan benar saja tak lama kemudian, muncul seorang pelayan lain yang sangat mirip dengan pelayan yang pertama pakaian pun sangat mirip, hanya saja dia kecil layaknya gadis kecil 11 tahunan, dengan membawa nampan kecil yang diatasnya ada kopi hitam, gadis kecil itu terlihat kesusahan dan hampir saja menjatuhkan nampan yang dia bawa tapi akhirnya dia berhasil mempertahankannya lalu meletakkannya di meja tepat didepan Tedeza.
"I-ini kopi hitam pesanan anda tuan."
"Hoo... apa kopi hitam ini manis ? Nona kecil ?."
"Tentu saja tuan, tak seperti penampilannya, kopi hitam ini rasanya manis."
"Apa semanis senyum mu ?."
"Eh ?!."
Akhirnya Naruto sadar kalau teman barunya ini ternyata seorang lolicon. 'Astaga, ku kira dia orang normal, ternyata tidak'
Skip time.
Matahari telah naik cukup tinggi dan sebenarnya yang harusnya dilakukan Naruto sekarang adalah belajar, tapi karena insiden pagi tadi, dia terpaksa absen dan sekarang sedang berlatih mengayunkan katana patah miliknya dengan 2 tangan di sebuah tanah lapang di pinggir kota tapi dekat dengan apartemennya.
"47"
"48"
"49"
"50"
"Huft... ini sia-sia saja," gumam Naruto yang telah selesai sambil berjalan gontai kearah Tedeza yang sedang memperhatikkan di bawah sebuah pohon besar dan saat sampai Naruto langsung rebahan di rerumputan sedangkan katananya ia letakkan disampingnya.
"Tedeza, apa yang membuat mu pindah dari Inggris ?, seharusnya disana ada akademi Pendragon yang sangat terkenal bukan, tapi kenapa kau malah keluar dari sana dan masuk SMA konoha"
"Sederhana saja, cukup merepotkan sekolah disana, apalagi harus berurusan dengan Arthuria Pendragon"
"Tunggu dulu !, kau kenal Arthuria Pendragon sang pewaris darah king Arthur itu ? Bagaimana dia ? Apa dia memang kuat seperti yang dikatakan ? Apa kau pernah bertarung melawannya ?."
Pertanyaan beruntun dari Naruto membuat Tedeza sedikit bingung, tapi dalam sekejab pemuda ungu itu langsung menghela nafas ringan kemudian menatap Naruto dengan senyumnya.
"Yah... gadis itu memang kuat dan merupakan pemain pedang terkuat di seluruh Inggris, sekaligus pemimpin kelompok meja bundar. Kalau untuk penampilan dia itu sebenarnya cantik seperti gadis remaja kebanyakan tapi hanya saja sifatnya yang cukup tegas. Kalau bertarung dengannya aku hanya pernah sekali dan aku kalah telak tapi aku berhasil memaksanya menggunakan jurus pamungkasnya."
Sontak jawaban dari Tedeza tadi membuat Naruto terkagum akan sosok Arthuria dan langsung saja Naruto teringat akan impiannya saat kecil, yakni menjadi pemain pedang terhebat dari jepang seperti Okita Souji.
"Nampaknya aku harus punya guru khusus untuk mengajari ku memakai katana yang benar, tapi siapa ?"
Saat sedang bingung Naruto tak sengaja menatap kearah timur dan mendapati sebuah kuil kecil yang berjarak cukup jauh dari tempatnya sekarang tapi entah kenapa, hatinya tergerak untuk pergi kesana.
"Tedeza, ayo kita kesana" ajak Naruto yang langsung mengambil kembali katananya, lalu menunjuk kearah kuil yang telah membuat hatinya penasaran, sedangkan Tedeza hanya mengiyakan ajakan teman pirang barunya ini dan mereka pun menuju halte bus terdekat.
Namun saat sedang berjalan dan hampir sampai ke halte bis tiba-tiba Tedeza berhenti kemudian menatap tajam kearah belakang, sontak Naruto yang berada didepan memandang Tedeza bingung.
"Kau kenapa ?."
"Tidak ada. Kau duluan saja aku akan menyusul nanti," jawab Tedeza sambil tersenyum kecil.
"Baiklah, kalau begitu aku duluan yah, temui aku disana nanti." Ucap Naruto yang langsung pergi menuju halte bis dan saat sampai kebetulan sebuah bis biasa berwarna putih muncul dan Naruto pun masuk lalu pergi meninggalkan Tedeza yang tampaknya sedang waspada.
Sepeninggal Naruto. Tedeza masih saja memandang waspada kearah belakang, tampaknya ada yang mengikuti mereka berdua dari tadi dan benar saja dari balik sebuah pohon besar muncul seorang perempuan berambut kekuningan yang memakai pakaian sekolah gadis SMA Eropa.
"Ku kira siapa, ternyata itu kau. Jeanne," ucap Tedeza dengan wajah yang tiba-tiba menjadi malas, sedangkan Jeanne tampak tersenyum simpul lalu menunduk minta maaf.
(Jeanne dari Fate Aphocrypa)
"Maaf atas kelancanganku karena mengikuti kalian tadi, tapi aku sangat tak menyangka bisa bertemu kau lagi Tedeza, apa yang membuatmu pergi dari Inggris ?, apa ini ada hubungannya dengan Arthuria ?." Jeanne memandang Tedeza dengan wajah penasaran bercampur khawatir, sedangkan yang ditanya hanya menunjukkan wajah bosannya lalu menghela nafas pelan.
"Cukup banyak dan aku juga ingin melupakan wajah gadis merepotkan itu."
"Kau membecinya sekarang ,bukannya dia teman mu ?."
"Aku bukan membenci Arthuria, tapi aku hanya membenci wajah yang dia tunjukkan saat akhir pertarungan kami, wajah memuakkan dari sebuah kebencian murni dan itu karena... kesalahannya sendiri"
"Apa ini ada hubungannya dengan-"
Jeanne tak bisa melanjutkan bicaranya karena yang diajak bicara dari tadi sudah pergi ke halte bis untuk menyusul Naruto"
"Hoi Jeanne, apa kau mau ikut ?" Tanya Tedeza sambil memberikan isyarat pada Jeanne untuk mendekat, menggunakan tangan kanannya.
"Ya, tunggu aku."
Mereka pun memilih untuk memasan sebuah taxi dan tak sampai 5 detik sebuah mobil taksi berwarna hitam datang dari jalan sebelah barat lalu mereka masuk kedalam.
"Kuil kecil yang ada di sebelah timur taman ini"
Supir taxi itu hanya mengangguk kecil lalu menjalan mobilnya dengan kecepatan normal.
Seperti kebanyakan mobil taxi dinegara maju lainnya, mobil taksi di Jepang saat ini di lengkapi dengan GFS model terbaru yang dapat menentukan arah, kecepatan, dan waktu tempuh lokasi yang ingin dituju.
Tak hanya itu, semua mobil terbaru juga dilengkapi dengan sistem sonar modren layaknya kapal selam yang dapat mengalir melalui media aspal, tanah, semen, ataupun bebatuan sehingga pengemudi mobil dapat tahu apakah didepannya ada mobil ataupun benda membahayakan lainnya, walaupun pengemudinya tak bisa melihat dan saat ada mobil di jarak yang sangat dekat maka asissten khusus dari alat sonar akan memberitahu lewat speaker dengan bicara langsung.
Skip.
Mereka berdua pun sampai dan langsung saja menaiki tangga kuil karena Tedeza sudah terlebih dahulu membayar taksi menggunakan uang elektronik, saat sampai bukannya Naruto yang sedang menunggunya yang Tedeza temui, tapi malah Naruto yang sedang terbaring dengan bersimbah darah.
"Naruto...!."
"Hooo... jadi kau teman si bocah ini"
Tbc.
Mohon kritik, saran, dan masukannya.
